Tag Archives: tutorial

Membuat diskusi online menggunakan padlet

Dalam situasi yang serba terjadi di rumah saat ini tak terkecuali bagi pembelajaran online, bagi fasilitator atau guru yang ingin membuat kelas online nya lebih hidup dibutuhkan media belajar yang bisa memfasilitasi siswa untuk curah pendapat.

Menggunakan Padlet, guru/fasilitator dapat melakukan fungsi2 ini menjadi lebih bervariatif. Dengan cara yang super keren dan tentunya tetap free, bagaimana melakukan itu semua ?

Ikuti video tutorial berikut ya. Selamat belajar dan semoga membantu.

Salam hangat,

Dedy Setyo Afrianto

Menambahkan Eksternal Storage Dropbox Kedalam Moodle

Menambahkan kapasitas tambahan pada Moodle Site kita memang akan memberikan banyak keuntungan, selain tentu saja tidak memenuhi dan memberatkan kerja server kita, bagi user/admin yang gemar melakukan penyimpanan pada drive di Cloud akan langsung bisa mengkoneksikan Moodle nya dengan file-file favorit nya sehingga tidak perlu melakukan upload file/data berkali-kali. Pada Moodle versi 2.0 keatas, fitur ini sudah diadaptasi dengan baik sehingga sangat memudahkan user/admin.

Setelah pada tulisan sebelumnya kita membahas integrasi antara Moodle dengan ownCloud dan Google Drive, pada artikel ini kita akan membahas penerapan Dropbox pada Moodle. Ayo ikuti bahasannya secara bertahap.

Berikutnya apa saja yang diperlukan ?, tentu saja pastikan telah memiliki akun dropbox nya. Iya, hanya itu saja, sangat simple bukan ?.

Setting pada Dropbox

1. Silakan login pada akun dropbox Anda di dropbox.com

2. Kalau sudah login, silakan menuju https://www.dropbox.com/developers

3. Pada halaman baru, silakan klik pada App Console dilanjutkan dengan membuat app baru dengan cara klik Create app

1

4. Kemudian pada halaman Dropbox Platform app, pilih beberapa opsi seperti pada dibawah ini :

Create a new Dropbox Platform app : pilih Dropbox API app

What type of data does your app need to store on Dropbox ? : pilih Files and datastores

Can your app be limited to its own folder ? : No

 

2

Dilanjutkan dengan opsi seperti dibawah ini :

What type of files does your app need access to ? : Pilih Specific file types, pada opsi ini kita diberikan opsi memilih type file maksimal 3 type.

Last question, what type of files will your app use ? : Pilih Text files, Documents, Images.

Provide an app name : isikan nama app nya, contoh moodlededy2.

Akhiri dengan klik Create app
3

5. Pada halaman baru akan muncul App key dan App secret.

Nah dua informasi tersebut akan dipakai pada setting Moodle, silakan sementara bisa dikopikan pada notepad terlebih dahulu.

3-1

Setting pada sistem Moodle

Setelah pada dropbox kita selesaikan setingannya, maka berikutnya akan kita atur pada sistem Moodle nya. Apa saja yang perlu kita config ?, silakan simak langkah-langkah berikut ini :

1. Login sebagai admin moodle

2. Masuk pada Site Administration >> Plugins >> Repositories >> Manage repositories

pada form “Dropbox” silakan ubah status yang sebelumnya Disabled menjadi Enabled and visible

4

3. Maka akan muncul halaman baru Dropbox configuration

pada isian API key dan secret, silakan masukkan kode yang diperoleh pada poin 5 diatas.
5Setelah diisikan API dan secret nya akhiri dengan Save

4. Nah, setelah dikonfigurasi, berikutnya kita ujicobakan dengan cara menambahkan media/file baru apakah sudah muncul atau belum pada sumber storage nya.

5. Masuk pada salah satu course, kemudian tambahkan media baru.

Pada name dan description isikan keterangannya. Kemudian pada files tambahkan file nya dengan klik Add

6

6. Pada halaman baru, sudah muncul sumber file dari Dropbox, lanjutkan dengan klik Login

7

7. Maka akan muncul request apakah akan diijinkan atau tidak, lanjutkan dengan klik Allow.

8

8. Maka akan muncul display, semua file yang telah disimpan pada dropboxnya. Kemudian pilih salah satu file nya.

9

Akan muncul sejenak preview file yang terpilih.

10

9. Nah kembali pada halaman sebelumnya, maka sudah muncul file nya. Akhiri dengan klik Save and display
11

10. Maka sudah muncul file gambar yang tadi sudah kita masukkan.

12

Sampai disini integrasi Dropbox dan Moodle sudah selesai kita lakukan. Sehingga storage server kita akan lebih lapang dan sumber media lebih bervariasi dari mana saja asalnya. Semoga bermanfaat.

Salam hangat,

 

Dedy Setyo

Manajemen Form Registrasi Pada Moodle

Pada bahasan kali ini, kita akan belajar memanajemen form registrasi user. Seperti kita ketahui, penggunaan Moodle dalam pembelajaran pastilah melibatkan banyak user/peserta. Karena penambahan user jika semuanya full dilakukan oleh Admin, tentu saja akan memakan banyak waktu dan energi yang tidak sedikit. Masih mungkin jika semua user yang akan masuk kedalam course kita, kita sudah punya list identitasnya, jika tidak tentu saja akan merepotkan Admin. Masalahnya ternyata secara default moodle belum mengaktifkan pendaftaran untuk user. Kita akan bahas agar ketemu solusinya.

Sehingga kita akan mengaktifkan form registrasi agar semua user umum bisa melakukan registrasi secara mandiri. Registrasi bisa dilakukan kapan pun dan dimanapun oleh masing-masing user, dan Admin hanya tinggal melakukan perekapan saja siapa-siapa saja yang telah melakukan pendaftaran.

Nah selain mengaktifkan form registrasi, ada hal lain yang biasanya tidak jarang dikeluhkan oleh beberapa admin moodle, yakni dibutuhkannya form-form yang tidak tersedia secara default seperti form untuk identitas diri (Alamat, no HP, Jenis kelamin dll). Selain itu, nampaknya ada form registrasi dari default moodle yang keberadaannya sendiri jarang/tidak terpakai. Semisalnya form Negara/Country. Karena pembelajaran kita hanya untuk orang Indonesia saja atau lokal, maka form ini bisa dipastikan tidak berguna jika tetap muncul pada layar, maka kita akan menghilangkannya.

Secara singkat, berdasarkan sedikit prolog diatas kita akan membahas secara satu persatu materi-materi berikut ini :

a. Mengaktifkan form registrasi user

b. Menambahkan form sendiri yang dibutuhkan

c. Menghilangkan form negara asal/country

Maka dari itu, silakan simak bahasannya karena akan dikupas secara detail dan bertahap.

Kita mulai dari point pertama.

a. Mengaktifkan form registrasi user

1. Pastikan anda telah login sebagai admin dalam sistem moodle yang telah dibangun.

2. Masuk pada Site Administration >> Plugins >> Authentication >> Manage Authentication.

Ketika sudah muncul pada jendela, pada Self registration pilih Email-based-self-registration

1

Kalau sudah dirubah, akhiri dengan klik Save changes
2

Hanya begitu saja, sebenarnya. Untuk mengujinya, silakan log out dari akun admin.

Setelah log out dilakukan, pada sudut kanan atas klik Login
3

Pada halaman baru, sudah muncul link Create new account disana. Silakan klik.
4

Maka akan muncul form registrasi user seperti dibawah ini.
5

Oke, sekarang kita beranjak ke point kedua.

b. Menambahkan form sendiri yang dibutuhkan.

Seperti sudah diuraikan diatas, Bahwa latar belakang pembahasan poin kedua ini adalah untuk menambahkan komponen form yang tadinya secara default belum tersedia disana. Pada contoh kali ini, kita akan menambahkan form dengan kategori : Identitas Pribadi, dimana muatannya ada 3 isian form, yakni no hp, jenis kelamin dan alamat.

Perlu saya sampaikan diawal sebelum menambahkan 3 komponen form ini, masing-masing memiliki jenis isian yang berbeda. Langsung saja kita buat.

1. Masuk sebagai admin.

2. Klik pada link Site Administration >> Users >> Accounts >> User profile fields

6

3. Kita buat nama kategori profil terlebih dahulu, klik Create a new profile category
7

Berikan nama : Identitas Pribadi, lanjutkan dengan klik Save changes.
8

4. Setelah dibuat kategorinya, berikutnya adalah menambahkan form pada kategori tersebut. Klik Create a new profile field :

9

Karena kita akan menambahkan no hp, maka pilih Text input
10

5. Nah masuk pada setting nya, isikan beberapa komponen. Perlu diingat pada form dengan tanda asterix * maka wajib untuk diisikan.

Short name : nohp

Name : Nomor HP

Description : deskripsi untuk memudahkan user mengisikan.

Kemudian yang perlu diatur untuk diset Yes antara lain :

Is this field required ? : Maksudnya form ini ketika sudah muncul maka wajib untuk diisikan user.

Display on signup page ? : Muncul pada pendaftaran

Category : Kita daftarkan no hp pada kategori Identitas Pribadi.

Kemudian akhiri dengan klik Save changes.

Lengkapnya lihat seperti dibawah ini.
11

6. Setelah form no hp ditambahkan, berikutnya kita akan memberikan form baru jenis kelamin. Karena jenis kelamin ini sifatnya memilih, maka kita pilih Menu of Choices

12

Pada setting selanjutnya kita atur ketentuan seperti poin 5 diatas. Hanya ada perbedaan pada isian Menu options, isikan baris satu Laki-laki, pada baris dua Perempuan. Harap diingat, masing-masing opsi dipisahkan oleh baris. Akhiri dengan Save changes.
13

Untuk form terakhir, kita akan membuat form alamat, yang berbeda disini karena alamat biasanya dituliskan dalam jumlah teks yang panjang maka, kita pilih Text area

14

Pada setting, sama dengan poin 5. Akhiri dengan Save changes.

15

Sampai disini pembuatan form selesai. Untuk menguji nya silakan logout dari admin. Kemudian menuju pada form registrasi.

16

Sudah terlihat dengan jelas, bahwa Identitas Pribadi berhasil kita tambahkan dengan baik. Oh ya, sekedar informasi, urutan tiap komponen formnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan mana yang paling atas atau bawah.

17

Setelah 2 point diatas selesai, di poin ketiga ini berikutnya akan kita bahas.

c. Menghilangkan form negara asal/country

Kenapa poin ini saya munculkan, karena seringkali moodle kita hanya dipakai oleh orang Indonesia sehingga form Country tidak berguna ketika ada disana, maka sebaiknya kita delete saja. Begini tampilan awal sebelum didelete.

18

Kita perlu mengedit kode pada file /login/signup_form.php sehingga pastikan anda bisa masuk pada FTP ke hosting/servernya.

Silakan buka file tersebut, dan lihat pada baris 89 dan 90. Berikan “//” (tanpa petik) agar dua baris itu tidak berfungsi (menjadi komen). Hasil akhirnya begini :

// $mform->addElement(‘select’, ‘country’, get_string(‘country’), $country);
// $mform->addRule(‘country’, get_string(‘missingcountry’), ‘required’, null, ‘server’);

 

19

Jika sudah, maka akhiri dengan save. Sekilas info, pada moodle 2.5 ini terletak pada baris 89 dan 90, untuk versi yang lain bisa jadi sama atau berbeda.

Untuk mencobanya, silakan kembali ke halaman registrasi atau refresh saja browsernya.

20

Terlihat sudah hilang form country nya. Gampang sekali bukan ?. Kali ini form kita yang tersedia hanya form yang berguna saja. Selamat mencoba.

Salam hangat,

 

Dedy Setyo

Memonitor Aktivitas User Pada Kelas e-learning Secara Otomatis

Pada kelas e-learning yang sering terjadi biasanya kegelisahan guru pembimbing/tentor dalam memonitor peseta didik terhadap keaktifan menerima bahan/media ajar. Seberapa besar atensi yang dilakukan oleh peserta didik, kesulitan untuk dimonitor secara intensif. Apalagi jika peserta sudah sedemikian banyak dan waktu pembelajaran dilakukan secara Asynchronous (tidak real time/bersamaan).

Untungnya hal ini bukan menjadi masalah jika kita mengelola kelas e-learning kita menggunakan pernagkat Moodle. Sebagai salah satu Learning Management System (LMS) yang cukup populer didunia, fitur-fitur moodle secara berkala terupdate dengan lengkap, serta menjawab masalah-masalah yang terjadi dan sering ditemui dalam pembelajaran e-learning.

Menggunakan Progress Bar, peserta didik akan tahu sejauh mana akses materi yang dia lakukan serta berapa persen aktivitas pembelajaran yang telah dilakukan. Untuk pengajar/tentor, secara komunal akan diberikan laporan, berapa banyak peserta didiknya yang telah melakukan capaian-capaian. Progress Bar ini sendiri merupakan block yang kita tempatan pada salah satu sisi kelas virtual kita, yang akan memonitor dengan lengkap apa-apa yang telah dilakukan peserta. Sepengetahuan saya, ada beberapa plugin sejenis yang bisa kita manfaatkan untuk hal ini. Tulisan ini akan membahas Progress Bar terlebih dahulu.

Oh ya, sebagai informasi, kali ini saya menggunakan moodle 2.5. Selain itu, pastikan anda telah memberikan pointer tugas-tugas, bahan ajar atau quiz agar bisa dijadikan patokan prosentase aktivitas user/peserta.

Bagaimana caranya ?, pertama pastikan untuk mengujicobanya anda memiliki satu akun admin dan satu akun user untuk uji coba.

berikut langkah-langkahnya :

1. Login sebagai admin dalam sistem e-learning anda.

2. Buka link pluginnya disini, untuk melakukan download. Nanti akan muncul halaman seperti dibawah ini, kemudian klik Download.

1

3. Setelah terdownload, kemudian masuk pada halaman Site Administration >> Plugins >> Install add-ons

Perhatikan, pada pengalaman saya, untuk melakukan instalasi plugin baru melalui sistem nya langsung (tanpa bantuan FTP), kita harus meberikan akses permission 775 ke dalam folder block

4. Pilih Plugin type : Block

ZIP Package : pilih file yang telah terdownload tadi, klik Choose a file.

2

Masuk pada halaman berikutnya, klik Upload a file, pilih file  klik Choose File arahkan pada file yang dimaksud, akhiri dengan klik Upload this file.

3

Kembali pada halaman sebelumnya, maka sudah terlihat file yang telah dipilih. Lanjutkan dengan klik Install add-on from the ZIP file.
4

5. Akan muncul halaman berikutnya, yang akan melakukan validasi file yang telah kita upload secara otomatis. Muncul teks Validation passed! maka lanjutkan dengan klik Install add-on!
56. Finalisasi instal plugin akan selesai, setelah dilakukan Upgrade database moodle. Klik Upgrade Moodle database now
6

7. Terlihat notifikasi Sukses disana.
7

8. Masuk pada kelas virtual yang telah kita buat, hidupkan mode ubah (Turn Editing On). pilih salah satu block misalnya disisi kiri, kemudian tambahkan blok baru Progress Bar

8

9. Sudah terlihat disana, blok progress bar telah muncul. Didalam kelas saya, sudah tersedia dua bahan ajar, sehingga masing-masing bernilai 50%. Untuk mencobanya silahkan login menggunakan akun user. Semuanya berwarna merah, artinya belum ada yang dibaca/lihat.

9

10. Nah, ketika saya sudah coba membaca salah satu bahan, maka otomatis berubah menjadi hijau 50%. Artinya sistem sudah mendeteksi aktivitas user.

10

Pada tampilan admin, proses perekapan juga bisa dengan mudah dilakukan. Sampai disini saat ini, sekarang kita sudah bisa melakukan monitoring terhadap semua peserta. Semoga bermanfaat.

Salam hangat,

 

Dedy Setyo

Menambahkan Media Belajar dalam Kelas Kursus e-learning (1)

Setelah sebelumnya kita telah berhasil membuat course, maka kumpulan course (atau kursus) itulah yang menjadi lini terdepan untuk menghantarkan semua materi dalam kelas e-learning kita. Manajemen yang baik dalam kelas-kelas tersebut lah yang nantinya akan menentukan seberapa optimal penyampaian sumber belajar kepada semua peserta belajar e-learning.

Dalam tulisan ini, akan dibahas step by step bagaimana menambahkan materi belajar dalam kelas e-learning kita. Dalam beberapa versi Moodle yang pernah saya dalami, caranya secara umum sama. Dalam tulisan ini menggunakan moodle versi 2.5.

Sumber belajar apa sajakah yang bisa disupport oleh moodle, sepengetahuan saya, hampir semua materi yang ingin saya share menggunakan moodle bisa dan berhasil dengan baik ditampilkan. Sehingga semuanya bisa dicover dengan baik, kalaupun ada yang tidak bisa ditangani oleh moodle, maka ribuan plugin bisa kita cari atau modifikasi agar sesuai dengan keinginan kita.

Oke langsung saja kita mulai, kita akan membahas sebagian kecil mode penyampaian materi oleh moodle :

A. Membuat judul course/materi

B. Memasukkan materi berbasis teks

C. Melakukan upload file bahan ajar

D. Menyisipkan video ke dalam course.

Adapun sumber media lainnya yang belum diulas, akan diposting pada artikel berikutnya.

Kita bahas satu persatu dari yang paling atas.

A. Membuat judul course/materi.

Sebelumnya pastikan anda telah login sebagai admin

1. Masuk ke dalam kelas (course) yang sudah kita buat sebelumnya. Pada contoh ini menggunakan kelas yang baru saja dibuat pada Categories “Miscellaneous”. Klik pada “Miscellaneous”.

1

2. Klik pada course kita “How to use eLearning”
2

3. Hidupkan tombol “Turn Editing On”
4. Klik pada ikon bergambar obeng
4

5. Ketika sudah muncul di jendela baru, silakan berikan judul course, pada kotak bernama “use default section name” silakan di unchecklist. Berikan sedikit summary (ringkasan) tentang isi kelas kita. Akhiri dengan klik “Save changes”
5

Hasil akhirnya bisa terlihat seperti ini. Judul beserta summary sudah terlihat. Berikutnya kita lanjut pada penulisan sumber berbasis teks.

B. Memasukkan materi berbasis teks

1. Pilih pada salah satu rentang pekan, misalkan kita ingin memberikan materi pada tanggal “13 Maret – 19 Maret”. Klik ikon obeng disana. Kita buat judul pekan terlebih dahulu.

6

2. Isikan judul tulisan dalam pekan dengan cara melakukan unchecklist pada “use default section name”, berikan summary dan akhiri dengan “Save changes”
7

3. Nampak terlihat (dibawah ini) materi yang telah kita tuliskan. Jika ingin memberikan sumber-sumber tulisan, hendaknya kita berikan batas maksimal 5-7 baris agar tidak terlihat penuh dan dominan teks nya.
8

4. Berikutnya, kita tambahkan resource dengan klik “Add an activity or resource”

9

5. Lanjutkan dengan memilih “Label”, akhiri dengan klik “Add”

10

6. Pada jendela baru,  silahkan berikan bahan pada ruang yang telah tersedia. Ketika telah selesai, klik pada tombol “Save and return to course” untuk melihat hasilnya.

11

Sudah terlihat pada capture dibawah ini, bahan materi kita yang berbentuk teks. Kemudian, kita lanjutkan dengan penambahan bahan file agar bisa didownload oleh semua peserta.

C. Melakukan upload file bahan ajar

1. Mirip dengan cara sebelumnya, silakan klik pada “Add an activity or resource”

12

2. Pada jendela baru, silakan klik pada “File” dan akhiri dengan “Add”

13

3. Menambahkan Judul dokumen (1), deskripsi dokumen (2), menampilkan deskripsi dengan cara checklist (3), kemudian klik “Add” untuk menambahkan file (4)
14

4. Pada sesi upload, sebenarnya moodle memberikan banyak opsi untuk teacher dengan banyaknya sumber resource yang disediakan, namun pada praktek kali ini kita hanya akan upload file biasa. Klik “upload a file” (1), Pilih file yang akan di upload (2), setelah terpilih satu file, akhiri dengan klik “Upload this file” (3)

15

5. Kembali pada halaman sebelumnya, maka akan muncul preview file yang telah terupload, pada contoh ini saya menggunakan file dengan format .PDF. Sebelum ditampilkan bisa saja kita menambahkan file yang hendak diupload atau mengeditnya, kalau sudah yakin maka klik “Save and display”
16

Sehingga akan muncul file seperti ini.
17
18

D. Menyisipkan video ke dalam course.

Seperti saya sampikan diatas, tulisan ini akan diakhiri dengan langkah-langkah menyisipkan media video dalam kelas pembelajaran kita. Namun sebelumnya, pastikan anda telah memiliki video yang telah di upload pada situs berbagi video seperti Youtube dkk. Sehingga anda hanya perlu tahu link untuk “embed” nya saja. Jika sudah, mari kita mulai.

1. Klik pada “Add an activity or resource”
19

2. Kita akan mensiasati kegunaan label, yakni bisa juga dimanfaatkan untuk share video/sound. Pilih “Label” dan klik “Add”

20

3. Jika telah muncul editor disana, pilih mode HTML agar link bisa terbaca. Kemudian klik Update

21

4. Sekilas akan muncul preview video yang berhasil tersisipkan. Untuk melihatnya klik “Save and retourn to course”
225. Hasil akhirnya akan terlihat seperti ini. Video sudah bisa dinikmati layaknya situs berbagi video ini didepan user. Selain itu, tidak mengurangi space hard disk dalam server kita.
23

Demikian, empat hal sudah diutarakan dengan jelas langkahnya satu persatu. Adapun tentang media yang disupport yang lain, akan dibahas dalam artikel selanjutnya.

Salam hangat,

Dedy Setyo

Membuat Kursus dan Kategori Kelas Pembelajaran e-learning

Tutorial ini merupakan lanjutan materi perngorganisasian dan manajemen e-learning seri sebelumnya. Jika anda telah berhasil membuat server e-learning sendiri dan mempublikasikannya, penting kiranya melakukan desain kursus (course) pembelajarannya. Karena inti penyampaian materi kita ada pada kelas-kelas pembelajaran jarak jauh ini, perhatian penting kita hendaknya pertama pada hirarki kelas pembelajaran.

Pada Learning Management System (LMS) Moodle ini, mendukung pembuatan kategori sebelum membuat kelas yang sebenarnya. Kategori ini bertujuan memudahkan pembelajar, agar mengetahui rumpun atau kelompok materi apa saja yang tersedia disana sehingga pembelajaran bisa lebih sistematis, mengetahui mana-mana saja yang menjadi prasyarat, mana-mana yang menjadi pokok kelas nya.

Ilustrasi kategori (categories) dan kursus (course) contohnya begini :

Olahraga.

1. Atletik

a. Lari

2. Permainan (categories)

a. Sepakbola (course)

b. Basket  (course)

Dari contoh diatas terlihat bahwa “permainan” merupakan contoh dari categories (kategori). Sedangkan contoh kursus (course) nya merupakan Sepakbola dan basket.

Baik, untuk contoh tadi rasanya sudah cukup. Kemudian, bagaimana pembuatan kategori dan kursus ini didalam sistem e-learning kita ?. Simak langkah-langkahnya berikut.

1. Pastikan anda telah login sebagai admin pada sistem e-learning yang telah disiapkan.

2. Hidupkan tombol “perubahan”, kalau dalam sistem saya dalam bahasa inggris berbunyi “Turn Editing On” klik pada tombol tersebut, hingga berubah menjadi seperti dibawah ini.

 

1

3. Kemudian masuk kepada setting kategori, agar mudahnya memang kita setting sebagai block sehingga bisa diakses dengan mudah.

2

Klik pada “All Course”

4. Ketika sudah muncul halaman baru, sebenarnya itu merupakan kumpulan kategori yang pernah dibuat sebelumnya. Pada contoh kali ini, kita akan membuat course didalam kategori “Miscellaneous”. Klik pada link tersebut.
3

5. Ketika sudah masuk pada halaman categories “Miscellaneous”, maka akan muncul semua kursus disana. kemudian klik pada “Add a new course”

4

6. Muncul halaman pembuatan course baru, beberapa form yang harus diisikan diantaranya.

Course full name : Nama lengkap kursus

Course short name : Nama singkat/kependekan kursus

Course categories : Kategori kursus

Visible : Dimunculkan

Course start date : Tanggal mulai kursus

Course ID number : Nomor ID kursus, opsional untuk ditambahkan atau tidak

Course Summary : Simpulan/uraian umum tentang kursus

Course format : Format kursus, kali ini kita akan memilih format weekly atau mingguan.

Opsi atau form dibawah nya biarkan pada isian default saja.
5
6
7

Jika sudah, maka akhiri dengan klik “Save Changes”. Maka pada halaman berikutnya (Enrolled users), jika anda telah memiliki user yang hendak ingin dimasukkan pada kursus ini, tambahkan user dengan cara klik “Enrol users”, namun jika tidak memiliki user-usernya, kita bisa skip dan masuk kedalam course nya.

8

7. Untuk masuk pada course nya klik nama pendek dari course yang tadi telah dibuat pada link diatas “How”

9

8. Maka, anda akan masuk pada course baru Anda. seperti dibawah ini.
10

Mudah sekali bukan membuat course baru ini. Setelah ini, kita akan memberikan modifikasi pada course baru kita agar lebih “hidup”.

Selamat mencoba.

Salam hangat,

Dedy Setyo

Seri Media Center 3. Konfigurasi Channels untuk Menambahkan Sumber Media

Setelah pada tulisan sebelumnya kita membahas tentang bagaimana melakukan instalasi Plex Media Server dan menambahkan koleksi-koleksi medianya, pada tulisan ini akan dibahas tentang pemanfaatan Channels sebagai fitur pokok pada Plex agar Media Center kita lebih powerfull dan bisa menyuplai kebutuhan media dari berbagai sumber.

Sekilas tentang channel ini sendiri, merupakan fasilitas yang telah ada sejak kita melakukan instalasi Plex Media Server nya. Channels ini akan menghubungkan kita dengan berbagai layanan media di dunia maya seperti video on demand contohnya  Youtube, Apple Movie Trailers, Anime Vice, dll. Atau juga layanan music streamer seperti Sound Cloud, dkk. Karena berbagai layanan ini ada di dunia maya, sehingga untuk bisa memanfaatkannya diharuskan server kita bisa terhubung dengan Internet.

1. Baik, untuk memulai memanfaatkan channel yang tersedia, langsung saja kita menuju home, kemudian klik Channels seperti nampak pada dibawah ini

00

2. Masuk pada jendela Channels baru, anda akan menemui halaman dibawah, kemudian klik pada INSTALL CHANNELS

1

3. Tunggu sejenak, maka akan muncul kumpulanyang tersedia, pada bagian ini kumpulan channels akan terbagi pada kanal-kanal sebagai berikut : Featured, What’s New, Most Popular, Recently Updated, Categories, Media Types dan More.. Anda bisa memilih di kanal mana saja untuk melakukan pemilihan channels yang akan diinstall. Sebagai contoh, saya akan coba melakukan instalasi channel Sound Cloud. SoundCloud ini sendiri merupakan portal untuk distribusi musik online, baik bagi anda yang sudah pro ataupun amatir bisa coba untuk upload karya2 anda agar bisa dinikmati oleh orang banyak. Lanjutkan dengan klik pada bagian ikon SoundCloud.

2

4. Akan muncul preview sejenak tentang Channel nya, untuk melanjutkan klik pada ikon INSTALL

3

5. Dalam waktu tak beberapa lama (tergantung kecepatan koneksi Anda), setelah terinstall akan muncul link tambahan yakni Browse, Update dan Uninstall.

4

6. Setelah terinstall dengan baik, maka bisa dilihat kumpulan sound yang siap untukdiputar. Makin mantap lagi, tiap album akan berisi poster ilustrasi tentang penyanyi atau clip nya.

5

Untuk kebutuhan display yang lain, sembari anda memutar lagu favorit bisa juga sambil browsing dan melihat list pencarian anda.

channel soundcloud
7. Pada halaman kumpulan Channels nya, anda akan menemukan kumpulan channels yang telah terinstall. Sebagai contoh saya baru saja melakukan instalasi channels youtube, dan ikonnya juga telah kelihatan.

6

Kelebihan channel ini adalah adanya preview pada video-video yang akan kita putar, sehingga memberikan informasi yang menarik dan mempercantik koleksi display kita. Contohnya seperti pada gambar dibawah ini.

7

Kelebihan lainnya pada instalasi channel ini adalah kemampuannya melakukan pencarian seperti layaknya kita sedang membuka portal video mereka, sehingga cukup praktis dan kita tak perlu membuka banyak halaman browser untuk hanya melihat koleksi video youtube. Sebagau contoh, saya sedang melakukan pencarian dengan keyword “Iwan Fals”, maka muncul sekira 51 video yang sesuai dengan keyword yang saya masukkan.

8

Untuk memutar video yang telah dicari, bisa saja kita langsung klik ke salah satu hasil pencarian, kemudian tak seberapa lama akan diputar video yang tersedia. Seperti nampak pada dibawah ini.
channel
Nah, sampai dengan disini, anda akan dimanjakan betapa smua portal penyedia layanan video/audio telah tersentralisasi pada media center anda. Menarik sekali bukan ?. Selamat mencoba.

Salam hangat,

 

Dedy Setyo

Seri Media Center 2. Menambahkan Koleksi Pada Media Center Server

Setelah pada tulisan sebelumnya membahas tentang bagaimana membuat media center sendiri, Saya harap dengan mengikuti petunjuk yang ada tidak ketemu kesulitan yang berarti sehingga saat ini Anda telah memiliki media center yang siap beroperasi kapanpun dibutuhkan.

Tulisan ini melanjutkan bahasan kita tentang mengoprek media center kita agar media center kita lebih powerfull yakni dengan menambahkan koleksi media kita (film, musik dan gambar). Jadi sebelum lanjut lebih jauh, pastikan koleksi media anda tersimpan pada folder yang benar dan rapi, misalkan film pada folder A, musik pada B, gambar pada C dan seterusnya.

Yang perlu diperhatikan, setelah kita tuntas melakukan instalasi. Kalau pada komputer Windows anda akan ketemu dengan ikon Plex Media Center pada pojok kanan bawah taskbar anda. Ada beberapa pengaturan yang bisa dilakukan disana sekira ada 7 link. Untuk membuat Plex Media Server running otomatis ketika PC dihidupkan silakan chekclist pada opsi “Start Plex Media Server at Login”. Link ini sifatnya opsional saja karena ketika kita check list pilihan ini akan memudahkan kita untuk melakukan pemutaran media dengan otomatis, namun disisi lain tentu saja akan membuat performa/beban memory dan OS anda menjadi lebih tinggi karena baru saja OS diload, namun plex sudah jalan dengan sendirinya.

Kemudian, kita akan fokus pada pilihan link Media Manager, dalam waktu sesaat akan terbuka browser yang akan mengarahkan untuk membuka alamat http://127.0.0.1:32400/web/index.html angka 127.0.0.1 berarti dia sedang mengakses server lokal (PC anda), sedangkan angka 32400 berarti aplikasi ini berjalan pada port 32400.

1

1. Lanjut pada pembahasan inti, setelah browser anda terbuka, silakan klik pada ikon plus (+) untuk menambah Library. Oh ya, istilah Library pada plex merujuk pada koleksi media kita, konsepnya adalah pada penambahan satu library, yakni satu path folder.

2

2. Akan muncul jendela baru yang membuat kita memilih, type file seperti apakah yang akan kita tambahkan. Pada contoh pertama ini kita akan menambahkan “movies” atau film. Lanjutkan dengan klik NEXT.

3

3. Langsung arahkan pada folder film yang ada, kemudian klik ADD.

4

4. Jika penamaan film anda sesuai dan benar (sesuai IMDB), maka plex akan otomatis mendefinisikan semua film-film itu kedalam folder-folder disertai poster ilustrasi filmnya. Pada tahap ini, pastikan koneksi internetnya tersedia, karena akan ada koneksi dengan Movies Databases nya. Tunggu sesaat, jika lancar, maka akan muncul seperti dibawah ini

5

Sampai disini, penambahan koleksi film anda telah selesai. Tahap berikutnya saya akan mencontohkan penambahan koleksi musik kita pada library.

1. Dengan langkah yang hampir sama dengan tadi, klik pada ikon Music untuk menambahkan musik, lanjutkan dengan klik NEXT

6

2. Pada jendela baru ini, anda akan diberikan opsi untuk menamakan koleksi musik-musik anda. Jika tidak ingin diganti, maka lanjutkan dengan klik NEXT.

7

3. Arahkan pada folder musik anda yang sudah rapi, kemudian klik pada tombol ADD.

8

4. Pada tahapan ini, anda tetap butuh koneksi internet karena sistem akan mendeteksi file dan folder musik anda kemudian membuatkannya folder-folder berdasarkan nama artis/penyanyinya, tak cukup sampai disitu akan terdownload secara otomatis profil singkat pada tiap foldernya. Mantap sekali bukan ?.

9

5. Sebagai contoh akan saya klik folder “Ebiet G. Ade” maka akan muncul foto artis dan cover albumnya disertai ilustrasi singkat tentang beliau. Pada kolom sebelah kanannya akan muncul nama-nama file lagunya yang tersusun pada list player.

10

 

Sampai disini penambahan film dan musik anda telah selesai, cara yang sama bisa anda lakukan untuk penambahan koleksi foto-foto anda. Kalo penambahan library foto-foto Anda berhasil, nanti hasilnya akan menjadi seperti dibawah ini. Gampang sekali bukan ?.

12

Nah untuk settingan library ini bisa kita set, update otomatis jika ada perubahan pada koleksi folder anda, baik itu ada penambahan ataupun pengurangan. Caranya dengan cara klik pada ikon obeng pada pojok kanan atas, kemudian klik pada “Library” disisi kiri. Pada beberapa setingan disini silahkan cheklist pada opsi yang saya beri tanda kotak. Kemudian pendekteksian otomatis ini, “update interval” bisa dipilih dengan opsi yang paling sedikit (every 15 minutes) agar setiap perubahannya dengan cepat bisa diadaptasi. Setingan ini penting sekali dan akan kelihatan dampaknya jika nantinya anda telah menggunakan banyak media client (TV, smartphone, PC/laptop dll)

11

 

Demikian, bahasan tentang library ini. Semoga bisa memberikan semangat dalam bermedia diakhir pekan anda. Semoga bermanfaat.

Salam hangat,

 

Dedy Setyo

Menambahkan Penangkal Spam reCaptcha pada LMS Moodle

Siapa yang tidak kesal jika sistem web pembelajaran yang sudah dibangun lama dan susah payah, akhirnya lama-lama menjadi berat untuk diakses dan tumbang karena servernya down. Ya, tentu saja kita tidak ingin bukan, itulah salah satu musuh pengembang sistem berbasis web yang dinamakan spam. Spam sendiri merupakan pesan elektronik yang berbentuk robot, biasanya berisi iklan (menyesatkan), iming -iming yang menjanjikan keuntungan finansial, dan menyebar ke segala arah. Modus kerjanya biasanya berjalan pada form pendaftaran user, forum-forum, ataupun e-mail. Secara umum spam ini sangat meresahkan karena jika dibiarkan terus menerus, akan mengakibatkan masalah serius pada sistem kita. Dalam hal ini pada sistem pembelajaran LMS berbasis Moodle kita. Hal inilah juga yang menjadi keluhan beberapa client konsultasi saya, mengeluhkan banyaknya spam yang menggangu kerja servernya.

Lalu kemudian bagaimana mengatasi hal ini ?. Untungnya google melalui tautan ini menyediakan solusi yang mudah sekaligus free untuk kita. Kita akan menggunakan program yang bernama Google RECAPTCHA.

Menurut google, recaptcha ini sendiri adalah :

reCAPTCHA is a free service to protect your website from spam and abuse. reCAPTCHA uses an advanced risk analysis engine and adaptive CAPTCHAs to keep automated software from engaging in abusive activities on your site. It does this while letting your valid users pass through with ease.

reCAPTCHA offers more than just spam protection. Every time our CAPTCHAs are solved, that human effort helps digitize text, annotate images, and build machine learning datasets. This in turn helps preserve books, improve maps, and solve hard AI problems.

Apa saja keuntungan menggunakan program ini ?

Menurut Google sendiri, setidaknya ada 3 hal, yakni : Advanced Security (Keamanan tingkat lanjut), Easy to use (Mudah digunakan), Creation of Value (Pembuatan/kebermanfaatan nilai).

captcha

Pada tulisan ini kita akan menempatkan recaptcha pada form registrasi usernya. Jika belum teraplikasikan maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini. (Defaultnya biasanya bertempat pada url /login/signup.php)

08

Oke langsung saja kita mulai, bagaimana menerapkan recaptcha ini kepada Moodle kita ?

1. Login sebagai admin user

2. Klik pada link Site administration >> Plugins >> Authentication >> Email based self registration

seperti nampak pada tampilan dibawah ini

01

3. Setelah muncul jendela baru, yang berjudul “Email-based self-registration”, pada Settings Enable recaptcha element pilih Yes. Kemudian akhiri dengan klik Save.

02

4. Kemudian buka tab baru pada browser anda, pastikan telah login pada google akun anda. Buka pada halaman ini https://www.google.com/recaptcha/admin klik Sign up Now!

03

5. Akan muncul halaman baru, isikan nama domain tempat dimana LMS Moodle anda bertempat, misalkan example.com dll. Kemudian klik tombol CREATE. Perhatikan, bahwa satu domain maka hanya akan diberikan code captcha satu saja, jika anda menginginkan lebih dari satu domain, maka tinggal mengulangi langkah ini dari awal.

04

6. Pada jendela baru, anda akan muncul Public Key dan Private Key secara otomatis. Anda boleh mencatat/mengkopinya pada halaman lain, karena suatu saat akan dibutuhkan.

05

7. Oke kita kembali pada Moodle kita.  Selanjutkan kita akan memasukkan Public Key dan Private Key yang barusan kita dapatkan pada halaman ini. Site Administration >> Plugins >> Authentication >> Manage Authentication

09

 

8. Selang tak berapa lama, akan muncul halaman dibawah ini, silakan masukkan public key dan private key yang telah disediakan, akhiri dengan klik Save Change

06

9. Nah sekarang, kita lihat perubahannya. Silakan anda logout dari Admin User tadi, kemudian klik link untuk pendaftaran user. Hasilnya akan nampak seperti dibawah ini ;

 

07

 

Terlihat jelaskan bedanya ?. Setelah dipakai recaptchanya, maka pada pendaftaran user akan muncul challenge dan form untuk diisikan huruf/angka acaknya.

Dengan ini semoga spam tidak lagi menghantui server anda dan katakan Good Bye untuk para spam 😀 .

Semoga bermanfaat.

Salam hangat,

 

Dedy Setyo.

Merancang Forum Eksklusif di Drupal

Melanjutkan posting sebelumnya tentang pembuatan forum, Saya sendiri sempat berandai-andai jika saja forum yang kita buat memiliki manajemen user yang baik, tentu saja kita dapat mem-filter user-user mana saja yang diperkenankan untuk membaca bahkan posting pada tiap forumnya. Sehingga harapannya, tidak semua informasi yang terposting dapat diakses oleh semua user, ya kalo hanya informasi yang tidak penting, tentunya gak masalah, namun kalo informasi yang sifatnya secret akan menjadi bencana.

Setelah utak atik sana sini, akhirnya saya nemu formulanya, memang hebat drupal ini, kebutuhan custom yang saya inginkan selalu saja ada jalan keluarnya. Sebelum kita mulai, pastikan anda telah membuat forum terlebih dahulu. Skenarionya tulisan ini adalah kita buat forum yang hanya bisa diakses oleh user yang telah terregistrasi (authenticated user), sementara user anonymous tidak bisa melihat apapun. Moderator akan kita pilih berdasarkan user tertentu, sehingga memiliki keistimewaan akses.

Oke kita mulai saja.

1. Pada tampilan dibawah ini, adalah forum awal (sebelumnya) dimana tanpa melakukan login pun semua user dapat mengakses forumnya.

2. Untuk melakukan sesuai skenario kita butuhkan 4 modules (acl, advanced_forum, author_pane, forum_access).

3. Agar lebih mudah melakukan instalasi, saya siapkan keempat-empatnya disini (atau bagi user dengan akses lokal, bisa akses disini).  Silakan download, kemudian ekstrak dan taruh pada folder /sites/all/modules jika folder “modules” belum ada, maka silakan buat folder baru saja dan beri nama “modules”. Seperti pada tampilan dibawah ini.

4. Kemudian tinggal kita aktifkan, melalui Administer >> Site Building >> Modules. Cheklist pada nama-nama modules nya, 2 module ada di wilayah Access Control, 2 lagi ada di bagian others. Kemudian lakukan SAVE untuk mengakhiri.


Setelah di SAVE maka jika anda masuk pada forum yang telah dibuat sebelumnya, maka tampilan akan sedikit menjadi berbeda seperti dibawah ini.

5. Langkah yang penting berikutnya adalah, kita set pada jenis forum yang kita maksud, silakan masuk pada Administer >> Content Management >> Forums kemudian klik pada “edit forum” di sebelah kanan judul forum.

Setelah masuk pada jendela baru, pada bagian “Template” (tampak dibawah) anda dapat set agar user yang telah terregistrasi saja (authenticated user) yang dapat melihat (view) dan posting tulisan dengan cara cheklist Authenticated dan unchecklist Anonymous. Moderator dengan kewenangan khusus juga bisa ditentukan dengan cara mengetik nama usernya, secara otomatis akan muncul nama2 yang sesuai. Jangan lupa akhiri dengan SAVE.

6. Untuk mengetes setingan barusan, kita lakukan logout terlebih dahulu, kemudian akses ke forum melalui primary link. Maka judul forum akan tersembunyi seperti ini.

Jika pada judul forum saja yang telah tersembunyi tadi dirasa masih belum cukup, kita bisa saja menyembunyikan smua forum melalui container (kumpulan forum) yang tersedia, cara2nya hampir sama.

1. Login kembali sebagai admin, kemudian klik pada Administer >> Content Management >> Forums kemudian klik pada judul Edit Container.

2. Pastikan juga yang ter checklist adalah Authenticated User, untuk memastikan bahwa hanya user yang telah ter registrasi saja yang dapat mengakses semua forum anda. Kemudian akhiri dengan SAVE.

3. Setelah disimpan, maka akan nampak bahwa primary link yang menuju ke forum pun, sudah ter hidden (sembunyi) juga. Seperti pada dibawah ini.

Mudah sekali kan ?. Dengan modules ini anda pun bisa mengutak atik siapa-siapa saja yang boleh menjadi moderatornya, dan user-user mana saja yang noleh mengakses. Selamat ber eksplorasi. Semoga bermanfaat.

Salam hangat,

 

Dedy Setyo