Adaptasi Dampak Resesi dalam Menjaga Keberlanjutan Sekolah

Author

  • Dedy Setyo Afrianto adalah seorang kandidat doktor (Ph.D) dari IPB University dengan fokus riset pada strategi transformasi sekolah swasta. Beliau memiliki rekam jejak luas sebagai Direktur Pendidikan, serta narasumber pengembang digitalisasi pembelajaran di berbagai lembaga pemerintahan dan swasta.

    Diskusi lebih lanjut dapat melalui e-mail : dedysetyo@apps.ipb.ac.id atau masdymail@gmail.com atau lebih lengkap

Flyer Webminar

Ikuti Nama Webminar Series – GRATIS
Adaptasi Dampak Resesi dalam Menjaga Keberlanjutan Sekolah

Hari, Tgl: Rabu, 28 Oktober 2020
Jam: 8.30 – 12.00

Indonesia telah terkonfirmasi mengalami resesi setelah pertumbuhan ekonomi negatif dalam dua kuartal berturut-turut. Realisasi pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II 2020 adalah -5,32 persen. Namun Indonesia tidak sendirian. Tercatat 45 negara di dunia juga sudah melaporkan kontraksi ekonomi mereka. Beberapa di antaranya sudah mengumumkan resesi sejak kuartal II 2020.

Munculnya resesi ekonomi, biasanya ditandai dengan sejumlah hal. Misalnya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) akan berlanjut dan semakin merata di hampir semua sektor pekerjaan. Hingga akhir tahun ini, ekonom memperkirakan bakal ada 15 juta pekerja yang terkena imbas, sehingga harus di-PHK oleh perusahaannya. Tak hanya itu, daya beli masyarakat juga akan menurun karena kehilangan pendapatan. Hal itu berpengaruh akan naiknya orang miskin baru, naiknya angka putus sekolah, dan biasanya, angka kriminalitas juga akan meningkat.

Sekolah memiliki peran penting dalam membangun adaptasi terhadap dampak resesi. Mulai dari memastikan kegiatan belajar mengajar dapat terus terlaksana, hingga mempertahankan kehadiran peserta didik khusunya bagi mereka yang orang tuanya terdampak secara ekonomi. Bagaimana cara agar keberlanjutan sekolah dapat dipertahankan, dan bagaimana peran wakaf di dalamnya?

Mari kita ikuti webminar kali ini, bersama;

See also  Kacamata Pertumbuhan

Pembicara:

  1. Dedy Setyo Afrianto, M.Pd, Direktur Pendidikan Nurul Fikri Boarding School Bogor, Nice Associate
  2. Bambang Suherman, M.Si, Direktur Pengembangan Zakat & Wakaf Dompet Dhuafa
  3. Widjayanto Djaenudin, MBA, Group Head Syariah LinkAja

Moderator:
Rina Fatimah, MSi, Direktur SMART Edunesia.

Buruan daftar, Terbatas Hanya untuk 500 Peserta

Info Lengkap & Pendaftaran :Klik
http://bit.ly/AdaptasiDampakResesi

Sampai Ketemu Via Online pada Rabu, 28 Oktober 2020!

Leave a Comment