SMS Center untuk berbagai macam kebutuhan Anda

A. Sekilas Produk.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan komunikasi berbasis SMS, DedySetyo.net menyediakan perangkat canggih untuk kemudahan Anda mengirimkan pesan via SMS, baik itu individual ataupun massal. Serta bisa digunakan dalam berbagai macam kebutuhan anda, baik itu dalam hal bisnis, pendidikan, branding, politik dsb. Sistem ini dinamakan “DSN SMS Center”.

Memungkinkan anda untuk melakukan transaksi sms super cepat dengan pengiriman sms ke puluhan, ratusan bahkan ribuan nomor dengan hanya sekali klik. Bukan itu saja, sistem ini memiliki fasilitas untuk manajemen auto reply, sms terjadwal, auto forward dll. Selengkapnya seperti ini :

  • Manajemen Phonebook
  • Manajemen Group
  • Manajemen INBOX SMS
  • Reply SMS INBOX
  • Manajemen Auto Responder
    Mendukung pesan SMS secara terjadwal seperti halnya auto responder di internet marketing, berdasarkan group
  • Personalisasi SMS
    Pesan SMS yang dikirimkan bisa berisi nama masing-masing pemilik nomor, sesuai yang ada di phonebook)
  • Support Registrasi via SMS
    Seseorang bisa melakukan registrasi ke dalam daftar phonebook melalui SMS
  • Auto Confirm Registrasi via SMS
    Seseorang yang telah melakukan registrasi ke phonebook via SMS akan mendapat balasan atau konfirmasi otomatis via SMS juga
  • Customizable Auto Confirm SMS Message
    Isi pesan konfirmasi ketika registrasi phonebook bisa diatur sendiri.
  • Kirim SMS Instant ke semua nomor atau berdasar group
  • On Scheduled SMS ke semua nomor atau berdasar group
  • Support Long Text SMS Sending and Receive (unlimited character)
  • SMS Sending Report
  • SMS Inbox & Outbox Export ke Excel
  • SMS broadcast via import file Excel
  • SMS Autoforward
  • SMS Masking Sender
  • Auto Filter Spam SMS
  • SMS Folder Management

Tampilan antar muka berbasis web yang bisa diakses dari manapun selama terkoneksi dengan jaringan.

Tampilan depan DSN SMS Center
Tampilan depan DSN SMS Center

 

Tampilan Kirim SMS DSN SMS Center
Tampilan Kirim SMS DSN SMS Center

 

Tampilan Inbox DSN SMS Center
Tampilan Inbox DSN SMS Center

Untuk tampilan lebih lengkap, silakan akses disini

B. Demonstrasi Penggunaan.

(*Saat ini fitur demonstrasi tidak tersedia.)

Untuk demonstrasi, silakan mencoba beberapa fitur yang bisa anda tes sendiri, yakni :

(Semua fitur percobaan, disediakan oleh kami setiap hari pk.06.00 s/d 22.00 WIB, selain pada jam tsb maka off. Biaya sms tarif reguler sesuai masing-masing operator di Indonesia.)

1. Registrasi Group ke group “tes”

Silakan ketik dengan format : reg#tes#nama#alamat. Kemudian kirim ke 087774003***

Misal : reg#tes#anton#tangerang. Kemudian kirim ke 087774003***

Dalam beberapa saat, maka akan mendapatkan reply otomatis dari DSN SMS Center.

2. Simple auto reply

Silakan ketik dengan format: info(spasi)dedy. Penulisan spasi tanpa tanda kurung. Kemudian kirim ke 087774003***

Dalam beberapa saat akan mendapatkan reply otomatis dari DSN SMS Center yang berbunyi : “Terimakasih telah berkunjung. Ini adalah demo auto reply sms center dedysetyo.net”

3. Formatted auto reply

Memungkinkan seting auto reply dengan format lebih kompleks, semisal saya punya data tabel seperti ini :

Tabel Nilai Siswa
Tabel Nilai Siswa

Semisal jika anda ingin mengetahui info nilai burhan (NIM : 1002), maka ketik dengan format : info#cek#1002 kemudian kirim ke ke 087774003***. Maka otomatis akan mendapatkan balasan “Data nilai siswa. NAMA : burhan, FISIKA : 86, MATEMATIKA : 86, PKN: 85. Terima kasih telah berkunjung ke dedysetyo.net”. Begitupun dengan nama-nama lainnya, silakan anda gunakan NIM sebagai pembedanya. Data yang dimasukkan pun bisa ditambahkan sesuai kebutuhan anda.

4. Auto Sending Scheduled

Fitur ini memungkinkan terkirimnya sms ke group tertentu terjadwal sesuai dengan keinginan anda. Pada demo ini, jika anda telah melakukan registrasi (Demonstrasi Penggunaan 1) maka setiap hari minggu jam 10.00 WIB pada bulan april dan mei 2013 ini akan dikirimi SMS otomatis (gratis) oleh kami.

Ada belasan fitur lainnya yang bisa anda gunakan sendiri nantinya, karena program ini dibuat dengan konsep user-friendly yang dengannya, orang awam pun bisa menggunakan dengan mudah, tanpa kesulitan berarti.

Untuk tampilan lebih lengkap, silakan akses disini


C. Paket Penjualan

Adapun paket penjualan yang kami sediakan adalah :

a. Paket Modem SMS Center saja

Menggunakan modem SMS center Wavecom Fastrack M1306 yang telah teruji baik dengan sistem kami. Di masa promo ini, kami sediakan dengan harga Rp.600.000,-   Rp.500.000,- saja (belum ongkos kirim). Paket ini mencakup : Modem, Driver, Kabel Perpanjangan USB, Antena.

Sebagai informasi, modem ini juga sanggup untuk terkoneksi dengan PC anda selama 24 jam terus menerus.

sms modem

b. Paket Software DSN SMS Center saja

Setelah paparan belasan fasilitas dan demonstrasi diatas, sistem software ini selama masa promo kami sediakan Rp.1.000.000.- Rp.800.000,- saja. Hanya terinstal di 1 PC saja, tidak bisa dipindahkan ke PC lain.

Sebagai informasi, sistem ini kompatible dan bekerja dengan baik di OS Windows XP/7.

c. Paket Lengkap (Modem+Software)

Jika anda tidak ingin ribet, maka kami pun menyediakan paket lengkap (Modem+Software) hanya Rp.1.150.000,- saja. Jika ada kesulitan instalasi/penggunaan, akan kami bantu lakukan instalasi/konsultasi jarak jauh selama jam kerja.

 


D. Prosedur Pembelian dan pengiriman

1. Silakan sms/telp ke 085718904956/087770030903 untuk menanyakan ketersediaan modem dan ongkos kirim.

2. Jika berminat, silakan lakukan transfer ke :

Nomor Rekening Bank Mandiri :

155.000.1234.XXX a.n Dedy Setyo Afrianto (selengkapnya silakan SMS ke no contact diatas)

atau

Nomor Rekening BSM :

7023127XXX a.n Dedy Setyo Afrianto (selengkapnya silakan SMS ke no contact diatas)

3. Konfirmasi via sms bahwa telah ditransfer. Sertakan informasi hari dan tanggal transfer, jumlah, paket pembelian, nama pembeli dan alamat pengiriman.

Jika hanya pembelian software, maka cukup sms kan:  hari dan tanggal transfer, email pembeli.

Untuk pengiriman modem sms, jika konfirmasi pembayaran dilakukan sebelum pk.15.00 WIB. Kami akan segera kirimkan hari itu juga. Untuk konfirmasi diatas pk.15.00 WIB, maka akan dikirimkan esok harinya.

Resi pengiriman akan kami beritahukan H+1 via sms/email.


E. Garansi

Setiap produk yang kami sediakan memiliki masa garansi. Untuk software dan modem, garansi sampai dengan 1 tahun setelah pembelian.

Jika modem memiliki kerusakan (bukan karena jatuh/air/terlindas/kotor), maka mohon kirimkan kembali ke alamat kami.

Kepada:

Dedy Setyo Afrianto

Pesantren Ibnu Salam Nurul Fikri, Kp. Cihideung, Kel Bantarwaru., Kec. Cinangka, Kab. Serang – Banten. 42167 (Via kurir JNE/TIKI)

Untuk cepatnya masa penggantian/perbaikan, hal ini tergantung vendor. Namun kami akan berusaha secepat mungkin mengatasi masalah yang terjadi.

 


F. Instalasi dan Panduan Penggunaan

Panduan instalasi software akan kami kirimkan bersamaan dengan software lewat e-mail Anda. Jika anda memilih paket lengkap, kami akan bantu instalasi sampai program siap untuk dipakai.

 


G. Apakah DedySetyo.Net layak untuk dipercaya ?

Ini adalah pertanyaan standar jika kita akan bertransaksi via internet, silahkan cek profil saya melalui halaman ini

Silakan cek No HP, alamat, akun FB, twitter, pertemanan/kolega saya dan Curiculum Vitae saya. Maka silahkan disimpulkan apakah anda bertransaksi dengan orang yang tepat/tidak.

 


Demikian sedikit penjelas. Semoga memudahkan pemahaman bersama.

Kami tunggu transaksi pertama Anda.

 

Salam hangat,

 

Dedy Setyo.

 

Inspirasi Technopreneurship; Solusi agar bangsa mandiri secara ekonomi

Data Human Development Index yang diberikan oleh UNDP melalui website resminya bekerja sama dengan Google Labs http://hdr.undp.org menunjukkan bahwa rangking Indonesia terus menerus turun dari rentang tahun 1980 (ranking 69) sampai dengan tahun 2005 (ranking 110) dari 174 negara. Ditambah dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Februari 2012, pekerja dari jenjang pendidikan SD ke bawah masih tetap mendominasi yaitu sebesar 55,5 juta orang (49,21 persen), sedangkan pekerja berpendidikan diploma sekitar 3,1 juta orang (2,77 persen) dan pekerja penyandang gelar sarjana sebesar 7,2 juta orang (6,43 persen). (sumber : http://www.bps.go.id/?news=928). Data-data tersebut merupakan potret bahwa pendidikan dan pengangguran merupakan problem serius yang menjangkiti negeri ini. Di satu sisi, pengangguran dan kemiskinan masih menjalar kemana-mana, di sisi lain, pendidikan pun hadir tak memberikan solusi jitu bagaimana agar pengangguran bisa ditekan sekecil-kecilnya.

Di ranah pendidikan dan pembelajaran, hal yang masih nyata terlihat yang selama ini terjadi dalam dunia pembelajaran dan sebagian besar di daerah manapun di tanah air. Krisis metode pembelajaran serta muatan solutif dalam mengakhiri masalah sosial ini perlu dicarikan titik terangnya. Kelas-kelas pembelajaran konvensional atau konservatif perlu di tata ulang agar siswa mendapatkan cara berpikir yang benar, kreatif serta solutif. Sebagaimana dikatakan oleh Philip R. Wallace (pakar pendidikan) tentang Pendekatan konservatif bahwa pendekatan konvensional memandang proses pembelajaran yang dilakukan sebagaimana umumnya guru mengajarkan materi kepada siswanya. Guru mentransfer ilmu pengetahuan kepada siswa, sedangkan siswa lebih banyak sebagai penerima. Hal inilah yang patut untuk dibenahi segera.

Kelas-kelas pembelajaran di sekitar kita inilah yang pada dasarnya memiliki potensi untuk mengubah bangsa ini menjadi lebih besar, mencetak pemikir dan insan yang berdaya saing, sekaligus berkarakter mandiri dalam berkehidupan. Salah satunya mandiri secara ekonomi dan membuka peluang pekerjaan selebar-lebarnya.

Entrepreneurship adalah sebuah karakter kombinatif yang merupakan perpaduan/peleburan sikap kompetitif, visioner, kejujuran, pelayanan, pemberdayaan, pantang menyerah, dan kemandirian. Karakter ini bersatu dan menjadi kebutuhan langsung dalam proses wirausaha.

Persaingan global yang sangat ketat sehingga inovasi usaha harus diiringi dengan berbagai macam rekayasa teknologi untuk mendapatkan keuntungan dan performa dari usaha tersebut. Pemanfaatan teknologi mutakhir tepat guna dalam pengembangan usaha yang berdasarkan pada jiwa entrepreneur yang mapan akan dapat mengoptimalkan proses sekaligus hasil dari unit usaha yang dikembangkan. Technopreneurship merupakan sebuah kolaborasi antara penerapan teknologi sebagai instrumen serta jiwa usaha mandiri (entrepreneurship) sebagai kebutuhan. Technopreneurship adalah suatu karakter integral antara kompetensi penerapan teknologi serta spirit membangun usaha. Dari sini, tumbuhlah unit usaha yang teknologi: unit usaha yang memanfaatkan teknologi aplikatif dalam proses inovasi, produksi, marketisasi, dan lain sebagainya.

Beberapa hal ini adalah gagasan jangka menengah dan panjang terkait “pembudayaan” jiwa technopreneur di masyarakat.

1. Integrasi penerapan materi technopreneurship dalam kurikulum pendidikan menengah dan tinggi

Technopreneurship-Speech

Teknologi yang telah dimiliki dikreasikan dan diinovasikan untuk menyokong pengembangan unit usaha. Hal ini dapat dilakukan secara nyata dalam proses produksi (contoh: Apple Inc, Microsoft dan Google), marketing (contoh: e-Bay), accounting, dan lain sebagainya. Kreativitas dan pemanfaatan teknologi dengan tepat adalah hal utama dalam mengembangkan jiwa technopreneurship. Kita pun juga bisa belajar dari negara lain, inovasi di bidang Teknologi Informasi membuat India dan China berkembang dan menjadi incaran industri dunia barat baik bagi outsourcing maupun penanaman modal.

Muatan materi technopreneurship akan lebih strategis jika dipadukan dengan materi keterampilan berteknologi (TIK) dalam pendidikan tingkat menengah (SMA/SMK). Membuat siswa mahir akan kemampuan TIK tentu sudah baik, namun membuat mereka mampu berpikir dan menyusun kemampuan TIK nya di masyarakat, akan sangat baik lagi. Jika pada kurikulum KTSP sudah ditekankan pada sisipan kewirausahaan, technopreneur secara spesifik lebih memiliki ‘daya jual’ untuk itu.

Kecilnya angka serapan lulusan sarjana (6,43 %) di lapangan pekerjaan, adalah salah satu gambaran masih belum survival nya output perguruan tinggi. Ditambah lagi dengan laporan sensus oleh Wall Street Journal pada November 2011 (sumber : okezone.com diposting pada 15 November 2011), menerangkan bahwa masih adanya jurusan yang berkaitan dengan computer namun memiliki angka pengangguran dengan sumbangsih cukup besar sampai dengan 9,5% dari total pengangguran yang ada. Hal ini perlu disiasati dengan pemberian materi terkait dengan pengupayaan mandiri pembuatan lapangan pekerjaan melalui penyiapan perancangan usaha, strategi sekaligus ilmu marketing product yang mumpuni. Jika hal ini diberikan dengan optimal, harapannya angka pengangguran akan turun signifikan.

2. Pemberdayaan masyarakat melalui fasilitas teknologi yang disiapkan pemerintah

techno2

Kementrian Kominfo memiliki program dalam rangka membuat masyarakat Indonesia dapat terkoneksi ke internet, program ini dinamakan PLIK(Pusat Layanan Internet Kecamatan) dan MPLIK (Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan) sejak akhir 2009. Walaupun masih terus dievaluasi perjalanannya, program ini sebenarnya strategis karena langsung bersentuhan dengan masyarakat dari Sabang sampai Merauke. Melalui PLIK dan MPLIK, masyarakat diberikan warnet/beberapa computer (yang terkoneksi internet) sehingga mereka bisa akses kapanpun saat diperlukan.

Program ini akan lebih berdaya guna jika diberikan muatan sarat edukasi langsung ke masyarakat. Masyarakat pada kelas menengah ke bawah, dalam hal penggunaan teknologi masih sangatlah awam. Fokus pengembangan kompetensi/kemampuan masyarakat yang selama ini dibebankan kepada lembaga formil pendidikan, akan terasa lebih ringan jika ada komunitas-komunitas yang peduli terhadap pengembangan skil masyarakat misalnya melalui training-training /seminar-seminar teknologi. Sangat hebat lagi jika efek edukasi ini membuat masyarakat berdaya dan memanfaatkannya untuk menambah penghasilan baru. Keberadaan komunitas-komunitas yang punya dedikasi ini perlu diperkuat atau disokong secara serius oleh pemerintah daerah.

Akhirnya, technopreneurship adalah salahsatu gagasan sekaligus solusi bagi kemajuan ekonomi dan sosial. Menuju Indonesia yang berdikari, mandiri secara ekonomi, kreatif dan inovatif dalam berkarya adalah cita-cita bersama-sama. Dengan potensi sebesar bangsa ini, jika tergarap dengan baik, akuntabel dan professional. Indonesia akan memimpin di kancah dunia. Semoga !

Referensi :

  • Wallace, P.R (1992). Mathematical Analysis of Physical Problems. Dover Publications.
  • UNDP. 2011. Peringkat HDI UNDP www.hdr.undp.org diakses pada tanggal 10 Agustus 2011
  • Website resmi Badan Pusat Statistik http://www.bps.go.id/?news=928
  • http://kampus.okezone.com/read/2011/11/14/373/529393/inilah-jurusan-kuliah-dengan-tingkat-pengangguran-tertinggi

 

Membuat BigBlueButton Web Conference Kolaborasi dengan WordPress untuk menambahkan User dan Password

Salam pembaca setia DedySetyo.net !. Tak terasa sudah beberapa hari berlalu, targetan pribadi sih inginnya tetap konsisten menulis paling lama tiap 2 hari sekali, he he. tapi apa daya, nampaknya begitulah manusia, susah untuk istiqomah. Walaupun begitu inginnya sih nulis yang berkualitas, mudah2an tulisan ini sesuai dengan harapan (ngarepbanget.com).

Oke, melanjutkan bahasan tentang web conference di tulisan sebelumnya, tutorial ini bermula dari pertanyaan beberapa teman tentang bagaimana men-setting big blue button (BBB), agar web conference yang telah kita bangun ini memiliki otentifikasi untuk usernya. Oh ya, bagi anda yang tiba-tiba nyasar ke tulisan ini, sangat disarankan untuk mengawalinya dengan membaca serial ini, agar tak hilang arah (kayak judul lagu..he he). Simpelnya gini, kalau instalasi defaultnya BBB kan tidak ada seting password sehingga semua user yg bisa masuk dalam conference kita. Nah, dengan sedikit trik, kita bisa mengeset agar BBB memiliki syarat akun, agar tidak semua orang/user bisa ngikut.

Caranya adalah kita bisa melibatkan wordpress (WP) dalam BBB kita. Nah lho, maksudnya piye ?. Anggap saja sebagai interface awalnya adalah wordpress (untuk otentifikasi user-password) kemudian kita panggil BBB lewat wordpress kita. Bagi anda yang belum pernah instalasi CMS wordpress disarankan untuk nyobain dulu “rasanya” install dan konfigurasi wordpress (install CMS wordpress lewat hosting/lokal, silakan meluncur kesini untuk download paketnya), insyaAlloh bisa dipelajari koq sudah cukup banyak tutorial yang membahas.

Di tutorial ini, Saya akan mempraktekkan di hosting dedysetyo.net, bagi yang kemarin sempat install BBB di lokal/intranet mudah2an di kesempatan berikutnya akan coba saya dokumentasikan step by stepnya. Oke, asumsinya anda telah memiliki blog/site WP di hosting. Kalau anda punya blog di wordpress yang gratisan itu gimana ?. Setahu saya untuk install plugin-plugin baru yang aneh-aneh fiturnya sangat terbatas/tidak bebas, sehingga tidak bisa oprek lebih dalam. Nah begitulah kira2 prolognya. Siap ?. kita mulai.

Langkah2nya begini :

1. Masuk/login ke dalam halaman dashboard kita sebagai admin.

2. Masuk ke link Pugins>>Add New. kita akan installkan plugin bigbluebutton

 

3. Cari dengan mengetikkan pada form “search” bigbluebutton kemudian diikuti klik Search Plugins. Bagi yang ingin downlaod plugin ini bisa meluncur kesini langsung.

 

4. Begitu sudah muncul hasil pencarian kita, klik Install Now

5. Tunggu sebentar sampai instalasi selesai, kemudian klik Activate Plugin

 

6. Tanda BBB sudah aktif adalah muncul seperti ini di bagian plugin

7. Kemudian masuk ke Settings >> BigBlueButton

 

Pada General Settings  (seperti dibawah ini) biarkan pada posisi default. Sebenarnya disinilah kunci koneksi antara WP-BBB. Jika anda instalkan BBB di server lokal, pada bagian inilah yang berbeda. Disinilah kita bisa memanfaatkan server blindsidenetwork dengan gratis.

Pada permission setting dibawah ini lah (biarkan pada posisi default), lihat kotak merah yang saya tandai, Anonymous (user yang belum terdaftar) harus memiliki password untuk bisa login.

 8. Kita buat Meeting Room nya, ambil contoh

Meeting Room Name  (nama ruang meeting): demo

Attendee Password  (password peserta): demo

Moderator password (password moderator): demo

akhiri klik Create

Oke, sampai disini setingan untuk koneksi WP-BBB telah selesai.

Untuk mempermudah user mengakses, anda bisa menempatkan widget BBB di bagian kanan site lewat Appearance>>Widgets

Langkah berikutnya pastikan anda membuat user untuk pesertanya (tidak diuraikan cara membuat user di WP, asumsinya anda telah paham langkah ini). Pada contoh ini saya membuat user untuk demo dengan username : demo1 ; sementara password : demo1

Kemudian login pada halaman dedysetyo.net/wp-admin (anda boleh juga mencobanya) dengan user-password tersebut. Kemudian pada halaman depan, di sebelah kanan anda akan melihat link ini “Join demo”

 

Silahkan klik link ini dan selamat anda telah berhasil membuat conference ini terbatas untuk orang-orang tertentu. Lihat screenshot narsis saya di bawah ini..he he. Di bagian Name (kotak merah) muncul sebagai user demo1 lho. URLnya juga langsung di redirect ke server blindsitenetwork sehingga harapannya tidak membebani server kita.

Selesai sudah tutorial ini. Mudah sekali bukan ?. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Salam hangat,

 

Dedy Setyo.

 

Video; Meningkatkan Pembelajaran Melalui Gambar Bergerak (tulisan 4 dari 4 tulisan–habis)

Dalam bukunya yang berjudul “Instructional Technology and Media for Learning”, Sharon E Smaldino menjelaskan begitu banyak media yang dapat digunakan untuk mendorong percepatan penerimaan siswa terhadap pembelajaran. Khusus pada bab tentang video, tulisan ini merupakan terjemah dari catatan beliau agar lebih mudah dipahami dan berguna untuk penelitian bagi teman-teman yang membutuhkan literatur ini. Karena total ada 16 halaman (A4), saya sajikan dalam 4 tulisan berseri. Selamat membaca !

1. Seri 1. Berisi Materi : Pemanfaatan Video di Ruang Kelas, Special Attributes

2. Seri 2. Berisi Materi : Digital Video Format, Bentuk Video Analog, Kelebihan dan Kekurangan Video, Memilih Video.

3. Seri 3. Berisi Materi : Memproduksi Video dan Contoh-contoh Produksi Video Inspiratif

4. Seri 4. Berisi Materi : Memilih dan Menggunakan Video


SELECTING AND USING VIDEO (Memilih dan Menggunakan Video)

A.   Analisis Siswa

Pengembangan pembelajaran dimulai dengan mengidentifikasi karakteristik siswa dan karakteristik pembelajaran.

  • Tentukan tingkat pengalaman siswa dalam menggunakan video.
  • Pertimbangkan tingkat perkembangan mereka sebagai factor menentukan tujuan pembelajaran.

B.    Rumuskan Standard dan Tujuan.

Tujuan menyediakan panduan bagi guru dan siswa dalam mencapai hasil pembelajaran.

  • Pertimbangkan pencapaian dan hasil yang diharapkan sesuai kondisi kelas dan sekolah.
  • Pertimbangkan skill/kemampuan yang diperlukan dalam membuat video / standar yang ada dalam kurikulum.

C.    Pilih Strategi, Teknologi, Media dan materi.

Setelah kamu memahami karakteristik dan prestasi belajar siswa, gunakan informasi tentang video yang ada di bab ini sebagai dasar untuk memilih, memodifikasi, atau merancang strategi, teknologi, media dan materi. Aturlah penggunaan  untuk menyesuaikan dengan kebiasaan tertentu dari topic dan tujuan.

  • Pertama, berkonsultasilah dengan bagian media disekolahmu untuk mengetahui apa yang tersedia di media center.
  • Tinjau ulang dan taksirlah baik dari sisi komersial (biaya) dan materi yang tersedia sebelum menggunakannya dengan siswamu.
  • Gunakan rubric pilihan “selection rubric:Video” untuk panduan keputusan pilihan.
  • Periksa batasan hak cipta disemua bahan yang kamu  pakai sebagai bahan ajar dan yang akan siswa gunakan.

D.    Penggunaan Teknologi, Media dan Materi.

Cara seorang guru menggunakan media dan bahan ajar dalam pembelajaran akan mempengaruhi cara belajar siswa.

  • Ikuti anjuran yang telah dibahas dalam bab ini untuk memfasilitasi pembelajaran siswamu, modifikasi bahan ajar yang digunakan sesuai kebutuhan.
  • Perlengkapan video, dan sumber yang kamu pakai akan menentukan bagaimana kamu menjadwalkan pengalaman pembelajaran siswamu.
  • Jika kamu punya akses ke sebuah sistem video playback diruang kelas, kamu bisa berharap untuk membuat sebuah pusat pembelajaran. Jika kamu punya keterbatasan akses keperalatan dan materi video, kamu bias meminta siswa untuk melihat video terpilih secara bersama.Tergantung pada ketersediaan perlengkapan, kamu memungkinkan siswa untuk membuat video mereka sendiri.

E.    Melibatkan Partisispasi Siswa

Libatkan siswamu dalam pembelajaran untuk memastikan mereka terhubung dalam pembelajaranmu.

  • Perkenalkan dan jelaskan materi video yang ada dalam tujuan pembelajaranmu.
  • Minta siswa untuk melakukan kegiatan khusus berdasar kemampuan untuk menggunakan apa yang telah mereka pelajari dari video. Siswa akan menemukan lebih banyak nilai daei materi jika mereka dapat menghubungkan apa yang mereka pelajari dengan kenyataan.
  • Minta siswa untuk melihat video  tertentu dan menganalisanya dengan baik dalam laporan tertulis atau dipresentasikan secara lisan.
  • Minta siswa membuat video pendek dengan topic pilihan mereka sendiri dan tayangkan dikelas.

 

F.     Evaluasi dan Revisi

Ini adalah penting untuk mempertimbangkan bagaimana materi video membantu siswa memahami materi.

  • Nilai siswa atas kualitas video buatan mereka dan bagamana baik mereka mengintegrasikannya kedalam pembelajaran mereka yang lain.
  • Revisi pilihanmu dari materi sesudah kamu menentukan seberapa baik mereka bekerja. Pastikan bahwa seluruh bahan yang dipakai terhindar dari masalah hak cipta.

 

ASSURE CLASSROOM PRACTICE  ( Praktek diruang kelas)

Bab 11 ‘Assure Classroom Challenges” berdasar pada gabungan antara beberapa pelajaran (interdisipliner) di kelas V oleh Scott James. Bab 11 bagian yang menyertakan “ Assure learning with technology and Media” DVD meliputi sebuah pembelajaran dalam action video Scot James yang menerapkan pelajaran dikelas V dan menyediakan wawasan /pandangan dalam mencapai keberhasilan dalam pelajaran dimana siswa membuat video.

Assure Classroom Practice ini memaparkan rencana pengajaran yang digunakan oleh Scot James, Guru kelas V, yang membuat sebuah pelajaran interdisipliner yang meminta  siswa membuat video digital. Mr. James ingin meningkatkan kesadaran siswa atas bencana alam ketika mengajarkan kemampuan menulis paparan. Untuk menghadapi tantangan ini, siswa secara berpasangan memilih bencana alam yang mereka ambil dari internet maupun penelitian diperpustakaan. Siswa menulis scenario untuk dipakai ketika mereka membuat siaran berita dengan video digital. Dibawah ini adalah rancangan pembelajaran Scott James untuk pelajaran pembuatan siaran berita bencana alam.

Scott James,

Kelas V,

Topik : Bencana alam

 

A.    Analisis Siswa

Karakteristik Umum.

Murid kelas V Scott James adalah multi etnis dari ekonomi menengah bawah. Terdistribusi secara merata baik siswa perempuan maupun laki-laki, dengan usia antara 9 dan 10 tahun. Tingkat kemampuan memahami bacaan bervariasi dari rendah sampai tinggi.

Kompetensi awal.

Siswa secara umum dapat melakukan penelitian online.

Siswa sudah dapat menggunakan iMovie software untuk mengedit video digital.

Metode Pembelajaran

Siswa Scott belajar lebih baik dengan kegiatan yang berhubungan dunia mereka dan topic yang mereka pilih sendiri. Tingkat ketertarikan dan motivasi akan meningkat ketika mereka menggunakan teknologi. Kenyamanan siswa dalam berbicara berubah sangat besar ketika mereka berbicara dan berakting didalam video. Perbedaan juga terlihat dalam gaya belajar siswa yang berhubungan dengan gambar dan suara dalam hasil akhir video digital siaran berita mereka. Beberapa siswa lebih memilih pendekatan tradisional sedangkan yang lain lebih suka dengan pendekatan yang kreatif dan menarik.

 

B.    Tetapkan Standar dan Tujuan Pembelajaran

Standar Kurikulum.

(1). Standar Kurikulum Nasional bagi guru bahasa Inggris, Standar kurikulum 4 : Siswa menyesuaikan penggunaan mereka dalam berbicara, menulis dan bahasa gambar (kaidah, gaya, kosa kata) untuk berkomunikasi secara efektif dengan bermacam orang dan bermacam tujuan. (2). Standar Pendidikan sains nasional untuk siswa kelas V-VIII: Susunan system bumi. Pola global dari pergerakan atmosfer mempengaruhi cuaca local. Samudera mempunyai efek dominan pada iklim, sebab air samudera menyerap sebagian besar panas matahari.

Standar Teknologi

Standar teknologi pendidikan untuk siswa. Siswa menggunakan alat-alat teknologi untuk meningkatkan pembelajaran, meningkatkan produktivitas, dan promosi kreatifitas.

Tujuan Pembelajaran.

Tujuan pembelajaran dari pelajaran ini adalah :

  • Menggunakan internet dan penelitian di perpustakaan terkait bencana alam yang siswa pilih. Siswa menulis sebuah scenario siaran berita untuk seorang pembawa acara dan scenario untuk reporter liputan.
  • Gunakan scenario itu untuk menulis storyboard untuk siaran berita tersebut, juga tayangan laporan reporter dilapangan.
  • Masing-masing siswa berperan sebagai pembawa acara sedang yang lain sebagai reporter yang melaporkan siaran berita dan direkam dengan video digital.
  • Siswa menggunakan iMovie software untuk meng-edit hasil karya mereka hingga tercipta hasil akhir video siaran berita mereka.

 

C.    Pemilihan Strategi, Teknologi, Media dan Materi.

Pemilihan Strategi.

Scot James memilih Teacher and student centered strategi untuk topic bencana alam. Teacher centered strategi meliputi penjelasan mendetil  dari tujuan pembelajaran dan bagaimana secara berpasangan siswa mengadakan penelitian untuk membuat sebuah siaran berita tentang bencana alam. The student centered strategies berisi tindakan siswa yang mencari materi dengan internet, menulis scenario, memvideokan dan mengedit hingga tercipta hasil akhir video siaran bencana alam.

Pemilihan teknologi dan media

Pelajaran ini mencakup siswa menggunakan computer, video camera digital, dan iMovie software untuk meng-edit siaran berita bencana alam. Scott menggunakan beberapa panduan untuk menilai ketepatan pemilihan teknologi dan medianya.

  • Sesuaikan dengan standar, hasil belajar dan tujuan.
  • Bahasa yang sesuai dengan usia siswa.
  • Tingkat ketertarikan dan waktu. Dengan membebaskan siswa memilih bencana alam yang ingin mereka teliti dan untuk membuat siaran berita mereka sendiri, akan meningkatkan ketertarikan dan kepedulian mereka.
  • Kualitas teknik
  • Mudah dipakai
  • Bebas keraguan. Siswa memakai banyak referensi selama penelitian mereka untuk memastikan isi bebas keraguan.
  • Petunjuk dan panduan pemakaian. Penggunaan iMovie bagi siswa kelas V terkadang tidak mudah, jadi siswa bias saling bertanya diantara mereka atau kepada Mr. James.

 

Pemilihan Bahan Ajar (Materi).

Scott James memilih websites yang ramah untuk anak-anak“ Kid Friendly” saat mereka melakukan penelitian secara online.

 

D.    Penggunaan Teknologi, Media dan Materi

Tinjau dahulu teknologi, media dan bahan ajar.

Scott meninjau websites kid friendly dan iMovie software untuk meyakinkan kalau disitu tersedia materi yang akan digunakan siswa dan membantu siswa.

Siapkan teknologi, media dan bahan ajar.

Scott menyiapkan sebuah lembar penilaian yang memaparkan apa yang diminta dari pelajaran tersebut dan criteria yang dipakai untuk menilai hasil akhir siswa.

Siapkan Lingkungan

Scott menguji sambungan internet pada laptop dan computer dan meyakinkan bahwa iMovie software sudah terinstal. Dia juga menguji Video camera digital apakah dapat merekam dengan baik dan dapat didownload kekomputer.

Menyiapkan Siswa

Siswa dikelas Mr. James sudah dapat menggunakan internet dan iMovie sebelumnya, sehingga dia hanya perlu memberikan gambaran diawal pelajaran.

Menyiapkan pengalaman belajar

Scott memulai pelajarannya dengan memberikan tujuan dan kegiatan pembelajaran baru kemudian meminta siswa membuat video siaran berita mengenai bencana alam.

 

E.    Meminta partisipasi siswa

Kegiatan praktek siswa.

Siswa dikelas Scott James menggunakan computer, internet, dan iMovie software untuk melengkapi siaran berita bencana alam mereka. Siswa secara berpasangan memilih sebuah bencana alam dan kemudian memakai internet dan perpustakaan untuk menemukan informasi yang mereka perlukan. Siswa menggunakan informasi tersebut untuk menulis berita dari pembawa acara dan liputan langsung reporter. Siswa kemudian merekam penampilan tersebut dan meng-editnya dengan iMovie.

Umpan balik.

Scott James menyediakan umpan balik secara terus menerus semenjak siswa mengadakan penelitian, menulis scenario, mempresentasikan, dan meng-editnya.

 

F.     Evaluasi dan Revisi

Penilaian hasil belajar / pencapaian siswa.

Scott menilai hasil belajar siswa dengan cara :(1). Demonstrasi  isi pengetahuan  seperti yang terlihat dalam scenario dan tayangan. (2). Demonstrasi kemampuan teknologi. Scott menilai ketrampilan ini berdasar hasil akhir / video siaran berita bencana alam dengan criteria penilaian seperti di tujuan pembelajaran.

 

Penilaian dari strategi, teknologi dan media

Scott menilai strategi pelajaran melalui komunikasi dengan siswa. Dia juga menilai hasil karya siswa untuk mengetahui apakah strategi yang dipakai efektif.

Revisi

Sesudah menilai hasil karya siswa Scott meniympulkan bahwa topic pelajaran ini sukses. Tetapi dia merasa waktu 3 minggu yang digunakan terlalu lama. Jadi dia merevisi pembelajaran dengan meminjam banyak kamera digital untuk mengurangi waktu yang diperlukan untuk merekam.