Merancang Strategi Pertumbuhan Sekolah Swasta: Narasumber Leader Sharing Pimpinan Yayasan Annadzir

Hari Ahad, 21 Desember 2025 yang lalu, bertempat di sebuah resort di Bogor menjadi ruang perjumpaan gagasan bagi para pimpinan Sekolah Islam Terpadu di bawah naungan Yayasan Annadzir, Serang–Banten. Di kota yang tenang ini, rangkaian Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026 resmi dibuka melalui sebuah forum diskusi yang dirancang tidak biasa. Alih-alih langsung masuk ke agenda teknis, panitia memilih membuka dengan sesi reflektif bertajuk Leader Sharing, sebuah ruang berbagi perspektif kepemimpinan dan strategi.

Saya mendapat amanah sebagai narasumber dalam sesi pembuka tersebut, mendampingi para pimpinan sekolah Annadzir untuk mendiskusikan satu tema sentral yang semakin relevan bagi sekolah swasta hari ini, yaitu “Merancang Strategi Pertumbuhan Sekolah Swasta.” Diskusi berlangsung dari pukul 13.30 hingga 15.30 WIB dan diikuti oleh jajaran pimpinan sekolah di lingkungan yayasan. Meskipun durasinya relatif singkat, topik yang dibahas menyentuh persoalan mendasar tentang keberlanjutan, daya saing, dan arah pengembangan sekolah.

Penjelasan Topik Pembahasan dan Diskusi

Diskusi ini berangkat dari satu kesadaran bersama: sekolah swasta saat ini hidup dalam lanskap pendidikan yang jauh lebih kompetitif dibandingkan satu dekade lalu. Perubahan demografi peserta didik, meningkatnya pilihan sekolah, ekspektasi orang tua yang semakin rasional, serta pengaruh teknologi dan regulasi membuat sekolah tidak bisa lagi mengandalkan pola lama. Pertumbuhan sekolah tidak cukup direncanakan berdasarkan intuisi, tetapi perlu dirancang secara strategis, sistematis, dan berbasis pemetaan lingkungan.

Dalam konteks itulah, sesi leader sharing ini menggunakan pendekatan manajemen strategis ala Fred R. David sebagai kerangka berpikir utama. Para pimpinan diajak melihat sekolah bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai organisasi strategis yang harus mampu membaca lingkungan eksternal dan kondisi internal secara jernih. Diskusi mengalir pada bagaimana sekolah memahami posisi dirinya di tengah kompetitor, mengenali peluang dan ancaman yang muncul di wilayah layanan masing-masing, sekaligus bersikap jujur terhadap kekuatan dan keterbatasan internal yang dimiliki.

See also  Narasumber Seminar e-Business with Cloud Computing

Pendekatan ini menjadi penting karena strategi pertumbuhan sekolah swasta tidak bisa disalin begitu saja dari sekolah lain. Setiap sekolah memiliki karakter, sumber daya, budaya organisasi, dan segmen pasar yang berbeda. Oleh karena itu, penekanan utama dalam diskusi bukan pada “strategi terbaik”, melainkan pada strategi yang paling relevan dengan konteks Yayasan Annadzir dan sekolah-sekolah di bawahnya.

Percakapan semakin menarik ketika diskusi bergeser pada peran pimpinan sekolah. Strategi, sebaik apa pun konsepnya, tidak akan hidup tanpa kepemimpinan yang mampu menerjemahkannya ke dalam tindakan. Dalam sesi ini, ditegaskan bahwa pimpinan sekolah bukan sekadar pelaksana program tahunan, melainkan aktor utama dalam proses strategi. Cara pimpinan membaca perubahan, mengambil keputusan, dan membangun kesadaran tim internal akan sangat menentukan apakah strategi pertumbuhan benar-benar berjalan atau hanya berhenti di dokumen Raker.

Sebagai pembuka Rakerpim, sesi ini memang tidak ditujukan untuk menghasilkan rumusan strategi final. Output utamanya adalah membekali para pimpinan dengan kerangka berpikir strategis, agar pembahasan program kerja semester genap tidak terjebak pada rutinitas administratif semata. Harapannya, para pimpinan dapat mulai mempraktikkan pemetaan lingkungan dan kompetitor dalam konteks sekolah masing-masing, lalu mengaitkannya dengan visi besar Yayasan Annadzir.

Menutup tahun 2025 dengan diskusi strategis seperti ini terasa sangat tepat. Dunia pendidikan tidak kekurangan aktivitas, tetapi sering kali kekurangan refleksi dan arah. Melalui forum leader sharing ini, Yayasan Annadzir menunjukkan keseriusan dalam menyiapkan pimpinan sekolah yang tidak hanya kuat secara nilai dan spiritualitas, tetapi juga matang dalam manajemen strategis dan pengambilan keputusan.

Bagi saya pribadi, terlibat dalam diskusi ini adalah bagian dari ikhtiar akademik dan praktis untuk terus mendorong penguatan kepemimpinan sekolah swasta di Indonesia. Sekolah yang mampu tumbuh bukanlah sekolah yang paling besar, melainkan sekolah yang paling sadar akan posisinya, lingkungannya, dan arah strategis yang ingin dituju. Semoga bermanfaat.

See also  Perancangan dan Pembuatan Media Belajar Bahasa Indonesia di Al Izhar Jakarta

Salam hangat,

Dedy Setyo Afrianto

Leave a Comment