All posts by dedy setyo

Tetap bangga dan mencintai pekerjaannya sebagai Pengajar, Pendidik, Peneliti, Pegiat teknologi dan narasumber dalam ranah pendidikan khususnya media pendidikan spesialisasi media digital, e-learning dan Open Source untuk pendidikan. Selengkapnya disini. Bisa dihubungi melalui e-mail : dedy@dedysetyo.net atau Call/SMS : 087770030903 WA : 085718904956 atau FB, atau

Bekerja untuk keabadian

Vastly Zaitsev, seorang penembak jitu Uni Soviet pada Perang Dunia II mengisi karirnya dengan cara yang luar biasa. Bidikan senapan jarak jauhnya, pada akhirnya merontokkan mental pasukan-pasukan Jerman sehingga pada akhirnya perang Stallingrad ini dimenangkan oleh Soviet. Selidik punya selidik, ternyata kehebatan Zaitsev ini dipropagandakan sedemikian rupa oleh pimpinan-pimpinan Soviet melalui publikasi tulisan yang menggelora, digandakan berribu-ribu eksemplar, kemudian disebarkan lewat pesawat terbang agar bisa dibaca oleh semua orang, termasuk musuh-musuhnya sendiri, hal ini sekaligus membuat ciut nyali pasukan musuh sebagai strategi psy war. Diakhir adegan, Zaitsev, selain sebagai pasukan elit, merupakan simbol kemenangan Soviet untuk peperangan ini. Kisah epik bisa dilihat pada film Enemy at the Gates (dipublikasikan pada tahun 2001).

baca lanjutan...

Narasumber pelatihan pengantar e-learning dan project based learning

Sabtu pagi yang lalu, alhamdulillah diberikan kesempatan untuk dapat membersamai guru-guru keren dan hebat dari Ummul Quro Depok. Training ini bertajuk, “Pelatihan Guru Hebat. Pemanfaatan e-elarning dan Metode Project Based Learning (PjBL) untuk Pembelajaran”.

Pelatihan ini merupakan sesi pertama, sebagai overview terkait penyamaan persepsi tentang e-learning. Kemudian dilanjutkan bagaimana merakitnya menggunakan metode PjBL.

Peserta pelatihan ini hampir mencapai 90 orang yang terdiri dari guru SDIT dan SMPIT Ummul Quro Depok. Para peserta sangat antusias mulai dari pk. 09.00 dan berakhir pada pk.12.00 WIB. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Bidang Pendidikan (Peningkatan Intelektual) yang dikoordinasikan oleh Ustadzah Rukoyah dan Ustadz Nowo.

baca lanjutan...

MENJADI PEMATERI “GOAL SETTING” UNTUK MENYIAPKAN MASA ORIENTASI SISWA BARU

Membentuk siswa dengan kategori High Achiever

Ada latar belakang yang saya angkat ketika akan menyampaikan terkait dengan materi ini, jika ditulisan sebelumnya kita sedikit bahas tentang penemuan robot yang bisa menulis seperti manusia yang sudah diinisiasi oleh Future University Jepang pada 2016, sedangkan Google juga berhasil menemukan algoritma Artificial Intellegent agar komputer bisa menggambar secara natural, justru yang saya amati adalah apa latar belakang dari masing-masing penemu tersebut menemukan hal ini ?.

baca lanjutan...

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN MEDIA BELAJAR BAHASA INDONESIA DI AL IZHAR JAKARTA

Alhamdulillah. setelah cukup lama tak jalan-jalan lagi di daerah Jakarta dan sekitarnya, siang itu (27/2/16) saya diundang untuk berbagi pengalaman tentang perancangan dan pembuatan media pembelajaran. Kali ini undangannya cukup menarik dan menantang, menarik karena ini salah satu topik yang jadi core keilmuan saya, menantang karena para peserta adalah para guru-guru hebat di Perguruan Al-Izhar, Pondok Labu, Jakarta Selatan.

Sekilas info, bahwa Al-Izhar ini adalah salah satu sekolah favorit dibilangan Jakarta Selatan dengan tata kelola lingkungan yang adem, hijau dan bersih. Bangunan-bangunannya pun tampak bercita rasa seni tinggi.

baca lanjutan...

Menjadi Juri Lomba Inovasi Media Pembelajaran “Board Game”

Sekolah Islam Terpadu (SIT) Nurul Fikri yang berada dibilangan Kota Depok Jawa Barat memang secara rutin berkomitmen mengembangkan kualitas Guru-guru nya. Setelah pada sesi sebelumnya diberikan tentang pelatihan pengantar pembuatan Board Game, inilah saatnya melihat mereka para guru berkompetisi membuat media pembelajarannya.

Sebagai informasi, bahwa Board Game ini merupakan kategori permainan dengan seperangkat aturan tertentu yang melibatkan pemainnya untuk terlibat secara penuh dalam permainan, hingga syarat-syarat terpenuhi untuk menempatkan salah saeorang pemainnya menjadi pemenang. Simpelnya, jika Anda pernah memainkan monopoli atau ular tangga dimasa lalu, nah dua permainan itu termasuk kategori Board Game.

Karena karakteristiknya yang memang “fun”, perangkat ini bisa dioptimalisasi untuk menjadi media pembelajaran, sehingga harapannya siswa tetap bisa belajar (dan terlibat) dengan cara yang asyik.

Lomba inovasi media ini setelah pada babak penyisihan diikuti sekitar 60an guru, akhirnya masuk pada babak final peserta 10 guru terbaik. Penjurian ini dilakukan oleh saya sendiri, Direktur Operasional Ust Rahmat Syehani, M.Pd dan juga praktisi desainer game board mas Brendan dari Bandung.

Nampak spanduk didepan sekolah yang menandakan bahwa gempita ajang ini sudah masuk sejak pintu gerbang.

juri media pembelajaran guru board game

Pada waktu yang telah ditentukan, peserta hanya memiliki wakt selama 5-7 menit untuk presentasikan overview dari game yang telah dibuatnya. Berupa latar belakang, tujuan, aturan permainan dan hal-hal terkait lainnya.

Sepuluh total finalis dibagi dalam 5 kelas, sehingga per kelas hanya ada dua peserta saja. Oh ya, selain kami para juri, ada juga tamu pengunjung yang ikut serta melihat proses lomba, untuk memberikan vote nya siapa peserta terfavorit.

48421227_2200359733307552_668963490181939200_n

Kategori dalam lomba ini cukup beragam, ada juga peserta dari Tim Quran yang membuat game untuk menguatkan hafalan siswa (murojaah), dari kepramukaan, matematika, kimia, BK dan dari mapel-mapel lainnya.

49089540_2200359856640873_8030179746354561024_n

Diakhir sesi, kami selfi bersama tim panitia yang luar biasa menyiapkan perhelatan ini dari awal sampai akhir, ada dari Learning Resources Center Bu Nita Heryanti, M.Pd, Pak Didik Andrianto, S.Pd, Bu Abid, Pak Seto dan lain-lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

49178113_2200359973307528_3315007766535340032_n

Sertifikat untuk oleh-oleh sebelum kepulangan.

serti

Semoga ajang ini mampu memberikan pemantik para pendidik dimanapun berada, untuk selalu berkarya, membuat pembelajarannya lebih berkualitas dari hari ke hari, yang pada ujungnya berkontribusi untuk pencerdasan bangsa dimasa yang akan datang. Aamiin.

Salam hangat,

 

Dedy Setyo

Menjadi Pemateri Consultant For Change di Binawan University

Sabtu yang lalu, sesuai yang telah dijadwalkan oleh panitia NICE Social Training Series, kami berkesempatan memberikan materi terkait dengan dunia konsultan, sesuai dengan materi yang pernah kami terima pada C4Change (Consultant for change) NAMA Foundation di Malaysia.

Training ini merupakan sesi untuk berbagi kembali (diseminasi) kepada segenap pengampu organisasi, praktisi, profesional dan akademisi. Sedianya semua materi ini jika disampaikan secara penuh, maka akan diselenggarakan dalam durasi 24 hari (2 module), sehingga dalam penyelenggaraan yang hanya 4 jam ini, sifatnya hanya overview materi-materi pokok untuk pengantar bagi yang berminat menggeluti materi ini.

Panggung utama untuk sesi pembukaan sebelum masuk materi.

Dalam sesi materi ini saya berduet dengan Mas Juna, rekan kami yang keren dari Rumah Kepemimpinan, yang barengan dengan saya di module 1 dan 2 saat di Malaysia.

Materi yang kami sepakati untuk disampaikan ada beberapa hal yakni sebagai berikut :

  1. Mindset (resume singkat materi ini bisa diakses ditulisan ini )
  2. SWOT Analysis for organization
  3. Loop infinity of change
  4. Community Platform
  5. Need analysis

Sehingga dalam pelaksanaannya kami berbagi siapa yang akan explore lebih dalam.

Sebelum masuk materi, kami coba cek levelisasi peserta menggunakan menti meter  dengan mempertanyakan apa yang terbesit ketika mendengar istilah “Mindset”
Hasil survey singkat kepada peserta

kemudian ditengah-tengah materi kami coba sharekan tentang bagaimana mengecek mindset kita dengan tools dari mindsetworks.com bagi Anda yang ingin mencoba juga, bisa akses dari sini http://bit.ly/cekmindset

Kebutuhan untuk mengetahui mindset diri sendiri ini menjadi penting karena mindset ini menjadi tolak ukur sejauh mana seseorang bisa upgrade diri untuk fase-fase yang lebih bermakna dalam kehidupan yang lebih baik.

Dari contoh-contoh tokoh yang memiliki growth mindset yang baik adalah diantaranya Michael Jordan dan Thomas Edison. Ketika berbagai tantangan dalam kehidupannya tidak menjadikannya surut dan melemah, namun malah membuatnya makin kuat dan menyejarah.
Sesi materi

Pada sesi analisis SWOT kami bagi menjadi empat kelompok untuk belajar menganalisis gambar dan fenomena ojeg online yang sedang marak di masyarakat.
Sesi Focus Group Discussion

Lanjutan sesi materi secara klasikal.
Sesi Presentasi

Diakhiri dengan sesi foto bersama peserta.
Clossing Session dan Foto bersama

Semoga pelatihan ini memiliki dampak positif kepada semua peserta. Memberikan wawasan lebih dan pengalaman berharga dalam mengelola organisasi di lingkungannya. Aamiin.

Salam hangat,

Dedy Setyo

Belanja Era Milenial Ditengah Kepungan Raksasa Disrupsi

Saat artikel ini ditulis, dunia maya sedang heboh dengan temuan Google baru-baru ini yang bernama Google Duplex. Apa yang baru ?, seperti Google Assistant (program buatan Google yang bisa diperintahkan dengan suara) yang selama ini sudah ada diponsel android, namun lebih cerdas dan “manusiawi” dengan AI (Artificial Intelligent) nya, seperti mampu melakukan pemesanan atau reservasi di restoran. Tidak hanya memesan, bahkan mampu melakukan dialog yang sama persis seperti manusia sungguhan, bahkan ketika bagian pemesanan restoran menyampaikan diwaktu tertantu sudah full booked, maka si Duplex ini bisa mengusulkan untuk reschedule, begitu juga dengan ekspresi “mmh..” atau semacamnya yang teramat mirip dengan manusia sungguhan.

Masih ingat dengan petugas dipintu toll ?, kalau dulu jamak ketika kita melewati pintu toll ada petugas yang menerima pembayaran kita, per November 2017 yang lalu, setelah massifnya penggunaan kartu e-toll, hampir 1300an petugas ini dialih fungsikan ke tempat yang lain oleh Dinas Jasa Marga Tbk. Dengan kata lain, tugas mereka digantikan oleh mesin, yang pastinya lebih cepat dan akurat.

Pada dua kisah diatas, kalau kita cermati, dalam waktu yang tak seberapa jauh, profesi serupa dalam aktivitas kerja bisa jadi akan tergantikan oleh komputer.

Saat ini juga sedang marak dengan adanya hari nasional “baru”, yakni Hari Belanja Online Nasional, hari yang tentunya digemari oleh pencinta belanja online, karena menawarkan diskon besar-besaran disejumlah toko online yang sudah punya pasar di Indonesia. Bagi Anda yang hobi belanja, tentu saja toko online ini menawarkan sejumlah layanan kemudahan untuk pelanggannya. Jika dulu untuk belanja kita musti keluar rumah, maka dengannya kita cukup duduk manis di dalam rumah. Kalau sebelumnya kita belanja satu produk dengan hanya satu harga, maka sekarang, puluhan bahkan ratusan pilihan lain siap-siap menawarkan kepada kita dalam satu layar plus ditambah diskon-diskon yang teramat menarik.

Fenomena baru tentang kecanggihan teknologi yang menggusur cara konvensional ini sejatinya memang sudah ada didepan mata. Saya coba tunjukkan contoh beberapa dinegara tetangga dan juga Indonesia.

Oktober 2017, Giant Malaysia mengumumkan penutupan lima gerainya di Negeri Jiran. Kelima gerai yang tutup terletak di Sri Manjung, Sungai Petani, Shah Alam City Centre Mall, Sibu, dan Selayang Lama. Ketika itu, GCH Retail Malaysia selaku pemilik Giant Malaysia mengatakan, keputusan menutup toko tak terhindarkan sebagai upaya “menata kembali operasional untuk meningkatkan efektivitas dan produktivitas”. Begitu juga dengan di negara Singapura. Raksasa swalayan Giant tergulung badai kelesuan ritel. Gerai mereka di mal terbesar Singapura, VivoCity, dipastikan tutup awal 2019. Gerai itu menyusul cabang lainnya yang terlebih dulu tutup di Junction 10 dan Jalan Tenteram.

Lantas, bagaimana dengan Indonesia ?.

Setelah PT Matahari Department Store Tbk menutup dua toko Matahari Department Store di Pasaraya Manggarai dan Pasaraya Blok M, kini giliran PT Mitra Adi Perkasa Tbk yang bakal menutup toko Lotus Department Store di gedung Djakarta Theater XXI, Jakarta Pusat. Disisi lain, toko retail konvensional juga sudah menunjukkan kelesuannya, salah satunya dibuktikan dengan  total belanja iklan dari 16 toko online terbesar di Indonesia sejak Januari hingga September 2017 mencapai Rp 1,25 triliun, sementara total belanja iklan tiga department store terbesar di Indonesia, yakni Matahari, Metro dan Ramayana, pada periode yang sama hanya Rp 40,41 miliar.

Sebagian catatan diatas ini untuk menunjukkan bahwa era disrupsi itu sudah benar-benar ada.

Lalu bagaimana bersiap menghadapi “badai” disrupsi ini.

  1. Ubah mindset

Carol Dweck, seorang professor psikologi dari Standford University dalam bukunya yang berjudul  “Mindset” memberikan gambaran bahwa, pada mental manusia terbagi atas fixed mindset (tetap) dan growth mindset (tumbuh). Fixed mindset merupakan kondisi mental seseorang dimana lebih sering pada “zona nyaman” sehingga sukarnya menerima tantangan baru, kondisi ini menyebabkannya keengganan berubah untuk menghadapi tantangan-tantangan baru disekitarnya. Alih-alih mencoba untuk menyelesaikan tantangan yang ada didepannya, malah cenderung menyerah dengan situasi yang ada. Padahal dunia yang serba cepat ini cenderung berubah setiap saat. Seperti gambaran diatas, bahwa dinamika kehidupan dengan tantangannya menuntut untuk selalu berubah, apa-apa yang dengan dahulu kita anggap sudah berjaya, dengan cara yang sama, belum tentu akan meraih keberhasilan yang sama.

Yang kedua, growth mindset, mental ini membuat pemiliknya selalu siap menjadi pembelajar setiap saat. Tantangan yang dihadapi dianggap sebagai wahana untuk belajar selalu, adapun jika dalam perjalanannya ketika menghadapi kegagalan, maka adalah ajang baru untuk mendapatkan pengalaman berharga. Jatuh bangunnya perjalanan, merupakan momentum yang baik untuk selalu memperbaiki diri setiap saat.

Tipikal growth inilah yang sedianya ada pada era ini, selalu belajar hal yang baru, pada dasarnya, bukan pintarnya seseorang atau organisasi yang menjadi indikator kesuksesan dimasa ini, namun kemampuan untuk survive disegala situasi, belajar dari kesalahan kemudian bangkit lagi setelah mengevaluasi dan memperbaiki dirinya. Senada dengan kalimat mendiang Steve Jobs, “Stay Hungry Stay Foolish”.

  1. Inovasi dan perubahan

Tony Wagner, peneliti senior Learning Policy Institute, Amerika, dalam bukunya yang berjudul “Creating Innovators” menyampaikan point penting bahwa kita akan tiba disuatu masa, dimana ketika setiap orang memiliki akses terhadap informasi yang sama, setiap pihak bisa meng-googling apapun yang dia mau, mencari tahu peristiwa dengan kecepatan dan sumber yang sama-sama beragam. Apa kemudian yang menjadi pembeda keunggulan antara satu pihak dengan pihak yang lain ?, jawabannya adalah inovasi. Walau inovasi ini berasal dari kemampuan manusia menyerap sejauh mana informasi dan akumulasi pengalaman, trigger penting munculnya inovasi terletak dari keberanian mencoba hal yang baru. Ingin selalu belajar, mindset yang tumbuh diracik dengan kreatifitas dan ide baru, akan menghasilkan inovasi.

  1. Kolaborasi

Ingat dengan salah satu quote dari Quentin Reynolds, seorang jurnalis yang banyak melakukan peliputan pada era Perang Dunia II yang berbunyi “If you can’t lick ‘em, joint ‘em” (Kalau kau tidak bisa mengalahkan musuhmu, jadikan dia temanmu)?. Memiliki pesan penting bahwa era ini tidak selalu tentang kompetisi, ini masa dimana kita bisa belajar dari yang lain melalui kolaborasi. Atau kondisi dimana kita berdamai dengan kompetitor kita, untuk misi dan kontribusi yang lebih besar.

Semoga dengan kolaborasi yang baik, mampu mengoptimalkan potensi semua pihak.

Salam hangat,

Dedy Setyo

 

 Catatan Kaki

https://www.dream.co.id/dinar/jasa-marga-tegaskan-tak-ada-karyawan-yang-dirumahkan-171013m.html

https://properti.kompas.com/read/2018/10/12/160000521/giant-tutup-gerai-di-mal-terbesar-singapura

https://properti.kompas.com/read/2017/10/28/190000821/banyak-toko-tutup-pemerintah-diminta-adil-terhadap-ritel-online

https://properti.kompas.com/read/2017/10/28/193732721/tergerus-bisnis-online-iklan-ritel-konvensional-terus-menyusut

Publikasi Koran Nasional Media Indonesia

Alhamdulillah, tulisan Saya yang berjudul “Menjadi Guru 5.0 untuk Siapkan Generasi Pelita Masa Depan” masuk pada halaman opini Koran Nasional Media Indonesia pada 27 November 2018.

Berikut pada halaman online nya

opini media indonesia

halaman diatas ini juga bisa diakses pada link

http://mediaindonesia.com/read/detail/200365-menjadi-guru-50-untuk-siapkan-generasi-pelita-masa-depan

Kalo dibawah ini tampilan pada versi koran cetaknya.
opini media indonesia --koran1 opini media indonesia --koran2

Tulisan ini dilatarbelakangi dari keinginan penulis pada Hari Guru Nasional 2018 untuk memberikan catatan dan refleksi bersama terkait tantangan-tantangan yang akan dihadapi generasi saat ini di masa depan.

Semoga memberikan manfaat untuk para pembaca.

Salam hangat,

Dedy Setyo

Menjadi Guru 5.0 untuk Menyiapkan Generasi Pelita Masa Depan

Notes : Artikel ini dengan judul yang sama, masuk pada halaman opini harian nasional Media Indonesia. Bisa dibaca disini http://m.mediaindonesia.com/read/detail/200365-menjadi-guru-50-untuk-siapkan-generasi-pelita-masa-depan

——

Dan Brown, novelis ternama dengan capaian penjualan best seller, karyanya dinyatakan sebagai salah satu buku yang paling populer dalam sejarah buku sepanjang masa pada 2009, pernah menuliskan di novelnya yang berjudul Origins, tentang kemajuan teknologi yang sedemikian luar biasa bahwa dimasa depan komputer dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) telah mampu membuat novel sendiri melalui serangkaian proses berpikir secara otomasi. Ternyata tak hanya berada dihalaman novel, peneliti dari Future University di Hakodate, Jepang pun pada 2016 berhasil membuktikan bahwa hal ini bukan isapan jempol semata, hasilnya adalah sebuah novel berjudul Konpyuta ga shosetsu wo kaku hi atau “Hari Sebuah Komputer Menulis Novel” berhasil ditulis oleh komputer dengan AI nya.

Ditempat lainnya, Scorpion, tayangan serial fiksi yang diinisiasi oleh Walter O’Brien sebagai CEO nya, hanya untuk sekedar informasi, beliau ini merupakan manusia ber IQ 197 sehingga menjadi salah satu manusia pemilik IQ tertinggi dalam sejarah manusia, dalam salah satu episode Scorpionnya pernah menyajikan tentang hebatnya komputer dimasa depan dengan kemampuan duplikasi menggambar selevel dengan skill Da Vinci. Tak hanya didunia fiksi semata, Google pada April 2017 yang lalu pun berhasil mengembangkan teknologi AI yang memungkinkan komputer menggambar sketch dengan urutan motorik dan jaringan syaraf tiruannya sendiri. Nampaknya tak seberapa lama, khayalan Walter O’Brien ini sepertinya akan mewujud dalam dunia nyata.

Dua kisah diatas ini untuk memberikan ilustrasi kepada kita, bahwa impian manusia untuk kemajuan yang berkelanjutan terus menerus mencapai level tertingginya. Impian dimasa lalu tentang manusia yang bisa terbang dari satu pulau ke pulau yang lainpun saat ini telah kita nikmati pada teknologi tinggi dalam dunia penerbangan, baik di Indonesia ataupun Internasional. Begitupun juga, dimasa lalu ketika manusia ingin bercakap-cakap dengan melihat lawan bicaranyapun, saat ini dengan sangat mudah bisa dilakukan oleh siapapun.

Fase revolusi industri yang sudah mencapai 4.0 inipun sudah berada didepan kita, tantangan demi tantangan juga nampaknya bak tsunami dengan gelombang besarnya didepan sana yang siap menghempas siapapun. Fase yang sering dinamakan dengan era disrupsi inipun juga sudah menunjukkan korbannya satu persatu, dilevel global kita melihat adanya Kodak dan Nokia yang dulu menjadi pemimpin pasar foto dan komunikasi, namun saat ini dunia telah berubah, mereka tak lagi berada diatas, bahkan sudah tersisihkan. Ditaraf lokal, kita juga melihat adanya teknologi ojek online, dengan seabrek layanannya yang lebih memikat dan praktis, kalo dulu konsumen harus mencari ojeg pangkalan untuk bisa bepergian, saat ini mereka yang mendatangi konsumen, kalo dulu orang akan pesan makanan atau hantar barang harus keluar rumah, saat ini semuanya bisa dilakukan bahkan tanpa harus keluar rumah, lebih miring lagi biayanya. Layanan dengan berbagai kemudahan dan pendekatan privat inilah cikal bakal pemenuh kebutuhan masyarakat dimasa depan.

Dunia pendidikan juga menemui tantangannya sendiri, menurut Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, per maret 2018 yang lalu angka pengangguran lulusan perguruan tinggi kita masih mencapai 630.000 orang. Angka ini menyumbang 8,8 % dari 7 juta pengangguran di Indonesia. Angka ini membuat kita miris sehingga harus menata ulang pendidikan kita.

Berkaca pada Human Development Index

baca lanjutan...

Menjadi Pemateri Perancangan dan Pembuatan Media Pembelajaran di IAIN Bangka Belitung

Setelah hampir beberapa pekan komunikasi untuk agenda penyelenggaraan pelatihan pembuatan multimedia pembelajaran, akhirnya waktu yang sudah terjadwalkan tiba. Saya diberikan kesempatan untuk membersamai para mahasiswa IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung merancang dan membuat multimedia pembelajaran.

Di pagi hari, saya disambut oleh matahari yang cerah, diiringi oleh angin sejuk. Beberapa hari sebelumnya padahal sempat agak ragu karena ada tragedi pada dunia penerbangan di jurusan kota yang sama. Semoga pada korban diberikan khusnul khotimah, serta yang ditinggalkan diberikan kesabaran.

Dilanjutkan dengan sarapan pagi khas Pangkal pinang, untuk penambah energi dan semangat. Btw, yang muncul gambar dibawah ini gak semua gambar.. he.he. hanya sebagian sahaja. Terlalu banyak nanti kalo mau dibahas ttg makanan.

Goals dari  pelatihan ini sebenarnya untuk memberikan wawasan tentang bagaimana multimedia memberikan peningkatan mutu pembelajaran dengan lebih efektif. Karena mahasiswa peserta pelatihan ini pada akhirnya akan menjadi guru-guru yang akan mendidik putra-putri bangsa dimasa yang akan datang.

Tahap pertama, seperti yang sering saya lakukan adalah melakukan “scan” awal terkait dengan pemahaman materi untuk mengukur kedalaman materi yang akan diberikan, sehingga saya buat tools dua macam, yang pertama yakni dari pengetahuan istilah Multimedia yang dipahami apa saja.

Sesi awalan ini, saya menggunakan tools dari mentimeter untuk menjangkau semua peserta yang hadir, sehingga dari peserta yang terkoneksi berhasil mengumpulkan semua keyword yang berhubungan dengan istilah “multimedia”, muncul 3 kata yang beririsan paling banyak yakni : komputer, teknologi dan internet.

Tidak cukup disitu saja, saya lanjutkan dengan persepsi diri terkait multimedia, persepsi ini untuk menggali secara person dan rerata pada sekumpulan responden yang mencakup pemahaman, keminatan dan keterampilan.

Didapatkan asumsi awal bahwa, dari semua peserta yang hadir dan ikut mengisi kuisioner ini, memiliki keminatan yang tinggi dalam membuat media pembelajaran mandiri, namun masih memiliki skill belum sebesar dengan keminatan yang diinginkan.

Dalam strategi pengelolaan pelatihan ini, dikarenakan ada peserta kurang lebih 70 orang mahasiswa, sehingga sy coba buat kolaboratif antar tim.

Kita bagi menjadi 7 kelompok, sehingga per kelompok ada 10 anggota. Dengan menggunakan pendekatan ini, setap kelompok harus berkompetisi untuk menjdi yang terbaik melalui tantangan demi tantangan yang diberikan. Semua tantangan yang diberikan harus diupload sebagai tanda bahwa ybs telah mengerjakan tantangan tersebut

Portal pembelajarannya saya siapkan di : https://sites.google.com/view/dedy/home

Portal ini dibuat agar semua bahan yang dibutuhkan, serta perangkat penunjang pelatihan bisa diunduh dengan lebih mudah dan cepat.

Walhasil setelah melalui sesi demi sesi dari jam 8 s.d 15.00, akhirnya sesi perancangan dan pembuatan media ajar ini selesai.

Alhamdulillah, semua peserta telah menunaikan tugasnya untuk belajar dan mencoba merancang sebaik mungkin medianya sendiri. Kemudian diakhir sesi, kami berikan juga reward kepada kelompok.

Pihak Fakultas yang diwakili Bu Nurul Faqih memberikan simbolis penghargaan kepada kami.

Semoga bermanfaat, dan memberikan pengaruh positif pada terselenggaranya mutu pembelajaran yang akan lebih baik lagi. Baik saat nanti menjadi guru, atau sekarang untuk wahana pembelajaran. Terima kasih.

Salam hangat,

Dedy Setyo