Seri Media Center 1. Membangun Media Center Sendiri di Rumah Kita

Kami sekeluarga memang termasuk hobi menonton film, saat libur panjang atau akhir pekan apalagi saat musim macet (karena kami tinggal di seputaran area wisata anyer), pas lagi males keluar, saat yang tepat untuk nonton video dirumah. Nonton film ini saya jadikan sarana edukasi kepada keluarga, selain sifatnya yang menghibur, saya selalu berusaha kerap kali menonton pastikan film nya memiliki muatan pendidikan dan hikmah.

Saat ini sudah banyak cara untuk bisa nonton film tanpa harus keluar rumah, mulai dari akses youtube, pinjam dari temen, beli di toko online, sampai dengan download sendiri. Jika dulu saya ingat sekali waktu mahasiswa nonton film sekualitas DVD seukuran 4 GB, saat ini dengan format yang lain (mkv, flv, mp4 dst.) maka tanpa mengurangi kualitas tayangan, kompresi ukurannya sudah lebih kecil. Contohnya saja hanya dengan ukuran 700-an MB, film dengan kualitas bluray sudah siap tonton di rumah kita. Pemutarnya juga lebih fleksibel, hanya dengan modal PC dan speaker standard, sudah lebih dari cukup untuk membetahkan diri 2 jam didepan monitor kita.

Setelah koleksi film-film saya sudah mulai agak banyak, tiba-tiba terpikir bagaimana kalo semua file itu bisa diakses dari berbagai device/peralatan digital kami tanpa harus colok2 flash disk berkali-kali, karena cukup repot juga. Jadi skenarionya, dengan memanfaatkan jaringan lokal (LAN) yang ada dirumah agar lebih tepat guna.

Kira-kira rancangan ke depan untuk membuat media center sendiri seperti pada gambar dibawah ini.

media center

Hampir semua peralatan, baik itu PC, gadget, tablet dan TV bisa dikoneksikan dalam satu jaringan. Sehingga kebutuhan akan akses multimedia bisa ditransfer dengan baik.

Untuk mendukung sampai ke arah sana (akses multimedia terintegrasi), dibutuhkan perangkat jaringan baik itu dengan kabel atau tanpa kabel (wireless). Kalo pilihan saya sendiri, agar lebih ringkas dan ga ribet, saya siapkan satu router sekaligus Access Point mini dari produk TP LINK MR 3020. Dengan ini, hampir semua sudut rumah saya bisa tercover. Dan lagi harganya ga mahal-mahal  amat kok, masih sekitar 200-an ribu rupiah. Untuk menunjang koneksi internetnya, bisa di colokkin modem Vodafone K3765  yang siap running 24 jam. Oh ya, merk modem-modem lainnya juga banyak yang sudah disupport oleh mini router ini lho.

mr3020

 

Untuk perangkat lainnya yang akan disiapkan untuk konek ke media center ini, bisa juga jika anda memiliki Samsung Smart TV hal ini akan menjadi lebih lengkap lagi. Namun jika tak ada pun tak mengapa, karena pada dasarnya hanya dengan pc saja sudah cukup. Saya kebetulan menggunakan Samsung Smart TV 32 inch series 4.

tv
A. Mengenal Plex Media Center

Nah sekarang kita masuk pada sistem softwarenya yang nantinya akan berperan sebagai server sekaligus streamernya, kali ini saya ingin kenalkan yakni Plex Media Server. Menurut Wikipedia, seperti ini :

Plex organizes video, music and photos from personal media libraries and streams them to smart TVs, streaming boxes and mobile devices. It is a media player system and software suite consisting of many player applications for 10-foot user interfaces and an associated media server that organizes personal media stored on local devices. It is available for Microsoft Windows, Linux, and Mac OS X. Plex also offers streaming apps for Xbox One, Xbox 360, Roku and Chromecast. Integrated Plex Channels provide users with access to a growing number of online content providers such as YouTube, Vimeo, TEDTalks, and CNN among others. Plex also provides integration for cloud services including Dropbox, Box, Google Drive, Copy and Bitcasa.

Kurang lebih artinya begini,

Plex bisa mengorganisasi video, musik dan foto dari perpustakaan media individu dan menyebarkannya ke smart TV, tv box dan peralatan mobile… dst silahkan terjemahkan sendiri.he.he.. Intinya dengan banyak platform, baik itu dilingkungan Windows, Linux dan Mac OS X bisa diintegrasikan dengan optimal. Selain itu, service nya bisa dikolaborasikan dengan sistem cloud semacam Dropbox, Box, GDirve, Copy dan Bitcasa.

Oke, sekarang kita masuk pada pembahasan bagaimana cara pembuatan media centernya. Setelah dipastikan semua perangkatnya ada, setingannya sekarang ini kita akan membuat servernya terlebih dahulu. Siapkan PC dan koneksi internetnya. Akan saya berikan dua versi pembuatannya dalam lingkungan windows dan linux.

B. Membangun di lingkungan Windows

1. Silakan buka alamat https://plex.tv/downloads nanti akan muncul halaman dibawah ini

15

pada pilihan COMPUTER dan NAS silakan pilih COMPUTER.

14

Kemudian download pada Download English. Atau jika anda mau shortcutnya silakan download kesini

2. Setelah berhasil terdownload, install seperti biasa layaknya program untuk windows, klik next-next-next dan finish :). Kemudian setelah diinstal, buka shortcut icon yang telah terbuat. Nanti akan muncul pada browser halaman ini. Lanjutkan dengan klik AGREE.

1

3. Sesaat setelah diklik AGREE maka akan terlihat proses loading nya

2

4. Pada jendela yang baru, akan muncul form untuk mengisikan nama server plexnya.

3

5. Anda akan diminta menambahkan folder dimana film-film anda berada,sebelum fase ini dilakukan, jika koleksi film-film Anda berada terpisah pada banyak tempat, maka silakan atur dan rapikan pada satu folder saja.

4

Sebagai contoh, saya tempatkan pada folder H:\Movie, maka nanti akan muncul alamat folder ini. Akhiri dengan klik ADD LIBRARY.

5

6. Jika semua langkah-langkah tadi tidak ada masalah, maka terakhir akan muncul jendela “Congratulations” seperti ini.

6

7. Setelah itu, maka sistem plex nya akan melakukan proses scanning kepada  koleksi film-film Anda, seperti nampak di bawah ini. Menurut pengalaman saya, jika penamaan folder filmnya benar, dan koneksi internet anda lancar, maka  akan muncul folder film beserta covernya, tidak sampai disitu, setiap folder ini jika kita coba klik salah satu maka akan muncul sinopsis singkat tentang film beserta nama-nama pemerannya. Mantap banget kan ?

7
8

Untuk mencoba menontonnya pada browser anda, maka tinggal klik saja pada salah satu filmnya.

9

Sekedar tips saja, jika film yang anda punya memiliki subtitle external (file .srt) maka agar dikenali otomatis, buatlah nama sama dengan file videonya. Oke, saat ini media center pada PC windows anda sudah jadi. Pada bagian berikutnya, kita akan membahas, bagaimana jika kita terapkan plex media center ini kepada PC dengan sistem operasi Linux. Ikuti terus 😉

C. Membangun di lingkungan Linux

Setelah diatas kita sudah selesai membangun pada PC dengan OS Windows, sekarang kita akan membahas langkah-langkah jika menggunakan PC dengan OS Linux, saya akan mencontohkannya pada distro Ubuntu, karena kebetulan saat ini saya menggunakan OS Ubuntu 14.04. Sebenanrnya masih mirip-mirip dengan langkah diatas, namun tidak ada salahnya jika saya paparkan disini. Langsung saja kita mulai.

1. Buka alamat https://plex.tv/downloads

2. Kemudian akan muncul halaman seperti ini. Pada pilihan COMPUTER dan NAS silakan pilih COMPUTER.

15

3. Nah pada pilihan OS silakan pilih Linux, dah ikuti dengan klik Ubuntu, sesuaikan dengan bit instalasi anda, apakah 32 atau 64 bit.

1

Setelah proses download anda lakukan, maka akan nampak seperti ini, file dengan format .deb. hanya tinggal double klik untuk kita lakukan instalasi.
2

4. Kemudian, anda akan masuk pada jendela berikutnya (Software Center), pada tombol “Install” silakan diklik kemudian tunggu proses berjalan hingga selesai.

3

5. Setelah terinstall dengan baik, plex bisa diakses melalui tombol “jendela” di keyboard anda. Ketikkan tulisan “plex” nanti akan muncul shortcut nya.

4

6. Kemudian anda akan diarahkan pada browser, dan lanjutkan dengan klik AGREE.

5

7. Kemudian masukkan path folder film-film anda. Akhiri dengan klik ADD LIBRARY.

8

8. Jika sudah selesai, maka plex akan langsung melakukan proses scan kepadafilm-film yang tersimpan pada folder tersebut.

9
Hasilnya akan nampak seperti berikut ini.
10

Jika folder-folder film anda sudah muncul pada browser, sebenarnya proses setup anda sudah selesai. Namun untuk mengintegrasikan akun anda, bisa saja anda masuk pada settings untuk login dengan memasukkan username dan password setelah sebelumnya melakukan pendaftaran melalui link disini.

6
7

Oke, tahap pertama membangun media center ini sudah selesai. Pada tulisan berikutnya akan dibahas bagaimana menghubungkan dengan perangkat-perangkat yang ada disekitar kita agar lebih powefull media center kita ini.

Selamat mencoba. Semoga bermanfaat.

Salam hangat,

 

Dedy Setyo

About dedy setyo

Tetap bangga dan mencintai pekerjaannya sebagai Pengajar, Pendidik, Peneliti, Pegiat teknologi dan narasumber dalam ranah pendidikan khususnya media pendidikan spesialisasi media digital, e-learning dan Open Source untuk pendidikan. Selengkapnya disini. Bisa dihubungi melalui e-mail : dedy@dedysetyo.net atau Call/SMS : 087770030903 WA : 085718904956 atau FB, atau

3 thoughts on “Seri Media Center 1. Membangun Media Center Sendiri di Rumah Kita”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silahkan jawab soal ini : * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.