Tag Archives: e-learning

Menjadi Narasumber Presentasi Penerapan e-learning di Universitas Borobudur Jakarta

Setelah sebelumnya kami berkomunikasi melalui telepon, akhirnya saya hadir memenuhi undangan untuk mempresentasikan dan berbagi pengalaman tentang penerapan e-learning di Universitas Borobudur Jakarta. Pagi-pagi sekali saya berangkat ke kampus tersebut, khawatir bakalan nyari-nyari dan takut nyasar. Eh, Alhamdulillah setelah keluar tol Cawang langsung ketemu karena bangunan kampusnya yang tinggi megah.

Setelah sampai, mampir ke Masjid (yang megah juga) untuk sholat dhuha sebentar, lalu lanjut menuju gedung Rektorat tempat berlangsungnya acara.

borobudur

Dihadiri oleh para pejabat kampus Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan dan pengampu kebijakan lainnya, saya mempresentasikan tentang “Penerapan e-learning; Potensi dan Tantangannya”. Materi ini memang baru pengantar sebelum sesi pendalaman materi konversi dokumen administrasi dan workshop penggunaan e-learning nya.

borobudur2

Dalam penerapannya, e-learning dituntut untuk bisa men “deliver” semua aktivitas pembelajaran jarak jauh yang nantinya akan digunakan pada kampus ini, semua jurusan dan mata kuliah tak terkecuali. Sehingga dalam masa persiapan ini, memang wajib untuk bekerja keras mentransformasikan segala komponen pendukung, agar pada saatnya nanti, kampus ini secara kelembagaan, baik dari dosen maupun mahasiswanya sudah bisa menggunakan sistem ini dengan baik dan sesuai harapannya.

borobudur3

Setelah sesi presentasi rampung, akhirnya disepakati untuk materi lanjutan berupa workshop konversi dokumen dan pelatihan penggunaannya.

Semoga bermanfaat.

Salam hangat,

Dedy Setyo

Menjadi Narasumber Materi Manajemen Course pada Kelas e-learning

Sebagai bagian dari tindak lanjut coaching kelembagaan di lingkungan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mineral dan Batubara (Pusdiklat Minerba) Kementrian ESDM dalam pemanfaatan e-learning, beberapa hari yang lalu pada tanggal 4 dan 5 Mei 2015 di Bandung, Saya diundang untuk memberikan materi manajemen dan desain pembelajaran pada course.

Rangkaian acara ini merupakan tahapan yang harus dilalui ketika Pusdiklat Minerba yang telah memiliki sistem e-learning ini sudah pada tahap perancangan dan pembuatan course. Acara ini diikuti juga oleh bagian-bagian terkait diantaranya Bidang Informasi, Kurikulum, Standarisasi, Sarana Prasarana dan Widya Iswara selama 2 hari berturut-turut.

Selain saya yang berkontribusi sebagai narasumber materi manajemen course, diikuti juga oleh narasumber lainnya yang berasal dari IM4DC Australia yakni Mrs. Trish Andrews dan Mr. Charles Singer, sebagai informasi keduanya juga bekerja sebagai peneliti dan pengajar pada University of Queensland, Australia. Mereka menyampaikan tentang Desain Course dalam kelas jarak jauh pertambangan.
GB4A7770

 

Dalam pertemuan 2 hari tersebut, saya memberikan materi tentang pengelolaan course menggunakan Moodle pada topik-topik berikut ini :

1. Administrasi user
Pendaftaran
Edit Profile
Unggah foto
Enrollment method

2. Manajemen Course
Antarmuka course
Menambahkan bahan (file, gambar, video)
Membuat forum diskusi
Private message
Merancang chat room
Blog moodle
– Via posting
– RSS feed

3. Evaluasi dan assessment
Upload media SCORM
Membuat assignment
Mengenal tipe-tipe soal komputasional
Membuat Quiz
Manajemen bank soal
Import soal
Manajemen nilai/grading
Melihat perolehan nilai siswa
Tracking record siswa

Beberapa catatan materi ini bisa Anda baca pada blog ini dengan cuma-cuma.

Materi-materi ini sesungguhnya baru sebagian kecil pada pengelolaan Moodle, sehingga pada waktu-waktu berikutnya akan disusun agenda yang berkelanjutan agar bisa mempelajari Moodle dengan lebih mendalam.

GB4A7760

Akhirnya setelah pemberian materi 2 hari, pada penutupan acara kami sempatkan untuk mendokumentasikan kegiatan dan penyerahan buku saya kepada narasumber yang lainnya.

20150505_160155
Pemberian buku cinderamata kepada tim pengajar University of Queensland

 

Semoga materinya bermanfaat, sehingga tercipta hubungan yang baik untuk kedepannya bersama-sama sharing pengalaman dan pengetahuan.

Salam hangat,

 

Dedy Setyo

Penilaian Berbasis Forum Pada Moodle

Setelah kita membahas berbagai macam penilaian dengan instrumen quiz dan penugasan. Kali ini kita akan membahas pola penilaian berbasis forum. Sebagai informasi, penilaian berbasis forum ini biasanya digunakan untuk mengukur keterampilan siswa dalam hal menguraikan pendapat, konstruksi argumentasi dan keberanian berbeda pendapat dengan orang lain. Muaranya salah satunya misalnya pada berpikir kritis dan berpikir kreatif, 2 hal ini merupakan level berpikir tingkat tinggi yang dicanangkan oleh Unesco sebagai skill siswa di abad 21.

Menggunakan Moodle sebagai LMS multi fungsi, sangat mudah menggunakannya sehingga setiap tentor/guru bisa menggunakan kemampuan ini untuk mengukur dan mrangsang kemampuan para siswanya.

Langsung saja bagaimana caranya ?.

1. Pastikan anda sudah login sebagai teacher/admin.

2. Aktifkan tombol editing pada sisi kanan atas, “Turn editing on”

1

3. Tambahkan aktivitas baru pada salah satu section

4. Pilih “Forum” kemudian klik Add

2

5. Pada halaman berikutnya, silakan diisikan nama forum dan deskripsi (form no 1 dan 2). Untuk setting lampiran dan perhitungan kata, bisa diset pada form no 3 (maksimal ukuran kapasitas lampiran), 4 (jumlah berapa banyak file yang bisa diunggah) dan 5 (display penghitungan kata)

3

Masih dihalaman yang sama, ada pengaturan tentang langganan (subscription). Untuk lebih nyamannya saya biasanya set ke Auto agar setiap siswa otomatis bisa join ke dalam forum. Sementara pada Read tracking for this forum digunakan untuk melakukan pelacakan pada setiap posting yang dilakukan siswa.

Sementara pada penilaian (Ratings) bisa disetting tipe nya, apakah hendak dibuat perataan (Average), dihitung yang terbesar, atau yang pertama/terakhir posting. Untuk Scale kita set 100 agar bisa dinilai rentang 0 – 100. Akhiri dengan Save and display.
4

6. Setelah disimpan, maka akan masuk pada halaman baru yakni pada forum yang sudah dibuat. Untuk memulai pertanyaan/pemantik diskusi silakan buat topik baru klik pada Add a new discussion topic

5

Berikan judul dan isikan pesan sesuai dengan keinginan. Lanjutkan dengan klik Post to forum

6

7. Sudah terlihat pada layar disana, jika ingin memberikan balasan, silakan klik pada subject . Pada contoh kali ini, saya akan coba memberikan balasan menggunakan user siswa.

7

8. Setelah dilakukan balasan oleh user siwa, maka menggunakan akun teacher, komentar ini bisa dilakukan penilaian, semisal nilai 80.

8

9. Nah saat ini, sudah terlihat nilai yang telah diberikan yakni 80.
9

Demikian pembahasan melakukan penilaian berbasis forum. Semoga dengan menggunakan fitur ini, penilaian sudah lebih fleksibel karena tidak hanya pengerjaan soal dan penyerahan tugas semata, namun kita bisa memantau kemampuan siswa disisi lainnya. Semoga bermanfaat.

Salam hangat,

 

Dedy Setyo

Cara Mudah Instalasi Moodle pada PC Windows

Setelah sebelumnya kita telah berhasil melakukan instalasi Moodle pada server linux, pada tulisan ini akan dibahas instalasi Moodle pada lingkungan Windows. Sebagai bahan eksperimen Kita akan menggunakan PC yang telah terinstall Windows 7. Untuk software pelengkap servernya, program yang diperlukan berikutnya adalah XAMPP dan Moodle. Kita akan menggunakan XAMPP versi 5.6.8. Sebagai informasi, bagi Anda yang baru belajar mengutak atik didunia web programming, versi ini merupakan packing beberapa program yakni :

  • PHP 5.5.24 / 5.6.8
  • MySQL 5.6.24
  • phpMyAdmin 4.4.3
  • OpenSSL 1.0.1m (OS X and Linux)
  • XAMPP welcome page (beta)
  • Fix charset admin pages
  • OS X HOW-TO guides
  • SSL support for PostgreSQL PHP extension
  • PHP XMLRPC extension
  • PHP MSSQL extension

Paket sebanyak ini bisa didapatkan hanya dengan sekali install XAMPP ini. Untuk download bisa cek disini https://www.apachefriends.org/xampp-files/5.6.8/xampp-win32-5.6.8-0-VC11-installer.exe

Setelah terdownload, maka silakan lakukan instalasi. Seperti program windows kebanyakan, instalasi program ini memang didesain dengan mudah termasuk saat kita melakukan instalasinya. Untuk percobaan ini, Saya akan lakukan instalasi di partisi D:\xampp\xampp_new. Jika Anda memilih pada folder lain, silakan menyesuaikan ya.

Sebagai informasi, pada XAMPP ada folder “htdocs” yang berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan file-file pada servernya. Kalo diPC saya, maka tempatnya ada di D:\xampp\xampp_new\htdocs. Folder “htdocs” ini jangan didelete, dipindah atau rename karena akan memiliki pengaruh pada Moodle anda suatu saat nanti.

Kemudian, untuk Moodle nya, kita akan menggunakan yang versi 2.8.5 yang bisa didownload disini https://download.moodle.org/download.php/stable28/moodle-latest-28.zip

Besaran file ini kurang lebih sampai dengan 45 MB. Untuk memulai, setelah terdownload maka lakukan ekstrak pada folder htdocs, sehingga folder hasil ekstrak yang bernama “moodle” akan berposisi pada D:\xampp\xampp_new\htdocs\moodle. Untuk proses ekstrak nampak seperti pada dibawah ini.

1

Baik, setelah terkestrak dengan benar, maka langkah berikutnya adalah kita akan melakukan instalasi Moodle nya.

1. Untuk memulai instalasi Moodle, pastikan service pada Apache dan MySql nya berjalan dengan normal. Pada folder “xampp_new” ada file yang bernama “xampp_control.exe” yang bisa dieksekusi sebagai control panel xampp. Jika sudah running pada Apache dan MySql akan tampak seperti pada dibawah ini

xampp

2. Buka pada browser favorut anda, alamat http://localhost/moodle kemudian pilih bahasa untuk instalasi, kalo saya lebih senang dengan bahasa English (en) karena kalo di indonesiakan biasanya agak aneh terbacanya. Tapi sekali lagi, ini masalah selera saja ya. 😀

Setelah terbuka halamannya, maka klik Next
2

3. Pada halaman berikutnya, maka akan muncul form untuk diisi sesuai dengan alamat path instalasi kita. Pada Web address dan Moodle directory, akan muncul otomatis sesuai. Sedangkan Data directory sebenarnya fleksibel diisikan dimana saja, asalkan tidak sama dengan Moodle directory. Sebagai informasi, Data directory ini digunakan sebagai data cahing yang akan menyimpan semua data akses kita agar lebih cepat pada akses berikutnya. Pada Moodle, folder ini penting untuk dibuat. Akhiri dengan klik Next.
3

4. Pada halaman berikutnya, biarkan default saja pada MySQL kemudian lanjutkan dengan Next.
4

5. Tahap selanjutnya, kita akan membuat database  melalui phpMyAdmin. Buka pada tab baru di browser dengan alamat http://localhost/phpmyadmin. Pada Databases buat database baru dengan nama moodle.

5

6. Kembali pada tab sebelumnya, isikan Database name dengan moodle, sementara user dengan root. Untuk password biarkan saja kosong (blank), karena instalasi default pada xampp memang demikian. Lanjutkan dengan klik Next.

6

7. Pada halaman agreement, klik dengan Continue.
7

8. Halaman berikutnya, akan dilakukan checking komponen-komponen yang diperlukan Moodle. Jika semua paket yang diperlukan sudah lengkap, maka akan muncul teks “Your server environment meets all minimum requirements”. Lanjutkan dengan klik Continue.
8

9. Kemudian, tahap berikutnya merupakan fase instalasi, ini merupakan tahapan inti instalasi Moodle nya sehingga akan berlangsung relatif lama dengan masing-masing komponen akan muncul Success jika telah berhasil.

9

10. Jika instalasi telah selesai, maka masuk pada entry halaman admin, isikan username, password, dan komponen lainnya disini.

10

11. Jika telah selesai, maka akan terlihat halaman moodle nya melalui http://locahost/moodle

11

Oh ya, dalam instalasi moodle ketika menggunakan xampp, dalam beberapa kasus ketika telah terinstalasi akan muncul halaman blank sehingga tidak dapat diakses. Untuk mengatasinya sialakan buka halaman /moodle/admin/index.php dan temukan baris ini

redirect(“index.php?sessionstarted=1&lang=$CFG->lang”);

Berikan double slash di awal, sehingga agar tidak berfungsi menjadi

//redirect(“index.php?sessionstarted=1&lang=$CFG->lang”);

Demikian instalasi moodle pada PC Windows, semoga bermanfaat.

Salam,

Dedy Setyo

Konfigurasi Tayangan Live Broadcast Pada Moodle

Dalam pembelajaran jarak jauh, salah satu inovasi yang bisa dilakukan untuk percepatan penyerapan pembelajaran adalah menggunakan sarana broadcast streaming. Seperti layaknya kita menonton siaran televisi, walaupun satu arah, namun jika bisa dilakukan dengan baik maka peserta belajar akan mendapatkan outcome yang baik pula. Hal ini juga bisa menjadi siasat untuk memperoleh informasi/ilmu dari narasumber dari jarak yang jauh/ pada belahan dunia lainnya namun dilakukan secara real time. Semisal pada pembelajaran bahasa asing, kebutuhan untuk mendatangkan native speaker (penutur asli) bisa difasilitasi dengan tayangan broadcast melalui jaringan internet, kemudian disiarkan langsung melalui perantara Moodle kita.

Namun menyiapkan sistem penyiaran yang handal sekaligus mumpuni yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan ini tentu saja butuh biaya tak sedikit, diantaranya kita perlukan software broadcasternya (penyebar), hardware penyiapan studio, dan insentive SDM yang bisa mengelola dengan mahir hal-hal ini. Tapi jangan khawatir, saat ini beragam pilihan untuk melalukan broadcast sendiri nampaknya sudah banyak hadir dihadapan kita. Ada yang free, banyak juga yang berbayar. Tulisan ini membahas salah satu yang gratis diantaranya. Dengan backingan dari Google yang sudah tidak diragukan lagi kiprahnya di dunia maya, kalau sebelumnya Youtube yang sudah lama kita ketahui lebih banyak di wilayah layanan Video on Demand (VoD), saat ini youtube telah meluncurkan layanannya dalam bidang publikasi video streaming dengan nama youtube Live Events.

So, bagaimana cara memanfaatkan youtube Live Events ini sebagai broadcaster siaran langsung kita ?. Simak langkah-langkahnya dibawah ini. Oh ya, sebelum anda memulai langkah-langkah dibawah ini, diharapkan sudah tersedia webcam dan telah teruji dengan baik beserta koneksi internet yang memadai.

1. Pastikan anda telah memiliki akun gmail, dan sudah loginpada halaman youtube.com

2. Setelah login, nanti akan muncul pada halaman seperti dibawah ini, pada sisi pojok kanan atas ada gambar profile picture kita silakan klik, kemudian klik pada lagi pada opsi Video Manager

1

3. Kemudian akan muncul jendela Video Manager dibawah ini, silakan klik pada opsi Live Events
2

4. Akan muncul jendela selanjutnya, pada Basic Info sialakn diisi dengan nama channel, waktu publish dan keterangan singkat tentang materi. Akhiri dengan klik “Go Live Now”

3

5. Pada display “Ready to go!” siap untuk dilaunching dengan cara klik OK.
4

6. Akan muncul preview sekilas dari web cam anda, dari sini secara live sudah muncul seperti apa nanti tayangannya. Jika telah siap, sialkan klik Start Broadcast

5

7. Lanjutkan dengan klik OK

6

8. Ketika sudah live, maka sebagai salah satu opsi untuk menyebarkan (sharing) kita bisa memilih Links di Video Embed, silakan di copy saja pada salah satu course Moodle anda.

7

9. Masuk pada salah satu pekan. Tambahkan resource baru.

2

10. Kemudian, pilih Label dan lanjutkan dengan klik Add.

3

Kemudian pada menu ediotr, agar kode embed nya bisa terpakai, masuk pada mode HTML dengan cara klik edit HTML source

4

11. Silakan paste kode nya kemudian akhiri dengan klik Update

5

12.. Dan beginilah hasilnya, ta da.. ini hasil streaming saya menggunakan web cam PC di rumah, dari percobaan sederhana ini, terjadi delay sekitar 10 detik dari kondisi real. Dengan platform yang gratis ini, Saya sempat mencoba dalam durasi 4 menit kurang, hasilnya lumayan memuaskan. 🙂

8

Nah, jika telah live, maka hasil file nya akan otomatis tersimpan pada arsip video manager kita. Kita bisa melakukan publish atau unpublish sesuai kebutuhan kita.

9

Semoga tulisan ini bisa memberikan panduan bagi teman2 yang ingin mencoba melakukan publikasi live streaming sekaligus menampilkannya pada Moodle anda. Semoga bermanfaat.

Salam hangat,

 

Dedy Setyo

Integrasi Moodle dengan Big Blue Button untuk Live Conference

Komunikasi memang dibutuhkan oleh semua manusia, jarak yang berjauhan membuat orang membutuhkan media untuk menghubungkannya. Teknologi saat ini dengan perkembangannya yang begitu pesat, memungkinkan antar manusia yang satu dengan yang lainnya untuk berkomunikasi tatap muka melalui transmisi data. Sekilas info, jika anda akrab dengan komunikasi tatap muka Skype, didapatkan pada November 2014 kemarin techno Kompas melaporkan sudah terhitung 300 juta orang penggunanya, fantastis bukan ?. Ide ini nampaknya menarik jika bisa kita implementasikan untuk pembelajaran e-learning. Namun menggunakan skype dengan jumlah user lebih dari 2 orang akan dikenakan kredit biaya. Berpikir untuk mengintegrasikannya Live Conference dengan Moodle ?. Begini solusinya.

Menggunakan produk open source, kali ini kita akan mencoba mengintegrasikan Moodle dengan live  conference sendiri di jaringan/server anda. Sehingga anda nantinya dapat melakukan meeting/diskusi lebih dari dua orang yang akan melakukan pembicaraan. Kabar baiknya semuanya free alias gratisan !.  Tulisan ini ditujukan untuk anda yang ingin ngoprek tentang pembuatan komunikasi tatap muka gratis. Kita akan menggunakan Big Blue Button (berikutnya disingkat BBB).

Sekedar informasi, BBB ini merupakan produk open source dengan lisensi GNU GPL sehingga memungkinkan untuk penggunanya memodifikasi source code sesuai dengan kebutuhan masing-masing usernya. Ketika tulisan ini dibuat sudah sampai versi 0.9 beta. Untuk ujicoba penggunanya, BBB menyediakan versi trial yang bisa diintegrasikan dengan Moodle kita.

Bagaimana caranya ?. Mari kita mulai.

Sebelumnya pastikan browser pc anda sudah terinstal dengan flash player ( https://get.adobe.com/flashplayer ) dan java (http://java.com/en/download/)

1. Lakukan instalasi plugin BBB pada moodle anda. Akses disini https://moodle.org/plugins/view/mod_bigbluebuttonbn kemudian lakukan Download.

1

2. Setelah terdownload, maka upload pada folder /mod didalam instalasi moodle anda di server. Kemudian ekstrak sehingga mendapatkan satu folder baru : bigbluebuttonbn.

2

3. Login pada akun admin moodle anda.

4. Maka akan muncul halaman dibawah ini. Berupa notifikasi bahwa ada plugin baru yang terdeteksi. Segera lakukan upgrade database dengan cara klik Upgrade Moodle database now.

3

Ketika sudah sukses, akan muncul seperti dibawah ini. Lanjutkan dengan Continue.
4

5. Pada setting baru, maka akan diberikan URL dan kode rahasia untuk tes dan trial BBB. Untuk mencoba klik Save changes
5

6. Masuk pada kelas course anda, kemudian tambahkan activity atau resource baru.

6

7. Pilih pada BigBlueButtonBN lanjutkan klik Add.

7

8. Kemudian berikan atribut pengisian form nya,

form 1. Isikan nama dan ucapan selamat datang.

form 2. Berikan checklist agar semua conference harus ada moderator/admin/tentor.

form 3. Jika tidak ada kekhususan user maka pilih All saja.

Akhiri dengan save and display
8

9. Tunggu sejenak, anda akan login sebagai moderator.

9

10. Agar bisa berbicara, pastikan sudah ada microphone dan teruji dengan baik. Klik ikon Microphone.

10

11. Untuk ijin dari browser agar bisa terkonek dengan microphone klik Allow.

11

12. Untuk headset, jika anda mendengar suara tertentu. Klik Yes.

12

13. Muncul display pada browser.
13

14. Untuk share webcam anda, klik pada ikon Share Your Webcam

14

Klik pada Allow
15

15. Akan muncul preview tampilan di layar anda. Untuk memulai, klik Start Sharing.

16

16. Jika sudah dishare, maka rekan anda yang lain juga bisa bergabung ke dalam diskusi dengan melakukan langkah share yang sama. Seperti dibawah ini.

1

Mudah sekali bukan ?. Saat ini Moodle anda menjadi lebih powerfull karena sudah support pembelajaran live conference.

Sedekar informasi, bahwa BBB memiliki fitur yang cukup banyak. Selain bisa conference, ada juga fitur untuk chatting, presentasi virtual dan berbagi desktop. Tentu saja semua free.

Semoga bermanfaat.

Salam hangat,

 

Dedy Setyo.


Referensi :

  • http://tekno.kompas.com/read/2014/11/17/14100057/Skype.Kini.Hadir.di.Browser.Web
  • http://bigbluebutton.org/open-source-license-2/

Strategi Perubahan Pembelajaran dari Kelas Tradisional Menuju e-learning

Beberapa provider e-learning menganggap bahwa jika ingin melakukan konversi dari pembelajaran tradisional kedalam pembelajaran e-learning, maka hanya tinggal memindahkan semua konten/media kedalam Learning Management System (LMS) maka pekerjaan itu sudah selesai.

Namun sebenarnya langkah ini belumlah selesai. Memindahkan semua file presentasi/bahan-bahan pembelajaran dari yang tadinya tercetak hanya menjadi via file-file saja barulah satu tahap. Jika ingin tuntas dan menyeluruh, menurut Christopher Pappas ( seorang profesional e-learning penemu jejaring The eLearning Industry) harusnya dilengkapi dengan 5 langkah berikut. Apa sajakah itu ?, mari simak kelanjutan tulisan ini. Artikel ini disarikan dari http://elearningindustry.com/.

1. Mengidentifikasi format kelas e-learning.

Langkah ini untuk memilah dan mengklasifikasi kelas pembelajaran dilakukan dengan synchronous atau asynchronous.

Gambar diambil dari http://www.cognitivedesignsolutions.com/
Gambar diambil dari http://www.cognitivedesignsolutions.com/

a. Synchronous

Pertemuan langsung/live secara waktu, bersamaan antara tutor dengan peserta didik. Pada mode ini beberapa media yang bisa digunakan antara lain : live conference, chat, broadcasting dan private message.

Dalam platform ini, tutor dan peserta didik menyepakati waktu yang akan digunakan, sehingga bisa secara real time bertemu dalam perantara jaringan internet. Dalam pembelajaran tatap muka jarak jauh ini, tutor juga memiliki kewenangan untuk memilih peserta. Untuk pelaksanaan real time conference ini beberapa provider sudah menyediakan layanannya baik secara publik atau private, secara berbayar atau gratis. Contoh provider yang telah mengembangkan layanan ini  antara lain Skype, Open Meeting, Big Blue Button, Google HangOut dll.

b. Asynchronous

Pertemuan antara tutor dan peserta didik tidak secara langsung, terdapat delay antara penyediaan media dan pembelajaran yang terjadi. Contoh media  yang digunakan : Forum, gambar, video, sound, e-mail dan teks.

Terjadinya delay waktu antara penyediaan media dengan pembelajaran, memberikan waktu lebih banyak kepada peserta didik untuk bisa mendalami lebih lanjut materi yang telah disediakan. Selain itu, peserta didik juga diberikan keluangan untuk mengkaji materi-materi dari sumber yang lain untuk pengkayaan bahan ajar. Salah satu kelemahan yang ditemukan pada mode ini adalah jika adanya pertanyaan atau topik diskusi yang membutuhkan klarifikasi atau jawaban dari tutor maka membutuhkan waktu yang sangat tentative, tergantung dari kesediaan tutornya. Walaupun begitu, tentu saja sumber belajar tidak hanya berasal dari tutor semata, namun bisa juga didapatkan dari rekan sejawat.

c. Hybrid/Blended Learning

Ini kombinasi mode antara synchronous dengan asynchronous dimana fase ini biasanya ditempuh untuk masa adaptasi penerapan e-learning di masa-masa awal. Mode ini memungkinkan adanya mixed penerapan e-learning dengan kelas tradisional, adapun berapa persentasenya (antara e-learning dengan tradisional) tergantung dari masing-masing institusi. Sebagai gambaran jika dilakukan fifty-fifty semisal untuk pertemuan 10 x, maka 5x dilakukan dengan konvensional dan 5x dengan e-learning. Kombinasi inipun dalam perjalanannya bisa berkurang/bertambah tergantung dari masa transisi dan evaluasi.

Sebagai ilustrasi seperti nampak pada gambar dibawah ini (pengajaran berbahasa asing).

chart-blended

Dari 3 pendekatan kelas pembelajaran diatas , jika ingin memilih, secara pribadi saya lebih merekomendasikan menggunakan Blended Learning. Hal ini didasari oleh kebutuhan, bahwa proses adaptasi dari pembelajaran tradisional tentu saja membutuhkan waktu dan persiapan yang tidak sedikit. Walaupun begitu, pemegang kebijakan dan pelaksana lapangan harus menyepakati kapan pelaksanaan blended ini akan dilakukan evaluasi dalam rentang waktu tertentu. Sebagai alat bantu evaluasi, berikut saya sajikan tabel untuk analisis keterlaksanaan mode blended ini.

evaluasi

Sebagai sebuah komponen evaluasi, form diatas bisa disesuaikan dengan kebutuhan institusi. Jika nilai telah beranjak naik dari waktu ke waktu, mode blended ini bisa berubah prosentasenya.

2. Pemilihan Model Desain Instruksional

Menurut Marina Arshavskiy (2013), Model Desain Instruksional pada e-learning sendiri paling tidak terdiri dari 7 tipe.

a. ADDIE Model

b. Seels and Glasgow ISD Model

c. Dick and Carrey Systems Approach Model

d. ASSURE Model

e. Rapid ISD Model

f. Four-Door (4 D) eLearning Model

g. SAM Model

Akan coba saya paparkan ADDIE dan ASSURE karena sering dipakai dalam pengembangan sistem.

ADDIE Model kepanjangan dari Analyze (analisis), Design (desain), Develop(membangun), Implement (terapkan), dan Evaluate (evaluasi). Model ini cukup umum dikenal sebagai model yang fleksibel yang sering dipakai untuk pengembangan sistem. Disiapkan untuk membantu proses step by step yang membantu sistem desainer untuk membuat program yang sesuai dengan framework.

Kemudian untuk ASSURE Model

dikembangkan oleh Heinich, Molenda, Russell dan Smaldino, berdasarkan 9 even Instruksional Gagne. Model ini mengasumsikan bahwa desain kelas menggunakan berbagai tipe media dan secara khusus sangat bermanfaat untuk desain kelas e-learning.

ASSURE kepanjangan dari:

  • A – Analyze Learner (Menganalisis Pembelajar)
  • S – State Objectives (Menentukan Tujuan Pembelajaran)
  • S – Select Media and Materials (Memilih media dan materi)
  • U – Utilize Media and Materials (Menggunakan media dan materi)
  • R – Require Learner Participation (Membutuhkan partisipasi pembelajar)
  • E – Evaluate and Revise (Evaluasi dan revisi)

ASSURE-Model

assure-model

Kemudian untuk membandingkan diantara 2 model tersebut, silakan disimak melalui tabel berikut

tek 3

Pada Assure terlihat bahwa evaluasi dilakukan pada akhir fase, sedanggkan pada Addie evaluasi dilakukan pada masing-masing step.

Untuk pemilihan modelnya silakan bisa memilih diantara Assure atau Addie, atau bisa juga dilaukan kolaborasi diantara keduanya.

3. Menggunakan dan memperhatikan interaksi

Menurut Moore (1989), salah satu pioner dan pakar dalam pembelajaran jarak jauh, serta editor American Journal of Distance Education dalam pembelajaran jarak jauh, setidaknya akan terjadi 3 interaksi :

a. Pembelajar pada konten

Merujuk pada poin ini, perhatian dari pembelajar kepada konten materi memegang peranan penting akan tingginya serapan pembelajaran. Sehingga penyedia materi yang baik seyogyanya memperhatikan faktor ini sebagai faktor penyukses pembelajaran dengan cara mengkonstruk materi dengan cara yang kreatif, inovatif dan interaktif.

b. Pembelajar pada tutor

Tutor yang baik dalam pembelajaran jarak jauh, walaupun tidak dituntut untuk selalu online 24 jam, namun kesediaan membantu pembelajar akan menjadi nilai plus. Apalagi dengan karakter sebagian besar pengguna yang lebih ‘touching’ ketika berinteraksi dengan manusia.

c. Pembelajar pada pembelajar yang lain

Kita sadari sepenuhnya bahwa pada model pembelajaran jarak jauh, siapa saja dapat menjadi narasumber. Sehingga sistem e-learning tidak hanya mengandalkan sepenuhnya pada materi online atau tutor.

4. Memilih teknologi pendidikan yang tepat

Berbagai Learning Management System yang tersebar luas menawarkan berbagai pilihan teknologi, untuk bisa memilihnya, pertimbangan interaksi diatas dapat menjadi salah satu rujukan.

Seperti contoh pada Moodle, yang sudah menyediakan berbagai fasilitas interaksi.

a. Pembelajar pada konten

Video embed,

Gambar,

Animasi,

Sound,

Wiki,

Media hypertext.

b. Pembelajar pada tutor

Live conference,

Personal Message,

Forum,

Broadcasting Video.

c. Pembelajar pada pembelajar yang lain

Chat,

Forum,

Personal Message,

Wiki.

5. Menata Prosedur dan Survey

Setelah melakukan 4 poin diatas, sebelum menawarkannya kepada peserta didik, ada beberapa hal yang akan dilakukan untuk pengecekan akhir.

a. Survey

Melakukan survey diawal, dilakukan untuk mengetahui keinginan pembelajar terhadap konten yang akan kita tawarkan yakni berkaitan dengan desain interface, kegunaan, akses, analisis pengguna.

b. Saran dan masukan dari expert

Masukann dari expert sangat dibutuhkan sebelum kita launching course kita yakni dari beragam latar belakang diantaranya : subject expert, instructional designer, developer e-learning, pengembang materi.

c. Setelah mendapatkan masukkan, kita bisa melakukan revisi tahap 1.

d. Setelah direvisi, maka minta report kembali kepada expert yang sama pada poin b diatas.

e. Analisis data hasil feedback yang kedua

f. Revisi sistem e-learning final.

Sampai disini, semoga 5 step diatas berhasil membantu anda yang ingin melakukan konversi dari pembelajaran tradisional kepada e-learning.

Semoga bermanfaat.

Salam hangat,

Dedy Setyo

 Referensi :

  • http://elearningindustry.com/top-5-tips-to-convert-your-traditional-course-into-an-elearning-format
  • Arshavskiy, Marina. “Instructional Design for ELearning Essential Guide”. www.yourelearningworld.com. 2013.
  • http://lisahalverson.com/2011/01/25/moore-on-interaction-transactional-distance/

Setting SMTP Gmail Pada Moodle

Setelah pada tulisan sebelumnya membahas tentang konfigurasi form registrasi beserta custom nya, maka pada artikel ini akan dibahas kelanjutan setting e-mail setelah pendaftaran pada moodle.

Informasi sekilas, bahwa SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) sendiri merupakan protokol yang digunakan untuk mode pengiriman e-mail. Pada Moodle, e-mail ini salah satunya dipakai untuk notifikasi kepada user setelah dilakukan pendaftaran, selain itu, e-mail pada moodle banyak digunakan untuk informasi kepada user ketika sudah masuk pada course pembelajaran.

Namun pada realitanya, untuk pengaturan mail server pada masing-masing server memang tidak mudah. Paling tidak kita harus belajar tentang bagaimana proses email bisa dikirimkan dan diterima ke server lainnya. Tulisan ini untuk menyederhanakan, bahwa Google menyediakan port SMTP yang bisa digunakan oleh publik, sehingga anda bisa melakukan pengiriman e-mail pada moodle lewat perantara e-mail punya gmail, namun syaratnya Anda harus memiliki akun gmail. Mudah sekali bukan ?.

Walaupun diberikannya kemudahan oleh gmail tersebut, tidak bisa dipungkiri fasilitas dari gmail ini memang ada keterbatasan (seperti dikutip dari https://docs.moodle.org/25/en/Email_setup_gmail )

1. Tidak mensupport multi sender.

2. Limit pengiriman per harinya hanya 500 email untuk 500 alamat email yg unik.

Baik, sekarang kita akan ujicoba melakukan registrasi menggunakan form sebelumnya.

Seperti nampak pada form dibawah ini, kita akan isikan sesuai dengan permintaan. Akhiri dengan klik Create my new account

1

Setelah diisikan dengan lengkap, maka form registrasi ini harusnya akan mengirimkan notifikasi pendaftaram kepada peserta yang baru masuk. Namun setelah saya lakukan pengecekan pada email. Ternyata tidak didapati e-mail apa-apa dari moodle. Hal ini karena belum saya lakukan setting mail server pada hosting saya.

Nah sekarang, kita akan coba setting menggunakan SMTP gmail. Langkah-langkahnya demikian :

1. Login menggunakan akun admin.

2. Masuk pada Site administration >> Plugins >> Message outputs >> Email
2

3. Setelah masuk pada halaman baru, pada form isikan sebagai berikut :

SMTP hosts: smtp.gmail.com:465

SMTP security: SSL

SMTP username: Akun gmail anda, isikan lengkap dengan @gmail.com

SMTP password: Password akun gmail

Setelah diisi semua, akhiri dengan save.
3

4. Oke, setelah itu untuk mengujicoba, lakukan logout pada admin kemudian masuk pada form registrasi.

5

Setelah diisi semua seperti pada tampilan diatas, harusnya dalam beberapa saat anda akan menerima email seperti ini :

6

Mudah sekali bukan ?. Nampak pada pengirim (sender), akan muncul e-mail gmail anda yang tadi sudah dimasukkan seperti ini.
4

Samapi disini sebenarnya kita sudah selesai seting gmail pada moodle anda, namun beberapa admin moodle biasanya ingin melakukan custom terhadap redaksi e-mail yang dikirimkan seperti nampak diatas menggunakan bahasa sendiri. Bagaimana melakukannya ?

1. Masuk pada Site Administration >> Language >> Language customisation

8

2. Pada jendela baru klik pada English (en), ini karena seting bahasa masih default menggunakan bahasa Inggris, pada teulisan lain akan dibahas menggunakan pack bahasa Indonesia.
9

akan loading beberapa saat, kemudian muncul ke halaman baru  untuk melakukan Filter, karena banyak istilah pada moodle.

Show strings : pilih moodle.php

Only string contained : kita akan mengisikan isi email sebelumnya untuk melakukan filter, misalnya kita isikan “To confirm your new account, please go to this web address

Klik Show strings untuk memunculkan hasil filternya.

Berikutnya dihalaman yang sama, setelah muncul teks yang dimaksud, tuliskan teks sesuai dengan keinginan kita, misalkan “Konfirmasi email pendaftaran”.

Jangan lupa akhiri dengan Save changes to the language packs
10

3. Untuk melakukan ujicoba pendaftaran lagi menggunakan email yang sama, maka akun sebelumnya harus didelete, kecuali jika anda ingin mencoba pakai email yang lain. Untuk delete, klik pada Site Administration >> Users >> Accounts >> Browse list of users

14

Klik delete pada akun usernya.
11

4. Sekarang kita isikan lagi form isian pendaftarannya seperti ini. Akhiri dengan klik Create my new accounts

5

5. Maka email yang didapatkan saat ini sudah berubah redaksi tesknya.
12

Silakan melakukan ujicoba dengan redaksi teks lain agar lebih mudah dipahami oleh semua user baru anda. Selamat mencoba 🙂

Salam hangat,

 

Dedy Setyo.

Memonitor Aktivitas User Pada Kelas e-learning Secara Otomatis

Pada kelas e-learning yang sering terjadi biasanya kegelisahan guru pembimbing/tentor dalam memonitor peseta didik terhadap keaktifan menerima bahan/media ajar. Seberapa besar atensi yang dilakukan oleh peserta didik, kesulitan untuk dimonitor secara intensif. Apalagi jika peserta sudah sedemikian banyak dan waktu pembelajaran dilakukan secara Asynchronous (tidak real time/bersamaan).

Untungnya hal ini bukan menjadi masalah jika kita mengelola kelas e-learning kita menggunakan pernagkat Moodle. Sebagai salah satu Learning Management System (LMS) yang cukup populer didunia, fitur-fitur moodle secara berkala terupdate dengan lengkap, serta menjawab masalah-masalah yang terjadi dan sering ditemui dalam pembelajaran e-learning.

Menggunakan Progress Bar, peserta didik akan tahu sejauh mana akses materi yang dia lakukan serta berapa persen aktivitas pembelajaran yang telah dilakukan. Untuk pengajar/tentor, secara komunal akan diberikan laporan, berapa banyak peserta didiknya yang telah melakukan capaian-capaian. Progress Bar ini sendiri merupakan block yang kita tempatan pada salah satu sisi kelas virtual kita, yang akan memonitor dengan lengkap apa-apa yang telah dilakukan peserta. Sepengetahuan saya, ada beberapa plugin sejenis yang bisa kita manfaatkan untuk hal ini. Tulisan ini akan membahas Progress Bar terlebih dahulu.

Oh ya, sebagai informasi, kali ini saya menggunakan moodle 2.5. Selain itu, pastikan anda telah memberikan pointer tugas-tugas, bahan ajar atau quiz agar bisa dijadikan patokan prosentase aktivitas user/peserta.

Bagaimana caranya ?, pertama pastikan untuk mengujicobanya anda memiliki satu akun admin dan satu akun user untuk uji coba.

berikut langkah-langkahnya :

1. Login sebagai admin dalam sistem e-learning anda.

2. Buka link pluginnya disini, untuk melakukan download. Nanti akan muncul halaman seperti dibawah ini, kemudian klik Download.

1

3. Setelah terdownload, kemudian masuk pada halaman Site Administration >> Plugins >> Install add-ons

Perhatikan, pada pengalaman saya, untuk melakukan instalasi plugin baru melalui sistem nya langsung (tanpa bantuan FTP), kita harus meberikan akses permission 775 ke dalam folder block

4. Pilih Plugin type : Block

ZIP Package : pilih file yang telah terdownload tadi, klik Choose a file.

2

Masuk pada halaman berikutnya, klik Upload a file, pilih file  klik Choose File arahkan pada file yang dimaksud, akhiri dengan klik Upload this file.

3

Kembali pada halaman sebelumnya, maka sudah terlihat file yang telah dipilih. Lanjutkan dengan klik Install add-on from the ZIP file.
4

5. Akan muncul halaman berikutnya, yang akan melakukan validasi file yang telah kita upload secara otomatis. Muncul teks Validation passed! maka lanjutkan dengan klik Install add-on!
56. Finalisasi instal plugin akan selesai, setelah dilakukan Upgrade database moodle. Klik Upgrade Moodle database now
6

7. Terlihat notifikasi Sukses disana.
7

8. Masuk pada kelas virtual yang telah kita buat, hidupkan mode ubah (Turn Editing On). pilih salah satu block misalnya disisi kiri, kemudian tambahkan blok baru Progress Bar

8

9. Sudah terlihat disana, blok progress bar telah muncul. Didalam kelas saya, sudah tersedia dua bahan ajar, sehingga masing-masing bernilai 50%. Untuk mencobanya silahkan login menggunakan akun user. Semuanya berwarna merah, artinya belum ada yang dibaca/lihat.

9

10. Nah, ketika saya sudah coba membaca salah satu bahan, maka otomatis berubah menjadi hijau 50%. Artinya sistem sudah mendeteksi aktivitas user.

10

Pada tampilan admin, proses perekapan juga bisa dengan mudah dilakukan. Sampai disini saat ini, sekarang kita sudah bisa melakukan monitoring terhadap semua peserta. Semoga bermanfaat.

Salam hangat,

 

Dedy Setyo

Tips Menyembunyikan Logo Moodle di Theme After Burner

Posting kali ini saya akan menulis tentang suatu tips yang sebenarnya simple, namun untuk sebagian user bisa jadi akan sangat bermanfaat. Artikel ini dilatarbelakangi oleh banyaknya lembaga atau institusi yang dalam penerapan e-learning nya menggunakan moodle, namun tidak ingin logo moodle ikut-ikutan muncul di dalam home page nya masing-masing. Wallahu alam beragam alasannya, yang jelas memang sebenarnya di masing-masing theme konfigurasi nya berbeda-beda. Namun saya akan coba mencontohkan penerapan nya pada theme After Burner, salah satu theme favorit saya. 🙂

Sekilas info, theme ini sendiri sudah ada ketika kita baru instalasi moodle. Sudah mendukung drop down list, multi column, dan berbagai macam keunggulan lainnya.

Ayo kita mulai langkah-langkahnya..

1. Pastikan anda telah melakukan instalasi moodlenya, kalo saya versi 2.5

2. Tampilan awalnya, akan muncul seperti ini. Ini terlihat pada sisi kiri bagian bawah. Terlihat ikon dan logo khas moodle disana dengan warna kuningnya.

0hid

3. Login pada akun cpanel/hosting/path server anda.

Kemudian masuk pada folder /theme/afterburner/layout

edit pada file default.php

Silakan lihat pada baris 149-151 seperti ini :

<a href=”http://moodle.org” title=”Moodle”>
<img src=”<?php echo $OUTPUT->pix_url(‘footer/moodle-logo’,’theme’)?>” alt=”Moodle logo” />
</a>

kemudian non aktifkan pada baris tersebut dengan cara mengapitkan kode komen sehingga seperti ini

<!–

<a href=”http://moodle.org” title=”Moodle”>

<img src=”<?php echo $OUTPUT->pix_url(‘footer/moodle-logo’,’theme’)?>” alt=”Moodle logo” />
</a>

–>

Penampakannya seperti dibawah ini

1hid

4. Kita akan melakukan clear cache, caranya masuk sebagai admin, kemudian masuk pada

Site Administration >> Apeearance >> Themes >> Theme Selector

Masuk pada theme After Burner, kemudian klik “Clear theme caches”

2hid

5. Beberapa saat setelah clear caches, maka silakan lihat pada bagian sisi kiri bawah. Maka logo moodle warna kuning tadi sudah hilang.

3hid

Gampang sekali bukan ?. Untuk themes lainnya, silakan dieksplorasi sendiri. Semoga bermanfaat.

Salam hangat,

 

Dedy Setyo