Category Archives: Kuliah

Strategi Perubahan Pembelajaran dari Kelas Tradisional Menuju e-learning

Beberapa provider e-learning menganggap bahwa jika ingin melakukan konversi dari pembelajaran tradisional kedalam pembelajaran e-learning, maka hanya tinggal memindahkan semua konten/media kedalam Learning Management System (LMS) maka pekerjaan itu sudah selesai.

Namun sebenarnya langkah ini belumlah selesai. Memindahkan semua file presentasi/bahan-bahan pembelajaran dari yang tadinya tercetak hanya menjadi via file-file saja barulah satu tahap. Jika ingin tuntas dan menyeluruh, menurut Christopher Pappas ( seorang profesional e-learning penemu jejaring The eLearning Industry) harusnya dilengkapi dengan 5 langkah berikut. Apa sajakah itu ?, mari simak kelanjutan tulisan ini. Artikel ini disarikan dari http://elearningindustry.com/.

baca lanjutan...

Road Map Penerapan e-learning di Lembaga Pendidikan

Pengalaman mengembangkan dan menerapkan e-learning di lembaga sendiri sejak 6 tahun silam (sejak tahun 2007) memberikan pelajaran penting bahwa grusa-grusu (istilah bahasa jawa yang berarti buru-buru) pada endingnya akan memberikan kelelahan ketimbang hasil memuaskan yang dicari. Bagaimana tidak, dari course yang disiapkan dari seluruh kelas dan guru, yang akhirnya bisa terlibat kuat dengan model pendekatan pembelajaran ini tidak sampai 50 % dari keseluruhan kelas. Selaras dengan temuan (Dublin, 2003) dan (Delio, 2000) bahwa ketika e-learning itu diwajibkan kepada perseorangan maka sekurangnya 30% orang akan menolaknya. Kalau dari siswa, minat mereka malah sebaliknya, antusiasme dan motivasi mereka malah luar biasa besar, sampai-sampai mata mereka berbinar2 kalau saya sedang menggunakan metode ini..he.he #lebay.

baca lanjutan...

Video; Meningkatkan Pembelajaran Melalui Gambar Bergerak (tulisan 4 dari 4 tulisan–habis)

Dalam bukunya yang berjudul “Instructional Technology and Media for Learning”, Sharon E Smaldino menjelaskan begitu banyak media yang dapat digunakan untuk mendorong percepatan penerimaan siswa terhadap pembelajaran. Khusus pada bab tentang video, tulisan ini merupakan terjemah dari catatan beliau agar lebih mudah dipahami dan berguna untuk penelitian bagi teman-teman yang membutuhkan literatur ini. Karena total ada 16 halaman (A4), saya sajikan dalam 4 tulisan berseri. Selamat membaca !

1. Seri 1. Berisi Materi : Pemanfaatan Video di Ruang Kelas, Special Attributes

baca lanjutan...

Video; Meningkatkan Pembelajaran Melalui Gambar Bergerak (tulisan 3 dari 4 tulisan)

Dalam bukunya yang berjudul “Instructional Technology and Media for Learning”, Sharon E Smaldino menjelaskan begitu banyak media yang dapat digunakan untuk mendorong percepatan penerimaan siswa terhadap pembelajaran. Khusus pada bab tentang video, tulisan ini merupakan terjemah dari catatan beliau agar lebih mudah dipahami dan berguna untuk penelitian bagi teman-teman yang membutuhkan literatur ini. Karena total ada 16 halaman (A4), saya sajikan dalam 4 tulisan berseri. Selamat membaca !

1. Seri 1. Berisi Materi : Pemanfaatan Video di Ruang Kelas, Special Attributes

baca lanjutan...

Presentasi Penerapan e-learning; Potensi dan Tantangannya

Hai pengunjung setia DedySetyo.Net !, tak terasa hari-hari ini tlah berlalu, tahu2 dah akhir pekan aja..he he, maklumlah..kerjaan gak berhenti2. Di pagi yang syahdu ini, saya sempatkan untuk share tentang slide presentasi beberapa hari yang lalu terkait dengan penerapan e-learning. Ya, e-learning telah menjadi fenomena tersendiri, banyak kemajuan pembelajaran yang akan dicapai oleh peserta didik jika menggunakan media ini. Tujuan presentasi ini pada dasarnya adalah untuk pembentukan tim guru inti yang akan menjadi model penerapan, sehingga untuk masalah edukasi, sosialisasi dan pemasyarakatan e-learning menjadi lebih ringan dari sebelumnya. Saya bagikan juga data bagaimana banyak lembaga yang telah mencapai effisiensi karena menggunakan elearning. 

baca lanjutan...

Video; Meningkatkan Pembelajaran Melalui Gambar Bergerak (tulisan 2 dari 4 tulisan)

Dalam bukunya yang berjudul “Instructional Technology and Media for Learning”, Sharon E Smaldino menjelaskan begitu banyak media yang dapat digunakan untuk mendorong percepatan penerimaan siswa terhadap pembelajaran. Khusus pada bab tentang video, tulisan ini merupakan terjemah dari catatan beliau agar lebih mudah dipahami dan berguna untuk penelitian bagi teman-teman yang membutuhkan literatur ini. Karena total ada 16 halaman (A4), saya sajikan dalam 4 tulisan berseri. Selamat membaca !

1. Seri 1. Berisi Materi : Pemanfaatan Video di Ruang Kelas, Special Attributes

baca lanjutan...

Video; Meningkatkan Pembelajaran Melalui Gambar Bergerak (tulisan 1 dari 4 tulisan)

Dalam bukunya yang berjudul “Instructional Technology and Media for Learning”, Sharon E Smaldino menjelaskan begitu banyak media yang dapat digunakan untuk mendorong percepatan penerimaan siswa terhadap pembelajaran. Khusus pada bab tentang video, tulisan ini merupakan terjemah dari catatan beliau agar lebih mudah dipahami dan berguna untuk penelitian bagi teman-teman yang membutuhkan literatur ini. Karena total ada 16 halaman (A4), saya sajikan dalam 4 tulisan berseri. Selamat membaca !

1. Seri 1. Berisi Materi : Pemanfaatan Video di Ruang Kelas, Special Attributes

baca lanjutan...

Komponen Contextual Teaching and Learning (CTL) (tulisan ke-2 dari 2 tulisan–habis)

Melanjutkan empat komponen CTL sebelumnya, bahasan di bawah ini menguraikan tentang komponen berikutnya. Selamat membaca !.

5. Pemodelan (Modelling)
Dalam pendekatan CTL, guru bukan satu-satunya model, model dapat dirancang dengan melibatkan siswa, model juga dapat didatangkan dari luar. Pemodelan artinya, dalam sebuah pembelajaran ketrampilan atau pengetahuan tertentu, ada model yang biasa ditiru. Misalnya, guru memperagakan bagaimana prosedur dalam penggunan alat tertentu seperti alat musik, alat praktik laboratorium, cara kerja mesin dan lain-lain. Dalam pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan misalnya, guru bersama siswa memperagakan bagaimana cara partai politik dalam berupaya mendapatkan dukungan massa, bagaimana prosedur pengadilan dalam menyelesaikan kasus pidana dan sebagainya.

baca lanjutan...

Presentasi Keunggulan Video sebagai Media Belajar

Slide presentasi ini berjudul The Power of Video as Learning Tools kelanjutan dari tulisan ini, bersumber dari buku karangan Sharon E Smaldino yang berjudul “Instructional Technology and Media for Learning”. Memamparkan bahwa dengan menggunakan video, sebagai salah satu produk media digital unggulan, siswa dapat lebih menyerap banyak materi pembelajaran dengan cepat, mengkonstruksi pengetahuannya serta mengikat maknanya dengan lebih mendalam.

Selamat membaca !

slide

About dedy setyo

Tetap bangga dan mencintai pekerjaannya sebagai Pengajar, Pendidik, Peneliti, Pegiat teknologi dan narasumber dalam ranah pendidikan khususnya media pendidikan spesialisasi media digital, e-learning dan Open Source untuk pendidikan. Selengkapnya disini. Bisa dihubungi melalui e-mail : dedy@dedysetyo.net atau Call/SMS : 087770030903 WA : 085718904956 atau FB, atau View all posts by dedy setyo

baca lanjutan...

Komponen Contextual Teaching and Learning (CTL) (tulisan ke-1 dari 2 tulisan)

Melanjutkan bahasan tentang Contextual Teaching and Learning (CTL) sebagai salah satu pendekatan belajar yang kontekstual dan bermakna, berikut saya tuliskan apa saja yang menjadi komponen dari CTL. Harapannya menggunakan panduan ini, CTL dapat dengan mudah diterapkan dalam kelas-kelas kita. Karena adanya 8 komponen, saya bagi menjadi 2 bagian (masing-masing 4 paparan) agar tidak terlampau panjang serta fokus dalam pembahasan. Apa sajakah komponennya ?

1. Konstruktivisme

Prinsip-prinsip pembelajaran konstruktivisme meliputi membangun interpretasi peserta didik berdasarkan pengalaman belajar, menjadikan pembelajaran sebagai proses aktif dalam membangun pengetahuan tidak hanya sebagai proses komunikasi pengetahuan, kegiatan pembelajaran bertujuan untuk pemecahan masalah, pembelajaran bertujuan pada proses pembelajaran itu sendiri, bukan pada hasil pembelajaran, pembelajaran berpusat pada peserta didik, dan mendorong peserta didik dalam mencapai tingkat berpikir yang lebih tinggi (Warsita (2009 : 90).

baca lanjutan...