Tips Menyembunyikan Logo Moodle di Theme After Burner

Posting kali ini saya akan menulis tentang suatu tips yang sebenarnya simple, namun untuk sebagian user bisa jadi akan sangat bermanfaat. Artikel ini dilatarbelakangi oleh banyaknya lembaga atau institusi yang dalam penerapan e-learning nya menggunakan moodle, namun tidak ingin logo moodle ikut-ikutan muncul di dalam home page nya masing-masing. Wallahu alam beragam alasannya, yang jelas memang sebenarnya di masing-masing theme konfigurasi nya berbeda-beda. Namun saya akan coba mencontohkan penerapan nya pada theme After Burner, salah satu theme favorit saya. ūüôā

Sekilas info, theme ini sendiri sudah ada ketika kita baru instalasi moodle. Sudah mendukung drop down list, multi column, dan berbagai macam keunggulan lainnya.

Ayo kita mulai langkah-langkahnya..

1. Pastikan anda telah melakukan instalasi moodlenya, kalo saya versi 2.5

2. Tampilan awalnya, akan muncul seperti ini. Ini terlihat pada sisi kiri bagian bawah. Terlihat ikon dan logo khas moodle disana dengan warna kuningnya.

0hid

3. Login pada akun cpanel/hosting/path server anda.

Kemudian masuk pada folder /theme/afterburner/layout

edit pada file default.php

Silakan lihat pada baris 149-151 seperti ini :

<a href=”http://moodle.org” title=”Moodle”>
<img src=”<?php echo $OUTPUT->pix_url(‘footer/moodle-logo’,’theme’)?>” alt=”Moodle logo” />
</a>

kemudian non aktifkan pada baris tersebut dengan cara mengapitkan kode komen sehingga seperti ini

<!–

<a href=”http://moodle.org” title=”Moodle”>

<img src=”<?php echo $OUTPUT->pix_url(‘footer/moodle-logo’,’theme’)?>” alt=”Moodle logo” />
</a>

–>

Penampakannya seperti dibawah ini

1hid

4. Kita akan melakukan clear cache, caranya masuk sebagai admin, kemudian masuk pada

Site Administration >> Apeearance >> Themes >> Theme Selector

Masuk pada theme After Burner, kemudian klik “Clear theme caches”

2hid

5. Beberapa saat setelah clear caches, maka silakan lihat pada bagian sisi kiri bawah. Maka logo moodle warna kuning tadi sudah hilang.

3hid

Gampang sekali bukan ?. Untuk themes lainnya, silakan dieksplorasi sendiri. Semoga bermanfaat.

Salam hangat,

 

Dedy Setyo

Menambahkan Media Belajar dalam Kelas Kursus e-learning (1)

Setelah sebelumnya kita telah berhasil membuat course, maka kumpulan course (atau kursus) itulah yang menjadi lini terdepan untuk menghantarkan semua materi dalam kelas e-learning kita. Manajemen yang baik dalam kelas-kelas tersebut lah yang nantinya akan menentukan seberapa optimal penyampaian sumber belajar kepada semua peserta belajar e-learning.

Dalam tulisan ini, akan dibahas step by step bagaimana menambahkan materi belajar dalam kelas e-learning kita. Dalam beberapa versi Moodle yang pernah saya dalami, caranya secara umum sama. Dalam tulisan ini menggunakan moodle versi 2.5.

Sumber belajar apa sajakah yang bisa disupport oleh moodle, sepengetahuan saya, hampir semua materi yang ingin saya share menggunakan moodle bisa dan berhasil dengan baik ditampilkan. Sehingga semuanya bisa dicover dengan baik, kalaupun ada yang tidak bisa ditangani oleh moodle, maka ribuan plugin bisa kita cari atau modifikasi agar sesuai dengan keinginan kita.

Oke langsung saja kita mulai, kita akan membahas sebagian kecil mode penyampaian materi oleh moodle :

A. Membuat judul course/materi

B. Memasukkan materi berbasis teks

C. Melakukan upload file bahan ajar

D. Menyisipkan video ke dalam course.

Adapun sumber media lainnya yang belum diulas, akan diposting pada artikel berikutnya.

Kita bahas satu persatu dari yang paling atas.

A. Membuat judul course/materi.

Sebelumnya pastikan anda telah login sebagai admin

1. Masuk ke dalam kelas (course) yang sudah kita buat sebelumnya. Pada contoh ini menggunakan kelas yang baru saja dibuat pada Categories “Miscellaneous”. Klik pada “Miscellaneous”.

1

2. Klik pada course kita “How to use eLearning”
2

3. Hidupkan tombol “Turn Editing On”
4. Klik pada ikon bergambar obeng
4

5. Ketika sudah muncul di jendela baru, silakan berikan judul course, pada kotak bernama “use default section name” silakan di unchecklist. Berikan sedikit summary (ringkasan) tentang isi kelas kita. Akhiri dengan klik “Save changes”
5

Hasil akhirnya bisa terlihat seperti ini. Judul beserta summary sudah terlihat. Berikutnya kita lanjut pada penulisan sumber berbasis teks.

B. Memasukkan materi berbasis teks

1. Pilih pada salah satu rentang pekan, misalkan kita ingin memberikan materi pada tanggal “13 Maret – 19 Maret”. Klik ikon obeng disana. Kita buat judul pekan terlebih dahulu.

6

2. Isikan judul tulisan dalam pekan dengan cara melakukan unchecklist pada “use default section name”, berikan summary dan akhiri dengan “Save changes”
7

3. Nampak terlihat (dibawah ini) materi yang telah kita tuliskan. Jika ingin memberikan sumber-sumber tulisan, hendaknya kita berikan batas maksimal 5-7 baris agar tidak terlihat penuh dan dominan teks nya.
8

4. Berikutnya, kita tambahkan resource dengan klik “Add an activity or resource”

9

5. Lanjutkan dengan memilih “Label”, akhiri dengan klik “Add”

10

6. Pada jendela baru, ¬†silahkan berikan bahan pada ruang yang telah tersedia. Ketika telah selesai, klik pada tombol “Save and return to course” untuk melihat hasilnya.

11

Sudah terlihat pada capture dibawah ini, bahan materi kita yang berbentuk teks. Kemudian, kita lanjutkan dengan penambahan bahan file agar bisa didownload oleh semua peserta.

C. Melakukan upload file bahan ajar

1. Mirip dengan cara sebelumnya, silakan klik pada “Add an activity or resource”

12

2. Pada jendela baru, silakan klik pada “File” dan akhiri dengan “Add”

13

3. Menambahkan Judul dokumen (1), deskripsi dokumen (2), menampilkan deskripsi dengan cara checklist (3), kemudian klik “Add” untuk menambahkan file (4)
14

4. Pada sesi upload, sebenarnya moodle memberikan banyak opsi untuk teacher dengan banyaknya sumber resource yang disediakan, namun pada praktek kali ini kita hanya akan upload file biasa. Klik “upload a file” (1), Pilih file yang akan di upload (2), setelah terpilih satu file, akhiri dengan klik “Upload this file” (3)

15

5. Kembali pada halaman sebelumnya, maka akan muncul preview file yang telah terupload, pada contoh ini saya menggunakan file dengan format .PDF. Sebelum ditampilkan bisa saja kita menambahkan file yang hendak diupload atau mengeditnya, kalau sudah yakin maka klik “Save and display”
16

Sehingga akan muncul file seperti ini.
17
18

D. Menyisipkan video ke dalam course.

Seperti saya sampikan diatas, tulisan ini akan diakhiri dengan langkah-langkah menyisipkan media video dalam kelas pembelajaran kita. Namun sebelumnya, pastikan anda telah memiliki video yang telah di upload pada situs berbagi video seperti Youtube dkk. Sehingga anda hanya perlu tahu link untuk “embed” nya saja. Jika sudah, mari kita mulai.

1. Klik pada “Add an activity or resource”
19

2. Kita akan mensiasati kegunaan label, yakni bisa juga dimanfaatkan untuk share video/sound. Pilih “Label” dan klik “Add”

20

3. Jika telah muncul editor disana, pilih mode HTML agar link bisa terbaca. Kemudian klik Update

21

4. Sekilas akan muncul preview video yang berhasil tersisipkan. Untuk melihatnya klik “Save and retourn to course”
225. Hasil akhirnya akan terlihat seperti ini. Video sudah bisa dinikmati layaknya situs berbagi video ini didepan user. Selain itu, tidak mengurangi space hard disk dalam server kita.
23

Demikian, empat hal sudah diutarakan dengan jelas langkahnya satu persatu. Adapun tentang media yang disupport yang lain, akan dibahas dalam artikel selanjutnya.

Salam hangat,

Dedy Setyo

Membuat Kursus dan Kategori Kelas Pembelajaran e-learning

Tutorial ini merupakan lanjutan materi perngorganisasian dan manajemen e-learning seri sebelumnya. Jika anda telah berhasil membuat server e-learning sendiri dan mempublikasikannya, penting kiranya melakukan desain kursus (course) pembelajarannya. Karena inti penyampaian materi kita ada pada kelas-kelas pembelajaran jarak jauh ini, perhatian penting kita hendaknya pertama pada hirarki kelas pembelajaran.

Pada Learning Management System (LMS) Moodle ini, mendukung pembuatan kategori sebelum membuat kelas yang sebenarnya. Kategori ini bertujuan memudahkan pembelajar, agar mengetahui rumpun atau kelompok materi apa saja yang tersedia disana sehingga pembelajaran bisa lebih sistematis, mengetahui mana-mana saja yang menjadi prasyarat, mana-mana yang menjadi pokok kelas nya.

Ilustrasi kategori (categories) dan kursus (course) contohnya begini :

Olahraga.

1. Atletik

a. Lari

2. Permainan (categories)

a. Sepakbola (course)

b. Basket  (course)

Dari contoh diatas terlihat bahwa “permainan” merupakan contoh dari categories (kategori). Sedangkan contoh kursus (course)¬†nya merupakan Sepakbola dan basket.

Baik, untuk contoh tadi rasanya sudah cukup. Kemudian, bagaimana pembuatan kategori dan kursus ini didalam sistem e-learning kita ?. Simak langkah-langkahnya berikut.

1. Pastikan anda telah login sebagai admin pada sistem e-learning yang telah disiapkan.

2. Hidupkan tombol “perubahan”, kalau dalam sistem saya dalam bahasa inggris berbunyi “Turn Editing On” klik pada tombol tersebut, hingga berubah menjadi seperti dibawah ini.

 

1

3. Kemudian masuk kepada setting kategori, agar mudahnya memang kita setting sebagai block sehingga bisa diakses dengan mudah.

2

Klik pada “All Course”

4. Ketika sudah muncul halaman baru, sebenarnya itu merupakan kumpulan kategori yang pernah dibuat sebelumnya. Pada contoh kali ini, kita akan membuat course didalam kategori “Miscellaneous”. Klik pada link tersebut.
3

5. Ketika sudah masuk pada halaman categories “Miscellaneous”, maka akan muncul semua kursus disana. kemudian klik pada “Add a new course”

4

6. Muncul halaman pembuatan course baru, beberapa form yang harus diisikan diantaranya.

Course full name : Nama lengkap kursus

Course short name : Nama singkat/kependekan kursus

Course categories : Kategori kursus

Visible : Dimunculkan

Course start date : Tanggal mulai kursus

Course ID number : Nomor ID kursus, opsional untuk ditambahkan atau tidak

Course Summary : Simpulan/uraian umum tentang kursus

Course format : Format kursus, kali ini kita akan memilih format weekly atau mingguan.

Opsi atau form dibawah nya biarkan pada isian default saja.
5
6
7

Jika sudah, maka akhiri dengan klik “Save Changes”. Maka pada halaman berikutnya (Enrolled users), jika anda telah memiliki user yang hendak ingin dimasukkan pada kursus ini, tambahkan user dengan cara klik “Enrol users”, namun jika tidak memiliki user-usernya, kita bisa skip dan masuk kedalam course nya.

8

7. Untuk masuk pada course nya klik nama pendek dari course yang tadi telah dibuat pada link diatas “How”

9

8. Maka, anda akan masuk pada course baru Anda. seperti dibawah ini.
10

Mudah sekali bukan membuat course baru ini. Setelah ini, kita akan memberikan modifikasi pada course baru kita agar lebih “hidup”.

Selamat mencoba.

Salam hangat,

Dedy Setyo

Menambahkan Penangkal Spam reCaptcha pada LMS Moodle

Siapa yang tidak kesal jika sistem web pembelajaran yang sudah dibangun lama dan susah payah, akhirnya lama-lama menjadi berat untuk diakses dan tumbang karena servernya down. Ya, tentu saja kita tidak ingin bukan, itulah salah satu musuh pengembang sistem berbasis web yang dinamakan spam. Spam sendiri merupakan pesan elektronik yang berbentuk robot, biasanya berisi iklan (menyesatkan), iming -iming yang menjanjikan keuntungan finansial, dan menyebar ke segala arah. Modus kerjanya biasanya berjalan pada form pendaftaran user, forum-forum, ataupun e-mail. Secara umum spam ini sangat meresahkan karena jika dibiarkan terus menerus, akan mengakibatkan masalah serius pada sistem kita. Dalam hal ini pada sistem pembelajaran LMS berbasis Moodle kita. Hal inilah juga yang menjadi keluhan beberapa client konsultasi saya, mengeluhkan banyaknya spam yang menggangu kerja servernya.

Lalu kemudian bagaimana mengatasi hal ini ?. Untungnya google melalui tautan ini menyediakan solusi yang mudah sekaligus free untuk kita. Kita akan menggunakan program yang bernama Google RECAPTCHA.

Menurut google, recaptcha ini sendiri adalah :

reCAPTCHA is a free service to protect your website from spam and abuse. reCAPTCHA uses an advanced risk analysis engine and adaptive CAPTCHAs to keep automated software from engaging in abusive activities on your site. It does this while letting your valid users pass through with ease.

reCAPTCHA offers more than just spam protection. Every time our CAPTCHAs are solved, that human effort helps digitize text, annotate images, and build machine learning datasets. This in turn helps preserve books, improve maps, and solve hard AI problems.

Apa saja keuntungan menggunakan program ini ?

Menurut Google sendiri, setidaknya ada 3 hal, yakni : Advanced Security (Keamanan tingkat lanjut), Easy to use (Mudah digunakan), Creation of Value (Pembuatan/kebermanfaatan nilai).

captcha

Pada tulisan ini kita akan menempatkan recaptcha pada form registrasi usernya. Jika belum teraplikasikan maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini. (Defaultnya biasanya bertempat pada url /login/signup.php)

08

Oke langsung saja kita mulai, bagaimana menerapkan recaptcha ini kepada Moodle kita ?

1. Login sebagai admin user

2. Klik pada link Site administration >> Plugins >> Authentication >> Email based self registration

seperti nampak pada tampilan dibawah ini

01

3. Setelah muncul jendela baru, yang berjudul “Email-based self-registration”, pada Settings Enable recaptcha element¬†pilih Yes. Kemudian akhiri dengan klik Save.

02

4. Kemudian buka tab baru pada browser anda, pastikan telah login pada google akun anda. Buka pada halaman ini https://www.google.com/recaptcha/admin klik Sign up Now!

03

5. Akan muncul halaman baru, isikan nama domain tempat dimana LMS Moodle anda bertempat, misalkan example.com dll. Kemudian klik tombol CREATE. Perhatikan, bahwa satu domain maka hanya akan diberikan code captcha satu saja, jika anda menginginkan lebih dari satu domain, maka tinggal mengulangi langkah ini dari awal.

04

6. Pada jendela baru, anda akan muncul Public Key dan Private Key secara otomatis. Anda boleh mencatat/mengkopinya pada halaman lain, karena suatu saat akan dibutuhkan.

05

7. Oke kita kembali pada Moodle kita.  Selanjutkan kita akan memasukkan Public Key dan Private Key yang barusan kita dapatkan pada halaman ini. Site Administration >> Plugins >> Authentication >> Manage Authentication

09

 

8. Selang tak berapa lama, akan muncul halaman dibawah ini, silakan masukkan public key dan private key yang telah disediakan, akhiri dengan klik Save Change

06

9. Nah sekarang, kita lihat perubahannya. Silakan anda logout dari Admin User tadi, kemudian klik link untuk pendaftaran user. Hasilnya akan nampak seperti dibawah ini ;

 

07

 

Terlihat jelaskan bedanya ?. Setelah dipakai recaptchanya, maka pada pendaftaran user akan muncul challenge dan form untuk diisikan huruf/angka acaknya.

Dengan ini semoga spam tidak lagi menghantui server anda dan katakan Good Bye untuk para spam ūüėĬ†.

Semoga bermanfaat.

Salam hangat,

 

Dedy Setyo.