Category Archives: Kuliah

Journey Notes Consultant For Change (C4C) Part2

Before you read more deeply, i just wanna tell to you, that this is my private notes actually. My way to memorize that i ve got from training, so if some day i need this reference, i just search it from my own blog. So, you can read and take it as reference also when you like it. But don’t forget to have some literature as compared as well. You can read it from beginning part for know what the objectives i post this article.

Material that i wanna post i get from Michael Porter theory, btw Porter is an American academic known for his theories on economics, business strategy, and social causes. He is the Bishop William Lawrence University Professor at Harvard Business School, and he was one of the founders of the consulting firm The Monitor Group (now part of Deloitte) and FSG, a social impact consultancy (ref).  He said about five forces framework as a tool to analyze the business. In my opinion, this theory is not just we can use it in business area, in other sector like education (or politic, ?) we can use it well also.

baca lanjutan...

Strategi Perubahan Pembelajaran dari Kelas Tradisional Menuju e-learning

Beberapa provider e-learning menganggap bahwa jika ingin melakukan konversi dari pembelajaran tradisional kedalam pembelajaran e-learning, maka hanya tinggal memindahkan semua konten/media kedalam Learning Management System (LMS) maka pekerjaan itu sudah selesai.

Namun sebenarnya langkah ini belumlah selesai. Memindahkan semua file presentasi/bahan-bahan pembelajaran dari yang tadinya tercetak hanya menjadi via file-file saja barulah satu tahap. Jika ingin tuntas dan menyeluruh, menurut Christopher Pappas ( seorang profesional e-learning penemu jejaring The eLearning Industry) harusnya dilengkapi dengan 5 langkah berikut. Apa sajakah itu ?, mari simak kelanjutan tulisan ini. Artikel ini disarikan dari http://elearningindustry.com/.

baca lanjutan...

Road Map Penerapan e-learning di Lembaga Pendidikan

Pengalaman mengembangkan dan menerapkan e-learning di lembaga sendiri sejak 6 tahun silam (sejak tahun 2007) memberikan pelajaran penting bahwa grusa-grusu (istilah bahasa jawa yang berarti buru-buru) pada endingnya akan memberikan kelelahan ketimbang hasil memuaskan yang dicari. Bagaimana tidak, dari course yang disiapkan dari seluruh kelas dan guru, yang akhirnya bisa terlibat kuat dengan model pendekatan pembelajaran ini tidak sampai 50 % dari keseluruhan kelas. Selaras dengan temuan (Dublin, 2003) dan (Delio, 2000) bahwa ketika e-learning itu diwajibkan kepada perseorangan maka sekurangnya 30% orang akan menolaknya. Kalau dari siswa, minat mereka malah sebaliknya, antusiasme dan motivasi mereka malah luar biasa besar, sampai-sampai mata mereka berbinar2 kalau saya sedang menggunakan metode ini..he.he #lebay.

baca lanjutan...

Video; Meningkatkan Pembelajaran Melalui Gambar Bergerak (tulisan 4 dari 4 tulisan–habis)

Dalam bukunya yang berjudul “Instructional Technology and Media for Learning”, Sharon E Smaldino menjelaskan begitu banyak media yang dapat digunakan untuk mendorong percepatan penerimaan siswa terhadap pembelajaran. Khusus pada bab tentang video, tulisan ini merupakan terjemah dari catatan beliau agar lebih mudah dipahami dan berguna untuk penelitian bagi teman-teman yang membutuhkan literatur ini. Karena total ada 16 halaman (A4), saya sajikan dalam 4 tulisan berseri. Selamat membaca !

1. Seri 1. Berisi Materi : Pemanfaatan Video di Ruang Kelas, Special Attributes

baca lanjutan...

Video; Meningkatkan Pembelajaran Melalui Gambar Bergerak (tulisan 3 dari 4 tulisan)

Dalam bukunya yang berjudul “Instructional Technology and Media for Learning”, Sharon E Smaldino menjelaskan begitu banyak media yang dapat digunakan untuk mendorong percepatan penerimaan siswa terhadap pembelajaran. Khusus pada bab tentang video, tulisan ini merupakan terjemah dari catatan beliau agar lebih mudah dipahami dan berguna untuk penelitian bagi teman-teman yang membutuhkan literatur ini. Karena total ada 16 halaman (A4), saya sajikan dalam 4 tulisan berseri. Selamat membaca !

1. Seri 1. Berisi Materi : Pemanfaatan Video di Ruang Kelas, Special Attributes

baca lanjutan...

Presentasi Penerapan e-learning; Potensi dan Tantangannya

Hai pengunjung setia DedySetyo.Net !, tak terasa hari-hari ini tlah berlalu, tahu2 dah akhir pekan aja..he he, maklumlah..kerjaan gak berhenti2. Di pagi yang syahdu ini, saya sempatkan untuk share tentang slide presentasi beberapa hari yang lalu terkait dengan penerapan e-learning. Ya, e-learning telah menjadi fenomena tersendiri, banyak kemajuan pembelajaran yang akan dicapai oleh peserta didik jika menggunakan media ini. Tujuan presentasi ini pada dasarnya adalah untuk pembentukan tim guru inti yang akan menjadi model penerapan, sehingga untuk masalah edukasi, sosialisasi dan pemasyarakatan e-learning menjadi lebih ringan dari sebelumnya. Saya bagikan juga data bagaimana banyak lembaga yang telah mencapai effisiensi karena menggunakan elearning. 

baca lanjutan...

Video; Meningkatkan Pembelajaran Melalui Gambar Bergerak (tulisan 2 dari 4 tulisan)

Dalam bukunya yang berjudul “Instructional Technology and Media for Learning”, Sharon E Smaldino menjelaskan begitu banyak media yang dapat digunakan untuk mendorong percepatan penerimaan siswa terhadap pembelajaran. Khusus pada bab tentang video, tulisan ini merupakan terjemah dari catatan beliau agar lebih mudah dipahami dan berguna untuk penelitian bagi teman-teman yang membutuhkan literatur ini. Karena total ada 16 halaman (A4), saya sajikan dalam 4 tulisan berseri. Selamat membaca !

1. Seri 1. Berisi Materi : Pemanfaatan Video di Ruang Kelas, Special Attributes

baca lanjutan...

Video; Meningkatkan Pembelajaran Melalui Gambar Bergerak (tulisan 1 dari 4 tulisan)

Dalam bukunya yang berjudul “Instructional Technology and Media for Learning”, Sharon E Smaldino menjelaskan begitu banyak media yang dapat digunakan untuk mendorong percepatan penerimaan siswa terhadap pembelajaran. Khusus pada bab tentang video, tulisan ini merupakan terjemah dari catatan beliau agar lebih mudah dipahami dan berguna untuk penelitian bagi teman-teman yang membutuhkan literatur ini. Karena total ada 16 halaman (A4), saya sajikan dalam 4 tulisan berseri. Selamat membaca !

1. Seri 1. Berisi Materi : Pemanfaatan Video di Ruang Kelas, Special Attributes

baca lanjutan...

Komponen Contextual Teaching and Learning (CTL) (tulisan ke-2 dari 2 tulisan–habis)

Melanjutkan empat komponen CTL sebelumnya, bahasan di bawah ini menguraikan tentang komponen berikutnya. Selamat membaca !.

5. Pemodelan (Modelling)
Dalam pendekatan CTL, guru bukan satu-satunya model, model dapat dirancang dengan melibatkan siswa, model juga dapat didatangkan dari luar. Pemodelan artinya, dalam sebuah pembelajaran ketrampilan atau pengetahuan tertentu, ada model yang biasa ditiru. Misalnya, guru memperagakan bagaimana prosedur dalam penggunan alat tertentu seperti alat musik, alat praktik laboratorium, cara kerja mesin dan lain-lain. Dalam pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan misalnya, guru bersama siswa memperagakan bagaimana cara partai politik dalam berupaya mendapatkan dukungan massa, bagaimana prosedur pengadilan dalam menyelesaikan kasus pidana dan sebagainya.

baca lanjutan...

Presentasi Keunggulan Video sebagai Media Belajar

Slide presentasi ini berjudul The Power of Video as Learning Tools kelanjutan dari tulisan ini, bersumber dari buku karangan Sharon E Smaldino yang berjudul “Instructional Technology and Media for Learning”. Memamparkan bahwa dengan menggunakan video, sebagai salah satu produk media digital unggulan, siswa dapat lebih menyerap banyak materi pembelajaran dengan cepat, mengkonstruksi pengetahuannya serta mengikat maknanya dengan lebih mendalam.

Selamat membaca !

slide