PKS “juara” di Media Online

Media memang hebat, apalagi media online dengan jangkauan tak terbatas dan waktu selama 24 jam terus menerus memungkinkan dapat diakses oleh siapa saja. Setiap orang mampu “tersihir” oleh media, bahkan isu-isu tak penting pun dapat menjadi krusial dan teralihkan dengan peranan media ini ataupun sebaliknya. Wajar kiranya media oleh para pakar politik dikatakan sebagai pilar demokrasi ke empat, karena media dianggap sebagai suara yang netral (katanya ?) dibanding ketiga pilar demokrasi yang lain (eksekutif, legislatif dan yudikatif) dan lebih menyuarakan kepentingan/suara rakyat.

Media online terutama media sosial telah menjadi fenomena tersendiri hari ini, sejak kita ingat “gerakan sejuta koin untuk prita” , “gerakan mendukung cicak dalam cicak vs buaya” dll media online berperan dalam penyadaran masyarakat untuk berpolitik (dalam dunia maya). Mengamati beberapa laporan terkini tentang penggunaan jejaring sosial di dunia dan Indonesia tahun 2012-2013 terlihat begitu banyaknya penggemar jejaring sosial ini.

Menurut ethority.net bahwa di tahun 2012 facebook menjadi sosial media yang paling banyak diakses sebanyak 950 juta user, diikuti oleh Youtube (880 juta user), Wikipedia (410 juta), Blogspot (340 juta) dan Twitter (130 juta). Dengan banyaknya pengakses ini, seolah-olah jejaring sosial ini berhasil membentuk negara baru, negara “jejaring sosial”. Secara demographic terlihat dalam gambar di bawah ini.

World-Map-of-Social-Network-Dec-2012
Peta Dunia Jejaring Social 2012 menurut ethority.net

Data lebih terperinci lagi dari itu, saya dapatkan sebagai berikut. Dari total 62 persen yang mengaku pengguna media sosial di dunia, Indonesia menempati posisi pertama dengan 83 persen. Meskipun total populasi yang menggunakan internet di Indonesia belum sebanyak di negara maju karena hanya berkisar 20 persen, tetapi data ini menunjukkan perhatian netter Indonesia yang sangat besar terhadap media sosial.

Indonesia, menurut data Socialbakers terkini, merupakan negara terbanyak ketiga dalam populasi di Facebook, dengan 43.523.740 pengguna. Sementara di Twitter, menurut data semiocast.com Februari 2012 lalu tercatat pengguna dari Indonesia mencapai jumlah pengguna 20 jutaan atau menempati posisi kelima di dunia. Selain aktivitas di jejaring sosial, penelitian ini juga melihat tingkat penggunaan media sosial di forum-forum online.

digital_media_in_indonesia_bahasa
Data diambil dari SalingSilang dan BBH Asia Pasific

Parpol di Media Online

Mencermati gerakan partai dakwah ini sejak tahun 2004 memang luarbiasa, sebagai salah satu partai terbesar di Indonesia kiprahnya dianggap penting sebagai partai yang bersih dengan track record cemerlang, punya bargaining didalam kabinet dan parlemen serta memiliki basis akar rumput yang kuat sampai di tingkatan masyarakat (baca PKS). Catatan diawal tahun 2013 ini tentang “musibah” yang melibatkan salahsatu pimpinan partai ini, di dunia maya pun sempat juga heboh karenanya. Data yang berhasil saya ambil menurut politicawave.com per 2 hari yang lalu sebelum tulisan ini saya posting (9 feb 13), PKS berhasil menjadi topik utama perbincangan di media online dengan Sentiment Index tertinggi diantara semua parpol peserta pemilu 2014 (lihat Candidate Electability), sementara Candidate Electability sendiri adalah menampilkan posisi  dalam Sentiment Index, EMSS, dan Unique User. Kandidat dapat dikatakan baik apabila memiliki Sentiment Index yang lebih besar dari pada kandidat lain. Walaupun Trend of Awareness (jumlah percakapan yang terjadi semua kandidat selama seminggu terakhir) semakin menurun.

politik1

Sementara pada chart dibawah ini menunjukkan bahwa persentase jumlah percakapan semua kandidat (Share of Awareness) menunjukkan bahwa PKS sering disebut-sebut dan prosentasenya paling besar dibanding semua partai yang lain (34,6 %) dibandingkan peringkat 2 (PD 33,8 %), sejak tulisan ini dibuat memang PD lumayan populer mengingat ketumnya di “nonaktifkan” secara halus oleh SBY karena diduga ada kasus juga dengan KPK. dalam bagian Share of Citizen PKS juga juara dengan tertingginya nilai mencapai 30,3 %, Share of Citizen merupakan jumlah orang yang mempercakapkan tentang brand di media sosial, tetapi bukan jumlah percakapannya. Jadi, seseorang yang sama bisa membicarakan brand yang berbeda atau brand yang sama, beberapa kali. Dengan perhitungan ini maka kita bisa menghitung jumlah orang yang mempercakapkan brand atau dikenal dalam media tradisional sebagai “reach”.
politik2

Sekarang masuk pada Media Trend dari twitter.com PKS juga juara dengan percakapan yang terjadi paling banyak dengan 102.742 kali dibandingkan dengan PD sebanyak 99.609 kali.
politik3

Di jejaring social facebook.com pembicaraan tentang PKS (280 kali) masih kalah dengan PD (442), namun disini hanya dibatasi oleh sepuluh akun FB tiap parpolnya.
politik4
politik5

 

Fakta-fakta diatas ternyata tidak hanya omong kosong, karena setelah saya telusuri secara sampling dengan mencari data pada 3 media online nasional populer ternyata cukup banyak yang membicarakan tentang PKS, data-data ini saya ambil per 9 Februari 2012. Semisal pada detik.com dimana pada berita yang paling banyak komentarnya dari 8 berita yang muncul adalah semua berisi tentang PKS. Cek screenshoot dibawah ini.

BERITA PKS detik
Sumber detik.com per 9 Februari 2012

Pada inilah.com, kumpulan berita terpopuler berdasarkan klik pengunjung muncul ternyata kebanyakan berita tentang PKS.

BERITA PKS inilah
Sumber inilah.com didapatkan per 9 Februari 2013

Terakhir, pada Republika Online yang beralamat di republika.co.id ternyata pada berita yang terbanyak dikomentari memunculkan 3 berita dari 5 berita tentang PKS. Satu dan dua besar berisi topik tentang PKS.

BERITA PKS republika
Sumber republika.co.id pada 9 Februari 2013

begitulah media, kadang-kadang berlaku juga hukum “bad news is a good news“. Sehingga bagi awak media seringkali hukum pertama untuk menerbitkan berita adalah yang paling dianggap laku di masyarakat. Dan kesimpulan per tulisan ini di posting adalah PKS “juara” di media Online, juara menggunakan tanda petik dikarenakan arenanya sendiri baru akan dimulai 2014 nanti. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Salam hangat,

Dedy Setyo.

Mengatur Kategori Drupal dengan Mudah

Jumpa lagi dalam serial tutorial drupal, jika anda menyimak dan mempraktekan dengan terurut materi ini insyaAllah anda akan makin expert dari hari ke hari dalam menggunakan drupal sebagai salah satu CMS/frame work terbaik dimuka bumi ini. Namun, tak mengapa jika anda tidak mempraktekkannya secara terurut karena dalam tutorial inipun di desain dengan materi terpisah. Workshop kali ini akan membahas tentang pengkategorian di drupal.

Kenapa perlu kategori ?

Ini pertanyaan yang sering muncul dengan teman-teman yang sedang mengembangkan drupal untuk keperluan websitenya. Begini, sebenarnya dalam setiap perancangan website, kita dituntut untuk menyajikan materi dengan klasifikasi yang baik sehingga memudahkan user dalam membaca, menemukan dan mempraktekkannya dengan mudah. Untuk kita sebagai pemilik website, kategori dibutuhkan dalam memudahkan kita mengelola tulisan-tulisan yang telah dibuat agar dapat dipantau dan di menej dengan simple. Jika tulisan anda telah mencapai angka 20an keatas, anda akan menyadari keuntungan dari kategori ini.

Sebagai contoh perhatikan pada header dedysetyo.net ini, saya capture kan kategorinya seperti ini

dedysetyo.net kategori1

 

disana anda akan menemukan beberapa kategori semisal Inspirasi, Kuliah, Pendidikan dsb. Tulisan-tulisan dengan genre sejenis akan terkumpul pada link-link tersebut, oke bagaimana mengatur kategori pada drupal.  Semisal kita akan membuat pengkategorian semacam ini.

Kategori :

Olahraga

  • Sepakbola
  • Basket

Pelajaran

  • Matematika
  • Bahasa

Perhatikan, istilah pada drupal untuk Kategori adalah vocabulary, sementara Olah raga dan Pelajaran adalah terms. Anak dari terms (Sepakbola, basket, Matematika dan Bahasa) nanti kita atur di bagian parents dan related

Langkah-langkahnya begini :

1. Login pada drupal anda, kemudian masuk pada Administer–taxonomy (pada drupal pengaturan klasifikasi memiliki nama taxonomy), lanjutkan dengan klik Add vocabulary. 

dedysetyo.net kategori2

 

 

2. tambahkan vocabulary baru dengan nama kategori, pada Content types (termasuk dalam tipe konten) : Page (di checklist), pada settings ada 3 macam opsi yakni

  • Tags : isian kategori boleh diisi bebas sesuai dengan keinginan user, pada workshop kali ini kita unchecklist karena isi kategori sudah ditentukan.
  • Multiple Select : Memungkinkan boleh memilih lebih dari satu klasifikasi dengan menekan tombol CTRL, kita cheklist pilihan ini
  • Required : wajib untuk dipilih, kita cheklist juga disini

dedysetyo.net kategori3

 

Kemudian dilanjutkan dengan klik SAVE

3. jika berhasil akan muncul tulisan Created new vocabulary kategori. Klik add terms yang merupakan isian dari kategori, yakni Olahraga dan Pelajaran.

dedysetyo.net kategori4

 

4. Pada halaman baru, Term name diisi dengan Olahraga, kategori diisikan untuk mempermudah penjelasan, dilanjutkan dengan SAVE.

dedysetyo.net kategori5

 

jika telah muncul teks Created new term Olahraga artinya Olahraga sebagai sebuah terms telah terbuat. Dilanjutkan dengan pembuatan terms kedua yakni Pelajaran, silakan dibuat dengan cara yang sama dengan Olahraga.

dedysetyo.net kategori6

jangan lupa diakhiri dengan klik SAVE. Kemudian, bagaimana cara menggunakan kategori ini ?. Silakan klik Create content–page maka akan muncul kategori yang telah kita buat barusan, seperti tampilan dibawah ini :

dedysetyo.net kategori7
Tampilan setelah kategori berhasil dibuat

 

Oke, selamat anda telah berhasil menyelesaikannya. Kemudian, kita akan membuat child dari Olah raga (Sepakbola). Caranya begini :

1. Masuk lagi pada pada bagian Taxonomy, kemudian klik add terms
dedysetyo.net kategori102. Tuliskan nama : Sepakbola, pada advanced options silakan pilih Parents : Olahraga. Artinya adalah bahwa sepakbola ini menjadi anak/bagian dari Olahraga. Kemudian dilanjutkan dengan SAVE.

dedysetyo.net kategori8

 

Oke, jika sudah berhasil maka jika anda masuk pada Create Content–Page nanti akan muncul halaman seperti dibawah ini :

dedysetyo.net kategori9
Sepakbola berhasil diset sebagai child dari Olahraga

 

Untuk child yang lain dari Olahraga semisal akan ditambahkan Basket, Sepaktakraw dsb bisa menggunakan cara yang sama dengan ini.

Sampai disini pembahasan kita tentang kategori menggunakan taxonomy sudah selesai. Mudah sekali bukan ?. pada tutorial berikutnya akan dibahas bagaimana menggunakan kategori ini dikombinasikan dengan primary link.

Selamat mencoba !

Salam hangat,

 

Dedy Setyo.

Seri Trixbox 4. Konfigurasi IP Phone untuk telepon gratis via Trixbox

Daftar isi tulisan berseri trixbox :

  1. Seri 1 Membangun Sentra Telepon Gratis Berbasis VoIP 
  2. Seri 2 Konfigurasi PC Agar Dapat Terkoneksi dengan Server VoIP Trixbox
  3. Seri 3 Koneksi gadget android dengan VoIP trixbox
  4. Seri 4 Konfigurasi IP Phone untuk telepon gratis via Trixbox
  5. Seri 5 Seting Klien Linux Ubuntu pada VoIP Trixbox

Selamat membaca !


Menyambung bahasan tentang “Telepon gratis ala VoIP Trixbox” di serial ini, tulisan ini akan melengkapi device apa saja yang bisa terkoneksi dengan sentra telepon kita yang baru ini. Kali ini saya perkenalkan perangkat fixed phone model telepon meja dengan merk Yealink seri SIP-T20. Sebenarnya ada banyak macam model IP Phone ketika saya browsing untuk eksperimen ini. Oh ya, ada produk sejenis yang lumayan mantab untuk eksperimen, namanya ESCENE Entry Level IP Phone cocok bagi kamu yang pemula/mahir yang sedang ngoprek dengan budget terbatas. Kalo nggak mau ribet buat belinya, bisa pesan disini. Karena anggaran yang disediakan juga terbatas akhirnya saya putuskan untuk membeli model ini, terima kasih kepada Bidang LRC yang telah memfasilitasi riset kecil-kecilan ini he he.. ;). Berikut penampakan teleponnya.

dedysetyo.net ip phone1

Toh, dengan harga segitu fasilitas yang diberikan pun sudah sangat bejibun.. berikut saya kutipkan dari sumbernya.

Fungsi Umum
– TI TITAN chipset and TI voice engine
– 2 VoIP accounts, 2×15 characters LCD
– HD Voice: HD Codec, HD speaker, HD handset
– Voicemail, SRTP/TLS/HTTPS, VLAN QoS
– 2xLAN, Headset, Wall-Mounted

Spesifikasi Telepon

Fitur Telepon
2 VoIP accounts, hotline, emergency call
Call waiting, call transfer, call forward
Hold, mute, flash, auto-answer, redial
3-way conference, DND, speed dial
Phonebook import/export, call history
Volume adjustment, ring tone selection
Tone scheme, System log
Multi-language (more than 20)

Sistem Integrasi PABX
Dial plan, dial-now
Voicemail, MWI
Intercom, Paging
Call park, call pickup
Distinctive ringtone

Fitur Codecs dan Voice
Wideband codec: G.722
Narrowband codec: G.711, G.723.1, G.726, G.729AB
VAD, CNG, AEC, PLC, AJB, AGC
Full-duplex hands-free speakerphone with AEC

Fitur Jaringan
SIP v1 (RFC2543), v2 (RFC3261)
NAT Traversal: STUN mode
DTMF: In-Band, RFC2833, SIP Info
Proxy mode and peer-to-peer SIP link mode
IP Assignment: Static/DHCP
TFTP/DHCP client
Telnet/HTTP/HTTPS server
DNS client
NAT/DHCP server

Manajemen
FTP/TFTP/HTTP/PnP auto-provision
Configuration: browser/phone/auto-provision
Direct IP call without SIP proxy
Dial number via SIP server
Dial URL via SIP server

Keamanan
HTTPS (server/client)
SRTP (RFC3711)
Transport Layer Security (TLS)
VLAN (802.1 pq), QoS
Digest authentication using MD5/MD5-sess
Secure configuration file via AES encryption
Phone lock for personal privacy protection
Admin/user configuration mode

Fitur Fisik
TI TITAN chipset
3-line LCD with an icon line and 2×15 characters lines
31 keys including 9 function keys
4 LEDs: 1xpower, 2xline, 1xmessage
1xRJ9 handset port
1xRJ9 headset port
2xRJ45 10/100M Ethernet ports
Wall-mounted
Power adapter: AC 100~240V input and DC 5V/1.2A Output
Power over Ethernet (IEEE 802.3af)
Power consumption: 1.4-2.6W
Net weight: 0.77kg
Dimension: 185 x 200 x 90mm
Operating humidity: 10~95%
Storage temperature: up to 60°C

Nah kan buanyak banget, sampai capek ngebacanya..he he. Selain fitur diatas, sudah include didalamnya kabel UTP sekitar 0,5 meteran, kabel power dan penyangga telepon untuk diatas meja . Oke, langsung saja kita mulai bagaimana cara konfigurasi perangkat ini. Saya capturekan gambarnya agar mudah dipahami dan dipraktekkan.

Oke langsung saja, bagaimana memulainya ?. Yang pertama tentu saja adalah, kita harus meregistrasikan nomor telepon baru ke sentra telepon yang baru saja dibuat. Langkahnya begini :

Seting PC Server dari browser PC lain

1. Buka server VoIP kita di browser PC lain. Ketikkan alamatnya, sebagai contoh karena kita men-set pada tulisan sebelumnya dengan IP 192.168.6.31 , maka ketikkan IP tersebut. klik pada pojok kanan atas link switch maka akan muncul halaman login, defaultnya masukkan user name : maint ; password : password

Halaman awal trixbox
Halaman awal trixbox
Login Trixbox
Login Trixbox

2. Setelah berhasil masuk, Silakan klik pada PBX — kemudian PBX Settings

Klik PBX--PBX Settings
Klik PBX–PBX Settings

3. Pada sisi kiri, klik Extensions

Klik Extensions
Klik Extensions

4. Pada halaman baru Add an Extension, Device biarkan pada pada pilihan default, Generic SIP Device, kemudian klik Submit

Klik Submit
Klik Submit

5. Pada Extension silakan diisikan seperti ini (hanya sample), User Extension : 111, Display Name : demo, SIP Alias : 111

add extensionKemudian pada Device Options silakan isikan secret (password) dengan angka 123456
3

 

setingan yang lainnya biarkan saja default kemudian lanjutkan dengan tekan Submit.

2Lanjutkan dengan klik Apply Configuration Changes

Apply Configuration
Apply Configuration

lalu klik dengan Continue with Reload

Continue with reload
Continue with reload

Sampe disini, konfigurasi untuk server nya sudah selesai. Nah kemudian adalah bagian seting di IP PHONE nya.. Bagaimana langkah-langkahnya ?

1.  Pastikan kabel power dan kabel UTP telah tersambung dengan baik, sebelah kiri merupakan kabel power silakan dicolokkan ke listrik PLN, sementara kanan adalah kabel UTP bisa langsung dicolokkan ke switch terdekat. pastikan koneksi power/switch tidak ada masalah. Lha terus colokan sebelah kanan koq tidak dicolokkan apa2 ?, kalo ingin menyambungkan ke PC juga tidak masalah melalui jalur ini.

 

dedysetyo.net ip phone2

 

 

2. Setelah power disambungkan, maka otomatis akan langsung menyala. Pada tombol MENU kita explorasi sebentar, setelah ditekanakan muncul tulisan 1. Model

dedysetyo.net ip phone3

 

kita bisa tekan panah bawah, kemudian akan muncul keterangan Hardware, Firmware dan More… (setingan lainnya)

dedysetyo.net ip phone4

dedysetyo.net ip phone5

dedysetyo.net ip phone6

 

Setelah sampai di angka 4. More… ini kita bisa mencoba tekan tombol OK, tombol OK ini adalah tombol ditengah-tengah antara panah kanan, kiri, atas bawah. Kemudian akan muncul setingan tambahan yang lebih seru. Seperti dibawah ini ada seting Network dan Phone.

dedysetyo.net ip phone7

 

Oh ya, perlu saya sampaikan bahwa didalam jaringan kami semua IP untuk setiap perangkat yang tersambung akan dialokasikan otomatis, karena di mikrotik jaringan kami set DHCP di ON kan. Bagi anda yang baru belajar tentang DHCP, adalah kemampuan server untuk mem broadcast IP secara unik, sehingga tidak ada IP yang bertabrakan karena terjadi duplikat dalam jaringan yang sama. Untuk di mikrotik bisa googling disini, atau untuk distro linux lainnya banyak tutorial disini. Apakah harus dengan DHCP ?. Tidak harus, karena anda bisa saja men-set IP Phone ini dengan seting IP manual jika diinginkan.

Nah ceritanya, telepon saya dapat IP 192.168.20.51. Kalau sudah seperti ini, sudah enak sekali karena konfigurasi telepon bisa dilakukan dengan remote melalui browser.

dedysetyo.net ip phone9

 

Disinilah kita menset supaya IP Phone kita dapat menerima IP pada WAN Type pilih DHCP.

dedysetyo.net ip phone8

 

3. Nah melalui komputer yang telah terkoneksi dengan jaringan LAN dan IP Phone sekarang kita bisa meremote IP Phone melalui browser dan melakukan konfigurasi, silakan akses IP nya melalui 192.168.20.51. Jika muncul tampilan login, masukkan username dan password : admin (setingan default ip phone).

dedysetyo.net ip phone10

 

Pada setingan ini, silakan masuk pada tab Account, ada beberapa hal yang harus disesuaikan dengan setingan server, yakni;

Label : demo

Display Name : demo

Register Name : demo

User Name : 111

Password : 123456

SIP Server dan Outbond Proxy Server : 192.168.6.31

 

dedysetyo.net ip phone11

 

Kalau sudah sesuai, silakan SAVE pada bagian bawah. Sampai disini, jika setingan anda benar maka pada Account Status : Registered

Indikator yang lain adalah pada tampilay layar telepon maka akan muncul teks demo yang berarti konfigurasi telah benar dan telepon dapat berhubungan dengan server.

dedysetyo.net ip phone12

Oke selamat komunikasi telah dapat dilakukan, dengan cara ketik no telepon nya kemudian tekan OK. Anda bisa berkomunikasi dengan menggunakan gagang telepon atau menggunakan fasilitas loud speaker. Silakan saja mana yang lebih enak untuk anda.

Demikian konfigurasi singkat ini, pada tutorial berikutnya akan dibahas pengaturan trixbox untuk komunikasi multiconference, agar bisa lebih dari 2 orang yang bisa berkomunikasi sehingga diskusi/meeting akan lebih hemat dan leluasa..

Selamat mencoba !.

Salam hangat,

Dedy Setyo.

Komponen Contextual Teaching and Learning (CTL) (tulisan ke-2 dari 2 tulisan–habis)

Melanjutkan empat komponen CTL sebelumnya, bahasan di bawah ini menguraikan tentang komponen berikutnya. Selamat membaca !.

5. Pemodelan (Modelling)
Dalam pendekatan CTL, guru bukan satu-satunya model, model dapat dirancang dengan melibatkan siswa, model juga dapat didatangkan dari luar. Pemodelan artinya, dalam sebuah pembelajaran ketrampilan atau pengetahuan tertentu, ada model yang biasa ditiru. Misalnya, guru memperagakan bagaimana prosedur dalam penggunan alat tertentu seperti alat musik, alat praktik laboratorium, cara kerja mesin dan lain-lain. Dalam pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan misalnya, guru bersama siswa memperagakan bagaimana cara partai politik dalam berupaya mendapatkan dukungan massa, bagaimana prosedur pengadilan dalam menyelesaikan kasus pidana dan sebagainya.

Dengan pemodelan maka akan terhindar dari pembelajaran yang cenderung teoritis-abstrak sehingga terjadi verbalisme. Pemodelan bisa juga dilakukan oleh siswa yang mempuyai kemampuan yang lebih dibandingkan dengan temannya. Seperti memperagakan cara kerja suatu alat sebagai hasil karya ilmiah, membacakan cerpen ataupun puisi di depan teman-temannya. Dengan demikian pemodelan menjadikan belajar lebih bermakna sebab siswa diajak seperti menghadapi situasi yang sebenarnya sering ditemukan dalam  kenyataan hidup sehari-hari.

6. Refleksi (Reflection)

Refleksi adalah cara berpikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir ke belakang tentang apa-apa yang telah kita lakukan di masa yang lalu. Siswa mengendapkan apa yang baru dipelajari sebagai struktur pengetahuan yang baru, yang merupakan pengayaan atau revisi dari pengetahuan sebelumnya. Dengan refleksi maka siswa akan menyadari tujuan belajar mereka. Siswa secara mandiri akan mengikuti rencana belajar serta mengukur kemajuan diri sendiri dalam pembelajaran. Selain itu, siswa akan menyadari tentang kemampuan akademik apa yang sudah dikuasai dan pengetahuan belum didapatkannya. Dengan demikian dia akan terus menerus melakukan evaluasi baik rencana maupun target, serta pengalaman belajarnya.

7. Mencapai Standar Akademik yang Tinggi
Setiap orang tua tentu menginginkan anak-anak mereka sukses dalam pendidikannya. Namun, penguasaan materi yang bersifat hafalan (baca: tumpukan informasi tanpa makna) yang didapat dari kelas-kelas kovensional berdampak pada ketidakmampuan siswa dalam menjawab tantangan perubahan jaman di abad teknologi saat ini. Ada kesenjangan yang luar biasa antara belajar untuk mengetahui (learning to know) dengan belajar untuk melakukan (learning to do). Laporran dari SCANS (dalam B. Johnson: 2009 : 263) menyarankan agar keduanya tidak dipisahkan.

Standar akademik, sering disebut standar muatan adalah apa-apa yang harus diketahui dan dikuasai oleh siswa setelah menyelesaikan sebuah tugas, kegiatan, tugas praktik, atau setelah duduk di kelas tertentu. Kata “standar” memiliki arti yang sama dengan “tujuan”, ‘kompetensi”, “tujuan akademik”, dan “hasil”. (B. Johnson: 2009:261). CTL menghendaki para siswa mencapai standar tinggi. Jika sekolah standar akademik tinggi maka siswa dituntut untuk bekerja keras dan lebih kompetitif. Dengan demikian akan membuat siswa merasa lebih percaya diri untuk memilih masa depan. Standar unggul kompetensi lulusan sekolah harus terus ditingkatkan.  Untuk itu sekolah perlu melakukan uji mutu misalnya dengan melakukan studi banding ke berbagai sekolah dalamdan luar negeri.
8. Penilaian Otentik (Authentic Assessment)
Menilai peserta didik yang hanya berasal dari hasil tes formatif maupun sumatif sangat tidak memadai. Penilaian semacam itu tidak memberikan informasi serta gambaran yang utuh tentang kompetensi peserta didik. Penilaian demikian hanya bertujuan untuk mengetahui apakah suatu program pendidikan, pengajaran, ataupun pelatihan telah dikuasai oleh siswa atau belum. Angka atau nilai tertentu biasanya dijadikan passing grade (patokan) untuk menentukan penguasaan program tersebut. Jika melampau passing grade yang telah ditetapkan, maka siswa tersebut dinyatakan lulus, dan sebaliknya. Penilaian demikian sangat bersifat parsial, sebab penentuan kelulusan (baca: keberhasilan) siswa hanya berdasarkan nilai akhir ujian akhir.

Model pembelajaran CTL menggunakan penilaian otentik (Authentic Assessment). Penilaian otentik merupakan bentuk penilaian yang dilakukan secara berkala dan berkesinambungan. Penilaian ini dilakuan secara menyeluruh yang meliputi proses dan hasil pertumbuhan dan perkembangan wawasan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dicapai oleh warga belajar (Budimansyah, 2002 : 106). Dalam pembelajaran CTL, penilaian autentik dapat membantu siswa untuk menerapkan informasi akademik dan kecakapan yang telah diperoleh pada situasi nyata untuk tujuan tertentu. Menurut Elaine B. Johnson (2002: 165), penilaian autentik memberikan kesempatan luas bagi siswa untuk menunjukkan apa yang telah mereka pelajari selama proses belajar-mengajar.

Penilaian otentik menunjukkan bahwa belajar telah berlangsung secra terpadu dan kontekstual, dan memberi kesempatan kepada siswa untuk maju terus sesuai potensi yang dimiliki. Brooks&Brooks (dalam B. Johnson, 2002: 172), menegaskan bahwa  bentuk penilaian seperti ini lebih baik daripada menghafalkan teks, siswa dituntut untuk menggunakan ketrampilan berpikir yang lebih tinggi agar dapat membantu memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Adapun bentuk-bentuk penilaian yang dapat digunakan oleh guru adalah portofolio, tugas kelompok (proyek), demonstrasi (show case), dan laporan tertulis.

Referensi :

  • B. Johnson, Elaine, 2009, Contextual Teaching & Learning; Menjadikan Kegiatan Belajar-Mengajar Mengasyikkan dan Bermakna, Penerbit MLC, Bandung.
  • Budimansyah, Dasim, 2002, Model Pembelajaran dan Penilaian Berbasis Portofolio, PT. Genesindo, Bandung.
  • Depdiknas, 2003, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Pendidikan Nasional, Depdiknas, Jakarta.
  • Deporter, Bobbi & Mike Hernacki, 2001, Quantum Learning; Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan, Penerbit Kaifa, Bandung.
  • Dryden, Gordon, Jeannette Vos, 2002, Revolusi Cara Belajar; Belajar akan Efektif kalau Anda dalam Keadaan ‘Fun”, Bagian II Sekolah Masa Depan, Penerbit Kaifa, Bandung.
  • Hamalik, Oemar, 2004, Proses Belajar Mengajar, PT. Bumi Aksara, Jakarta.
  • Hayyie al Kattani, Abdul, Rekayasa Masa Depan Islam
  • Dengan Revitalisasi Warisan Klasik Islam (Turats) Sebagai Ilustrasi, 2002, pcinu-mesir.tripod.com
  • Indrati, Yuke, 2009, Pembelajaran Tematik Kelas Awal SD, puskur.net
  • Indrawati, 2009, Model Pembelajaran Terpadu di Sekolah Dasar untuk Guru SD, Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam (PPPPTK IPA)
  • Isjoni, 2009, Efektifitas Model Pembelajaran Cooperative Learning, xpresiriau.com
  • Isjoni, 2010, Mengapa Pembelajaran Kontekstual, xpresiriau.com
  • Isjoni, 2010, Pembelajaran Konstektual dan Motivasi Siswa, xpresiriau.com
  • Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
  • Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi –lampiran
  • Sanjaya, Wina, 2009, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Kencana, Jakarta.
  • Sudarmiatin, 2009, Entrepreneurship dan Metode Pembelajarannya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Jurnal Ekonomi Bisnis, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang
  • Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
  • Warpala, I Wayan Sukra, 2009,  Pendekatan Pembelajaran Konvensional, edukasi.kompasiana.com
  • Warsita, Bambang, 2008, Teknologi Pembelajaran; Landasan & Aplikasinya, PT. Rinela Cipta, Jakarta.

Kegiatan Penyusunan Naskah Ujian Sekolah SMA SMK untuk Kabupaten Serang

Alhamdulillah setelah dua hari satu malam berlalu, kegiatan penyusunan naskah Ujian Sekolah (US) SMA dan SMK tahun 2013 berlangsung tertib, damai, dan tidak ada huru-hara..haduh emang acara apaan..he he. Kegiatan ini diprakarsai dan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang bertempat di Hotel Mambruk, Anyer . Dimulai dengan pembukaan oleh pengawas sekolah oleh Bapak Sugeng dkk selaku pengarah petunjuk teknis penyusunan soal. Acara ini dilatarbelakangi oleh adanya keinginan Dinas Pendidikan untuk melakukan pemusatan penyusunan perangkat Soal (Kisi-kisi, kartu soal, soal 2 tipe dan kunci) agar fokus dalam pengerjaan harapannya kualitas soal yang dihasilkan pun akan maksimal. Rencananya kalau acara ini dianggap sukses, tahun-tahun mendatang akan diadakan kegiatan serupa.

Acara dimulai hari Rabu (6/2), kita diharuskan sudah check in sebelum pk. 14.00 WIB. Setelah menyelesaikan proses check ini, saya dengan Ust Hali (temen ngajar di NFBS) akhirnya dapat cottage dengan nomor 104. bergabung juga teman-teman dari sekolah lain, semisal SMAN Baros, SMAN Padarincang, SMAN Cikeusal dll. Mereka ini guru-guru hebat karena perwakilan sekolah masing-masing sekaligus Ketua/utusan dari MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) pelajaran di Kabupaten Serang, rata-rata sih guru-guru yang telah senior dengan pengalaman mengajar dan merasakan asam-garam interaksi dengan siswa lebih dari 15 tahun lamanya, Ust Hali saja teman satu kompleks ini sudah 15-an tahun menjadi guru, bandingkan dengan saya yang baru kemarin sore mengajar, baru di NFBS pula..he he.

Pembuatan Soal Ujian Sekolah Kabupaten 2013
Pembuatan Soal Ujian Sekolah Kabupaten 2013

Bertemu dengan teman-teman baru memang menyenangkan, berbagi pengalaman, cerita, motivasi dan inspirasi baru. Salahsatunya dengan Bapak Rohadi dari SMA N Baros (foto paling kiri pakai batik) ini yang pakar dalam Bahasa Inggris, beliau sekarang diamanahi sebagai ketua MGMP Bahasa Inggris Kab Serang. Walaupun background beliau adalah di bahasa, nampaknya semangat sekali dalam belajar IT khususnya teknologi populer saat ini. Hal ini nampak saat interaksi dengan beliau disaat-saat luang. Teman-teman yang lain pun sangat serius dalam pengetikan naskah soal sampai-sampai begadang dibarengi mimik wajah yang tegang..he he

Di hari terakhir, Kamis (7/2), sesuai dengan jadwal, alhamdulillah soal beserta perangkatnya telah selesai. Sehingga kita bisa pulang dengan nyaman karena telah menyelesaikan tugas. Semoga menambah manfaat, silaturahmi yang meluas dan terjalin dengan baik..

Presentasi Keunggulan Video sebagai Media Belajar

Slide presentasi ini berjudul The Power of Video as Learning Tools kelanjutan dari tulisan ini, bersumber dari buku karangan Sharon E Smaldino yang berjudul “Instructional Technology and Media for Learning”. Memamparkan bahwa dengan menggunakan video, sebagai salah satu produk media digital unggulan, siswa dapat lebih menyerap banyak materi pembelajaran dengan cepat, mengkonstruksi pengetahuannya serta mengikat maknanya dengan lebih mendalam.

Selamat membaca !

slide

(Project Kedua) Membuat Script Stop dan Label pada Swishmax

Oke, ketemu lagi di Training By Project SwishMax. Pada project kedua ini asumsinya anda sudah menguasai langkah-langkah pada project pertama. Sehingga jangan berani-berani memulai project kedua ini sebelum project pertama anda kuasai (mengancam mode: on he.he.he).

a. STOP

Pada project kedua ini kita akan membahas tentang penggunaan script. Script ini diperlukan untuk memerintahkan animasi kita sesuai dengan yang diinginkan. Skenarionya adalah kita akan menghentikan animasi pada frame yang kita inginkan. Sangat sederhana pada praktek kali ini. Nah, sekarang kita mulai step by stepnya.

Buka kembali file project pertama anda, jika hilang maka silakan dibuat kembali. Tekan tombol CTRL + O secara bersamaan untuk membuka file anda.

1. Silakan amati pada layar time line, kira-kira seperti ini :

swishmax dedysetyo.net 1

Pada time line diatas akan didapati bahwa efek Blur akan selesai pada frame 20, dan berlanjut pada Fall Down pada frame 40. Nah, rencananya kita akan menghentikan animasi tepat saat Blur selesai pada frame 20, sehingga animasi tidak akan melanjutkan pada Fall Down.

2. Caranya adalah klik kanan pada frame 20 tepat di jalur Scene_1, kemudian klik Movie Control – Stop()  sehingga akan muncul gambar kira-kira seperti ini.
swishmax dedysetyo.net 2

Hasilnya akan didapati seperti ini

swishmax dedysetyo.net 3
Tepat pada frame 20 akan muncul huruf S beserta kotak merah kecil, yang berarti fungsi scrip ini sudah diterapkan. Silakan coba preview maka animasi tepat akan berhenti pada frame 20.

b. LABEL

Penggunaan label pada swishmax dipakai untuk menandai frame tertentu yang mempermudah penamaan. Pada animasi yang sudah kompleks label ini menjadi penting karena animator akan dipermudah untuk tahu dimana animasi tertentu berada. Seperti fungsi pada pembatas buku yang akan menjadi penanda pembaca dimana di berhenti membaca.

Untuk memulai penggunaan label ini, sebaiknya hilangkan (delete) terlebih dulu penggunaan script stop pada poin a diatas. Sehingga pada time line akan kita dapati kembali seperti ini.

swishmax dedysetyo.net 4
Skenario pada bahasan label kali ini adalah membuat looping (memutar kembali) sebelum sampai frame akhir. Contoh kali ini akan kita buat looping dengan menggunakan fungsi label pada frame 20.

Langsung saja mulai langkah demi langkahnya :

1. Klik kanan tepat pada frame 1 pada baris Scene_1 klik pada Frame – SetLabel (…) sehingga akan mucul gambar seperti ini

swishmax dedysetyo.net 5

Setelah di klik nantinya akan dibawa pada jendela baru seperti ini

swishmax dedysetyo.net 6

Pada kolom Label diatas, diisikan nama label. Contohnya abc, ini berarti bahwa pada frame 1 sudah diset dengan nama panggil abc

2. Kemudian akan kita atur setingan dimana looping akan berjalan. Silakan klik kanan pada Scene_1 frame 20, dan klik Movie Control—gotoAndPlay—gotoAndPlay (LABEL). Seperti pada gambar di bawah ini.

swishmax dedysetyo.net 7
Kemudian setelah diklik akan muncul gambar seperti ini

swishmax dedysetyo.net 8
Seperti pada gambar di atas ini, Label silakan diisi sesuai dengan nama label sebelumnya (yakni abc). Nah, sampai disini sebenarnya kita sudah selesai dengan hasil akhir akan Nampak seperti pada area yang ditandai diatas

Untuk mencoba hasil looping menggunakan fungsi label, silakan klik preview untuk mencobanya.

Lembar Evaluasi

  • Buatlah animasi dengan menggunakan 2 efek dari frame 1 s/d 30 (efek 1 frame 1 – 15, efek 2 frame 16 – 30), buatlah script stop diakhir frame.
  • Kemudian buat mekanisme looping (frame 25) dengan nama label oke pada frame 1

Komponen Contextual Teaching and Learning (CTL) (tulisan ke-1 dari 2 tulisan)

Melanjutkan bahasan tentang Contextual Teaching and Learning (CTL) sebagai salah satu pendekatan belajar yang kontekstual dan bermakna, berikut saya tuliskan apa saja yang menjadi komponen dari CTL. Harapannya menggunakan panduan ini, CTL dapat dengan mudah diterapkan dalam kelas-kelas kita. Karena adanya 8 komponen, saya bagi menjadi 2 bagian (masing-masing 4 paparan) agar tidak terlampau panjang serta fokus dalam pembahasan. Apa sajakah komponennya ?

1. Konstruktivisme

Prinsip-prinsip pembelajaran konstruktivisme meliputi membangun interpretasi peserta didik berdasarkan pengalaman belajar, menjadikan pembelajaran sebagai proses aktif dalam membangun pengetahuan tidak hanya sebagai proses komunikasi pengetahuan, kegiatan pembelajaran bertujuan untuk pemecahan masalah, pembelajaran bertujuan pada proses pembelajaran itu sendiri, bukan pada hasil pembelajaran, pembelajaran berpusat pada peserta didik, dan mendorong peserta didik dalam mencapai tingkat berpikir yang lebih tinggi (Warsita (2009 : 90).

Adalah Piaget yang mengembangkan teori ini. Menurutnya, bahwa pada dasarnya setiap individu sejak kecil sudah memiliki kemampuan untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Peserta didik, bukanlah seperti wadah kosong yang bisa dijejali dengan berbagai indoktrinasi pengetahuan oleh guru. Peserta didik sebenarnya mempunyai kemampuan dalam menyusun gagasan atau pengetahuan berdasarkan peristiwa yang terjadi di sekitarnya. Gagasan atau pengetahuan yang disusun oleh peserta didik akan menjadi pengetahuan yang bermakna dan tidak mudah dilupakan. Oleh karena itu, guru hanya sebagai fasilitator, dengan cara merekayasa kondisi tertentu agar proses belajar dapat berlangsung. Dalam belajar harus diciptakan lingkungan yang mengundang atau merangsang perkembangan otak/kognitif perserta didik. Dengan demikian, model pembelajaran CTL  melatih peserta didik untuk berpikir kritis dan krratif dalam mencari dan menganalisis informasi secara mandiri, sehingga mampu memberdayakan peserta didik untuk belajar sendiri. Continue reading Komponen Contextual Teaching and Learning (CTL) (tulisan ke-1 dari 2 tulisan)

Menggunakan module teks editor whizzywig pada Drupal

Coretan ini melengkapi sekaligus melanjutkan topik tentang drupal. Drupal sebagai salahsatu CMS terbaik di dunia dengan berbagai macam kelebihan telah dibahas pada tulisan sebelumnya. Berbagai kelebihan itu ditopang oleh banyaknya modules pendukung. Modules ini sendiri merupakan komponen pendukung, pelengkap dan masing-masingnya memiliki fungsi tertentu. Sebagai contoh mudahnya begini,  jika anda menaiki mobil, sebenarnya mobil ini disusun oleh bermacam-macam module, ada yang berfungsi melambatkan kecepatan (ini dinamakan module rem), ada pemutar audio (dinamakan audio player) dan berbagai macam perangkat yang lainnya inilah yang dinamakan module. Oke, sampai disini saya berharap anda sudah paham tentang module ini.

Sampai dengan tulisan ini dibuat drupal telah memiliki 20.221 module. Wow, banyak banget kan ?. untuk apa saja module2 ini ?. Ada untuk Administrasi, komunitas, e-commerces dan lain sebagainya. Pada bahasan ini kita akan membahas penggunaan module text editor yang ada di drupal.

Kenapa menggunakan text editor ?

Secara default, drupal sebenarnya memberikan kita kebebasan untuk menggunakannya termasuk menuliskan konten, pada drupal konten dituliskan dengan bahasa HTML. Bahasa inilah yang bagi orang awam akan kesulitan melakukan editing teks, sebagai contoh untuk menuliskan  BOLD  (tulisan BOLD dengan cetak tebal) maka dituliskan <b>BOLD</b>, dan semua perintah lainnya tergantung kemahiran anda menggunakan HTML. Penggunaan modul text editor ini untuk memudahkan pengguna awam sekalipun untuk mengoperasikan teks di drupal.

Text editor apa yang dipakai ?

Namanya Whizzywig . Apakah ini satu-satunya module text editor yang ada di drupal ?. Tidak, ada beberapa yang ada didrupal, namun module Whizzywig  ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan module serupa. Apakah itu ?, cek gambar di bawah ini.

13

 

Whizzywig diklaim oleh pembuatnya sebagai module dengan kecepatan akses paling cepat, memiliki ukuran paling kecil dsb. Untuk lebih lengkapnya silakan dicek ke halamannya langsung disini.

Langsung saja kita mulai, bagaimana menggunakan modules ini ? Continue reading Menggunakan module teks editor whizzywig pada Drupal

4 Perbandingan pendapat para ahli Teknologi Pembelajaran tentang Instructional Technology

1. Instructional technology is “the theory and practice of design, development, utilization, management, and evaluation of processes and resources for learning,” according to the Association for Educational Communications and Technology (AECT) Definitions and Terminology Committee

Yang berarti bahwa :

Instructional Technology adalah praktek dan teori disain, pengembangan, pemanfaatan, manajemen, dan evaluasi sumber daya dan proses untuk belajar,” menurut Asosiasi untuk dan Komunikasi Bidang pendidikan Teknologi ( AECT)

Referensi :

D. Randy Garrison and Terry Anderson (2003). E-Learning in the 21st Century: A Framework for Research and Practice. Routledge. ISBN 0415263468.

2.  Instructional technology is often referred to as a part of educational technology but the use of these terms has changed over the years.

Yang berarti bahwa :

Instructional Technology  adalah sering dikenal sebagai bagian dari teknologi bidang pendidikan namun penggunaan istilah dalam bidang ini senantiasa bergerak setiap tahunnya (karena perkembangan teknologi.)

Referensi :

Lowenthal, P. R., & Wilson, B. G. (2010). Labels do matter! A critique of AECT’s redefinition of the field. TechTrends, 54(1), 38-46. 10.1007/s11528-009-0362-y

3. “Educational technology (also called learning technology) is the study and ethical practice of facilitating learning and improving performance by creating, using and managing appropriate technological processes and resources.”

Yang berarti bahwa :

Teknologi bidang pendidikan ( juga disebut teknologi pembelajaran) adalah studi dan praktek etis belajar dan meningkatkan capaian dengan menciptakan, menggunakan dan memanage sumber daya dan proses teknologi yang sesuai.”

Referensi :

Richey, R.C. (2008). Reflections on the 2008 AECT Definitions of the Field. TechTrends. 52(1) 24-25

4. The term educational technology is often associated with, and encompasses, instructional theory and learning theory. While instructional technology covers the processes and systems of learning and instruction, educational technology includes other systems used in the process of developing human capability. Educational Technology includes, but is not limited to, software, hardware, as well as Internet applications and activities. But there is still debate on what these terms mean.

Yang berarti bahwa :

Istilah teknologi bidang pendidikan adalah sering dihubungkan dengan, dan meliputi, teori instruksional dan teori pelajaran. Ketika instructional teknologi meliput sistem dan proses instruksi dan pelajaran, teknologi bidang pendidikan meliputi sistem lain yang digunakan dalam proses pengembangan kemampuan manusia. Teknologi Bidang pendidikan meliputi, tetapi tidak dibatasi pada, perangkat lunak, perangkat keras, seperti halnya Internet aplikasi dan aktivitas. Tetapi masih adanya perdebatan tentang terminology ini.

Referensi :

Lowenthal, P. R., & Wilson, B. G. (2010). Labels do matter! A critique of AECT’s redefinition of the field. TechTrends, 54(1), 38-46. DOI: 10.1007/s11528-009-0362-y

Berbagi Semangat, Berbagi Inspirasi..