Tag Archives: teknologi pembelajaran

Strategi Perubahan Pembelajaran dari Kelas Tradisional Menuju e-learning

Beberapa provider e-learning menganggap bahwa jika ingin melakukan konversi dari pembelajaran tradisional kedalam pembelajaran e-learning, maka hanya tinggal memindahkan semua konten/media kedalam Learning Management System (LMS) maka pekerjaan itu sudah selesai.

Namun sebenarnya langkah ini belumlah selesai. Memindahkan semua file presentasi/bahan-bahan pembelajaran dari yang tadinya tercetak hanya menjadi via file-file saja barulah satu tahap. Jika ingin tuntas dan menyeluruh, menurut Christopher Pappas ( seorang profesional e-learning penemu jejaring The eLearning Industry) harusnya dilengkapi dengan 5 langkah berikut. Apa sajakah itu ?, mari simak kelanjutan tulisan ini. Artikel ini disarikan dari http://elearningindustry.com/.

baca lanjutan...

Menambahkan Penangkal Spam reCaptcha pada LMS Moodle

Siapa yang tidak kesal jika sistem web pembelajaran yang sudah dibangun lama dan susah payah, akhirnya lama-lama menjadi berat untuk diakses dan tumbang karena servernya down. Ya, tentu saja kita tidak ingin bukan, itulah salah satu musuh pengembang sistem berbasis web yang dinamakan spam. Spam sendiri merupakan pesan elektronik yang berbentuk robot, biasanya berisi iklan (menyesatkan), iming -iming yang menjanjikan keuntungan finansial, dan menyebar ke segala arah. Modus kerjanya biasanya berjalan pada form pendaftaran user, forum-forum, ataupun e-mail. Secara umum spam ini sangat meresahkan karena jika dibiarkan terus menerus, akan mengakibatkan masalah serius pada sistem kita. Dalam hal ini pada sistem pembelajaran LMS berbasis Moodle kita. Hal inilah juga yang menjadi keluhan beberapa client konsultasi saya, mengeluhkan banyaknya spam yang menggangu kerja servernya.

baca lanjutan...

9 Langkah Memasarkan e-learning di Lembaga Anda

Studi Forrester Grup tentang penerapan e-learning pada tahun 2000 kepada 40 perusahaan besar menyebutkan bahwa 68% menolak untuk mengikuti pelatihan/kursus yang menggunakan konsep e-learning. Ketika e-learning itu diwajibkan kepada mereka, 30% menolak untuk mengikuti (Dublin, 2005). Tidak hanya disitu, studi lain juga mengindikasikan bahwa dari orang-orang yang mengikuti e-learning 50-80 % yang mengikuti e-learning  tidak pernah menyelesaikannya sampai akhir (Delio, 2000).

Begitulah fakta sekaligus gambaran penerapan e-learning yang selaras ketika kami temukan di lembaga-lembaga/organisasi yang akan dan sedang menerapkan e-learning.

baca lanjutan...

Road Map Penerapan e-learning di Lembaga Pendidikan

Pengalaman mengembangkan dan menerapkan e-learning di lembaga sendiri sejak 6 tahun silam (sejak tahun 2007) memberikan pelajaran penting bahwa grusa-grusu (istilah bahasa jawa yang berarti buru-buru) pada endingnya akan memberikan kelelahan ketimbang hasil memuaskan yang dicari. Bagaimana tidak, dari course yang disiapkan dari seluruh kelas dan guru, yang akhirnya bisa terlibat kuat dengan model pendekatan pembelajaran ini tidak sampai 50 % dari keseluruhan kelas. Selaras dengan temuan (Dublin, 2003) dan (Delio, 2000) bahwa ketika e-learning itu diwajibkan kepada perseorangan maka sekurangnya 30% orang akan menolaknya. Kalau dari siswa, minat mereka malah sebaliknya, antusiasme dan motivasi mereka malah luar biasa besar, sampai-sampai mata mereka berbinar2 kalau saya sedang menggunakan metode ini..he.he #lebay.

baca lanjutan...

Perancangan dan Pembuatan Media Pembelajaran Digital

Penelitian dilakukan oleh Francis M. Dwyer dalam pembelajaran menyebutkan bahwa setelah lebih dari tiga hari pada umumnya manusia dapat mengingat pesan yang disampaikan melalui tulisan sebesar 10 %, pesan audio 10 %, visual 30 % dan apabila ditambah dengan melakukan, maka akan mencapai 80 %. Berdasarkan hasil penelitian ini maka multimedia interaktif sebenarnya memiliki potensi besar sebagai media yang membantu proses pembelajaran.

Selain itu, manfaat media pendidikan dalam proses belajar menurut Hamalik (1986) antara lain sebagai peletakkan dasar-dasar yang kongkrit dalam berfikir untuk mengurangi ‘verbalisme’, memperbesar minat siswa, membuat pelajaran lebih menyenangkan sehingga berdampak kepada hasil pembelajaran yang lebih memuaskan.

baca lanjutan...

Membuat Quiz Interaktif Semudah Memasak Mie Instan !

Sebagai seorang guru, proses evaluasi adalah bagian penting yang tidak dapat dilepaskan, proses ini ibarat “gerbong akhir” untuk meninjau apakah kegiatan belajar mengajar efektif atau tidak. Yang jadi masalah biasanya adalah jika pembuatan soal dilakukan manual (paper based), dari sisi siswa harus menunggu sampai semua hasil latihan/ulangan terkoreksi oleh guru atau variasi soal yang disediakan begitu monoton. Dari sisi guru, proses pengoreksian juga tidak makan waktu sebentar karena harus mengkroscek jawaban siswa satu persatu dikalikan dengan jumlah siswa keseluruhan, belum lagi kalau ditambahkan dengan analisis butir soal, hal inilah yang sedikit banyak dikeluhkan oleh guru-guru betapa proses assessment ini memakan waktu, energy dan konsentrasi.

baca lanjutan...

Computer Based Learning Jaringan Komputer SMA

Pembelajaran berbasis komputer (Computer Based Learning) menggunakan animasi berbasis flash sebagai media bantu pembelajaran jaringan komputer di SMA. Pada pengukuran kejelasan tujuan pembelajaran, media ini mendapatkan skor 4,3 pada skor maks 5,0 yang artinya memuaskan. (Nurhaeni, Laksmi : 2011). Media ini alhamdulillah juga turut berperan dalam memenangkan lomba inovasi guru Nurul Fikri se-indonesia pada desember 2012.

Pengukuran kualitas yang lainnya silakan bisa dilirik melalui presentasi disini

baca lanjutan...

Proposal Penerapan dan Pengembangan e-learning di Lembaga Pendidikan Anda

Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi pada saat ini telah merambah berbagai macam bidang. Merubah cara pandang kita, budaya kerja kita dan berbagai macam kebiasaan kita, semisal jika dulu kita akan berbelanja harus datang ke pasar/mall, maka saat ini kita sudah sangat akrab dengan belanja online dalam istilah IT nya dinamakan e-commerce sehingga untuk berbelanja maka tak perlu kemana-mana karena barang akan dihantarkan langsung ke depan pintu rumah kita. Jika pada zaman dahulu kita sering berkirim surat dengan sahabat kita yang berada pada negara lain, dan tentu saja ini memakan waktu, biaya dan tenaga maka saat ini kita telah akrab dengan surel (surat elektronik atau e-mail) sehingga pesan kita akan tersampaikan bukan lagi pada hitungan hari/minggu, tapi hanya dalam hitungan detik dan tidak akan salah alamat. Jika pada masa-masa sebelumnya kita kenal KTP sebagai kartu identitas kita, maka pemerintah hari ini telah menggalakkan penggunaan e-ktp untuk sentralisasi data masyarakat dalam satu database.

baca lanjutan...

Teknik Mudah Membangun Server e-learning dengan Moodle

Apa kabar pengunjung dedysetyo.net ?, semoga kabar baik dan bahagia untuk kawan-kawan semua. Setelah beberapa lama vakum dari dunia tulis menulis, akhirnya kesempatan menulis pun datang, mood baik juga sedang muncul, so tunggu apa lagi ? mari menulis.. 😉

Tutorial ini sebenarnya kalau boleh jujur sudah agak banyak beredar di dunia maya, namun dilatarbelakangi sebagai penambah referensi sejenis bagi kawan-kawan yang membutuhkan dan catatan pribadi agar tak lupa, tidak ada salahnya saya tuangkan juga disini. Oh ya, khawatir anda kaget karena tidak sesuai ekspektasi anda, tutorial ini saya sajikan bagi pemula lho (yang baru belajar) di dunia opensource, linux, terminal dan konco2nya.. he.he 🙂

baca lanjutan...

Membuat BigBlueButton Web Conference Kolaborasi dengan WordPress untuk menambahkan User dan Password

Salam pembaca setia DedySetyo.net !. Tak terasa sudah beberapa hari berlalu, targetan pribadi sih inginnya tetap konsisten menulis paling lama tiap 2 hari sekali, he he. tapi apa daya, nampaknya begitulah manusia, susah untuk istiqomah. Walaupun begitu inginnya sih nulis yang berkualitas, mudah2an tulisan ini sesuai dengan harapan (ngarepbanget.com).

Oke, melanjutkan bahasan tentang web conference di tulisan sebelumnya, tutorial ini bermula dari pertanyaan beberapa teman tentang bagaimana men-setting big blue button (BBB), agar web conference yang telah kita bangun ini memiliki otentifikasi untuk usernya. Oh ya, bagi anda yang tiba-tiba nyasar ke tulisan ini, sangat disarankan untuk mengawalinya dengan membaca serial ini, agar tak hilang arah (kayak judul lagu..he he). Simpelnya gini, kalau instalasi defaultnya BBB kan tidak ada seting password sehingga semua user yg bisa masuk dalam conference kita. Nah, dengan sedikit trik, kita bisa mengeset agar BBB memiliki syarat akun, agar tidak semua orang/user bisa ngikut.

baca lanjutan...