Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan vokasi semakin menjadi kebutuhan strategis, khususnya pada bidang pariwisata dan layanan wisata. Hal inilah yang menjadi latar kegiatan pelatihan AI for Education dengan topik “Membangun Virtual Guide Usaha Layanan Wisata Berbasis AI” yang diselenggarakan di SMK Negeri 33 Jakarta pada 19 Desember 2025.
Saya berkesempatan hadir sebagai narasumber pelatihan AI untuk pendidikan yang diikuti oleh para guru dan siswa jurusan Usaha Layanan Wisata. Kegiatan berlangsung dari pukul 12.30 hingga 14.30 WIB dan bertempat di Aula Besar SMKN 33 Jakarta, dengan fokus utama pada pembekalan keterampilan praktis berbasis AI untuk mendukung kesiapan kerja lulusan SMK.

Dalam pelatihan ini, AI diperkenalkan bukan sekadar sebagai teknologi canggih, tetapi sebagai tools kerja yang aplikatif di dunia pariwisata. Peserta diajak memahami bagaimana AI dapat digunakan untuk membangun virtual guide wisata, mulai dari penyusunan informasi destinasi, simulasi pelayanan pelanggan, hingga penggunaan AI sebagai asisten digital yang mampu menjawab kebutuhan wisatawan secara cepat dan kontekstual.
Pendekatan yang digunakan menitikberatkan pada praktik langsung dan orientasi lapangan. Para siswa jurusan Usaha Layanan Wisata belajar melihat AI sebagai mitra kerja yang dapat membantu tugas-tugas pelayanan, sementara para guru mulai mengeksplorasi bagaimana AI dalam pembelajaran SMK dapat diintegrasikan ke dalam mata pelajaran produktif dan praktik industri.
Diskusi juga berkembang pada isu yang lebih luas, seperti perubahan kompetensi tenaga kerja pariwisata di era digital, pentingnya literasi AI, serta peran pendidik dalam menyiapkan siswa agar adaptif terhadap teknologi tanpa kehilangan sentuhan humanis dalam layanan wisata. AI diposisikan sebagai alat pendukung, bukan pengganti peran manusia.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif selama sesi. Siswa mencoba berbagai skenario penggunaan AI untuk praktik layanan wisata, sementara guru mendiskusikan potensi penerapan AI sebagai bagian dari strategi pembelajaran berbasis dunia kerja. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan AI untuk SMK memiliki dampak langsung terhadap kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan industri.
Kegiatan AI for Education di SMKN 33 Jakarta ini menjadi contoh nyata bagaimana transformasi pendidikan vokasi berbasis AI dapat dilakukan secara kontekstual dan relevan. Dengan memanfaatkan AI sebagai virtual guide dan alat bantu praktik lapangan, guru dan siswa dibekali kompetensi yang selaras dengan perkembangan industri pariwisata dan tuntutan dunia kerja masa kini.
Semoga bermanfaat.
Salam hangat,
Dedy Setyo