01/07/2022

dedysetyo.net

Berbagi Semangat, Menyebarkan Inspirasi..

Menjadi Narasumber Project Based Learning for Meaningful Learning di Sekolah Bakti Mulya 400 Jakarta

Menjelang ditutup tahun 2021, pada bulan Desember lalu, TIME mengumumkan hajatan rutinnya setiap bulan Desember, yakni TIME Person of The Year. Penghargaan tahunan ini ditujukan bagi orang atau sosok yang berpengaruh kepada penduduk bumi pada perjalanan dan karyanya sepanjang tahun. Pada kali ini yang mendapatkan kehormatan tersebut adalah Elon Musk, CEO dari Tesla dan SpaceX.

Elon Musk sebagai TIME Person of the year 2021

Walaupun bagi sebagian kalangan penghargaan ini dinilai kontroversial, karena Elon kerap kali memposting di lini masa sosmednya, terutama Twitter tentang hal-hal yang tidak populis, namun sebagian yang lain mengakui dengan sadar, bahwa Elon memang benar-benar sosok menginspirasi masyarakat dunia.

Elon merupakan sebagian kecil profil yang jarang dikenal orang kalo kita mundur sejenak ke 10 tahun sebelumnya, namun dengan Tesla-nya yang demikian dianggap menjadi solusi bagi kehidupan dunia dengan mobil listriknya, akhirnya memimpin pasar penjualan mobil dan menempatkannya menjadi orang terkaya di dunia melampaui Jeff Bezos (Amazon).

Gebrakan Tesla dianggap sangat menginspirasi, karena bagaimanapun problem makin langkanya energi fosil adalah issue dunia dimasa depan. Energi fosil yang makin terbatas, diramalkan akan segera habis di penghujung tahun 2050. Jika hal ini tidak segera dicarikan jalan keluarnya, maka dunia akan berada dalam masalah besar dimasa depan.

Karyanya yang lain, SpaceX, merupakan sebuah perusahaan teknologi yang tidak kalah “gila”. Memiliki visi membuat Mars menjadi tempat layak huni berikutnya ditahun 2026. Merupakan bagian dari horison Elon Musk yang memandang bahwa bumi sudah semakin sesak dan penuh dimasa depan, sehingga diperlukan planet baru untuk manusia. Visi ini tidak main-main, dengan mempertaruhkan hampir seluruh kekayaannya, Elon bahkan rela menggadaikan rumahnya untuk riset ini.

Elon Musk dan karya-karyanya diatas, merupakan contoh gagasan yang pada akhirnyaa berujung pada project dan penemuan baru. Jika kita menyadari bahwa issue-issue diatas adalah masalah besar dunia (energi fosil yang akan habis dan bumi yang semakin sempit), maka disekitar kita sesungguhnya demikian bertebaran PR-PR lainnya yang menunggu untuk diselesaikan. Mulai dari masalah banjir, lingkungan hidup, sosial budaya dan berbagai hal lainnya.

Lalu apa peranan kita untuk menyiapkan para siswa didik kita sebagai warga negara masa depan yang akan menjadi problem solver bagi kehidupannya ?

Pada hari yang baik itu, Saya dan BU Ari Utami diberikan kesempatan untuk berbagi kepada teman-teman guru hebat dari Sekolah Bakti Mulya 400, Jakarta.

Berbagi tentang Project Based Learning dengan Guru SD SMP Bakti Mulya 400, Jakarta

Pada agenda pelatihan satu hari tersebut, diberikan dua sesi yakni pagi dan siang. Dimana pada sesi paginya, kita berbincang tentang kenapa menggunakan Project Based Learning, tahapan sintaks yang digunakan, serta bagaimana merakit PjBL menjadi skenario pembelajaran yang bermakna. Hingga siangnya diakhiri dengan bagaimana strategi penerapannya dengan menggunakan bantuan tools online yang bisa support.

Teman-teman guru yang hadir begitu antusias, dengan perencanaan PjBL yang dibuatnya juga sangat kreatif, beraneka ragam dan menarik sekali. Terlihat dari sesi sharing dan presentasi dari sebagian peserta. Semoga penerapan PjBL di kelas-kelas nantinya diberikan kesuksesan sesuai harapan.

Terima kasih kepada Ibu Kepsek SD, Bu Eliyani Umaz dan Kepsek SMP Bu Rike Anwari beserta teman-teman guru yang lainnya, atas kesempatan yang baik ini.

Semoga tetap tersambung silaturrahmi yang tetap hangat dimasa depan.

Salam,

Dedy Setyo A.

 

%d bloggers like this: