Model-model Pembelajaran Hybrid (Seri 3 Hybrid Learning)

Model-model Pembelajaran Hybrid (Seri 3 Hybrid Learning)

Serial Hybrid Learning yang barangkali teman-teman butuhkan

Part 1 : Menyiapkan Pembelajaran Hybrid sebagai Solusi
http://dedysetyo.net/2020/12/09/menyiapkan-pembelajaran-hybrid-sebagai-solusi-seri1/

Part 2 : Lingkungan Hybrid Learning
http://dedysetyo.net/2020/12/10/lingkungan-hybrid-learning-seri-2-hybrid-learning/

Part 3 : Model-model Pembelajaran Hybrid
http://dedysetyo.net/2021/01/02/model-model-pembelajaran-hybrid-seri-3-hybrid-learning/

Record Webinar Hybrid Learning :
http://dedysetyo.net/2021/01/02/menyiapkan-lingkungan-belajar-dan-model-hybrid-learning/


Tahapan berikutnya yang begitu juga pentingnya adalah menyiapkan model pembelajarannya, pada fase ini diperlukan untuk para guru dalam menerapkannya di pembelajaran. Pada lingkungan belajar (pada halaman sebelumnya) model ini masuk pada point ke empat.

John Spencer mengusulkan ada lima model pembelajaran hybrid yang bisa digunakan pada pembelajaran, lima ini sebenarnya melihat konteks kebutuhan dan kekuatan yang dimiliki sebagai kekhasan sekolah masing-masing. Seperti terjabar dalam table berikut

Model Pembelajaran Hybrid menurut John Spencer

1.     Differentiated Model

Pada model ini guru berada di kelas dan siswa (PTM) ada di ruangan yang sama dengan guru. Di tempat lain, siswa berada di rumah (PJJ) terhubung dengan koneksi internet dengan moda Synchronous (berada pada waktu yang sama, namun beda tempat)

Kata kunci dari model ini adalah

(pertama) walapun siswa (PTM) berada pada tempat yang sama dengan guru, mereka tetap menggunakan device (tablet atau laptop) yang terhubung dengan koneksi internet, sehingga siswa yang berada di kelas dengan yang berada di rumah dapat berinteraksi secara langsung, menggunakan aplikasi video conference yang disepakati. Dua tempat ini terhubung internet, guru memberikan instruksi dari kelas, siswa yang berada di rumah (PTM) dapat menyimak dan mengikuti pembelajaran.

(kedua) dalam implementasinya, sekolah menggunakan Learning management system (LMS) contoh : Google Classroom, Edmodo, Moodle dll untuk pengelolaan pembelajaran daringnya.

Model ini cocok digunakan untuk sekolah yang sebagian siswa nya dibatasi tidak bisa datang sama sekali ke sekolah dengan berbagai alasan (orang tua tidak berkenan atau tempat yang jauh dari sisi geografis).

Bagaimana contoh implementasi model pertama ini ?. Berikut diberikan bagaimana implementasinya. Nomor bertanda kurung merupakan urutan agar lebih mudah dibaca.

Step BelajarDi rumah  (PJJ)Di kelas (PTM)
Pendahuluan (Warm-Up)Siswa berada di rumah dan di kelas membaca dan mendalami wacana/teks yang diberikan melalui LMS.  (1)Siswa di kelas dan di rumah diberikan timer sehingga mereka tahu kapan akan berhenti, disisi lain ini merupakan kesempatan untuk melakukan presensi (kehadiran). (2)
Arahan  langsung (Direct instruction)Siswa yang berada di rumah diminta menonton video rekaman, link bisa disharekan melalui chat atau LMS. Siswa lain yang mute agar bisa focus. (3)Di kelas, siswa diputarkan video yang sama agar semua siswa dapat menyimak. (4)
Praktek terbimbing (Guided practice)Di rumah, siswa bertanya melalui Google Form ataupun didepan kelas, microphone dioptimalkan sehingga mereka mendengarkan dengan baik proses diskusi yang berjalan. (6)Siswa didalam kelas kumpul seperti biasa (protocol jarak), mereka dapat bertanya dan berdiskusi suatu topik (5)
Praktek mandiri (Independent practice)SIswa diskusi berkelompok menggunakan break out room dan berdiskusi masing-masing disana. (8)Semua siswa berkelompok secara mandiri untuk praktek dan membahas materi.  (7)
Penutup (Closure)Setiap siswa dapat menuliskan pada form yang disediakan jika ada feedback/pertanyaan untuk menutup semua aktivitas.Setiap siswa dapat menuliskan pada form yang disediakan jika ada feedback/pertanyaan untuk menutup semua aktivitas.

Pada model diatas, siswa PJJ dan PTM pada dasarnya diberikan kesempatan yang sama untuk belajar dengan topik yang sama, yang berbeda hanya pada proses deliverynya. Pembelajaran di kelas dapat ditransfer ke siswa PJJ, begitu juga disesi berbeda, PJJ dan PTM dapat melakukannya secara masing-masing.

Selanjutnya, kita akan buat bagaimana jika pembelajaran dilandaskan dari project.

Amati Langkah-langkah berikut

Step BelajarDi rumah  (PJJ)Di kelas (PTM)
Pendahuluan (Warm-Up)Siswa membaca arahan project dari LMSSiswa membaca arahan project dari LMS
Arahan  langsung (Direct instruction)Siswa yang berada di rumah diminta menonton video rekaman, link bisa disharekan melalui chat atau LMS. Siswa lain yang mute agar bisa focus. (1)Di kelas, siswa diputarkan video yang sama agar semua siswa dapat menyimak (2). Video ini merupakan penjelas pendek terkait project yang akan dilakukan, berupa Langkah-langkah riset atau konsep kunci jika akan ditautkan dengan project yang akan dilakukan. Maksimal 5 menit. (2)
Pengerjaan Project Siswa bekerja dari rumah bekerja sama dengan siswa yg lain (PJJ) menggunakan alat kolaborasi berbasis IT, mereka dapat menggunakan seperti google sheet dan trello untuk saling cek progress yang dilakukan, yang paling penting tentukan tahapan yang jelas dan deadline (3)Siswa di kelas dapat bekerja dengan sesame mereka, lakukan presentasi, diskusi, jika diperlukan untuk disimak oleh siswa yang PJJ, optimalkan speaker dan web cam yang ada (4)
Penutup (Closure)Siswa melakukan refleksi pembelajaran projectnya menggunakan online form dan project management tools seperti trello, google sheet dan google calendar dan menentukan goals berikutnya untuk esok hari.Siswa melakukan refleksi pembelajaran projectnya menggunakan online form dan project management tools seperti trello, google sheet dan google calendar dan menentukan goals berikutnya untuk esok hari.

Tabel diatas merupakan salah satu contoh jika akan melakukan pembelajaran dengan pendekatan project, jika dilakukan dengan efektif, model project based learning ini akan meningkatkan kemampuan siswa dalam hal berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi dan problem solving dimana selaras dengan pembelajaran HOTS dan abad 21.

2.     Multi Track Model

Kata kunci dari model ini adalah

(pertama) Siswa (PTM) berada pada tempat yang sama dengan guru, mereka tetap menggunakan device (tablet atau laptop) yang terhubung dengan koneksi internet, sehingga siswa yang berada di kelas dengan yang berada di rumah dapat berinteraksi secara langsung, menggunakan aplikasi video conference yang disepakati. Dua tempat ini terhubung internet, guru memberikan instruksi dari kelas, siswa yang berada di rumah (PTM) dapat menyimak dan mengikuti pembelajaran.

(kedua) Konsep penting model ini sebenarnya adalah menyediakan track yang berbeda antara PJJ dan PTM. Sehingga mengandaikan mereka seolah-olah memiliki dua kelas yang terpisah. Siswa dibuat kelompok versi PJJ, dan kelompok versi PTM, masing-masing versi saling terpisah satu sama lain.

(ketiga) Dalam implementasinya, sekolah menggunakan Learning management system (LMS) contoh : Google Classroom, Edmodo, Moodle dll untuk pengelolaan pembelajaran daringnya.

(keempat) Perhatian guru pada mode ini memungkinkan untuk berganti/bertukar dibatasi pada hari pertemuan.

Selanjutnya bagaimana penerapan pada mode ini ?. berikut merupakan contoh implementasinya.

Langkah belajarDi rumah (PJJ)Di kelas (PTM)
PendahuluanMasing-masing siswa dibentuk kelompok terpisah, PJJ sendiri, PTM sendiri. Orientasi pembelajaran disampaikan pada masing-masing mode. === Semua siswa login pada LMS dan kelompok nya masing-masing, mengikuti proses diskusi (tanya dan jawab). (1)Masing-masing siswa dibentuk kelompok terpisah, PJJ sendiri, PTM sendiri. Orientasi pembelajaran disampaikan pada masing-masing mode. === Untuk kelompok PTM video dapat ditayangkan melalui depan kelas. Point penting dianalisis dan telaah disesi pertemuan tersebut (2)
Arahan langsungSiswa pada kelompok PJJ diberikan link video sumber untuk ditelaah dan analisis, dan diberikan acuan point penting. Kelas dan kelompok PJJ dihari tersebut diberikan kesempatan untuk menjawab, waktu lebih fleksibel (masih dihari yang sama) (3)Proses interaktif lebih banyak pada proses belajar di kelas. Diskusi, tanya jawab, dan interaksi lainnya (4)
Praktek terbimbingDihari berikutnya, merupakan giliran focus guru kepada kelas yang berada pada kelompok PJJ. Refleksi dan interaksi dilakukan dengan mode online. (5)Pada kelas PTM, siswa diberikan kesempatan untuk menelaah bahan untuk diskusi antar kelompok dan presentasi. Pada tahap ini penting untuk memberikan tantangan kasus yang membutuhkan pemahaman mendalam.  (6)
Praktek mandiriMenyelesaikan proses yang sudah berjalan, diselesaikan dengan report progress pengerjaan. Pada kelas PJJ dapat dilakukan synchronous maupun asynchronous, menggunakan tools kolaboratif.  (8)Menyelesaikan proses yang sudah berjalan, diselesaikan dengan report progress pengerjaan.  (7)

3.     The Split A/B Model

Kata kunci dari model ini adalah

(pertama) Model ini diperuntukkan untuk sekolah atau kelas yang memungkinkan untuk penyelenggaraan Tatap Muka secara terbatas, sehingga dalam pelaksanaan pembelajarannya ada sesi tatap muka dan jarak jauh pada masing-masing kelompok.

(kedua) Siswa dibagi menjadi dua kelompok grup besar (flipped) tiga grup pada (rotation), masing-masing memiliki penjadwalan online PJJ dan PTM secara bergiliran

(ketiga) Pada pertemuan online digunakan untuk pendalaman materi bagi siswa : membaca, telaah, resume, quiz, tugas dan pendalaman lainnya. Sedangkan pada tatap muka digunakan untuk konfirmasi dan klarifikasi materi.

(keempat) Perhatian guru pada mode ini memungkinkan untuk berganti/bertukar dibatasi pada hari pertemuan.

3. 1 Flipped Classroom

Pada model ini, perhatian guru berada pada dua waktu yang berbeda, saat PJJ siswa diberikan orientasi terhadap materi yang akan dipelajari, sumber dan bahan yang sudah disiapkan dan dapat diakses pada LMS, sehingga siswa dapat membaca, telaah, mendalami dan mengerjakan komponen tes yang telah disiapkan oleh guru. Kemudian pada saat PTM, tugas guru adalah melakukan konfirmasi dan klarifikasi, pada saaat PTM inilah saatnya para siswa bertanya tentang banyak hal yang telah dipelajari secara mandiri. Pada saat PTM, dalam rangka mengecek pemahaman siswa, guru juga dapat memberikan penugasan untuk praktek atau project.

Gambar umum penerapan Flipped

Tahapan yang dilakukan

Saat belajar dari rumah (PJJ) :

Contoh penjadwalan pada Split A/B Model (Flipped )

3. 2 Rotation Station

Kata kunci dari model ini adalah

(pertama) Model ini diperuntukkan untuk sekolah atau kelas yang memungkinkan untuk penyelenggaraan Tatap Muka secara terbatas, sehingga dalam pelaksanaan pembelajarannya ada sesi tatap muka dan jarak jauh pada masing-masing kelompok.

(kedua) Siswa dibagi menjadi dua kelompok grup besar (flipped) tiga grup pada (rotation), masing-masing memiliki penjadwalan online PJJ dan PTM secara bergiliran

(ketiga) Pada pertemuan online digunakan untuk pendalaman materi bagi siswa : membaca, telaah, resume, quiz, tugas dan pendalaman lainnya. Sedangkan pada tatap muka digunakan untuk konfirmasi dan klarifikasi materi.

(keempat) Perhatian guru pada mode ini memungkinkan untuk berganti/bertukar dibatasi pada hari pertemuan.

Berikut merupakan contoh penjadwalannya, bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan sekolah

GroupMTWThF
1TLOnlineOfflineTLOnline
2OnlineOfflineTLOnlineOffline
3OfflineTLOnlineOfflineTL

Bagaimana guru menyiapkannya ?, berikut merupakan contoh scenario ditiap station yang terjabarkan pada instruksi dan arahan per grupnya.

Semoga semakin menggambarkan tentang implementasi hybrid di kelas-kelas pembelajaran Anda nantinya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: