01/12/2022

dedysetyo.net

Berbagi Semangat, Menyebarkan Inspirasi..

Kiprah Santri Untuk Bumi Pertiwi

Berbicara tentang kiprah kepahlawanan para ulama dan santri dalam kemerdekaan Indonesia, maka dimulai dari jauh sekali sebelum kita mendeklarasikan kemerdekaan kita. Kisah dari abad ke-16 yang amat mahsyur, yakni perebutan Sunda Kelapa dari penjajah Portugis dan Spanyol yang dikomandani oleh Sunan Gunung Jati (atau Syarif Hidayatullah), lalu bergerak kepada abad ke 17, banyak kisah juga yang menjadikan pelajaran, yakni Sultan Hasanudin dari Makasar, Sultan Agung dari Mataram. Berpindah ke masa berikutnya, kita juga kenal Pangeran Diponegoro yang mengobarkan Perang Jawa dan Tuanku Imam Bonjol dari Sumatera Barat. Tentu saja mereka tidak sendirian, begitu banyak para pahlawan yang mendampingi mereka, laman ini sedemikian terbatas sehingga tidak bisa disebutkan satu persatu.

Sampai dengan abad ke 19, kisah HOS Tjokroaminoto bersama Haji Samanhoedi, lalu juga terlibat Haji Agoes Salim dalam mengembangkan Sarikat Islam juga memiliki kiprah tersendiri karena berkontribusi dalam pergerakan nasional menjelang kemerdekaan. Kisah mereka dalam memberikan semangat kepada rakyat Indonesia saat itu agar segera mengurus kedaulatannya sendiri juga tercatat rapi dengan tinta emas sejarah pergerakan Indonesia.

Pasca kemerdekaan Indonesia ditahun 1945 dalam masa umurnya yang masih sangat belia, Indonesia mendapatkan ujiannya kembali pada bulan Oktober 1945 yakni dengan adanya Agresi Militer Belanda II, tidak hanya Belanda saja yang datang namun juga dari pihak Inggris (sekutu) ikut menumpang disana. Adanya serangan mendadak tersebut membuat Presiden Soekarno berkonsultasi kepada KH Hasyim Asyari tentang bagaimana hukumnya berperang untuk menghadapi musuh penjajah.

Esok harinya, pada tanggal 21 Oktober 1945, KH Hasyim Asyari memberikan fatwa tentang Resolusi JIhad kepada segenap umat Islam yang berjarak 94 km dari kedudukan musuh, merupakan fardhu Ain untuk ikut bersama-sama melawan penjajah. Pada tanggal 22 Oktober 1945 fatwa tersebut dibakukan untuk dapat disebarluaskan kepada khalayak masyarakat umum.

Para Santri Nurul Fikri Boarding School Bogor sedang mengikuti upacara peringatan Kemerdekaan RI 17 Agustus 2022

Berikut isi teks asli fatwa tersebut.

Teks asli fatwa berikut diambil dari https://www.kompas.tv/article/340586/inilah-teks-asli-resolusi-jihad-1945-cikal-bakal-hari-santri-nasional-22-oktober

Teks asli resolusi jihad

Bismillahirrochmanir Rochim Resoloesi :

Rapat besar wakil-wakil daerah (Konsoel2) Perhimpoenan Nahdlatoel Oelama seloeroeh Djawa-Madoera pada tanggal 21-22 October 1945 di Soerabaja.

Mendengar :

Bahwa di tiap-tiap Daerah di seloeroeh Djawa-Madoera ternjata betapa besarnja hasrat Oemmat Islam dan ‘Alim Oelama di tempatnja masing-masing oentoek mempertahankan dan menegakkan AGAMA, KEDAOELATAN NEGARA REPOEBLIK INDONESIA MERDEKA.

Menimbang :

a. Bahwa oentoek mempertahankan dan menegakkan Negara Repoeblik Indonesia menurut hoekoem Agama Islam, termasoek sebagai satoe kewadjiban bagi tiap2 orang Islam.

b. Bahwa di Indonesia ini warga negaranja adalah sebagian besar terdiri dari Oemmat Islam.

Mengingat:

1. Bahwa oleh fihak Belanda (NICA) dan Djepang jang datang dan berada di sini telah banjak sekali didjalankan kedjahatan dan kekedjaman jang menganggoe ketentraman oemoem.

2. Bahwa semoea jang dilakoekan oleh mereka itu dengan maksoed melanggar kedaoelatan Negara Repoeblik Indonesia dan Agama, dan ingin kembali mendjadjah di sini maka beberapa tempat telah terdjadi pertempoeran jang mengorbankan beberapa banjak djiwa manoesia.

3. Bahwa pertempoeran2 itu sebagian besar telah dilakoekan oleh Oemmat Islam jang merasa wadjib menoeroet hoekoem Agamanja oentoek mempertahankan Kemerdekaan Negara dan Agamanja.

4. Bahwa di dalam menghadapai sekalian kedjadian2 itoe perloe mendapat perintah dan toentoenan jang njata dari Pemerintah Repoeblik Indonesia jang sesoeai dengan kedjadian terseboet.

Memoetoeskan :

1. Memohon dengan sangat kepada Pemerintah Repoeblik Indonesia soepaja menentoekan soeatoe sikap dan tindakan jang njata serta sepadan terhadap oesaha2 jang akan membahajakan Kemerdekaan dan Agama dan Negara Indonesia teroetama terhadap fihak Belanda dan kaki tangannja.

2. Seoapaja memerintahkan melandjoetkan perdjoeangan bersifat “sabilillah” oentoek tegaknja Negara Repoeblik Indonesia Merdeka dan Agama Islam.

Soerabaja, 22 Oktober 1945

Imbas dari adanya resolusi jihad tersebut, membuat semua elemen masyarakat bersatu padu dengan penuh semangat semua melebur untuk melawan penjajah. Buahnya, Jenderal Mallaby tewas pada peperangan tanggal 27-29 Oktober 1945 tersebut, yang membuat Inggris marah besar sehingga memicu pertempuran besar di Surabaya pada tanggal 10 November 1945.

Jihad santri masa kini

Jika dimasa lalu adanya resolusi jihad tersebut mampu membuat para ulama, santri dan semua komponen masyarakat mampu mengusir penjajah dari bumi pertiwi, lalu bagaimana dengan jihad masa kini ?.

Berbeda dengan yang dulu yang masuh menggunakan bambu runcing dan peralatan perang lainnya, maka santri dimasa kini tetap berkewajiban melakukan jihad dengan cara yang berbeda.

Dari survey yang dilakukan oleh lembaga survey Hootsuite, per Februari 2022 pengguna internet di Indonesia sudah sebanyak 204,7 juta, angka ini setara dengan 73,7 % jumlah populasi masyarakat Indonesia. Jika makin difilter maka usia sekolah mencapai sekira 22,1% (atau setara dengan 61,3 juta orang), jumlah yang sedemikian besar ini, jika tidak dikelola dengan baik maka akan menghasilkan berbagai masalah dalam dunia digital.

 

Jumlah Pengguna Internet Indonesia – Februari 2022. Sumber : Hootsuite.com
Jika difilter dari pengguna Internet dalam usia sekolah 22,1 %. Sumber : Hootsuite.com

Jika dimasa lalu kita hidup, supply informasi hanya berasal dari sumber-sumber mainstream seperti TV, radio, dan koran, lalu kita hanya berperan sebagai konsumen informasi saja. Maka saat ini siapa saja bisa berperan dalam dua sisi, baik sebagai produsen atau konsumen informasi.

Produsen informasi berarti kita dapat menghasilkan berbagai macam konten yang bisa diterima oleh anggota masyarakat lainnya, maka bagian dari “jihad” itu adalah memastikan bahwa konten yang kita produksi memiliki nilai kemanfaatan bagi orang lain, impact sosial positif bagi pembacanya, baik itu sekedar mendapatkan informasi baru, terlebih jika menginspirasi mereka untuk dapat bertindak lebih baik dan bijak. Menjauhkan diri dari menyebarkan kebencian, berita palsu, ataupun hoax yang menimbulkan kegusaran publik.

Kita sebagai konsumen, artinya kita siap sedia untuk memfilter menyeleksi informasi yang bermanfaat bagi kita, menyaring, memverifikasi, cross check dengan berita sejenis sampai dengan informasi tersebut bermutu bernilai tinggi untuk bisa kita terima.

Semoga masyarakat dunia informasi, dengan sumbangsihnya masing-masing di dunia maya dapat bertindak bijak dengan konektivitas yang ada, sehingga menjadikan dunia maya kita nyaman dan makin mencerdaskan penggunanya.

Selamat Hari Santri, untuk para santri di seantero negeri.

Berikut dokumentasi peringatan hari santri, berangkai dengan pemberian penghargaan untuk para santri di Nurul Fikri Boarding School Bogor

%d bloggers like this: