Seri Cloud 17. Integrasi ownCloud sebagai External Storage di LMS Moodle

Sebagai pengguna LMS Moodle yang setiap saat perlu melakukan penyimpanan dan update file, tentu saja diperlukan kapasitas tempat yang sesuai agar setiap saat kita membutuhkan file-file penting, atau sebaliknya menampilkan dari storage tersebut dengan mudah dan ringkas dilakukan. Namun jika kita menggunakan opsi pada server Moodle nya tentu saja akan menghabisi sisa free space nya, dan lambat laun akan membuat server kita menjadi berat diakses.

Daripada bingung, bagi teman-teman yang telah dengan sukses membangun server ownCloud nya, sebagai salah satu cloud storage yang dapat diandalkan (bagi yang belum mengenal ownCloud, bisa mengikuti seri tulisan ownCloud saya disini). Kali ini tulisan Saya akan membahas tentang penggunaan ownCloud sebagai external storage di Moodle menggunakan perantara webdav. Webdav sendiri merupakan ekstensi dari http untuk memudahkan kolaborasi dan manajemen antar file agar dapat dikelola dan difungsikan sesuai kegunaannya. Agar harapannya kita bisa menghemat kapasitas HDD di server moodle kita, selain itu juga sentra penyimpanan kita tidak terpisah dibanyak server sehingga dikemudian hari kita butuh file tertentu akan mudah mencarinya.

Oke langsung saja, kita mulai langkah2 nya :

1. Login sebagai Admin User di Moodle anda, dan aktifkan panel Editing dengan cara klik “Turn Editing On”

2. Kemudian pada “Site Administration” klik pada link Plugins>>Repositories>>Manages Repositories

1

3. Berikutnya akan muncul jendela bau, pada WebDAV repository pilih Enabled and Visible

2

4. Begitu opsi diatas diklik, maka akan jumping ke halaman baru WebDAV configuration. Pada halaman ini anda tinggal checklist saja pada semua opsi yang muncul, akhiri dengan Save.

3

5. Jika sudah  disave, akan muncul link Settings seperti dibawah ini, silakan klik saja.

4

6. Kemudian  buat alamat repositori baru, dengan cara klik “Create a repository instance”

5

7. Dilanjutkan dengan konfigurasi webdav, yakni mengisikan alamat server owncloudnya. Seperti contoh dibawah ni adalah alamat OC saya, untuk anda silakan sesuaikan sendiri. Lengkapi juga dengan user beserta passwordnya. Oh ya, pada OC dengan HTTP alamat port diisi 80, sedangkan HTTPS diisikan 443. Akhiri dengan klik save.

6

8. Kalau benar, maka akan muncul setingan barusan disini.

7

9. Sekarang saatnya kita ujicoba penambahan server barusan, silakan saja dicoba pada course manapun, kemudian seolah-olah kita akan menambahkan file baru. Jika berhasil, maka penampakannya seperti dibawah ini.

8

 

Alhamdulillah.. bisa juga kan akhirnya ?. Setelah ini harapannya ownCloud anda akan lebih powerfull menopang kebutuhan file-file anda pada tiap pembelajaran di Moodle.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Salam hangat,

 

Dedy Setyo

Seri Cloud 16. Cara Gampang Mounting ownCloud pada Folder Ubuntu

Bekerja dengan Cloud Storage ownCloud tentu saja akan sangat fleksibel, anda bisa mengakses semua file anda pada device apapun yang anda suka selama masih terhubung dengan jaringan. Tidak cukup sampai disini, kemudian saya berpikir bagaimana kalo dibuat saja folder yang nantinya akan bisa otomatis mounting (menyambung) ke dalam server ownCloud saya. Jadi ketika saya klik folder ini otomatis akan mengakses server saya secara langsung, begitu juga ketika saya mau melakukan penyimpanan file/folder, saya tinggal paste saja ke foler ini, dan secara otomatis pula akan masuk ke server cloud saya..

Hmm akhirnya saya terpikir untuk menggunakan webdav, sekilas info bahwa webdav ini pada dasarnya merupakan ekstension dari HTTP yang memfasilitasi kolaborasi antar user untuk me-manajemen sekaligus melakukan editing file-file yang terletak di web server (baca : sumber). Kabar baiknya, nautilus (file explorer) di ubuntu (OS favorit saya) bisa memfasilitasi kebutuhan ini dengan baik.

Oh ya, sekedar catatan, tutorial ini saya praktekan di Ubuntu 14.04, menggunakan versi OS lain, hasil/langkah2nya bisa jadi berbeda. Tapi untuk ubuntu versi dibawah nya (Ubuntu 12.04), akan coba saya sampaikan juga caranya karena asumsinya penggunanya masih cukup banyak.

Oke langsung saja, bagaimana melakukannya ?.

1. (Ubuntu 12.04) Buka nautilus anda, klik File >> Connect to Server seperti nampak pada gambar dibawah

(Ubuntu 14.04) Klik pada Network >> Connect to Server

2. Pada jendela berikutnya, masukkan konfigurasi servernya, pada penulisan alamat servernya, akhirkan dengan /remote.php/webdav, semisal server anda ber alamat pada http://localhost/owncloud maka penulisannya http://localhost/owncloud/remote.php/webdav

(Ubuntu 12.04)

Pada type dan folder silakan sesuaikan. Jika server owncloud anda sudah diaktifkan SSL nya, maka gunakan HTTPS. Sebaliknya jika belum, gunakan HTTP.

(Ubuntu 14.04)

Pada versi ubuntu ini, penulisannya harus lengkap, baik pada alamat servernya, maupun nomor port nya jika ada. Jika server anda pada http://localhost/owncloud, maka tuliskan disana : dav://localhost/owncloud/remote.php/webdav

Akhiri dengan klik Connect.

3. Masukkan user dan passwordnya akun owncloud anda. Pilih juga setting penyimpanan password yg anda sukai.

4. Oke, tak seberapa lama (tergantung kecepatan koneksi anda), maka di folder anda akan muncul file2 yang otomatis tersinkronisasi.

Sebagai contoh, saya akan coba paste kan file gambar dengan nama Cloud Computing.jpg

Nah ketika saya buka pada browser, maka otomatis akan muncul file yg tadi telah saya kopikan. Seperti tampak dibawah

Oke, gampang sekali bukan?. Saat ini dan seterusnya, jika ingin mengakses owncloud anda, tinggal klik pada folder tersebut.

Selamat mencoba. Semoga bermanfaat.

Salam hangat,

 

Dedy Setyo

Seri Cloud 15. Pembuatan dan Manajemen User OwnCloud

Kontributor Oleh : Irving Putra Paputungan (Mahasiswa S3 University Petronas Malaysia)

Sebagai salah satu jenis framework untuk sinkronisasi dan sharing data, owncloud pasti akan dihuni banyak user/pengguna. Setiap user akan meletakkan data-datanya di owncloud dan bisa jadi memberikan hak akses pada user lain pada data tersebut demi sebuah kepentingan kolaborasi.

Owncloud Administrator tentunya tidak bisa membiarkan begitu saja orang-orang yang tidak mempunyai kepentingan masuk kedalam owncloud, oleh karenanya dia harus me-manage user yang ada pada owncloud.

Di dalam owncloud, hanya administratorlah yang dapat membuat dan mengatur user.  Setelah login sebagai admin, arahkan kursor ke sudut kanan atas lalu klik admin. Dropdown setting akan keluar. Di versi sebelumnya, setting seperti ini ada di sudut kiri bawah.

1

Klik ‘Users’, maka akan nampak gambar sebagai berikut:

2

Mari kita mulai dari membuat user. Pada kolom Login Name dan Password, isilah dengan username dan password owncloud user yang akan dibuat.  Pada bagian Groups pilihlah atau isilah nama grup dimana username akan digabungkan.  Sebelum menekan Create untuk membuat user, berikan kuota storage maksimum untuk user tersebut pada bagian Default Storage.  Pilihan kuota ada beberapa (Unlimited, 1 GB, 5 GB, 10 GB, Other).  Group dan Quota dapat juga diisi atau dipilih setelah user dibuat.  Setelah keempatnya lengkap, maka tekan Create untuk membuat user yang baru tersebut.  Contohnya Login Name: g01668; Password: xxxxxx; Groups: Lab21; Default Storage: 200GB. User dapat mengubah passwordnya setelah melakukan login pada account dia sendiri.

3

Pemberian kuota storage di dalam owncloud, haruslah mempertimbangkan total storage yang akan digunakan secara bersama-sama sebagai Cloud Storage. Kuota ini dapat diubah dengan berjalannya penggunaan owncloud. Perlu diperhatikan jika di kemudian hari akan memperkecil kuota storage sebuah user, ini dapat mempengaruhi data user tersebut yang sudah tersimpan di dalam owncloud.

Setelah user dibuat, maka daftar user akan nampak di bagian bawah bagian pembuatan user. Tambahkan Display Name jika diperlukan (supaya mudah dikenali).

4

Sebagai tambahan fasilitas kaitannya dengan data sharing, owncloud memiliki kelebihan dalam pengaturan user, yaitu setiap user dapat dikategorikan dalam 1 atau lebih grup. Pembagian grup ini terkait dengan kemudahan klasifikasi user dan nantinya untuk urusan pengaturan privasi data. Kita dapat membuat grup-grup lain, tetapi grup tambahan itu memiliki privilege selevel grup biasa, bukan Admin. Usahakan user tidak dimasukkan ke dalam grup admin, karena nanti dia akan selevel admin. Berilah grup yang selayaknya pada sebuah user. Misalnya seperti yang terlihat gambar berikut.  Ada 1 grup admin dan 6 grup lainnya. User irving masuk ke dalam grup lab21.

5

Satu fasilitas lain dalam owncloud adalah Groups Admin, apa itu? Ini fasilitas baru. Fasilitas ini lebih kepada ‘upgrading’ level user.  Sebuah user dapat menjadi admin untuk grup tertentu. User ini nantinya bisa menambah ataupun mengatur user pada grup yang diberikan, namun dia tidak dapat mengatur grup tersebut. Contoh pada gambar berikut menunjukkan user Irving dapat mengatur user pada grup Lab14.

6

Sebagai penutup, pada user yang sudah ada, dapat juga dilakukan penggantian password atau bahkan menghapusnya. Penggantian password dapat dilakukan dengan menggeser kursor ke bagian password lalu menggantinya. Sedangkan penghapusan user dapat dilakukan dengan menekan tanda silang disebelah paling kanan pada sebuah user.

7

Migrasi user

Owncloud juga memberikan kemudahan jika kita akan pindahan data. Untuk mem-packing data, klik Setting – Personal –Export. Sebuah file berekstensi Zip akan di-generate dan diletakkan pada sebuah folder di dalam komputer. Jika ingin meng-unpack data kita, lakukan perintah Import.

 

Seri Cloud 14. Kirim Pesan Mudah dengan Internal Message

Melanjutkan penggunaan module dari seri sebelumnya. Kali ini saya akan coba bahas module menarik lainnya. Sedikit berbeda dari modul sebelumnya yang merupakan bawaan dari instalasi OwnCloud, modul ini bisa kita instalkan jika telah kita dapatkan sourcenya. Fungsi dari module ini adalah adanya kemampuan menjembatani komunikasi  antara user satu dengan yang lain, lebih dari itu, pun bisa mengirimkan pesan dari satu user ke group lain yang dinamakan Internal Message. Hebat banget kan ?. Tak sabar ingin mencoba ?. Silakan simak dan praktekkan langkah-langkah berikut.

1. Untuk mendapatkan source modul ini silakan akses kesini http://apps.owncloud.com/content/show.php/Internal+Messages?content=154784

1

Lihat pada sisi bagian bawah, maka akan anda dapati link “download” seperti dibawah ini2

2. Saya asumsikan anda telah selesai melakukan download. Segera lanjutkan dengan uncompress/extract file yang telah anda download. Folder hasil extract bernama “internal_messages-master”

3. Kopikan pada folder /var/www/(folder cloud anda)/apps

kalau saya bertempat di /var/www/nfbscloud/apps sehingga posisinya terletak seperti struktur dibawah ini

3

4. Login menggunakan akun admin anda, kemudian masuk ke dalam menu “Apps” di bawah admin, disisi kanan atas.

11

5. Anda akan mendapati ada module “Internal Message” disana, kemudian Enable kan

4

6. Setelah aktif, maka disisi kiri akan muncul ikon seperti amplop dibawah ini, artinya instalasi module anda barusan berhasil dilakukan.

5

7. Berikutnya, anda sudah bisa melakukan ujicoba menuliskan pesan kepada user lain, misalnya, saya sekarang sedang menggunakan user admin ingin menuliskan pesan kepada user dedy, maka baru saja saya mengetikkan “de” akan muncul rekomendasi ke nama “dedy” disinilah hebatnya. Lanjutkan dengan menuliskan terserah saja, akhiri dengan klik “Send Message”

6

8. Selang tak lama maka akan muncul kabar Success terhadap pengiriman pesan kita barusan.

7

Untuk mencoba mengetes apakah user dedy menerima pesan admin barusan, saya coba lakukan logout, kemudian login dengan akun dedy.

9. Setelah berhasil login, maka didapati muncul di sisi sebelah kiri gambar amplop diikuti dengan kurung satu (1), yang menandakan bahwa sudah ada pesan yang masuk satu buah.

8

10. Dan beginilah hasilnya, pesan saya tadi berhasil diterima dengan baik. Disertai foto pengirimnya juga yang menawan..he.he

9

Menggunakan fitur ini juga bisa kita lakukan reply dan search (pencarian) pesan bilamana sudah banyak pesan yang masuk ke inbox kita.

Mudah sekali bukan mempraktekkan module ini ?.  Sekedar informasi, jika anda browsing di alamat http://apps.owncloud.com maka anda akan mendapatkan banyak sekali module yang menunjang pekerjaan anda. Selamat bereksplorasi lebih lanjut.

Semoga bermanfaat.

Salam hangat,

Dedy Setyo

Seri Cloud 13. Penggunaan Module User Photo di OwnCloud

Menggunakan OwnCloud, tak lengkap rasanya kalau kita tak mencoba fungsi modulasi yang diberikan oleh aplikasi canggih ini. Modulasi ini digunakan sebagai fitur-fitur tambahan atau pelengkap sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Sebagai sistem yang siap pakai untuk kebutuhan user-usernya, OwnCloud dilengkapi dengan module pendukung yang berguna untuk penunjuk identitas yakni dengan cara menambahkan profile picture kita.

Bagi anda yang sudah akrab dengan jejaring sosial, tak seru kan rasanya kalo belum diberikan foto terbaik kita disana. Oke, mari kita manfaatkan module ini. Bagaimana cara memulainya ?. Ikuti langkah-langkah berikut.

1. Pastikan anda login dengan akun admin anda.

2. pada sisi kanan atas, scroll down pada user admin, kemudian klik pada Apps

11

3. Kemudian di sisi sebelah kiri silakan aktifkan “User Photo” dengan cara klik link tersebut, kemudian di sisi sebelah kanan “Enable”

1

4. Setelah diaktifkan, maka akan berubah menjadi “Disable”. Sudah hanya begini saja untuk aktifasi modul nya . Sangat mudah kan ?

2

5. Nah, sebagai syarat untuk foto agar bisa dipakai yakni adalah dengan upload terlebih dahulu fotonya. Caranya klik panah atas.

5

Kemudian pastikan fotonya sudah ada di files. Seperti contoh dibawah ini saya menggunakan nama file “dedy”

7

6. Langkah berikutnya yakni kita klik “Personal” dari menu admin

3

6. Lakukan pergantian foto dengan cara klik “Change Photo”,

4

7. Pada jendela “Select the Image” pilih dedy.jpg, ikuti dengan klik “Choose”

8

8. Akan nampak pertanda bahwa foto kita sudah sukses dianti, “The photo has been updated”

10

Sampai disini, sudah selesai kita melakukan pergantian profil picturenya. Semoga bermanfaat dan Selamat mencoba.

Salam hangat,

Dedy Setyo

Seri Cloud 12. Menjajal Sinkronisasi Kalender OwnCloud pada PC dan Android

Fasilitas berikutnya yang akan kita bahas dari OwnCloud adalah kemampuannya dalam manajemen agenda, kita bisa memberikan catatan kegiatan-kegiatan esok hari yang menurut kita penting dan bisa membagikannya kepada orang-orang yang kita pilih. Lebih dari itu, menggunakan Firefox Thunderbird dan Android, maka kita bisa dengan mudah melakukan sinkronisasi catatan kegiatan penting tersebut ke device lain.

Hebat banget kan ?. tak menyangka saya bisa mendapatkan fasilitas-fasilitas canggih ini dari aplikasi open source ini.  Lalu, bagaimana cara melakukannya ?. Skenarionya begini, saya akan coba buat agenda baru melalui OwnCloud nya, kemudian akan saya coba lakukan sinkronisasi dari PC WIndows dan Smartphone android saya. Begitu ya ?. Simak langkah-langkah berikut

1. Pastikan anda telah melakukan login di akun OwnCloud anda

2. Kemudian temukan link “Kalender” ini di sisi sebelah kiri

1

3.  Setelah  kalender nya terbuka, kemudian klik di salah satu cell, semisal saya akan pasang agenda di kamis 24 oktober 2013 tepat jam 8.00

2

4. Akan muncul jendela baru yang berisi keterangan judul sesi, kategori, dan waktu pelaksanaan. Silakan isikan masing-masing form ini kemudian lanjutkan dengan klik “sampaikan”. Oh ya, bagi anda yang ingin ngoprek lebih lanjut, bisa di klik opsi lanjutan untuk seting lebih spesifik akan di share ke siapa, grup apa dan seterusnya.
3

Setelah diklik maka hasil dari entry tadi adalah sebagai berikut

4

Oke, sampai disini  setingan di OwnCloud nya sudah selesai, langkah-langkah berikutnya akan membahas bagaimana seting sinkronisasi di PC Windows dan Android Smartphone nya. Ikuti terus ya..

Sinkronisasi di PC Windows

1. Bagi anda yang pertama kali melakukan instalasi software e-mail client ini, maka software ini berfungsi untuk download e-mail2 anda dari server yang ada di internet ke PC anda, sehingga dalam perjalanannya, ketika anda membutuhkan membaca e-mail maka tak perlu lagi koneksi Internet. Selain itu, software ini juga memfasilitasi untuk pencatatan agenda di PC anda dalam format kalender yang bisa di set, harian, pekanan, bulanan atau tahunan. Contoh software e-mail client ini diantaranya adalaj firefox thunderbird yang bisa di download disini. Lalu akan muncul tampilan seperti dibawah ini.

1

Silakan lanjutkan download biasa dan lakukan instalasi.

Setelah terinstall, Anda bisa membuka aplikasi firefox thunderbird yang telah anda install tadi pada ikon seperti ini.

2

2. Agar Thunderbird ini bisa berfungsi optimal dalam tutorial ini, diperlukan “Lightning” sebagai add ons tambahan agar bisa memanajemen jadwal, silakan download bisa melalui link ini Setelah terdownload pastikan anda tahu tempat file lightning nya tersimpan.

0

Setelah terbuka, maka pada sisi pojok kanan atas, akan ada setting untuk menambah “add-ons” silahkan di klik
3

 

sekarang kita akan melakukan install add-ons dari file yang telah kita download sebelumnya. Klik “Install add-ons From File…”

01

Klik “install now” untuk melanjutkan

03

3. Agar bisa digunakan instalasi add-ons nya, maka diperlukan restart aplikasi firefox thunderbird nya (bukan PC nya lho ya)

02

4. Saya anggap sudah restart dengan baik, dan aplikasi firefox thunderbird nya sudah ready kembali. Berikutnya adalah kita akan utak atik bagian kalender aplikasi ini. Klik File>>New>>Calendar

04

5. Sampai disini anda akan ditanyakan pada dua pilihan lokasi penempatan kalender, kita pilih “On the Network”, lanjutkan dengan klik “Next”

05

6. Pada jendela berikutnya, pilihan format pilihan remote kita akan memilih “CalDAV”.

07

Sementara pada “Location” form ini bisa kita isi berdasarkan sumber dari sharing link dari OwnCloud nya. Silakan anda buka lagi seting kalender dari OwnCloud, pada lingkaran bergerigi di klik, kemudian diikuti klik lagi dari bulatan kecil bola bumi, nanti anda akan mendapatkan link anda sendiri.

kalo link saya seperti ini

http://192.168.0.10/nfbscloud/remote.php/caldav/calendars/dedy/defaultcalendar

pada user anda, tinggal diganti saja “dedy” menjadi nama user anda. Kembali lagi pada jendela dibawah, silakan masukan “Location” anda, ikuti dengan klik “next”

07

7. Masuk pada jendela baru, anda bisa memilih color, lanjutkan “next” lagi

08

8. Saat ditanyakan seperti ini, maka masukan saja user password akun anda di OwnCloud, trus klik OK

09

9. Akhirnya sudah berhasil terbuat dengan baik, klik Finish untuk selesai

10

10. Untuk menguji sinkronisasinya, silakan buka kalendernya, maka akan anda dapati isian di OwnCloud sudah terintegrasi disana.

11

Bagaimana mudah bukan.. ?. Saat ini sinkronisasi di PC anda sudah berhasil dilakukan. Berikutnya akan kita bahas sinkronisasi yang terjadi pada smartphone android.

Sinkronisasi di Smartphone Android

1. Pertama, tentu saja kita akan lakukan instalasi progam pendukungnya, pengalaman saya ada banyak sekali di anroid untuk melakukan sinkronisasi ini, kalau saya memilih “Cal-DAV Sync”, tampilannya seperti ini

Silakan bisa di download dan install pada link ini

Oke saya anggap anda sudah bisa melakukan instalasi dengan baik. Selanjutnya, akan kita lakukan seting pada Calendar bawaan dari androidnya.

2. Buka aplikasi calendar nya seperti ini

12

lalu buka pada settings

13

4. Tambahkan account baru lewat “Add Account”

14

5. Kemudian klik pada bagian “CalDAV Sync Adapter”

15

6. Nah, pada jendela Sign in, masukkan akun anda (user-password) juga location : http://192.168.0.10/nfbscloud/remote.php/caldav/ lanjutkan dengan klik “Sign in or Register”

16

7. Akan muncul account dedy disana, kemudian klik “dedy”

17

8. pada jendela Sync, pilih “dedy CalDAV”

18

Selesai, tak berapa lama, pada calender yang tadinya kosong, akan muncul sinkronisasi isian anda dari OwnCloud seperti tampilan di bawah ini.

21

Jika kita klik satu persatu, maka akan muncul detail seperti dibawah ini

19

dan ini

20

Mudah banget kan ?. Saat ini dua device anda, satu di PC dan satu lagi di android telah sinkronisasi otomatis dengan OwnCloud.

Mantab kan.. Selamat mencoba dan bereksplorasi.

Semoga bermanfaat

Salam hangat,

Dedy Setyo

Seri Cloud 11. Penggunaan Contact dan Sinkronisasinya di Gadget Android

Salahsatu fitur terbaik yang saya dapatkan ketika menggunakan OwnCloud ini adalah, fasilitas untuk penyimpanan dan manajemen kontak. Maksudnya jika anda memiliki nomor-nomor penting di gadget anda, anda bisa melakukan backup dan penyimpanan di owncloud.

Konsepnya mirip-mirip punya google contact, hebatnya lagi, sinkronisasi ini bisa dilakukan otomatis atau by request. Canggih banget kan ?. Dalam uji coba kali ini saya akan menggunakan smartphone android untuk ujicobanya. Trus gimana caranya, simak terus pembahasannya disini.

1. Pastikan anda telah login ke akun OwnCloud anda.

2. Di sisi sebelah kiri, akan terdapat link Contacts seperti dibawah ini

13

3. Kemudian ada link “New Contact” di sisi tengah untuk menambahkan kontak baru

1

4. pada contoh kali ini, saya akan menambahkan dua nomor kontak, yang pertama adalah no kontak 123456

2

trus, yang kedua akan saya tambahkan dengan nama Mr. X

3

Hasil dari penambahan dua kontak tadi adalah sebagai berikut.

4

Oke, setingan di OwnCloud nya sudah selesai kita lakukan. Berikutnya kita akan konfigurasi di androidnya, langkah-langkahnya sebagai berikut.

1. Download aplikasi CardDAV dari Play Store

1

link nya bisa anda dapatkan dari sini

2. Setelah anda selesai download dan instalasi, langkah berikutnya adalah menambahkan account baru..

3. Jika anda menemukan pilihan  seperti ini maka pilihlah CardDAV

5

4. Klik “Add new account”

5a

5. Tambahkan setingan server dilengkapi username dan password, karena saya buat servernya  di intranet maka untuk isian server name saya isikan alamat server saya disini. jangan lupa diikuti dengan klik tombol NEXT dibagian bawah

6

Oke, sampai disini konfigurasi CardDAV nya sudah selesai. Berikutnya, kita akan atur kontak yang akan muncul di display phonebook kita.

1. Masuk ke “contact” di android anda

2. Pada setting, pilih jendela “Contacts to display ” pilihan display arahkan ke Contacts dengan logo aplikasi CardDAV, seperti nampak dibawah ini

7

3. Anda bisa saja langsung melakukan sinkronisasi dengan cara tap sekali disini, nampak tulisan “Touch to synch now”

8

Dalam beberapa saat, akan muncul 2 kontak yang baru saja saya tambahkan tadi.. seperti pada penampakan dibawah ini

9

bandingkan dengan yang ini

Sama persis bukan ?. Selamat sinkronisasi telah selesai anda lakukan.. Saat ini, jika anda melakukan perubahan, termasuk juga menambah, mengedit dan mengurangi kontak.

Materi berikutnya adalah akan saya sampaikan satu persatu hal-hal apa saja yang bisa anda lakukan menggunakan OwnCloud Contact ini.

1. Import kontak. Jika anda mempunyai ribuan kontak yang ingin anda masukkan ke owncloud, tentu saja tak mungkin anda akan entry satu persatu karena akan menyita waktu sekali. Langkah import ini bisa dilakukan dengan cara, klik import, kemudian cari file vcf anda. Berikutnya tinggal tunggu sejenak, maka akan muncul progress bar yang menunjukan proses import berjalan, tunggu saja sampai selesai, maka semua kontak anda akan terbackup sempurna.

10

2. Mengatur sumber sinkronisasi. Sumber sinkronisasi bisa ditentukan apakah dari phone, ataukah dari server. Jika pada setingan dibawah ini “Sync from server to phone only” di cheklist maka sumber sinkronisasi hanya berasal dari server.

11

Pada setingan yang lebih advanced, maka ada “Sync Direction”, yang mengatur dari mana sumber berasal, jika pada seting ini dichecklist maka sumber hanya berasal dari server. Sebaliknya jika tidak dichecklist, maka sumber bisa berasal dari phone (lihat gambar dibawah ini).

pada opsi “Sync Interval”, Periodic sync interval (interval periodik sinkronisasi) bisa diatur otomatis dengan cara cheklist (lihat gambar dibawah). Intervalnya pun bisa diatur, apakah tiap satu jam, sehari, dua hari dan seterusnya.

12

Demikian pembahasan kali ini tentang pembuatan database contact, pengaturan dan sinkronisasinya. Ternyata fungsi canggih seperti ini, bisa didapatkan di owncloud dengan mudah, sederhana dan tentu saja tetap gratiss..

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba !

Salam hangat,

Dedy Setyo.

Seri Cloud 10. Penggunaan OwnCloud Untuk Manajemen File dan Folder

Mengenalkan kembali OwnCloud sebagai salah satu sistem cloud storage yang handal. Pertanyaan teman-teman yang biasanya baru (akan) kepikiran menggunakan sistem ini, apa saja sih fitur owncloud ini ?. Nah menjawab pertanyaan ini, tentu saja selain gratis, open source ini memiliki kelebihan2 layaknya cloud storage profesional. Seperti misalnya

  1. Upload dan Download
  2. Pembuatan, rename dan delete file-Folder
  3. Sharing user
  4. Penulisan Kolaborasi
  5. dan lain-lain

Ciyus, owncloud bisa melakukan ini semua ?. Wah gak percaya dia..ha.ha. Berikut saya paparkan langsung demonstrasi dan caranya, terurut dari poin yang paling atas

Upload dan Download

1. Pastikan telah login di akun anda

2. Klik panah atas seperti pada gambar di bawah ini

1

3. Kemudian pilih gambar yang anda mau upload, semisal saya mau upload file gambar “al-quran2”, lanjutkan dengan klik Open

2

4. Silahkan tunggu beberapa saat, tahapan ini tergantung dari besarnya file dan cepatnya koneksi anda, nampak pada gambar di bawah ini ada progress bar yang sedang berjalan..

3

5. Dikarenakan file saya cukup kecil, kurang dari 100 KB maka file ini cepat sekali terupload bahkan hanya 2 detik saja. Disana juga nampak sudah terupload keterangan waktu uploadnya “beberapa detik yang lalu”

4

6. Langsung saja menggenapkan proses upload dan download nya, untuk download tinggal arahkan mouse pointer anda ke file tersebut, maka akan nampak text “unduh” untuk men-downloadnya

1

Rename

Untuk melakukan rename (tulis ulang nama) file dan folder juga sangat mudah, cukup arahkan mouse pointer anda ke file nya, maak akan muncul link rename nya

rename1

Kemudian silakan ganti namanya sesuai dengan keinginan.

rename2

Manajemen Folder

Untuk urusan folder kita juga dapat dengan mudah melakukannya, semisal untuk pembuatan folder, tinggal klik “Baru” , akan muncul form baru dengan kita tinggal memberikan namanya, contohnya “dedyfolder”

1

Maka akan langsung terbuat folder baru dengan nama tersebut seperti di bawah ini.

2

Yang tidak kalah seru adalah jika kita ingin menyebarkan folder/file kita, dengan fitur share atau “bagikan”. Caranya dengan mengarahkan mouse pinter ke folder, maka akan muncul teks ini. Kemudian silahkan isi dengan nama user atau group , modelnya mirip ajax web 2.0 yakni dengan menuliskan sebagian huruf nama user saja, maka sistem akan langsung memberikan saran. Semisal, saya akan share folder ini ke user : tedi, maka baru saja saya menuliskan “te” maka akan muncul nama2 yang berawalan “te”, langsung klik saja pada user yang dimaksud.

3

Beres dengan sharing atau berbagi file diatas, maka kita dapat mengatur permission user ini, apakah dapat merubah, meperbaharui, menghapus atau membagikan ulang tinggal checklist saja. Kemudian bisa juga ditambahkan set tanggal kadaluarsanya.

4

Buat File Text

Kemampuan membuat file text, juga sangat mudah kita lakukan. Tinggal klik link “Baru” kemudian isikan nama filenya semisal “textdedy”

5

Dan file text anda akan terbuat seketika, seperti penampakan di bawah ini.

6

Sinkronisasi isi file antar user

Fitur menakjubkan yang saya ingin demokan adalah kemampuan owncloud untuk bersinergi antar user dalam pembuatan atau modifikasi file. Skenarionya begini, lihat gambar dibawah ini, dengan user dedy (kotak kuning) saya akan melakukan penulisan di “textdedy” yakni 123 kemudian saya klik simpan (kotak merah).

7

Kemudian, menggunakan user tedi, maka file “textdedy” tadi saya buka

8

Isian 123 dari user dedy sebelumnya saya tambahkan 456 dibaris keduanya, kemudian saya simpan.

9

Setelah saya logout, dan login menggunakan user dedy, walhasil file ini telah berisi menjadi 123 456. Seperti pada capture dibawah ini

10

Hebat banget bukan, fitur cloud storage ini tentu saja tinggal pakai saja, dan tetap gratiss..

Silakan bereksplorasi lebih lanjut untuk mencari tahu hal apalagi yang bisa anda lakukan dengan owncloud ini. Semoga bermanfaat.

Salam hangat,

Dedy Setyo

Seri Cloud 9. Menambahkan Kapasitas Penyimpanan OwnCloud dari Harddisk Lokal dan Dropbox

Saat anda sudah bereksplorasi dengan OwnCloud ini, dikarenakan kebutuhan upload dan space file yang besar, cepat atau lambat, sekarang atau nanti akan berkurang free space kuota anda. Sehingga lama kelamaan akan habis tak tersisa. Dalam artikel ini, akan saya paparkan 2 cara untuk ekspand kebutuhan data anda yang besar. Sehingga harapannya saat terjadi kebutuhan penambahan space, anda tidak terlalu panik dengan hal ini.

Yang pertama, akan saya ulas tentang cara penambahan kapasitas owncloud anda dari space hard disk lokal di server. Yang kedua, akan kita bahas bagaimana mengintegrasikan layanan free storage dari dropbox untuk disambungkan dengan owncloud anda, sehingga tentu saja anda akan dimudahkan dengan bisa mengakses file-file anda di dropbox lewat owncloud, sehingga ga usah membuka banyak alamat untuk mengakses file-file kesayangan anda.

Oke, sekarang kita mulai yang pertama ya, Menambah kapasitas owncloud dari Harddisk Server

Begini langkah-langkahnya :

1. Masuk di akses akun admin owncloud anda.

2. Klik Apps dari sisi kanan atas, di bagian dropdown user admin, seperti pada gambar ini

0

2. Pastikan anda mengaktifkan fitur External storage support dengan cara klik linknya di deretan aplikasi yang disediakan

1

3. Dari sebelumnya non aktif (muncul display “Enable”) kita buat ektif dengan cara klik tombol tersebut sehingga display nya berubah menjadi “Disable”, artinya fitur ini telah anda aktifkan. Seperti terlihat pada tampilan dibawah ini

2

4. Langkah ini dilanjutkan dengan melakukan penambahan External Storage dengan klik “Admin” pada dropdown user admin pada kanan atas.

3

5. Lihat pada bagian “Eksternal Storage” anda bisa menambahkan Folder : “harddisk” dilanjutkan dengan pilihan “Local” pada External Storage

4

6. Lanjutkan dengan pengisian “Configuration” yakni path folder yang hendak dijadikan tambahan, semisal saya akan menambahkan folder /home/dedy/baru sedangkan pada “Applicable” diisikan penambahan path ini bisa diakses dari user apa, saya pilih admin untuk ujicoba ini. Anda akan melihat pada sisi sebelah kiri muncul bulatan warna hijau yang berarti sukses (nampak pada gambar dibawah ini).

5

Sampai disini, langkah kita menambahkan space baru sudah selesai. Tinggal kita uji saja hasilnya.

Klik pada “Files” di sisi kiri atas.

6

Saat ini sudah terdapat folder baru yang bernama “harddisk”, silakan klik di folder ini

7

Dan, file atau folder yang anda tambahkan akan langsung terdeteksi disini. Sebaliknya, jika anda ingin file yang anda upload terdeteksi di hardisk server anda, maka lakukan setting permission di folder yang bersangkutan dengan perintah lewat terminal

chmod 777 -R /home/dedy/baru

8

Mudah sekali bukan ?. sekarang anda tak perlu khawatir jika space anda berkurang banyak atau bahkan habis sama sekali, karena sudah memiliki solusi ini. Jika anda memiliki tambahan harddisk baru pun, hal ini bisa dilakukan dengan mudah asalkan anda memahami prinsip mounting di linux.

Oke, berikutnya yang kedua, kita akan bahas bagaimana sinkronisasi sekaligus integrasikan akun dropbox anda.

Sebagai prolog, bagi anda yang mungkin saja baru saja mendengar aplikasi dropbox ini. Dropbox melalui halaman resminya di https://www.dropbox.com merupakan salah satu layanan cloud storage yang menyediakan free kapasitas 5GB. Layanan ini cukup populer di dunia maya untuk berbagi file apa saja, mulai dari office, gambar, musik, sampai dengan aplikasi executable. Asyiknya, ketika anda sudah bergabung dengan dropbox ini, kita bisa mengintegrasikan dengan owncloud. mantab bukan ?. ikuti langkah-langkahnya disini

1. Pastikan anda sudah memiliki akun di dropbox, jika belum, lakukan sign up lewat https://www.dropbox.com dengan e-mail anda, tak berapa lama maka akan terbuat akun anda ini.

2. Jika sudah, segera login dengan akun yang telah anda buat tadi, dengan cara memasukkan email dan passwordnya. Ikuti dengan klik “Sign In”

3

3. Melalui tab atau browser yang lain, silakan buka aplikasi untuk developer dropbox disini https://www.dropbox.com/developers/apps , setelah muncul halamannya kemudian buat app baru dengan cara klik “Create app” di sisi kanan atas, seperti tampilan di bawah ini

4

 

4. Pada jendela yang baru, anda diharuskan memilih opsi pembuatannya, ada 4 hal yang harus anda pilih dan 1 form untuk diisikan. Seperti dibawah ini pada pertanyaan

What type of app do you want to create ? >> pilih Dropbox API app

What type of data does your app need to store on Dropbox? >> pilih Files and datastores

Can your app be limited to its own, private folder? >> No

What type of files does your app need access to ? >> All Files type

terakhir pada isian app name isikan sebagai contoh “dedycloud”

Lanjutkan klik pada “Create app”
5

pada jendela berikutnya, anda akan mendapatkan App key dan App secret seperti dibawah ini
65. Kembali lagi pada tab browser owncloud anda, pada “External Storage” silahkan tambahkan “Folder name” : dropbox dedy dan “External storage” : Dropbox
7

6. Pada isian form berikutnya “Configuration” isikan App key dan App secret yang anda dapatkan tadi, “Applicable” : isikan admin, jika muncul tombol Grant access seperti dibawah ini lakukan klik
8

7. Pada jendela berikutnya, lakukan approve dengan cara klik Allow
9

8. Tak berapa lama, jika tak ada kesalahan, maka akan muncul bulatan warna hijau yang berarti sukses terjadi koneksi antara dropbox dengan owncloud
10

Sampai disini, kita cek hasilnya dengan cara klik Files dari sisi kiri atas owncloud anda11

Nah, sudah terdapat folder baru dengan nama “dropbox dedy” sesuai dengan nama folder yang sudah kita buat sebelumnya, silahkan diklik apakah file-file anda yang berada di dropbox bisa diakses dari sini
12

Tha dha… akhirnya, file dropbox anda sudah bisa diakses dari sini.. dan Alhamdulillah berhasil juga apa yang kita upayakan..
13

Untuk melakukan pengecekan, anda bisa lakukan upload di folder ini, dan lihat hasilnya melalui dropbox.com, sebaliknya anda juga lakukan upload via dropbox.com dan cek hasilnya lewat folder ini.

Mudah banget kan ?

Sealamat mencoba dan semoga bermanfaat,

Salam hangat,

 

Dedy Setyo

Seri Cloud 8. Mencicipi Performa OwnCloud sebagai Music Streaming Server

Tadinya saya berangan-angan, bisa nggak ya kalo semua koleksi musik mp3 saya, ditaruh di cloud server trus kalo ingin dengerin bisa streaming, so sd card saya nggak tergerus free spacenya, sedangkan aktivitas dengerin mp3 favorit tetep bisa berjalan lancar, baik saat ngantor ataupun saat dirumah dan saat mobile.. Lebih jauh lagi, untuk kebutuhan pembelajaran yang membutuhkan listening bisa menggunakan media ini, sehingga siswa-siswa bisa mendengar satu sumber suara yang sama tanpa harus melakukan download berulang-ulang dengan kata lain hanya streaming saja..hmm..bisa nggak ya, owncloud menjawab tantangan saya ini..

Setelah utak atik sana sini, baca sana sini, ternyata tantangan saya ini terjawab sudah..jawabannya BISA !.

Terbukti lagi kemampuan owncloud ini dalam urusan media ternyata nggak bisa dipandang remeh, bagaimana tidak semua file2 mp3 saya diputar tanpa lag. mantab bukan ?. bagaimana caranya ?. ikuti terus pembahasannya disini..

Untuk memudahkan pembahasannya, ada dua macam device yang akan saya bahas disini, pertama, PC Windows 7 (harap maklum, pengguna ini masih banyak ..he.he trus juga cara di OS lain hampir sama koq, full GUI soalnya). kedua, smartphone android, ga ada spec khusus sih.cuman di ujicoba saya pake ACER LIQUID E2 jelly bean 4.2

a. Streaming di PC Windows 7

Sebelum mengikuti step demi step, pertama kali siapkan bahan-bahan nya dulu.

sekilas info tentang Tomahawk ini, walaupun mirip/sejenis dengan senjata tempur amerika, tomahawk  merupakan musik player yang mengubah cara seseorang untuk menikmati dan berbagi dalam streaming (kata website officialnya begitu..he.he). Menyediakan berbagai macam platform OS diantaranya Windows, MAC OS, Linux Mint, Ubuntu, Fedora, arch linux, chakra dsb.

1. Setelah download di PC anda, langsung lanjutkan dengan instalasi ya, mohon maaf tidak dibahas cara installnya 🙂

2. Buka aplikasi tomahawknya, kemudian pada sudut kanan atas, temukan icon obeng seperti ini

1

3. Kemudian klik “Configure Tomahawk”

2

4. Akan muncul jendela  Services, temukan Ampache, checklist di sisi kiri,  kemudian klik obeng lagi disisi kanannya.

3

5. Sampe jendela “Ampache Configuration” isikan Username, Password dan server URL anda.

Dalam ujicoba saya, menggunakan akun dedy.

pada Server URL saya, diisikan : http://192.168.0.10/nfbscloud/remote.php/ampache/

pada url diatas, yang saya tebelin adalah alamat lokasi owncloud saya ditambahkan : “/remote.php/ampache/”

untuk alamat server anda, bisa menyesuaikan. Lanjutkan dengan klik OK

4

tak berlangsung lama seharusnya, akan dapat anda lihat di sisi sebelah kiri tomahawk player tadi akan muncul pada deretan MY MUSIC dan CLOUD. akan muncul server owncloud anda.

5

dan..ta dha…Koleksi mp3 anda akan muncul otomatis berderet..jika anda tambahkan mp3 baru jangan lupa di sinkronise ulang agar muncul pada jendela playlist.. Penampakannya seperti dibawah ini

6

Oke, silahkan dicoba sendiri dan rasakan sensasinya..he.he. Berikutnya, saya akan mengulas streaming music dari server musik kita di owncloud melalui smartphone android anda..

b. Streaming di Gadget Android

beberapa bahan yang dibutuhkan bisa install langsung dari google play adalah :

  • Just Player, bukan jus mangga, apalagi jus alpokat..he.he. Player ini terbilang enteng dan handal..

7

  • Ampache provider, semacam plugin pelengkap agar just player bisa berjalan lancar.

8

Silahkan keduanya diinstallkan sampe beres. menurut referensinya, just player lebih baik diinstalkan terlebih dahulu baru kemudian diikuti oleh ampache providernya.

Nah setelah keduanya terinstall dengan baik, sekarang kita masuk ke konfigurasi Ampache Provider nya dulu.

1. Pada isian Ampache Server, isikan : http://192.168.0.10/nfbscloud/remote.php/ampache

url yang saya tebelkan diatas itu adalah alamat server anda, silahkan disesuaikan saja. dilanjutkan isikan Username, passsword dan DatabaseName biarkan posisi default. kemudian klik Set.

9

Setelah itu checklist Only stream..bla2.. maksudnya, adalah bisa berjalan aplikasi ini jika terkoneksi dengan wifi. Agak ke bawah, akan anda temukan berapa banyak file mp3 yang terdeteksi aplikasi ini secara otomatis. Seperti penampakan dibawah ini

10

2. Sekarang kita lanjutkan dengan seting konfigurasi Just Player nya. klik Config seperti gambar dibawah ini

11

3. Klik lagi pada Config Data Source

12

4. Akan terdeteksi Ampache disana sebagai sourcenya..ketika anda klik nanti akan muncul setingan ampache seperti diatas..

13

5. Nah sekarang, klik tombol back, maka akan anda dapati koleksi mp3 anda siap menunggu untuk diputar..

14

Silakan klik play pada lagu yang ingin diputar.. nah jika anda menambahkan lagu baru di folder owncloud anda, jangan lupa lakukan sinkronisasi/refresh pada tombol paling kanannya.. dan anda telah siap untuk memainkannya..

Gampang kan?. tak perlu galau untuk menikmati lagu favorit anda dimanapun berada, karena dengan cloud anda sendiri, semuanya akan mudah dilakukan.

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba..

Salam hangat,

Dedy Setyo