Disclaimer : Laman ini hanya untuk keperluan pembelajaran kuliah strategic management. Akan lebih baik jika membaca terurut untuk mendapatkan konteksnya lebih lengkap, atau sesuai kebutuhan Anda. Selamat membaca.
Setelah mahasiswa memahami konsep analisis eksternal organisasi menurut Fred R. David, langkah berikutnya adalah mengubah hasil analisis tersebut menjadi bentuk kuantitatif dan terukur. Inilah fungsi dari EFE Matrix atau External Factor Evaluation Matrix.
EFE Matrix membantu manajer (atau dalam konteks pendidikan, kepala sekolah dan yayasan) menilai seberapa baik organisasi menanggapi peluang dan ancaman eksternal. Alat ini sering digunakan dalam mata kuliah Strategic Management dan tahap awal penyusunan strategi organisasi.
1. Konsep Dasar EFE Matrix
Menurut Fred R. David & Forest R. David (2020), EFE Matrix adalah alat yang digunakan untuk:
“Merangkum dan mengevaluasi peluang serta ancaman eksternal yang paling penting yang memengaruhi organisasi.”
Melalui matriks ini, mahasiswa atau analis dapat mengukur tingkat kesiapan dan respons organisasi terhadap lingkungan di luar kendalinya, seperti perubahan regulasi, teknologi, ekonomi, hingga perilaku konsumen.
2. Langkah-langkah Penyusunan EFE Matrix
Agar lebih mudah dipahami mahasiswa, berikut urutan logis penyusunannya:
Langkah 1: Identifikasi Faktor Eksternal Utama
Gunakan hasil analisis PESTEL (politik, ekonomi, sosial, teknologi, lingkungan, legal) dan model Porter’s Five Forces.
Pisahkan menjadi dua kategori:
-
Peluang (Opportunities)
-
Ancaman (Threats)
Idealnya, terdapat 10–20 faktor utama yang paling berpengaruh terhadap organisasi.
Langkah 2: Beri Bobot (Weight)
Setiap faktor diberi bobot antara 0,0–1,0, sesuai tingkat pengaruhnya terhadap keberhasilan organisasi.
-
Bobot tinggi (misalnya 0,15–0,20) → faktor sangat penting.
-
Bobot rendah (misalnya 0,05–0,10) → faktor kurang penting.
Jumlah total bobot harus = 1,00.
Langkah 3: Beri Rating (1–4)
Rating menunjukkan seberapa baik organisasi menanggapi faktor tersebut:
| Nilai | Arti Rating |
|---|---|
| 4 | Respons organisasi sangat baik terhadap peluang / mampu mengatasi ancaman |
| 3 | Respons di atas rata-rata |
| 2 | Respons rata-rata |
| 1 | Respons lemah |
Catatan: untuk peluang dan ancaman, skala tetap sama — bedanya hanya pada arah penilaiannya.
Langkah 4: Hitung Skor Tertimbang
Kalikan bobot × rating untuk setiap faktor → hasilnya disebut weighted score.
Langkah 5: Jumlahkan Semua Skor
Jumlahkan seluruh weighted score → hasilnya disebut total skor EFE.
3. Interpretasi Hasil
-
Skor total 4,0 → organisasi sangat responsif terhadap lingkungan eksternal.
-
Skor sekitar 2,5 → rata-rata, artinya organisasi cukup adaptif namun masih perlu memperkuat respon strategis.
-
Skor mendekati 1,0 → organisasi lemah menghadapi perubahan eksternal.
Skor EFE ini nantinya akan dipasangkan dengan skor IFAS (Internal Factor Analysis Summary) untuk menentukan posisi organisasi dalam IE Matrix (Internal–External Matrix), yang mengarahkan pilihan strategi:
-
Grow & Build,
-
Hold & Maintain, atau
-
Harvest / Exit.
4. Contoh Kasus: Michelin
Studi Kasus ini bisa dibaca pada https://dedysetyo.net/2025/11/04/part-5-memahami-analisis-eksternal-organisasi/
Ambil contoh dari studi kasus Michelin yang ditampilkan Fred R. David dalam bukunya (2020).
Michelin menghadapi lingkungan eksternal yang dinamis, tetapi juga penuh peluang:
| Faktor Eksternal Utama | Bobot | Rating | Skor Tertimbang |
|---|---|---|---|
| Peningkatan tren kendaraan listrik & hibrida (O) | 0.15 | 4 | 0.60 |
| Kesadaran lingkungan & regulasi karbon (O) | 0.12 | 4 | 0.48 |
| Persaingan ketat dengan Bridgestone & Goodyear (T) | 0.10 | 3 | 0.30 |
| Fluktuasi harga bahan baku karet (T) | 0.08 | 2 | 0.16 |
| Kolaborasi dengan produsen mobil premium (O) | 0.12 | 4 | 0.48 |
| Perubahan gaya hidup masyarakat urban (O) | 0.10 | 3 | 0.30 |
| Disrupsi teknologi otomotif (T) | 0.10 | 3 | 0.30 |
| Pertumbuhan pasar Asia (O) | 0.08 | 3 | 0.24 |
| Kebijakan energi hijau Eropa (O) | 0.10 | 4 | 0.40 |
| Total | 1.00 | 3.26 |
Interpretasi:
Skor total 3.26 > 2.5, berarti Michelin memiliki daya respons eksternal yang kuat. Artinya, perusahaan ini efektif membaca peluang industri dan merespons ancaman dengan strategi inovatif seperti eco-friendly tires, kolaborasi global, dan investasi R&D.
5. Relevansi untuk Dunia Pendidikan
Dalam konteks sekolah swasta, EFE Matrix dapat diterapkan dengan cara serupa:
-
Peluang: program digitalisasi pendidikan, dukungan pemerintah untuk kemitraan industri, meningkatnya kesadaran orang tua akan mutu.
-
Ancaman: penurunan daya beli masyarakat, perubahan kebijakan akreditasi, atau persaingan quasi competition antar sekolah.
Dengan memberi bobot dan rating pada faktor-faktor tersebut, sekolah dapat menilai apakah sudah cukup tanggap terhadap perubahan lingkungan pendidikan.
6. Kesimpulan
EFE Matrix bukan sekadar tabel angka — ia adalah cermin kesiapan organisasi menghadapi perubahan dunia.
Fred R. David menekankan bahwa analisis eksternal harus selalu dikaitkan dengan strategi nyata: bagaimana peluang dimanfaatkan, dan bagaimana ancaman dikendalikan.
Dengan latihan sederhana ini, mahasiswa dapat memahami bahwa strategi tidak lahir dari inspirasi mendadak, melainkan dari analisis sistematis dan keputusan berbasis data.
Referensi:
David, F. R., & David, F. R. (2020). Strategic Management: A Competitive Advantage Approach, Concepts and Cases (17th ed.). Pearson Education.
Porter, M. E. (1980). Competitive Strategy: Techniques for Analyzing Industries and Competitors. Free Press.
Elkington, J. (1997). Cannibals with Forks: The Triple Bottom Line of 21st Century Business. Capstone Publishing.