28/09/2022

dedysetyo.net

Berbagi Semangat, Menyebarkan Inspirasi..

Menjadi Narasumber Pembuatan Modul Projek di SMP Juara dan SMP IT Al Fitrah Bandung

Tantangan Lingkungan Hidup

Rilis dari kantor berita BBC menyatakan bahwa Pulau Jawa pada tahun 2040 diprediksi akan terjadi kelangkaan air bersih. Kondisi ini tentu saja membuat kita trenyuh, bagaimana tidak, permasalahan besar didepan mata ini jika tidak kita segera carikan solusinya akan berdampak sangat berat bagi generasi berikutnya. Hal ini merupakan salah satu permasalahan lingkungan hidup dari berbagai persoalan yang lainnya. Prof Musthak Al Athabi dalam bukunya yang berjudul “Think like an Engineer” memunculkan Grand Challenge (tantangan besar) di abad 22 yang dirinci kepada 14 point krusial. Mulai dari semakin krisisnya energi fosil (diramalkan ikut habis pada 2050an) sampai dengan soalan optimalisasi energi matahari dengan panel surya yang sampai hari ini harganya belum terjangkau oleh masyarakat luas.

Disisi lain, pertumbuhan penduduk usia kerja di Indonesia pada survey BPS 2019, menempatkan usia produktif (15-64 tahun) menempati jumlah 67,6 % lebih banyak daripada usia tidak produktif. Hal ini merupakan gambaran bahwa dimasa depan, usia produktif (yang sebagian besarnya) ada pada para siswa kita kedepan akan menjadi jumlah terbesar dibanding dengan generasi tidak produktif. Besarnya jumlah, sekali lagi kalo dicermati akan justru menjadi masalah besar jika kita tidak menyiapkan mereka dengan sebaik-baiknya.

Masalah lingkungan hidup dan demografi adalah segelintir tantangan dalam kehidupan yang akan dihadapi oleh kita, wabil khusus para siswa sebagai bagian dari warga masyarakat masa depan. Lalu bagaimana kita menyiapkan para siswa sebagai bagian dari solusi ?, agar kehadirannya memiliki positive impact bagi masyarakatnya ?. Bagaimana pendidikan memandu sekaligus menyiapkan solusi untuk hal ini ?

Modul Projek dalam Kurikulum Merdeka

Dalam Kurikulum Merdeka ada part penting tentang pembelajaran projek yang akan membantu siswa berpikir problem solving dan kolaboratif sebagai bagian dari elemen masyarakat Indonesia dan dunia. Pembelajaran Projek ini melengkapi dari intrakurikuler dan ekstrakurikuler yang sebelumnya sudah ada di sekolah. Memiliki struktur dan alur khusus, dalam implementasinya diperlukan modul projek, selain juga sebagai alat bantu guru dalam merancang pembelajaran projeknya, modul ini juga bisa sebagai peta jalan (road map) sejauh mana projek yang sudah diupayakan akan ketemu dengan stasiun akhirnya.

Selaras dengan kebutuhan mempersiapkan tenaga pendidik untuk mengaplikasikan pembelajaran projek pada kurikulum merdeka, SMP Juara dan SMP IT Al Fitrah Bandung menyelenggarakan pelatihan pembuatan modul projek bersama Saya dan guru-guru hebat dari kedua sekolah. Acara ini juga dihadiri oleh Ust Putra Muhammad sebagai kepsek SMP Juara, dan Ustadzah Farida sebagai kepsek SMP IT Al Fitrah.

Ust Putra Muhammad Kepsek SMP Juara Bandung membuka sesi pelatihan. (Foto jepretan Pak Jajang)
Sambutan oleh Kepsek SMPT IT Al Fitrah Ustadzah Farida

Dengan kolaborasi diantara dua sekolah, pelatihan ini sekaligus mempraktekkan bagaimana kolaborasi bisa diselenggarakan dengan sangat baik walau berasal dari dua organisasi yang berbeda.

Sesi pelatihan pembuatan modul projek. (Foto jepretan Pak Jajang)

Dalam sesi pelatihan ini, materi berurut dari teori belajar konstruktivisme hingga bagaimana paradigma Kurikulum Merdeka dan tahapannya dalam membuat modul projeknya.

Kerjasama Tim dan Presentasi

Setelah sesi pemberian materi, dilanjutkan dengan kesempatan untuk teman-teman membuat modul projek bersama dengan anggota kelompok yang telah dirancang. Masing-masing kelompok sudah diberikan template agar memudahkan merancang modul projeknya pada waktu yang tersedia.

Koordinasi pembuatan modul bersama kelompok masing-masing. Tim Pak jajang bersama teman lainnya. (Foto jepretan Pak Jajang)

Setelah sesi pembuatan modul, tibalah kesempatan untuk sesi presentasi kelompok dan pemberian feedback, sehingga harapannya dapat menginspirasi teman-teman lainnya dan perbaikan konten. Pada sesi ini banyak pertanyaan seru yang muncul dari teman-teman sekalian, sekaligus bermanfaat untuk memperdalam pemahaman.

Sesi presentasi kelompok dan pemberian feedback. (Foto jepretan Pak Jajang)

Alhamdulillah selama setengah hari berjalan, masih terlihat spirit semangat dari teman-teman hebat sekaligus pertanyaan yang bisa memperkaya ide-ide di forum.

Semoga pelatihan ini dapat menjadi medium untuk meningkatkan kompetensi guru, kolaborasi yang makin apik, serta silaturrahmi yang makin kuat diantara kita, yang pada akhirnya bermuara kepada akselerasi potensi anak-anak negeri. Sambil berharap bahwa projek ini dapat ambil bagian sebagai kontribusi peningkatan skill problem solver bagi para siswa dimasa yang akan datang. Terima kasih.

Salam hangat,

Dedy Setyo Afrianto

%d bloggers like this: