Category Archives: Pendidikan

Webinar Education bersama dedy setyo

Para Pemimpin dan Pendidik hebat..

WhiteBoard Edu kembali mempersembahkan:
Be wonderful leader and teacher training

Dengan judul

Bagaimana Bermigrasi kepada Pembelajaran Online dengan Efektif?

Bersama coach :
Dedy Setyo Afrianto
Praktisi & Konsultan E learning

Daftarkan diri anda di tautan

http://bit.ly/BeWonderfulTeacher

FREE

Pelaksanaan:

Sabtu 19 september
Pukul 09.00-11.00
Via Zoom

Link akan diberikan 3 jam sebelum acara melalui WAG

Nara hubung :
Lily D ( wa.me/6281297786222 )
Izza ( wa.me/6281319364918 )

Salam
WhiteBoard Edu

Buku : Easy Learning. Cara mudah menerapkan e-learning dari a sampai z untuk pemula


Judul buku

Easy Learning. Cara Mudah Penerapan e-learning dari A sampai Z untuk Pemula

Kenapa Anda perlu memiliki buku ini ?

  • Berdasarkan kasus nyata penerapannya dilapangan, sehingga tergambar gamblang langkah-langkahnya.
  • Penyampaian sederhana dan langsung berorientasi praktis, karena per bab merupakan gambaran tercapainya satu kompetensi tertentu
  • Berbasis open source sehingga software gratis, mudah diperoleh, dapat di customize sesuai dengan masing-masing kebutuhan user
  • Teknologi saat ini yang sedang naik daun sehingga tetap update
  • Pengaplikasiannya sangat fleksibel, bisa dalam lingkungan dengan jumlah kecil atau besar
  • Materi runut, mulai dari tahap strategis sampai dengan teknis dan operasional sehingga segmen pembaca dari berbagai kalangan dan pekerjaan

Sinopsis di cover belakang buku:

Dimasa teknologi informasi saat ini sudah akrab dengan keseharian kita, kita bisa mengeksplore lebih banyak kemanfaatannya jika dapat mengelolanya dengan efektif dalam dunia pendidikan.

E-learning dapat digunakan oleh semua orang, baik secara individual ataupun secara kelembagaan. Beragam profesi dan jenjang, mulai dari siswa, guru, mahasiswa, dosen, karyawan, manajer, owner ataupun bidang lainnya.

Bagaimana memulainya ?, buku ini menjelaskan kepada Anda langkah demi langkah untuk menerapkan di lembaga Anda.

Sebagai user, buku ini juga memberikan gambaran dan pemahaman tentang cara baru belajar yang lebih fun, mudah, interaktif dan tentunya efektif.

Disusun berdasarkan best practise, pengalaman-pengalaman ini disusun dengan runut dan simple agar mudah dipelajari bagi Anda yang baru memulai (pemula) bahkan bagi Anda yang akan mendalami lebih lanjut.

Keterampilan:

Pemula, Menengah, Lanjut

Jenis buku:

Tutorial, Referensi

Target pembaca:

Masyarakat umum, Mahasiswa, Praktisi teknologi, Komunitas, Dunia pendidikan, guru,

dosen, peserta didik dan lain-lain.

Penulis:
Dedy Setyo Afrianto, M.Pd

ISBN : 978-602-1277-72-0

Tebal : 224 Hal

Harga : Rp.65.000,- (Harga umum). Untuk harga versi promo silakan hubungi kontak dibawah.

Form Pemesanan silakan isi pada link berikut https://bit.ly/pesan_easy

Untuk Versi Digital, melalui Gramedia Online dapat dipesan melalui link ini

https://ebooks.gramedia.com/books/easy-learning-cara-mudah-menerapkan-e-learning-dari-a-sampai-z-untuk-pemula

Mengelola disiplin positif pembelajaran jarak jauh

Masa belajar di rumah yang sepertinya akan tetap panjang saat ini, perlu kita rawat dengan baik agar tidak menjadi kontraproduktif dengan semangat belajar siswa di rumah. Hal ini butuh penyiapan dari berbagai sisi, mental, spiritual, fisik dan ditambah hal-hal pendukung lainnya seperti kemampuan teknis dan sarana.

Bagaimana memanajemen pembelajaran jarak jauh agar tetap produktif dan sejalur dengan pertumbuhan kompetensi siswa ?

Seminar berikutnya dalam rangka tetap menjaga semangat disiplin positif di era pembelajaran jarak jauh. Bagi yang berminat dan berkesempatan bisa join bareng kita. Informasi lebih lanjut baca twitpict dibawah ini ya. Tetap semangat.

Salam hangat,

Dedy Setyo Afrianto

Pelatihan pengelolaan problem based learning di kelas online

Alhamdulillah kemarin telah terselenggara pelatihan online bersama dengan guru-guru hebat dari berbagai sekolah di Indonesia bersama dengan Nurul Fikri Education Centre. Tajuk yang diambil adalah pengelolaan Problem Bases Learning di Kelas Online. Pelatihan ini merupakan jawaban dari pertanyaan sebagian guru-guru kita bagaimana menerapkan variasi pembelajaran online dampak #belajardarirumah.

Jika selama ini paradigma pembelajaran online masih “memindahkan” kelas fisik ke bentuk online semata, maka stress yang akan muncul. Disatu sisi juga fenomena “kebanjiran tugas” masih terus melanda bagi siswa-siswa kita. Hal ini tentu saja akan menimbulkan pandemi baru selain corona yang sudah mewabah :). Tentunya kita tidak ingin, hal ini terjadi dalam jangka waktu yang lama untuk pembelajaran online di kelas-kelas kita.

Ilustrasi belajar di rumah

So, bagaimana memulai dengan strategi Problem Based Learning ini, slide presentasinya dibawah ini, silahkan bisa diunduh bagi yang berminat.

Salam hangat,

Dedy Setyo Afrianto

Bekerja untuk keabadian

Vastly Zaitsev, seorang penembak jitu Uni Soviet pada Perang Dunia II mengisi karirnya dengan cara yang luar biasa. Bidikan senapan jarak jauhnya, pada akhirnya merontokkan mental pasukan-pasukan Jerman sehingga pada akhirnya perang Stallingrad ini dimenangkan oleh Soviet. Selidik punya selidik, ternyata kehebatan Zaitsev ini dipropagandakan sedemikian rupa oleh pimpinan-pimpinan Soviet melalui publikasi tulisan yang menggelora, digandakan berribu-ribu eksemplar, kemudian disebarkan lewat pesawat terbang agar bisa dibaca oleh semua orang, termasuk musuh-musuhnya sendiri, hal ini sekaligus membuat ciut nyali pasukan musuh sebagai strategi psy war. Diakhir adegan, Zaitsev, selain sebagai pasukan elit, merupakan simbol kemenangan Soviet untuk peperangan ini. Kisah epik bisa dilihat pada film Enemy at the Gates (dipublikasikan pada tahun 2001).

Lain lagi dengan kisah Buya Hamka, beliau merupakan profil lengkap seorang guru, ulama, politisi, sastrawan sekaligus penulis. Beliau tergolong penulis yang produktif, tak kurang dari 118 judul buku sudah beliau hasilkan, meliputi banyak bidang kajian, seperti politik, sejarah, budaya, akhlak, dan ilmu-ilmu keislaman. Dari sekian banyak karyanya, paling berpengaruh tentu saja adalah Tafsir Al-Quran 30 juz yang dinamakan Tafsir Al Azhar. Tafsir ini memiliki pengaruh besar, tidak hanya digunakan oleh muslim Indonesia, namun menyebar sampai dengan Malaysia, Brunei, bahkan sampai dengan Thailand. Tafsir ini diselesaikan Hamka saat di jeruji tahanan selama 2 tahun 4 bulan. Tulisan beliau dalam bentuk sastra, beberapa diantaranya “Dibawah Lindungan Ka’bah” dan “Tenggelamnya Kapal van Der Wijck”, walaupun karya lama generasi 1930an, namun karya beliau masih relevan untuk menjadi bacaan inspiratif antar generasi, sehingga masih sangat populer ketika diangkat pada versi layar lebar. Memang benar, karya-karya menyejarah, seperti punya cara tersendiri agar tetap bersinar tak terbatas ruang dan waktu.

Buya Hamka

Dua kisah diatas, walaupun hanya fragmen kecil dari sebuah film dan karya pemikiran, namun kita tahu bahwa ketajaman pena, memiliki imbas dahsyat untuk mempengaruhi orang lain dengan skala yang luas, tak terbatas ruang dan waktu. Tulisan yang memiliki value tinggi, bisa mempengaruhi pembacanya, akan memiliki dampak lebih efektif dan eskalatif.

Semakin banyak karya bermutu tinggi yang beredar dimasyarakat, pada akhirnya akan berimbas pada budaya, moralitas, nilai keluhuran, pola pikir masyarakat dan kualitas SDM yang lebih membaik dari waktu ke waktu. Namun, untuk sampai pada hal ini, peran serta masyarakat jua lah yang memiliki peran signifikan. Karena pada dasarnya, masyarakat berperan sebagai “produsen” ide dan gagasan (melalui media tulis), disatu sisi juga berperan sebagai “konsumen”, penikmat ide tersebut. Titik sambung antara banyaknya karya berkualitas dan peningkatan mutu SDM inilah dinamakan literasi (kemampuan membaca dan menulis). Sederhananya, masyarakat berperan ganda dalam peningkatan mutu literasi ini.

Level literasi masyarakat memiliki kontribusi besar untuk menentukan kemajuan sebuah bangsa, banyak riset yang menjelaskan bagaimana kemampuan literasi manusia, memiliki relasi positif terhadap kecerdasan, penalaran dan bahkan kemampuan matematika. Literasi ini, pada akhirnya memiliki sumbangsih yang besar terhadap kemajuan negeri. Namun, Indonesia masih memiliki sejumlah PR untuk mengatasi hal ini.

Penelitian Program for International Student Assessment (PISA) rilisan Organisation for Economic Co-Operation and Develompent (OECD) tahun 2015 menunjukkan rendahnya tingkat literasi Indonesia dibanding negara-negara di dunia. Ini adalah hasil penelitian terhadap 70 negara. Indonesia berada pada ranking 62 dari 70 negara yang disurvei.

PISA 2015

Problem ini, tentunya butuh penuntasan dengan menjadikan pendidikan sebagai kata kuncinya. Sebagaimana kita pahami bahwa faktor penting pendidikan salah satunya ada pada guru. Guru memiliki peran besar untuk dapat menjadikan level literasi ini menjadi lebih baik. Kemudian, bagaimana guru dapat berperan dengan profesinya ?, dengan cara menginspirasi mereka !.

Cara terbaik mendekatkan para siswa dengan baca-tulis, bisa dilakukan dengan pendalaman materi dengan mengoptimalkan sumber lain diluar buku paket, cara ini bisa men trigger keingintahuan siswa dengan bacaan lain, sekaligus menjadikan referensi tambahan yang bermanfaat untuk mencintai membaca.
Berikutnya, menulis adalah aktivitas yang manfaatnya tidak hanya dirasakan disaat ini dan ditempat ini. Lebih dari itu, menulis, apalagi di era teknologi saat ini, merupakan “alat edar ide” terbaik dan terluas. Lebih massif dibanding era Zaitsev tentu saja, setiap orang bisa dengan cepat dan mudah membacanya, dimanapun dan kapanpun. Begitu juga manfaatnya bisa dirasakan diwaktu-waktu kedepan, bahkan untuk generasi sesudah kita. Betapa banyak tulisan-tulisan di jagat maya yang sudah ditulis dari belasan atau puluhan tahun yang lalu, yang masih bisa kita baca di internet hingga sekarang. Begitu juga dengan karya kita saat ini, jika ada pencerahan didalamnya, maka “suluh” ini bisa dinikmati bahkan sampai masa yang panjang. Benarlah bahwa menulis adalah bekerja untuk keabadian.
Semoga kita bisa menjadi inspirator kebaikan untuk masa yang panjang lewat menulis ini.

Sebagai penutup, Kami kutipkan epilog dari Pramoedya.


“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”
― Pramoedya Ananta Toer

MENJADI PEMATERI “GOAL SETTING” UNTUK MENYIAPKAN MASA ORIENTASI SISWA BARU

Membentuk siswa dengan kategori High Achiever

Ada latar belakang yang saya angkat ketika akan menyampaikan terkait dengan materi ini, jika ditulisan sebelumnya kita sedikit bahas tentang penemuan robot yang bisa menulis seperti manusia yang sudah diinisiasi oleh Future University Jepang pada 2016, sedangkan Google juga berhasil menemukan algoritma Artificial Intellegent agar komputer bisa menggambar secara natural, justru yang saya amati adalah apa latar belakang dari masing-masing penemu tersebut menemukan hal ini ?.

Ditambah lagi dengan background tokoh-tokoh fenomenal dibidangnya masing-masing. Kalau kita kenal dengan Michael Jordan (MJ), mantan atlet basket Chicago Bulls peraih hall of fame NBA. Yang ternyata dimasa mudanya tertolak 3x untuk bisa masuk sekolah nya yang unggul dalam bidang Basket. Diakhir, kita tahu bahwa MJ seorang fenomenal dengan raihan prestasi yang sulit dikejar oleh generasi sesudahnya. Thomas Edison sosok yang brilian, dengan tanpa putus asa melakukan eksperimen dan ujicoba ribuan kali, hingga menemukan lampu bolam yang kemanfaatannya bisa kita nikmati hingga saat ini.

Ada apa dengan MJ dan Edison ?, boleh kita namakan mereka dalam kategori High Achiever. lalu kemudian, bagaimana merakit kemampuan siswa-siswa di sekolah kita menjadi High Achiever dimasa depannya kelak ?. Menarik untuk dikaji bahwa High Achiever dibentuk bukan karena ketidak sengajaan, namun atas proses yang panjang dan tak kenal lelah.

Menjadi High Achiever, setidaknya ada beberapa syarat yg musti terpenuhi yakni sebagai berikut :

  1. Self Regulated Learner

SRL ini merupakan kemampuan untuk mengorganisasi diri, membuat strategi dan mempersiapkan diri agar bisa belajar lebih banyak. Ketika kemampuan ini dimiliki, maka siswa akan belajar dengan sendirinya dan merekonstruksi pengetahuan dalam diri untuk menjadi lebih bermanfaat.

Secara sederhana, SRL ini dipahami dengan bahasa yang lebih sederhana, karena jam reguler di kelas hanya berlangsung dari jam sekian s.d jam sekian, maka sisanya sejatinya merupakan waktu-waktu yang seharusnya bisa menjadi lebih berharga untuk proses belajar, namun tentunya dengan syarat siswa ini memiliki kemampuan SRL ini.

2. Goal Setting

Bahwa setiap manusia yang memiliki tujuan, maka Goal Setting merupakan titik akhir kemana destinasi setiap siswa dalam pencapaian tertentu.

Goal ini dengan SRL ibarat tali temali, karena SRL yang baik maka selalu memiliki goal dalam arahnya.

Pencapaian goal ini nantinya bisa dirumuskan melalui rumus SMART (Spesifically, Measurement, Achievable, Realistic, Timely).

3. Self Efficacy

Merupakan kepercayaan diri bahwa siswa dapat menyelesaikan tantangan dengan kesulitan tertentu, hal ini biasanya dimulai dari pengalaman empiris sebelumnya . Siswa dengan kemampuan efficacy tingi, cenderung dapat menyelesaikan tantangan-tantangan yang dihadapi nanti.

Demikian, semoga bermanfaat.

Berikut beberapa dokumentasi dalam kegiatan ini

Suasana pelatihan Becoming High Achiever

Salam hangat,

Dedy Setyo

Menjadi Juri Lomba Inovasi Media Pembelajaran “Board Game”

Sekolah Islam Terpadu (SIT) Nurul Fikri yang berada dibilangan Kota Depok Jawa Barat memang secara rutin berkomitmen mengembangkan kualitas Guru-guru nya. Setelah pada sesi sebelumnya diberikan tentang pelatihan pengantar pembuatan Board Game, inilah saatnya melihat mereka para guru berkompetisi membuat media pembelajarannya.

Sebagai informasi, bahwa Board Game ini merupakan kategori permainan dengan seperangkat aturan tertentu yang melibatkan pemainnya untuk terlibat secara penuh dalam permainan, hingga syarat-syarat terpenuhi untuk menempatkan salah saeorang pemainnya menjadi pemenang. Simpelnya, jika Anda pernah memainkan monopoli atau ular tangga dimasa lalu, nah dua permainan itu termasuk kategori Board Game.

Karena karakteristiknya yang memang “fun”, perangkat ini bisa dioptimalisasi untuk menjadi media pembelajaran, sehingga harapannya siswa tetap bisa belajar (dan terlibat) dengan cara yang asyik.

Lomba inovasi media ini setelah pada babak penyisihan diikuti sekitar 60an guru, akhirnya masuk pada babak final peserta 10 guru terbaik. Penjurian ini dilakukan oleh saya sendiri, Direktur Operasional Ust Rahmat Syehani, M.Pd dan juga praktisi desainer game board mas Brendan dari Bandung.

Nampak spanduk didepan sekolah yang menandakan bahwa gempita ajang ini sudah masuk sejak pintu gerbang.

juri media pembelajaran guru board game

Pada waktu yang telah ditentukan, peserta hanya memiliki wakt selama 5-7 menit untuk presentasikan overview dari game yang telah dibuatnya. Berupa latar belakang, tujuan, aturan permainan dan hal-hal terkait lainnya.

Sepuluh total finalis dibagi dalam 5 kelas, sehingga per kelas hanya ada dua peserta saja. Oh ya, selain kami para juri, ada juga tamu pengunjung yang ikut serta melihat proses lomba, untuk memberikan vote nya siapa peserta terfavorit.

48421227_2200359733307552_668963490181939200_n

Kategori dalam lomba ini cukup beragam, ada juga peserta dari Tim Quran yang membuat game untuk menguatkan hafalan siswa (murojaah), dari kepramukaan, matematika, kimia, BK dan dari mapel-mapel lainnya.

49089540_2200359856640873_8030179746354561024_n

Diakhir sesi, kami selfi bersama tim panitia yang luar biasa menyiapkan perhelatan ini dari awal sampai akhir, ada dari Learning Resources Center Bu Nita Heryanti, M.Pd, Pak Didik Andrianto, S.Pd, Bu Abid, Pak Seto dan lain-lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

49178113_2200359973307528_3315007766535340032_n

Sertifikat untuk oleh-oleh sebelum kepulangan.

serti

Semoga ajang ini mampu memberikan pemantik para pendidik dimanapun berada, untuk selalu berkarya, membuat pembelajarannya lebih berkualitas dari hari ke hari, yang pada ujungnya berkontribusi untuk pencerdasan bangsa dimasa yang akan datang. Aamiin.

Salam hangat,

 

Dedy Setyo

Menjadi Pemateri Consultant For Change di Binawan University

Sabtu yang lalu, sesuai yang telah dijadwalkan oleh panitia NICE Social Training Series, kami berkesempatan memberikan materi terkait dengan dunia konsultan, sesuai dengan materi yang pernah kami terima pada C4Change (Consultant for change) NAMA Foundation di Malaysia.

Training ini merupakan sesi untuk berbagi kembali (diseminasi) kepada segenap pengampu organisasi, praktisi, profesional dan akademisi. Sedianya semua materi ini jika disampaikan secara penuh, maka akan diselenggarakan dalam durasi 24 hari (2 module), sehingga dalam penyelenggaraan yang hanya 4 jam ini, sifatnya hanya overview materi-materi pokok untuk pengantar bagi yang berminat menggeluti materi ini.

Panggung utama untuk sesi pembukaan sebelum masuk materi.

Dalam sesi materi ini saya berduet dengan Mas Juna, rekan kami yang keren dari Rumah Kepemimpinan, yang barengan dengan saya di module 1 dan 2 saat di Malaysia.

Materi yang kami sepakati untuk disampaikan ada beberapa hal yakni sebagai berikut :

  1. Mindset (resume singkat materi ini bisa diakses ditulisan ini )
  2. SWOT Analysis for organization
  3. Loop infinity of change
  4. Community Platform
  5. Need analysis

Sehingga dalam pelaksanaannya kami berbagi siapa yang akan explore lebih dalam.

Sebelum masuk materi, kami coba cek levelisasi peserta menggunakan menti meter  dengan mempertanyakan apa yang terbesit ketika mendengar istilah “Mindset”
Hasil survey singkat kepada peserta

kemudian ditengah-tengah materi kami coba sharekan tentang bagaimana mengecek mindset kita dengan tools dari mindsetworks.com bagi Anda yang ingin mencoba juga, bisa akses dari sini http://bit.ly/cekmindset

Kebutuhan untuk mengetahui mindset diri sendiri ini menjadi penting karena mindset ini menjadi tolak ukur sejauh mana seseorang bisa upgrade diri untuk fase-fase yang lebih bermakna dalam kehidupan yang lebih baik.

Dari contoh-contoh tokoh yang memiliki growth mindset yang baik adalah diantaranya Michael Jordan dan Thomas Edison. Ketika berbagai tantangan dalam kehidupannya tidak menjadikannya surut dan melemah, namun malah membuatnya makin kuat dan menyejarah.
Sesi materi

Pada sesi analisis SWOT kami bagi menjadi empat kelompok untuk belajar menganalisis gambar dan fenomena ojeg online yang sedang marak di masyarakat.
Sesi Focus Group Discussion

Lanjutan sesi materi secara klasikal.
Sesi Presentasi

Diakhiri dengan sesi foto bersama peserta.
Clossing Session dan Foto bersama

Semoga pelatihan ini memiliki dampak positif kepada semua peserta. Memberikan wawasan lebih dan pengalaman berharga dalam mengelola organisasi di lingkungannya. Aamiin.

Salam hangat,

Dedy Setyo