Mengkombinasikan Game Software dengan Pendidikan; Evaluasi Keefektifan Pembelajaran

Tulisan dibawah ini merupakan analisis jurnal pendidikan Internasional yang difokuskan pada Teknologi Pembelajaran, Game pendidikan, dan Media. Merupakan bagian dari serial lanjutan kuliah yang bisa diakses dari sini. Didedikasikan untuk teman-teman yang fokus pada minat study ini dan yang sedang penelitian membutuhkan jurnal yang terkait. Bagi yang menginginkan file jurnal aslinya silakan share URL tulisan ini di wall FB anda dan kabari sy via akun FB dedy setyo. Saya targetkan kurang dari 2 x 24 jam akan terkirim ke e-mail Anda. Gratis tis tanpa dipungut biaya sepeser pun.he.he.. Selamat membaca !.


Identitas Jurnal

Penelitian dari :

Maria Virvou, George Katsionis and Konstantinos Manos. Department of Informatics.

University of Piraeus, Piraeus 18534, Yunani. 2005

Judul Penelitian :

Combining Software Games with Education: Evaluation of its Educational Effectiveness.

(Kombinasi antara software permainan dengan pendidikan : Evaluasi dalam keefektifan pendidikan)

Nomor Jurnal :

Educational Technology & Society, 8 (2), 54-65. University of Piraeus, Piraeus 18534, Yunani

ISSN 1436-4522 (online) and 1176-3647 (print). © International Forum of Educational Technology & Society (IFETS). 2005.

Keywords  :

Educational software games, Virtual reality, Evaluation, Intelligent tutoring systems, Student model

 

Resume dan Laporan :

I. PENDAHULUAN

Proses dalam pembelajaran adalah system yang multi kompleks karena akan berhubungan dengan banyak hal. Konsekuensinya adalah perlunya banyak cara dan ide untuk membuat teratasinya masalah-masalah dalam pembelajaran dan meningkatkan motivasi serta partisipasi peserta didik dalam belajar. Saat ini, kemajuan teknologi telah membawa perubahan pada setiap hal, hal-hal yang sebelumnya dilakukan secara konvensional sekarang dapat dilakukan dengan pendekatan teknologi. Siapapun yang melihat pada rentang usia anak-anak sampai remaja diketahui bahwa pada usia mereka ketertarikan terhadap software permainan. Continue reading “Mengkombinasikan Game Software dengan Pendidikan; Evaluasi Keefektifan Pembelajaran”

Public Speaking; Bagaimana mengungkapkan ide didepan audience dengan efektif?

Saya agak lupa, sudah berapa kali diminta membawakan materi tentang public speaking ini. Siang ini Ust Hali, teman karib saya meminta saya untuk menyampaikan bab tentang bagaimana menjadi presentator yang baik. Acara siang ini adalah pembekalan bagi santri yang akan presentasi tentang karya tulisnya kepada sidang pengujian yang memang sudah menjadi agenda rutin di sekolah kami SMA Islam Nurul Fikri Boarding School, Serang – Banten. Sekedar sekilas info, karya tulis baik penelitian ataupun non penelitian menjadi karya wajib untuk siswa kelas 10 dan kelas 11 jika ingin naik kelas dan meraih cita-cita di masa depannya dengan baik, ceileh..bahasanya..ha ha. Oke, pikir saya untuk review ingatan dan materi, mendingan saya tuliskan di blog DedySetyo.Net sekalian mudah-mudahan bisa berbagi dengan teman-teman lain yang membutuhkan. Tidak bermaksud narsis, beberapa kali menjadi pembicara di forum/seminar/pelatihan tingkat sekolah, regional, provinsi dan nasional cukup menambah jam terbang saya, bisa dicek di About Us.

Kemampuan komunikasi sebenarnya sudah kita kuasai sejak balita, bahkan anak saya sudah bisa berbicara “ummi..”(panggilan untuk ibu saya a.k.a istri saya) ketika umur 1 tahun 3 bulan, cuman masalahnya kosakatanya yang sedemikian terbatas membuat kami kadang-kadang harus menebak apa yang menjadi maksud dan keinginannya. Begitulah komunikasi, syarat penting pertama untuk terjadinya komunikasi adalah adanya yang berbicara dan yang mendengarkan, kedua, agar nyambung “channel” kedua pihak (pembicara dan pendengar) haruslah sama. Terjadinya lost komunikasi antara anak balita dengan orang tuanya karena kebanyakan orang tua tidak menyesuaikan “channel” si anak.

Menurut D.B. Curtis:1992,  Komunikasi efektif adalah Kemampuan mengirimkan pesan dengan jelas, manusiawi, efisien dan menerima pesan secara akurat. Ya, begitulah, indikator efektif terletak pada “pesannya yang jelas”, tidak ambigu (bermakna ganda); “manusiawi”, memangnya kita bukan manusia?.ha ha.. maksudnya bicaralah sesuai dengan maqom/tingkatan pendengarnya. Syarat ketiga adalah “efisien dan akurat”, sederhananya adalah gunakan kata yang singkat, bermakna dan audiens ngerti apa yang kita maksud. Contoh penyampaian kalimat yang ambigu, tidak manusiawi sekaligus tidak akurat semisal “Si Tomi makan anjing mati mendadak”. Walaupun hanya urusan koma, kalimat ini cukup telak kesalahannya. Satu, ambigu (bermakna ganda), apakah maksudnya “Si Tomi makan, anjing mati mendadak”, apakah “Si Tomi makan anjing, mati mendadak” ataukah “Si Tomi makan anjing mati, mendadak”. Kedua, tidak manusiawi, masak iya ada orang makan anjing mati ?..ha ha..*kidding. Jelasnya begini, gunakan penggalan atau penjeda huruf yang tepat. Sehingga orang tidak memiliki tafsir lainnya. Continue reading “Public Speaking; Bagaimana mengungkapkan ide didepan audience dengan efektif?”

Kekuatan Video Sebagai Media Pembelajaran

Tahukah Anda artis-artis yang populer gara-gara video rekaman pribadinya muncul di situs video sharing ?. Jika iya, maka diantara beberapa jawabannya adalah Justin Bieber, penyanyi bernama lengkap Justin Drew Bieber ini “muncul” ke permukaan dunia hiburan setelah video rekamannya pada kontes menyanyi “Stratford Star” di Ontario yang dipublikasikan di YouTube oleh ibu Justin pada tahun 2007. Baru dua tahun kemudian (2009) namanya dikenal oleh publik Amerika Serikat. Saya coba sebutkan lagi contohnya, pernah ingat tayangan yang marak di berbagai media Indonesia beberapa tahun silam tentang tayangan lagu “Keong Racun” oleh Sinta dan Jojo ?. hampir-hampir mirip dengan kisah Bieber tadi, video lipsync diperankan oleh Sinta (Sinta Nurmansyah) dan Jojo (Jovita Adityasari), dua orang mahasiswi asal Kota Cimahi-Jawa Barat, yang kemudian diunggah di situs YouTube juga. Sampai dengan tulisan ini dibuat “keong racun” dilihat oleh 7,767,105 (Tujuh Juta Tujuh Ratus Enam Puluh Tujuh Ribu Seratus Lima) orang, 8693 komentar.

Yang ketiga adalah yang artis “dadakan” Youtube bernama  Park Jae Sang, atau yang lebih dikenal Psy dengan “Gangnam Style” nya. Gangnam style dilihat oleh 1,157,932,947 (Satu Milyar Seratus Lima puluh tujuh juta Sembilan ratus tiga puluh dua ribu Sembilan ratus empat puluh tujuh) orang, 4,823,369 komentar per tulisan ini dibuat. Dipublikasikan 15 Juli 2012, kira-kira enam bulan setelah publikasi berhasil membuat sejarah video dengan ranking tertinggi penayangan di dunia maya. Pernah di undang sebagai tamu spesial di acara-acara TV Amerika membuat nama Psy makin mendunia, bahkan terakhir kali Psy di undang ke Thailand untuk menghadiri pesta ulang tahun ke 85 raja negara gajah putih tersebut. Continue reading “Kekuatan Video Sebagai Media Pembelajaran”

Penyebaran Informasi; Media ditangan kita

Perkembangan dunia Teknologi Informasi dan Komunikasi salah satunya ditandai oleh hilangnya sekat ruang dan waktu antar manusia satu dengan yang lainnya, ditempat satu dan ditempat lainnya. Dalam beberapa detik informasi menjadi tersebarkan dengan sangat mudahnya, publikasi menjadi hal yang bisa dilakukan oleh siapa saja, siapa yang mau maka dialah yang akan menjadi penyebar informasi. Komponen penting dalam dunia komunikasi dan informasi inilah yang sering kita nikmati dalam dunia Internet inilah yang disebut jejaring web (website). Website didunia ini menurut sumber http://www.worldwidewebsize.com/ (per 8 Januari 2013) telah mencapai angka yang fantastis, berikut saya sajikan datanya :

index google

Data di atas ini menunjukkan pada tiga bulan terakhir sejak tulisan ini dibuat, google telah berhasil menemukan index setidaknya 43 Miliar halaman web yang telah beredar di dunia maya. Walaupun pergerakannya sempat menemui pasang surut di akhir 2012, google berhasil meng-index perolehan angka yang naik lumayan signifikan sampai dengan pekan pertama di tahun 2013 ini. Mantab bukan ?.
Continue reading “Penyebaran Informasi; Media ditangan kita”

Flash Animation With SwishMAX; (Project Pertama) Membuat Teks Animasi Bergerak

Sebelum kita mulai, pastikan SwishMAX telah terinstall pada komputer anda, anda bisa mengecek dengan mencari logo seperti di bawah.

logo swishmax
logo swishmax

Anda dapat menemukannya pada Layar desktop anda atau melalui Start menu – All Programs – SwishMAX. Setelah berhasil menemukannya, berarti kita akan mulai … jangan lupa ..say bismillah agar diberikan kemudahan dan kelancaran dalam sesi kali ini. Amien.

Let’s Start.. Continue reading “Flash Animation With SwishMAX; (Project Pertama) Membuat Teks Animasi Bergerak”

Pengantar Contextual Teaching and Learning

Sebagai pendahuluan, tulisan dibawah ini dan serial “kuliah” berikutnya merupakan bahan diskusi dan tulisan saya dan teman-teman saat menempuh study di Pasca Sarjana jurusan Teknologi Pembelajaran. Harapannya bagi pembaca pada umumnya, ataupun teman-teman guru pada khususnya dapat memiliki khasanah baru tentang dunia pengajaran. Selamat membaca !.

Setelah melewati fase gelombang perubahan pertama (era agraris) dan kedua (era industrialisasi), menurut Futurolog berkebangsaan Amerika Serikat Alvin Toffler (dalam Abdul Hayyie al Kattani:2002), dunia tengah mengalami gelombang perubahan ketiga yaitu era informasi  Fase ini ditandai dengan ledakan informasi yang luar biasa. Keterbukaan dan penetrasi informasi terus menyelinap sampai pada sudut-sudut paling sempit dalam kehidupan manusia. Menurutnya, kemajuan peradaban suatu bangsa sangat ditentukan oleh kecerdasannya dalam menyerap informasi sebanyak-banyaknya. Dengan kata lain, ketidakmampuan dalam menyerap informasi secara maksimal akan mengakibatkan ketertinggalan peradaban suatu bangsa.

Berdasarkan argumentasi tersebut, maka  pendidikan sesungguhnya memegang peranan penting dan strategis terutama dalam upaya menyerap dan memanfaatkan informasi bagi kemajuan  peradaban bangsa Indonesia. Dari sekian banyak persoalan yang melingkupi dunia pendidikan di Indonesia, maka upaya peningkatan mutu pendidikan, baik mutu dari jenjang sekolah dasar sampai pada jenjang perguruan tinggi merupakan masalah memerlukan perhatian utama.
Continue reading “Pengantar Contextual Teaching and Learning”

Kenapa kita (harus) menulis ?

Jika menulis dianggap sebagai sebuah kesadaran, mungkin bisa dibilang saya (agak) terlambat mendapatkan “hidayah” ini. he he. maksud saya adalah, menulis seharusnya bisa dianggap sebagai sebuah kebutuhan. Entah itu kebutuhan publikasi, kebutuhan akademis/intelektual (tak akan mungkin anda akan mendapatkan gelar apapun tanpa melewati proses menulis ex. skripsi, tesis atau disertasi), bahkan bisa dianggap sebagai kebutuhan rekreasi. Kenapa menulis menjadi kebutuhan rekreasi ?, iya, menurut literatur yang saya baca bahwa rekreasi merupakan aktivitas penyegaran dari aktivitas yang menjadi rutinitas sehari-hari disamping pekerjaan reguler kita.  Jika biasanya anda bekerja dikantor setiap hari selama minimal 8 jam, maka lambat laun anda akan mengalami kebosanan, makin anda bosan, semakin pula anda akan tidak produktif. Hal ini bisa disiasati dengan kegiatan rekreatif namun tetap “produktif”, menurut bahasa saya inilah menulis.

Disadari atau tidak, menulis ternyata telah menjadi kehiduan bagian umat manusia sejak dulu, sejak dimulainya jaman sejarah manusia. Manusia telah melakukan aktivitas tulis menuls dimulai dari simbol-simbol yang terukir dibatu dan goa. Pada jaman kita saat ini, kita dapat mengetahui sejarah peradaban manusia dari peninggalan nenek moyang kita dulu. Bahkan kita tahu peradaban yang tertua adalah dari peradaban di dekat sungai eufrat dan tigris ya dari peninggalan merekalah kita belajar. Dikehidupan kita sekarang ini, sejak teknologi SMS diperkenalkan tahun 1992 oleh ilmuwan Inggris Neil Papworth, sejak saat itulah kita dapat berkomunikasi dengan teman atau saudara kita beribu-ribu kilometer jauhnya dan dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan dengan komunikasi lewat suara. Dibarengi juga oleh Mark Zuckenberg lewat karya fenomenalnya (red. facebook), maka “update status” pun menjadi aktivitas wajib kita hampir setiap hari. Inipun masih ditambah dengan kekuatan ribuan bahkan jutaan blog yang beredar di internet beserta jejaring sosial yang lainnya di dunia maya. So, sampai disini sebenarnya menulis sudah menjadi gaya hidup kita, sadar atau tidak sadar. Continue reading “Kenapa kita (harus) menulis ?”

Motivasi Menulis Habiburrahman El Shirazy

Menurut saya, menulis merupakan aktivitas yang gampang-gampang susah. Gampang jika memang sudah menjadi habit (kebiasaan) kita, susah jika jarang dilakukan dan malas untuk menambah input bahan tulisan, apalagi mendokumentasikannya dengan kurang baik. Semoga kita tidak tergolong yang kedua, he he. Ya, begitulah, “gampang-gampang susah” setidaknya lebih banyak gampangnya daripada susahnya. Hal yang paling mendasar untuk seorang penulis, biasanya kesulitannya terletak di bagaimana mencari inspirasi tentang bahan menulis yang sesuai dan yang pas dengan tematik yang menjadi tembakan kita.

kang abik dedy

Menurut kang abik (nama pena Habiburrahman El Shirazy) penulis Novel-novel Best Seller (Ayat-Ayat Cinta, Pudarnya Pesona Cleopatra, Ketika Cinta Bertasbih dan berbagai macam-macam judul lainnya) berdasarkan tingkat keuletan penulisnya, terbagi atas dua macam. Continue reading “Motivasi Menulis Habiburrahman El Shirazy”