MENJADI PEMATERI “GOAL SETTING” UNTUK MENYIAPKAN MASA ORIENTASI SISWA BARU

Membentuk siswa dengan kategori High Achiever

Ada latar belakang yang saya angkat ketika akan menyampaikan terkait dengan materi ini, jika ditulisan sebelumnya kita sedikit bahas tentang penemuan robot yang bisa menulis seperti manusia yang sudah diinisiasi oleh Future University Jepang pada 2016, sedangkan Google juga berhasil menemukan algoritma Artificial Intellegent agar komputer bisa menggambar secara natural, justru yang saya amati adalah apa latar belakang dari masing-masing penemu tersebut menemukan hal ini ?.

Ditambah lagi dengan background tokoh-tokoh fenomenal dibidangnya masing-masing. Kalau kita kenal dengan Michael Jordan (MJ), mantan atlet basket Chicago Bulls peraih hall of fame NBA. Yang ternyata dimasa mudanya tertolak 3x untuk bisa masuk sekolah nya yang unggul dalam bidang Basket. Diakhir, kita tahu bahwa MJ seorang fenomenal dengan raihan prestasi yang sulit dikejar oleh generasi sesudahnya. Thomas Edison sosok yang brilian, dengan tanpa putus asa melakukan eksperimen dan ujicoba ribuan kali, hingga menemukan lampu bolam yang kemanfaatannya bisa kita nikmati hingga saat ini.

Ada apa dengan MJ dan Edison ?, boleh kita namakan mereka dalam kategori High Achiever. lalu kemudian, bagaimana merakit kemampuan siswa-siswa di sekolah kita menjadi High Achiever dimasa depannya kelak ?. Menarik untuk dikaji bahwa High Achiever dibentuk bukan karena ketidak sengajaan, namun atas proses yang panjang dan tak kenal lelah.

Menjadi High Achiever, setidaknya ada beberapa syarat yg musti terpenuhi yakni sebagai berikut :

  1. Self Regulated Learner

SRL ini merupakan kemampuan untuk mengorganisasi diri, membuat strategi dan mempersiapkan diri agar bisa belajar lebih banyak. Ketika kemampuan ini dimiliki, maka siswa akan belajar dengan sendirinya dan merekonstruksi pengetahuan dalam diri untuk menjadi lebih bermanfaat.

Secara sederhana, SRL ini dipahami dengan bahasa yang lebih sederhana, karena jam reguler di kelas hanya berlangsung dari jam sekian s.d jam sekian, maka sisanya sejatinya merupakan waktu-waktu yang seharusnya bisa menjadi lebih berharga untuk proses belajar, namun tentunya dengan syarat siswa ini memiliki kemampuan SRL ini.

2. Goal Setting

Bahwa setiap manusia yang memiliki tujuan, maka Goal Setting merupakan titik akhir kemana destinasi setiap siswa dalam pencapaian tertentu.

Goal ini dengan SRL ibarat tali temali, karena SRL yang baik maka selalu memiliki goal dalam arahnya.

Pencapaian goal ini nantinya bisa dirumuskan melalui rumus SMART (Spesifically, Measurement, Achievable, Realistic, Timely).

3. Self Efficacy

Merupakan kepercayaan diri bahwa siswa dapat menyelesaikan tantangan dengan kesulitan tertentu, hal ini biasanya dimulai dari pengalaman empiris sebelumnya . Siswa dengan kemampuan efficacy tingi, cenderung dapat menyelesaikan tantangan-tantangan yang dihadapi nanti.

Demikian, semoga bermanfaat.

Berikut beberapa dokumentasi dalam kegiatan ini

Suasana pelatihan Becoming High Achiever

Salam hangat,

Dedy Setyo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silahkan jawab soal ini : * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.