Category Archives: Moodle

Kumpulan artikel terbaik e-learning dengan moodle

Menambahkan Penangkal Spam reCaptcha pada LMS Moodle

Siapa yang tidak kesal jika sistem web pembelajaran yang sudah dibangun lama dan susah payah, akhirnya lama-lama menjadi berat untuk diakses dan tumbang karena servernya down. Ya, tentu saja kita tidak ingin bukan, itulah salah satu musuh pengembang sistem berbasis web yang dinamakan spam. Spam sendiri merupakan pesan elektronik yang berbentuk robot, biasanya berisi iklan (menyesatkan), iming -iming yang menjanjikan keuntungan finansial, dan menyebar ke segala arah. Modus kerjanya biasanya berjalan pada form pendaftaran user, forum-forum, ataupun e-mail. Secara umum spam ini sangat meresahkan karena jika dibiarkan terus menerus, akan mengakibatkan masalah serius pada sistem kita. Dalam hal ini pada sistem pembelajaran LMS berbasis Moodle kita. Hal inilah juga yang menjadi keluhan beberapa client konsultasi saya, mengeluhkan banyaknya spam yang menggangu kerja servernya.

Lalu kemudian bagaimana mengatasi hal ini ?. Untungnya google melalui tautan ini menyediakan solusi yang mudah sekaligus free untuk kita. Kita akan menggunakan program yang bernama Google RECAPTCHA.

Menurut google, recaptcha ini sendiri adalah :

reCAPTCHA is a free service to protect your website from spam and abuse. reCAPTCHA uses an advanced risk analysis engine and adaptive CAPTCHAs to keep automated software from engaging in abusive activities on your site. It does this while letting your valid users pass through with ease.

reCAPTCHA offers more than just spam protection. Every time our CAPTCHAs are solved, that human effort helps digitize text, annotate images, and build machine learning datasets. This in turn helps preserve books, improve maps, and solve hard AI problems.

Apa saja keuntungan menggunakan program ini ?

Menurut Google sendiri, setidaknya ada 3 hal, yakni : Advanced Security (Keamanan tingkat lanjut), Easy to use (Mudah digunakan), Creation of Value (Pembuatan/kebermanfaatan nilai).

captcha

Pada tulisan ini kita akan menempatkan recaptcha pada form registrasi usernya. Jika belum teraplikasikan maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini. (Defaultnya biasanya bertempat pada url /login/signup.php)

08

Oke langsung saja kita mulai, bagaimana menerapkan recaptcha ini kepada Moodle kita ?

1. Login sebagai admin user

2. Klik pada link Site administration >> Plugins >> Authentication >> Email based self registration

seperti nampak pada tampilan dibawah ini

01

3. Setelah muncul jendela baru, yang berjudul “Email-based self-registration”, pada Settings Enable recaptcha element pilih Yes. Kemudian akhiri dengan klik Save.

02

4. Kemudian buka tab baru pada browser anda, pastikan telah login pada google akun anda. Buka pada halaman ini https://www.google.com/recaptcha/admin klik Sign up Now!

03

5. Akan muncul halaman baru, isikan nama domain tempat dimana LMS Moodle anda bertempat, misalkan example.com dll. Kemudian klik tombol CREATE. Perhatikan, bahwa satu domain maka hanya akan diberikan code captcha satu saja, jika anda menginginkan lebih dari satu domain, maka tinggal mengulangi langkah ini dari awal.

04

6. Pada jendela baru, anda akan muncul Public Key dan Private Key secara otomatis. Anda boleh mencatat/mengkopinya pada halaman lain, karena suatu saat akan dibutuhkan.

05

7. Oke kita kembali pada Moodle kita.  Selanjutkan kita akan memasukkan Public Key dan Private Key yang barusan kita dapatkan pada halaman ini. Site Administration >> Plugins >> Authentication >> Manage Authentication

09

 

8. Selang tak berapa lama, akan muncul halaman dibawah ini, silakan masukkan public key dan private key yang telah disediakan, akhiri dengan klik Save Change

06

9. Nah sekarang, kita lihat perubahannya. Silakan anda logout dari Admin User tadi, kemudian klik link untuk pendaftaran user. Hasilnya akan nampak seperti dibawah ini ;

 

07

 

Terlihat jelaskan bedanya ?. Setelah dipakai recaptchanya, maka pada pendaftaran user akan muncul challenge dan form untuk diisikan huruf/angka acaknya.

Dengan ini semoga spam tidak lagi menghantui server anda dan katakan Good Bye untuk para spam 😀 .

Semoga bermanfaat.

Salam hangat,

 

Dedy Setyo.

Proposal Penerapan dan Pengembangan e-learning di Lembaga Pendidikan Anda

Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi pada saat ini telah merambah berbagai macam bidang. Merubah cara pandang kita, budaya kerja kita dan berbagai macam kebiasaan kita, semisal jika dulu kita akan berbelanja harus datang ke pasar/mall, maka saat ini kita sudah sangat akrab dengan belanja online dalam istilah IT nya dinamakan e-commerce sehingga untuk berbelanja maka tak perlu kemana-mana karena barang akan dihantarkan langsung ke depan pintu rumah kita. Jika pada zaman dahulu kita sering berkirim surat dengan sahabat kita yang berada pada negara lain, dan tentu saja ini memakan waktu, biaya dan tenaga maka saat ini kita telah akrab dengan surel (surat elektronik atau e-mail) sehingga pesan kita akan tersampaikan bukan lagi pada hitungan hari/minggu, tapi hanya dalam hitungan detik dan tidak akan salah alamat. Jika pada masa-masa sebelumnya kita kenal KTP sebagai kartu identitas kita, maka pemerintah hari ini telah menggalakkan penggunaan e-ktp untuk sentralisasi data masyarakat dalam satu database.

Ini adalah sekelumit contoh bagaimana penggunaan teknologi telah berpengaruh dalam sisi kehidupan kita, tak terkecuali dalam dunia pendidikan. Kelas-kelas konvensional dimana seorang tentor/guru harus bertatap muka untuk pembelajaran dengan peserta didik adalah model klasik, saat ini pembelajaran pun dapat dilakukan dengan jarak jauh (distance learning), begitupun dengan menghantarkan bahan ajar, media ajar, bahkan evaluasi dapat dilakukan oleh tentor/guru dalam waktu yang singkat dan menyebar ke segala arah. Partisipasi aktif peserta didik pun diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk bertanya, berdiskusi, menjawab pertanyaan, sampai dengan menggali sendiri informasi sebanyak-banyaknya informasi dilanjutkan dengan mengkonstruksi pengetahuannya sehingga bertambahlah pengalaman belajar dan mengikat makna, sampai disini harapannya tujuan dan esensi pembelajaran yang sesungguhnya akan didapatkan. Hal inilah yang dinamakan e-learning.

Mari kita cermati data-data berikut, dalam bukunya yang berjudul “The E-Learning Question and Answer Book”, Penerbit Amacom Publishing tahun 2003. Allan Henderson memaparkan bahwa perusahaan-perusahaan di Amerika dapat menghemat 50 – 70 % untuk biaya training dengan e-learning dibandingkan dengan metode konvensional (laporan Training Magazine). Dilanjutkan dengan laporan bahwa IBM berhasil membukukan keuntungan sebesar $375 juta dalam penggunaan e-learning pada tahun 2001. Sementara Hawlet Packard salah satu perusahaan elektronik terbesar di dunia pun berhasil mencatat keuntungan $5,5 juta karena mengubah pola training konvensional menjadi e-learning untuk karyawan-karyawannya. Contoh-contoh inilah yang menjadi bukti bahwa dalam penerapannya e-learning ternyata mampu menekan biaya menjadi sangat kecil karena dalam e-learning semua sumber/media belajar berbasis digital/paperless (tanpa biaya cetak), komunikasi dan transportasi pun dapat dihemat karena pembelajaran pun dapat dilakukan jarak jauh serta lebih interaktif. Untuk aspek lainnya, berikut kami paparkan perbandingan antara pembelajaran konvensional dengan e-learning, yakni sebagai berikut :

perbandingan

Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal yang berperan penting sebagai garda terdepan dalam mencerdaskan masyarakat dan putra putri bangsa, menggunakan media e-learning ini sebagai daya dukung untuk pengembangan kompetensi dan pengetahuan akan mempercepat tujuan pembelajaran dan penyerapan materi sehingga berdampak positif untuk lembaga pada khususnya dan segenap masyarakat Indonesia pada umumnya.

Bersama ini, ijinkanlah kami sampaikan proposal penerapan dan pengembangan e-learning jika kiranya lembaga pendidikan dimana anda bernaung memiliki keinginan atau master plan untuk akselerasi proses pembelajaran kedepan. Silakan unduh atau lihat saja disini.

Salam hangat,

Dedy Setyo Afrianto.

Teknik Mudah Membangun Server e-learning dengan Moodle

Apa kabar pengunjung dedysetyo.net ?, semoga kabar baik dan bahagia untuk kawan-kawan semua. Setelah beberapa lama vakum dari dunia tulis menulis, akhirnya kesempatan menulis pun datang, mood baik juga sedang muncul, so tunggu apa lagi ? mari menulis.. 😉

Tutorial ini sebenarnya kalau boleh jujur sudah agak banyak beredar di dunia maya, namun dilatarbelakangi sebagai penambah referensi sejenis bagi kawan-kawan yang membutuhkan dan catatan pribadi agar tak lupa, tidak ada salahnya saya tuangkan juga disini. Oh ya, khawatir anda kaget karena tidak sesuai ekspektasi anda, tutorial ini saya sajikan bagi pemula lho (yang baru belajar) di dunia opensource, linux, terminal dan konco2nya.. he.he 🙂

Niatan saya, tulisan dengan tajuk “e-learning” ini akan saya sajikan berseri agar lebih lengkap dan berjenjang.  Iya, membangun sistem e-learning dewasa ini sedikit demi sedikit telah menjadi kebutuhan lembaga/organisasi yang ingin melakukan perubahan. E-learning sendiri oleh Darin E. Hartley [Hartley, 2001] didefinisikan sebagai berikut;

e-learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain.

kata kuncinya adalah pada pelibatan media internet/intranet/jaringan komputer yang lain dalam rangka untuk membantu atau menunjang proses belajar mengajar.

Nah, membangun sistem e-learning menggunakan platform open source yang lumayan populer diantaranya adalah menggunakan moodle. Dikombinasikan dengan penggunaan server berbasis ubuntu 12.04 (turunan debian) kita akan coba lakukan instalasi di server lokal kita, instalasi di server hosting insyaAlloh tidak jauh berbeda koq..

Untuk tipologinya begini :

PC SERVER (Ubuntu server 12.04, pakai IP 192.168.0.10)  <– PC CLIENT (Windows XP/7, pakai IP 192.168.0.2)

tipologi ini sengaja saya susun bagi anda yang baru mau belajar ngoprek server, namun masih malu2 ke terminal (text mode maksudnya..he) dan rada malas baca howto 😉

apa saja yang di butuhkan ?

1. PC Server sudah terinstall ubuntu server 12.04, yang belum punya sila didownload

2. Source moodle versi 22, yang sudah stable bisa didownload disini.

3. Untuk remote nya saya paling hobi pake winscp dan putty silakan instalkan di PC CLIENT.

setelah semua bahan-bahan diatas lengkap di PC anda.

nah, anda nanti banyak bermain dan melakukan instalasi melalui PC CLIENT nya ya..

sebelumnya pastikan pc servernya bisa diremote dengan lakukan perintah :

apt-get install ssh

untuk instalasi paket ssh agar server bisa diremote

perintah diatas sebenarnya opsional bagi anda yang ketika instalasi OS nya lupa melakukan checklist install paket ssh.

sudo /etc/init.d/ssh start

untuk mengaktifkan service ssh

setelah servernya selesai di set agar bisa di remote, kita mulai ya ?

1. buka winscp di client, kemudian lakukan remote ke server 192.168.0.10

2. buka directory /var/www

3. silakan copy kan file source moodle ke directory tersebut

4. Setelah dicopy lakukan ekstrak dengan klik kanan(cek gambar di bawah ini)

1

nah terlihat ketika sudah di ekstrak maka akan muncul satu folder baru bernama “moodle”

2

5. Menggunakan browser favorit anda, kita akan lakukan instalasi via browser dengan membuka alamat http://192.168.0.10/moodle

silakan sesuaikan IP server anda jika beda dengan contoh tutorial ini.

Akan muncl opsi pilihan bahasa ketika akan melakukan instalasi, lanjutkan dengan klik NEXT

3

6. moodle membutuhkan folder untuk menyimpan data yang tidak bisa diakses oleh user umum, namanya “moodledata”. Ikuti saja path bawaan, lanjutkan dengan next.

4

jika muncul peringatan seperti dibawah ini, artinya kita sendiri yang harus membuat foldernya dan memberikan struktur aksesnya. Jangan khawatir, menggunakan winscp sangat mudah untuk dilakukan.

6

buat folder “moodledata” di directory var, kemudian seting properties permission menjadi 777 dan OK

5

7. Pada jendela pemilihan type database, pilih MySQL dan klik NEXT

7

8. Di jendela berikutnya Database settings, kita akan memberikan akses pada database yang nanti akan kita buat. Semisal buat nama database : moodle, isian lainnya silakan isikan sesuai keinginan anda. Setelah semua form terisi, tahan dulu, jangan buru2 klik NEXT karena akan percuma.

10

kita buat database dengan putty yang telah anda download, aplikasi putty ini bisa dipakai dengan hanya double klik saja. Kemudian login ke alamat server anda diikuti dengan user dan password.

anda bisa mengetahui versi mysql anda dengan cara ketik :

mysql -v

kemudian login di mysql anda dengan perintah

mysql -u root -p

silakan masukkan password akun anda.

8

 kita buat database baru nama moodle dengan perintah

create database moodle;

ikuti dengan enter

9

Silakan masuk lagi pada jendela Database settings kemudian lakukan Next

10

Masuk ke halaman baru, kita buat satu halaman bernama config.php pada direktori /var/www/moodle

11

Pake winscp caranya sangat mudah seperti ini

12

berikan nama config.php
13

sebagai contoh, silakan cek file disini sesuaikan dengan kebutuhan server anda.

berikan permission 777 pada file config.php tersebut dan lakukan OK.

14

lanjutkan dengan klik Next>>

15

Pada halaman agreement seperti dibawah ini, lakukan Continue.

16

Masuk pada halaman server check inilah ada unicode (warna merah) yang harus disesuaikan dengan kebutuhan moodle

17

menggunakan putty lagi, silakan lakukan beberapa entry di database;

use moodle;

18

ketik perintah berikut

ALTER DATABASE  `moodle` DEFAULT CHARACTER SET utf8 COLLATE utf8_unicode_ci;

19

kita cek kembali di jendela browser sebelumnya dengan cara refresh/ tekan F5 dan continue

20

ketika semua pesyaratan dianggap cukup, maka kita bisa lanjut ke tahapan berikutnya, menurut saya yang ini tinggal yang mudah2 saja..

21

masukkan atribut user akun admin moodle. Khusus pada isian password memang agak spesial karena kita harus mengisikan minimal 8 karakter, minimal 1 angka, min 1 huruf besar, min 1 huruf kecil dan min 1 meta keyword semacam : !@#$%…dst

22

Berikan isian untuk nama portalnya dan deskripsi. Untuk mudahnya registrasi user, set pada Self Registration : E-mail based..

23

Semuanya telah selesai, server e-learning baru anda siap untuk dipakai.

24

 

Mudah bukan ?. yang penting tetap mencoba dan berusaha, jangan sungkan untuk bertanya atau googling jika ketemu masalah.. nantikan seri e-learning berikutnya.

Selamat mencoba.

Salam hangat,

 

Dedy Setyo.