Category Archives: Reportase

Mengelola disiplin positif pembelajaran jarak jauh

Masa belajar di rumah yang sepertinya akan tetap panjang saat ini, perlu kita rawat dengan baik agar tidak menjadi kontraproduktif dengan semangat belajar siswa di rumah. Hal ini butuh penyiapan dari berbagai sisi, mental, spiritual, fisik dan ditambah hal-hal pendukung lainnya seperti kemampuan teknis dan sarana.

Bagaimana memanajemen pembelajaran jarak jauh agar tetap produktif dan sejalur dengan pertumbuhan kompetensi siswa ?

Seminar berikutnya dalam rangka tetap menjaga semangat disiplin positif di era pembelajaran jarak jauh. Bagi yang berminat dan berkesempatan bisa join bareng kita. Informasi lebih lanjut baca twitpict dibawah ini ya. Tetap semangat.

Salam hangat,

Dedy Setyo Afrianto

Menjadi Juri Lomba Inovasi Media Pembelajaran “Board Game”

Sekolah Islam Terpadu (SIT) Nurul Fikri yang berada dibilangan Kota Depok Jawa Barat memang secara rutin berkomitmen mengembangkan kualitas Guru-guru nya. Setelah pada sesi sebelumnya diberikan tentang pelatihan pengantar pembuatan Board Game, inilah saatnya melihat mereka para guru berkompetisi membuat media pembelajarannya.

Sebagai informasi, bahwa Board Game ini merupakan kategori permainan dengan seperangkat aturan tertentu yang melibatkan pemainnya untuk terlibat secara penuh dalam permainan, hingga syarat-syarat terpenuhi untuk menempatkan salah saeorang pemainnya menjadi pemenang. Simpelnya, jika Anda pernah memainkan monopoli atau ular tangga dimasa lalu, nah dua permainan itu termasuk kategori Board Game.

Karena karakteristiknya yang memang “fun”, perangkat ini bisa dioptimalisasi untuk menjadi media pembelajaran, sehingga harapannya siswa tetap bisa belajar (dan terlibat) dengan cara yang asyik.

Lomba inovasi media ini setelah pada babak penyisihan diikuti sekitar 60an guru, akhirnya masuk pada babak final peserta 10 guru terbaik. Penjurian ini dilakukan oleh saya sendiri, Direktur Operasional Ust Rahmat Syehani, M.Pd dan juga praktisi desainer game board mas Brendan dari Bandung.

Nampak spanduk didepan sekolah yang menandakan bahwa gempita ajang ini sudah masuk sejak pintu gerbang.

juri media pembelajaran guru board game

Pada waktu yang telah ditentukan, peserta hanya memiliki wakt selama 5-7 menit untuk presentasikan overview dari game yang telah dibuatnya. Berupa latar belakang, tujuan, aturan permainan dan hal-hal terkait lainnya.

Sepuluh total finalis dibagi dalam 5 kelas, sehingga per kelas hanya ada dua peserta saja. Oh ya, selain kami para juri, ada juga tamu pengunjung yang ikut serta melihat proses lomba, untuk memberikan vote nya siapa peserta terfavorit.

48421227_2200359733307552_668963490181939200_n

Kategori dalam lomba ini cukup beragam, ada juga peserta dari Tim Quran yang membuat game untuk menguatkan hafalan siswa (murojaah), dari kepramukaan, matematika, kimia, BK dan dari mapel-mapel lainnya.

49089540_2200359856640873_8030179746354561024_n

Diakhir sesi, kami selfi bersama tim panitia yang luar biasa menyiapkan perhelatan ini dari awal sampai akhir, ada dari Learning Resources Center Bu Nita Heryanti, M.Pd, Pak Didik Andrianto, S.Pd, Bu Abid, Pak Seto dan lain-lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

49178113_2200359973307528_3315007766535340032_n

Sertifikat untuk oleh-oleh sebelum kepulangan.

serti

Semoga ajang ini mampu memberikan pemantik para pendidik dimanapun berada, untuk selalu berkarya, membuat pembelajarannya lebih berkualitas dari hari ke hari, yang pada ujungnya berkontribusi untuk pencerdasan bangsa dimasa yang akan datang. Aamiin.

Salam hangat,

 

Dedy Setyo

Menjadi Pemateri Consultant For Change di Binawan University

Sabtu yang lalu, sesuai yang telah dijadwalkan oleh panitia NICE Social Training Series, kami berkesempatan memberikan materi terkait dengan dunia konsultan, sesuai dengan materi yang pernah kami terima pada C4Change (Consultant for change) NAMA Foundation di Malaysia.

Training ini merupakan sesi untuk berbagi kembali (diseminasi) kepada segenap pengampu organisasi, praktisi, profesional dan akademisi. Sedianya semua materi ini jika disampaikan secara penuh, maka akan diselenggarakan dalam durasi 24 hari (2 module), sehingga dalam penyelenggaraan yang hanya 4 jam ini, sifatnya hanya overview materi-materi pokok untuk pengantar bagi yang berminat menggeluti materi ini.

Panggung utama untuk sesi pembukaan sebelum masuk materi.

Dalam sesi materi ini saya berduet dengan Mas Juna, rekan kami yang keren dari Rumah Kepemimpinan, yang barengan dengan saya di module 1 dan 2 saat di Malaysia.

Materi yang kami sepakati untuk disampaikan ada beberapa hal yakni sebagai berikut :

  1. Mindset (resume singkat materi ini bisa diakses ditulisan ini )
  2. SWOT Analysis for organization
  3. Loop infinity of change
  4. Community Platform
  5. Need analysis

Sehingga dalam pelaksanaannya kami berbagi siapa yang akan explore lebih dalam.

Sebelum masuk materi, kami coba cek levelisasi peserta menggunakan menti meter  dengan mempertanyakan apa yang terbesit ketika mendengar istilah “Mindset”
Hasil survey singkat kepada peserta

kemudian ditengah-tengah materi kami coba sharekan tentang bagaimana mengecek mindset kita dengan tools dari mindsetworks.com bagi Anda yang ingin mencoba juga, bisa akses dari sini http://bit.ly/cekmindset

Kebutuhan untuk mengetahui mindset diri sendiri ini menjadi penting karena mindset ini menjadi tolak ukur sejauh mana seseorang bisa upgrade diri untuk fase-fase yang lebih bermakna dalam kehidupan yang lebih baik.

Dari contoh-contoh tokoh yang memiliki growth mindset yang baik adalah diantaranya Michael Jordan dan Thomas Edison. Ketika berbagai tantangan dalam kehidupannya tidak menjadikannya surut dan melemah, namun malah membuatnya makin kuat dan menyejarah.
Sesi materi

Pada sesi analisis SWOT kami bagi menjadi empat kelompok untuk belajar menganalisis gambar dan fenomena ojeg online yang sedang marak di masyarakat.
Sesi Focus Group Discussion

Lanjutan sesi materi secara klasikal.
Sesi Presentasi

Diakhiri dengan sesi foto bersama peserta.
Clossing Session dan Foto bersama

Semoga pelatihan ini memiliki dampak positif kepada semua peserta. Memberikan wawasan lebih dan pengalaman berharga dalam mengelola organisasi di lingkungannya. Aamiin.

Salam hangat,

Dedy Setyo

Menjadi Pemateri Perancangan dan Pembuatan Media Pembelajaran di IAIN Bangka Belitung

Setelah hampir beberapa pekan komunikasi untuk agenda penyelenggaraan pelatihan pembuatan multimedia pembelajaran, akhirnya waktu yang sudah terjadwalkan tiba. Saya diberikan kesempatan untuk membersamai para mahasiswa IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung merancang dan membuat multimedia pembelajaran.

Di pagi hari, saya disambut oleh matahari yang cerah, diiringi oleh angin sejuk. Beberapa hari sebelumnya padahal sempat agak ragu karena ada tragedi pada dunia penerbangan di jurusan kota yang sama. Semoga pada korban diberikan khusnul khotimah, serta yang ditinggalkan diberikan kesabaran.

Dilanjutkan dengan sarapan pagi khas Pangkal pinang, untuk penambah energi dan semangat. Btw, yang muncul gambar dibawah ini gak semua gambar.. he.he. hanya sebagian sahaja. Terlalu banyak nanti kalo mau dibahas ttg makanan.

Goals dari  pelatihan ini sebenarnya untuk memberikan wawasan tentang bagaimana multimedia memberikan peningkatan mutu pembelajaran dengan lebih efektif. Karena mahasiswa peserta pelatihan ini pada akhirnya akan menjadi guru-guru yang akan mendidik putra-putri bangsa dimasa yang akan datang.

Tahap pertama, seperti yang sering saya lakukan adalah melakukan “scan” awal terkait dengan pemahaman materi untuk mengukur kedalaman materi yang akan diberikan, sehingga saya buat tools dua macam, yang pertama yakni dari pengetahuan istilah Multimedia yang dipahami apa saja.

Sesi awalan ini, saya menggunakan tools dari mentimeter untuk menjangkau semua peserta yang hadir, sehingga dari peserta yang terkoneksi berhasil mengumpulkan semua keyword yang berhubungan dengan istilah “multimedia”, muncul 3 kata yang beririsan paling banyak yakni : komputer, teknologi dan internet.

Tidak cukup disitu saja, saya lanjutkan dengan persepsi diri terkait multimedia, persepsi ini untuk menggali secara person dan rerata pada sekumpulan responden yang mencakup pemahaman, keminatan dan keterampilan.

Didapatkan asumsi awal bahwa, dari semua peserta yang hadir dan ikut mengisi kuisioner ini, memiliki keminatan yang tinggi dalam membuat media pembelajaran mandiri, namun masih memiliki skill belum sebesar dengan keminatan yang diinginkan.

Dalam strategi pengelolaan pelatihan ini, dikarenakan ada peserta kurang lebih 70 orang mahasiswa, sehingga sy coba buat kolaboratif antar tim.

Kita bagi menjadi 7 kelompok, sehingga per kelompok ada 10 anggota. Dengan menggunakan pendekatan ini, setap kelompok harus berkompetisi untuk menjdi yang terbaik melalui tantangan demi tantangan yang diberikan. Semua tantangan yang diberikan harus diupload sebagai tanda bahwa ybs telah mengerjakan tantangan tersebut

Portal pembelajarannya saya siapkan di : https://sites.google.com/view/dedy/home

Portal ini dibuat agar semua bahan yang dibutuhkan, serta perangkat penunjang pelatihan bisa diunduh dengan lebih mudah dan cepat.

Walhasil setelah melalui sesi demi sesi dari jam 8 s.d 15.00, akhirnya sesi perancangan dan pembuatan media ajar ini selesai.

Alhamdulillah, semua peserta telah menunaikan tugasnya untuk belajar dan mencoba merancang sebaik mungkin medianya sendiri. Kemudian diakhir sesi, kami berikan juga reward kepada kelompok.

Pihak Fakultas yang diwakili Bu Nurul Faqih memberikan simbolis penghargaan kepada kami.

Semoga bermanfaat, dan memberikan pengaruh positif pada terselenggaranya mutu pembelajaran yang akan lebih baik lagi. Baik saat nanti menjadi guru, atau sekarang untuk wahana pembelajaran. Terima kasih.

Salam hangat,

Dedy Setyo

Journey Notes Consultant For Change (C4C) Part2

Before you read more deeply, i just wanna tell to you, that this is my private notes actually. My way to memorize that i ve got from training, so if some day i need this reference, i just search it from my own blog. So, you can read and take it as reference also when you like it. But don’t forget to have some literature as compared as well. You can read it from beginning part for know what the objectives i post this article.

Material that i wanna post i get from Michael Porter theory, btw Porter is an American academic known for his theories on economics, business strategy, and social causes. He is the Bishop William Lawrence University Professor at Harvard Business School, and he was one of the founders of the consulting firm The Monitor Group (now part of Deloitte) and FSG, a social impact consultancy (ref).  He said about five forces framework as a tool to analyze the business. In my opinion, this theory is not just we can use it in business area, in other sector like education (or politic, ?) we can use it well also.

For more easier five force that i mean, please see picture bellow

bargaining powers

There are they

Industry Rivalry. In business environment, we know that very competitive. Who have service better, cheaper price, more comfortable that can give to customers, will be choosen by customers. When customers have choosed the sellers, will win in the competition. This is a simple condition in the business field.

Threat New Entrance. But what about new entrants, as a step process to monitoring “boxing ring” every day. Every business entity have to read condition any time. Using self evaluation more frequently about own powers and weakness hopefully making a good self awareness also. Not only knowing own self, we can also monitoring new competitors about what they have, what they give to customers, what the new thing. So, don’t be over confidence about big power that we have right now, keep do self evaluation be routines activity in organization.

 

Bargaining of suppliers. For a goods business, having routines supplier means have continuous relationship. But some times, we know that some big company who have loyal customers with big amount, always have price control to suppliers. I can give sample, if A Company having 1000 customers every day, always order 1000 kg materials every day. which is give more benefit to supplier, bigger than B Company in big comparation. Then there are many suppliers can to do that. This condition will making new chance A Company, to give pressure to supplier. To lowered the price, or they will leaved it and break. So, every company have to think about the possibilities of this.

#continue to next post

Journey Notes Consultant For Change (C4C) Part1

Anyway this is a little report about training that I have been choosen from NAMA Foundation. Yes, NAMA Foundation is a organization who have activity to empoweering others, educate peoples which coming from many sector. Back again to what iam writing right now, just highlighted to you, this is only my way to documentation i ever got, so if I need someday, i just access my blog.

notice : May you found any text un normally wkwk, un structured, and absurd also.. 🙂

Prolog

long time ago, if i not mistaken, in march 2018, we have information about this agenda, there are seven or eight line, to recruit any peoples form seven country. in short story, we ve just submit our curriculum vitae to english, and then every transportation and acomodation will be covered by NAMA Foundation.

After 2 month, i forgot about this event, but suddenly i got e-mail from foreigner, inform to me that i have to prepare passport and journey to Kuala Lumpur, Malaysia. btw form Indonesia just have choosen 8 participant. Waduh, this is important event i think.

First day.

This is my new experience can meet many peoples form any countries, any background activity and knowledge. btw this is very good moment to meet them who have any incredible experience, some of them are graduated from Ph.D program in their country.

Material

i got about “the infinite loop of change” from Mr. Houssari Mouhammad (our speaker, thanks a lot for many experience and knowledge you ve share to us 🙂 ), he said there are four change step process are :

1. Awareness

Awareness is a situation that as a leader have to know about the condition. May we not face it face to face, but the problem has really happen in our organization. So, how we know if there is a problem in our organization.

This is first step that we split it into two part, form internal we can do research, what exactly happen in our organization through HR Departement, Management etc based on our target yearly or monthly.

from external we can know from our customer needs, what is customer need right now, this is still same with 5 month ago, or change it.

2. Will

We must make sure that we have “will” for change. Related with step before, our evidences that we faced in level awareness, supposed to be can be reason to making will to our organization.

In operational level, “will” can be some agreement from management until departement to change in where areas to priority to change.

3. Plan

Next step after will get the areas that have priorities to change is making a good plan. We know from good quotes, “making a good plan, is half of successful, but if not have a plan, equal with making planing to failed”.

Making good plan, can be start from, “where is the new target or destination?”

4. Change

So, after we have a plan, so lets executed it. Not really to long, because can be our plan can’t exist if the problem really leave from our organization.

Oya, don’t forget that this is a loop that mean there are 4 step always have not finish line yet, so after you execute the change, you should start from first step (awareness).  Because the change is a life time. So who can not change, will be ready for falling down.

IMG-20180511-WA0006

Taking picture with Tanzanian participant and Indonesian

IMG-20180511-WA0049

Sharing session

IMG-20180511-WA0036

With Yamani

Menjadi Instruktur Nasional Peningkatan Kompetensi Guru TIK SMA di Propinsi Banten

Setelah sesi pelatihan peningkatan kompetensi  sebelumnya selesai dilaksanakan, Saya kembali diundang untuk mendampingi guru-guru TIK SMA di Propinsi Banten pada tanggal 2 – 6 November 2015 yang lalu bertempat di Grand Resort Western Tangerang Banten. Acara serupa yang biasanya disponsori oleh LP3TK KPTK Gowa Sulawesi Selatan, kali ini disponsori oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Banten. Dari obrolan saya dengan beberapa narsum yang lain, memang acara sejenis pada tahun 2015 ini dari LP3TK sudah selesai programnya, sehingga kedepan akan dilakukan oleh LPMP Provinsi setempat.

Pemberian materi kali ini lebih banyak didominasi peserta dari guru-guru Tangerang, TangSel, dan sekitarnya. Dimulai dari rasional kurikulum 2013 sampai dengan pembuatan perangkat bimbingan dan fasilitasi di sekolah. Pada sesi diskusi, banyak hal yang tersampaikan diantaranya adalah minimnya sosialisasi PerMen no. 68 tahun 2014 (landasan hukum penerapan bimbingan TIK di kurikulum 2013), walapun begitu, mereka semua optimis bahwa cepat atau lambat TIK akan kembali eksis pada ranah sekolah masing-masing.

Berikut sedikit bagian dokumentasi yang sempat dilakukan.

narsum lpmp
Instruktur Nasional guru TIK

narsum lpmp 2
Instruktur Nasional guru TIK -2

narsum lpmp 3
Instruktur Nasional guru TIK -3

Selesai acara dari Tangerang di hari Jumat nya (6/11/15), esok harinya saya langsung bertolak ke Jogja untuk agenda lainnya. Ke Jogja, saya dijadwalkan bertemu dengan alumni SMA kami yang sekarang sedang menempuh studi di sana. Perjalanan malam hari, kemudian sampai di Stasiun Jogja tepat pada Minggu pagi.

User comments
Foto sejenak di Bandara Adi Sucipto Jogja

pertemuan dengan alumni dilaksanakan di Aula Masjid Mujahidin UNY pada minggu sorenya, sembari ketemu dengan alumni, saya sambil reunian dengan Ust Tulus, guru kami saat di Pesantren Mahasiswa Daaru Hiraa’ dulu. Beliau memberikan taujih sebagai pengingat kami agar senantiasa istiqomah dalam memegang rambu-rambu Islam dimanapun kami berada.

Hari minggu itu selesailah semua acara di Jogja, dilanjutkan pada hari Seninnya saya bertolak ke UNS Solo untuk audiensi dengan pimpinan Penerimaan Mahasiswa Baru disana.

Bertolak dari UNS Solo, dalam perjalanan hendak kembali ke Jakarta, kami dijadwalkan bertemu dengan penulis nasional Habiburrahman el Shirazy (akrab disapa kang Abik), di sebuah restoran di Solo. Beliau walaupun sudah terkenal dimana-mana dan tidak diragukan lagi kiprah kepenulisannya, namun sangat rendah hati dan murah senyum. Saking baiknya beliau, semua makanan yang kami pesan masing-masing, ditraktir penuh oleh beliau.

kang abik
Silaturrahmi dengan Kang Abik

Pertemuan dan dialog dengan kang Abik, memberikan inspirasi bahwa penulis handal lahir dari latihan-latihan yang tak pernah lelah, tidak malu bertanya, serta jam terbang yang tinggi untuk berani terus mengasah kemampuan menulis. Semoga suatu saat nanti bisa meniru karya-karya hebat yang sudah beliau tuliskan.

Perjalanan full seminggu ini memang lumayan menguras tenaga, namun saya nikmati saja sehingga tak terlalu terasa. Semoga bermanfaat. 🙂

Salam,

Dedy Setyo

 

Menjadi Narasumber di Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru TIK Banten

Setelah pada waktu sebelumnya Saya dihubungi oleh Bapak Bagus dari LP3TK KPTK Gowa, Sulawesi Selatan untuk menjadi narasumber (Instruktur Nasional) di Pelatihan Kompetensi Guru TIK pada Penerapan Kurikulum 2013 untuk guru-guru TIK di Provinsi Banten. Akhirnya waktunya pun tiba, kebetulan acara ini bertepatan satu hari setelah saya menjadi Narasumber Pelatihan di Palangkaraya.

Sebelumnya saya sempat ragu kalau bisa datang tepat waktu, karena setelah Saya memesan tiket pesawat kembali dari Palangkaraya dihari Rabu malam (7/10/15), ternyata tiba-tiba maskapai tersebut menginformasikan perihal pembatalannya (karena kabut asap yang pekat), dan dialihkan pada Kamis malam (8/10/15), jelas hal ini tidak mungkin mengingat acara pembukaan sudah terjadwal Kamis bakda Isya. Kontan saja, saya langsung mencari alternatif agar pada Kamis pagi sudah kembali ke tanah jawa (Bandara Soetta). Singkat cerita, akhirnya Saya dimudahkan oleh Allah SWT dalam mendapatkan tiket tersebut dan kembali pada Kamis pagi.

Jumat siangnya dilakukan pembukaan oleh Ketua LPMP provinsi Banten dan dihadiri juga oleh perwakilan dari LP3TK KPTK Gowa, Bapak Edi, serta kami berenam yang terpilih untuk menjadi Narasumber pada kegiatan ini.

Instruktur Nasional di LPMP Banten
Instruktur Nasional di LPMP Banten, 8 – 13 Oktober 2015

Senang sekali rasanya ketemu teman-teman Instruktur yang berasal dari Bandung, Jambi, Pontianak dan Makasar.

Kami terbagi tiap 2 orang untuk menjadi narasumber sekaligus fasilitator pada masing-masing 1 kelas, peserta semua berasal dari Guru-guru TIK SMP dan SMK di Banten.

Co card Narasumber
Co card Narasumber

Acara berlangsung selama 6 hari ini, Kami diminta untuk memfasilitasi peningkatan kompetensi guru-guru TIK pada implementasi kurikulum 2013, mulai dari pemahaman dan filosofinya, sampai dengan bagaimana implementasi di sekolah masing-masing serta gambaran kerja-kerjanya.

Suasana di Kelas
Suasana di Kelas

Suasana di kelas -2
Suasana di kelas -2

Saat dipintu gerbang LPMP Banten
Saat dipintu gerbang LPMP Banten

Saat acara penutupan
Saat acara penutupan

Semoga kegiatan ini bermanfaat untuk meningkatkan mutu guru terutama dalam pemahaman implementasi kurikulum 2013 di Banten ini.

Salam hangat,

Dedy Setyo

Menjadi Narasumber Pemanfaatan Sistem Informasi di Palangkaraya

Alhamdulillah.. Setelah sebelumnya Saya berkomunikasi dengan BTKIP (Balai Tekkom Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah) via telepon dan e-mail. Akhirnya saya diminta hadir ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Ini perjalanan saya yang kedua di Bumi Borneo, setelah bulan Januari lalu ke Pontianak.

Undangan kali ini saya diamanahi sebagai Instruktur Pusat, diminta untuk memberikan materi tentang bagaimana strategi penerapan sistem informasi manajemen sekolah sekaligus memaparkan contoh-contoh aplikasinya apa saja yang bisa dipakai.

Perjalanan kali ini memang berbeda dari biasanya, selain sudah dikepung dengan jadwal yang lumayan padat pada hari-hari terjadwal ini, kondisi Palangkaraya memang sedang terkena musibah asap pekat karena kebakaran hutan sejak 3 bulan sebelumnya. Memang benar, ketika sesaat setelah mendarat, saya melihat di sekitar bandara Tjilik Riwut (di Palangkaraya) nuansa kurang segar sedikit menggangu aktivitas bernafas saya, bagaimana tidak, kalau sebelumnya ditanah Banten menghirup udara bisa sepuas-puasnya, tidak saat ada disana, seolah-olah makin dihirup malah makin sesak. Saya ikut prihatin dengan musibah ini, walaupun hanya 2 hari saja saya disana, namun rasa tidak nyaman rasanya sudah tidak karuan, apalagi dengan warga sana yang sudah kurang lebih 3 bulan dengan situasi seperti itu. Semoga suasana nya segera normal kembali, dan semua warga tetap sehat menjalankan aktivitasnya.

Akhirnya di hari sesi pemaparan materi, ternyata peserta materi yang berjumlah 56 orang adalah Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah se-Kalimantan Tengah disana. Senang sekali bisa berjumpa sekaligus silaturrahmi dengan para pimpinan sekolah ini. Selama materi semuanya nampak antusias menyimak, dan menanyakan tentang strategi penerapan di sekolahnya masing-masing.

Setelah selesai semua materi dan diskusi, saya masih tinggal sejenak disana sampai dengan esok hari nya sesuai dengan jadwal terbang kembali ke rumah.

Semoga materi ini bermanfaat, dan membawa kebaikan kepada banyak orang.. Amiin. Bagi teman-teman yang menginginkan slide presentasinya, bisa kontak saya, akan saya bagikan gratis.. 🙂

Berikut sedikit dokumentasi, yang sempat diambil saat materi berlangsung.

Saat menyampaikan materi Penerapan Sistem Informasi pada Dunia Pendidikan. Palangkaraya. 7 Oktober 2015
Saat menyampaikan materi Penerapan Sistem Informasi pada Dunia Pendidikan. Palangkaraya. 7 Oktober 2015

Instruktur Pusat
Ditengah-tengah pemberian materi.

 

Terlihat peserta saat serius menyimak.
Terlihat peserta saat serius menyimak.

Spanduk luar
Spanduk luar

Menjadi Narasumber Presentasi Penerapan e-learning di Universitas Borobudur Jakarta

Setelah sebelumnya kami berkomunikasi melalui telepon, akhirnya saya hadir memenuhi undangan untuk mempresentasikan dan berbagi pengalaman tentang penerapan e-learning di Universitas Borobudur Jakarta. Pagi-pagi sekali saya berangkat ke kampus tersebut, khawatir bakalan nyari-nyari dan takut nyasar. Eh, Alhamdulillah setelah keluar tol Cawang langsung ketemu karena bangunan kampusnya yang tinggi megah.

Setelah sampai, mampir ke Masjid (yang megah juga) untuk sholat dhuha sebentar, lalu lanjut menuju gedung Rektorat tempat berlangsungnya acara.

borobudur

Dihadiri oleh para pejabat kampus Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan dan pengampu kebijakan lainnya, saya mempresentasikan tentang “Penerapan e-learning; Potensi dan Tantangannya”. Materi ini memang baru pengantar sebelum sesi pendalaman materi konversi dokumen administrasi dan workshop penggunaan e-learning nya.

borobudur2

Dalam penerapannya, e-learning dituntut untuk bisa men “deliver” semua aktivitas pembelajaran jarak jauh yang nantinya akan digunakan pada kampus ini, semua jurusan dan mata kuliah tak terkecuali. Sehingga dalam masa persiapan ini, memang wajib untuk bekerja keras mentransformasikan segala komponen pendukung, agar pada saatnya nanti, kampus ini secara kelembagaan, baik dari dosen maupun mahasiswanya sudah bisa menggunakan sistem ini dengan baik dan sesuai harapannya.

borobudur3

Setelah sesi presentasi rampung, akhirnya disepakati untuk materi lanjutan berupa workshop konversi dokumen dan pelatihan penggunaannya.

Semoga bermanfaat.

Salam hangat,

Dedy Setyo