presentasi dedysetyo.net

Public Speaking; Bagaimana mengungkapkan ide didepan audience dengan efektif?

Saya agak lupa, sudah berapa kali diminta membawakan materi tentang public speaking ini. Siang ini Ust Hali, teman karib saya meminta saya untuk menyampaikan bab tentang bagaimana menjadi presentator yang baik. Acara siang ini adalah pembekalan bagi santri yang akan presentasi tentang karya tulisnya kepada sidang pengujian yang memang sudah menjadi agenda rutin di sekolah kami SMA Islam Nurul Fikri Boarding School, Serang – Banten. Sekedar sekilas info, karya tulis baik penelitian ataupun non penelitian menjadi karya wajib untuk siswa kelas 10 dan kelas 11 jika ingin naik kelas dan meraih cita-cita di masa depannya dengan baik, ceileh..bahasanya..ha ha. Oke, pikir saya untuk review ingatan dan materi, mendingan saya tuliskan di blog DedySetyo.Net sekalian mudah-mudahan bisa berbagi dengan teman-teman lain yang membutuhkan. Tidak bermaksud narsis, beberapa kali menjadi pembicara di forum/seminar/pelatihan tingkat sekolah, regional, provinsi dan nasional cukup menambah jam terbang saya, bisa dicek di About Us.

Kemampuan komunikasi sebenarnya sudah kita kuasai sejak balita, bahkan anak saya sudah bisa berbicara “ummi..”(panggilan untuk ibu saya a.k.a istri saya) ketika umur 1 tahun 3 bulan, cuman masalahnya kosakatanya yang sedemikian terbatas membuat kami kadang-kadang harus menebak apa yang menjadi maksud dan keinginannya. Begitulah komunikasi, syarat penting pertama untuk terjadinya komunikasi adalah adanya yang berbicara dan yang mendengarkan, kedua, agar nyambung “channel” kedua pihak (pembicara dan pendengar) haruslah sama. Terjadinya lost komunikasi antara anak balita dengan orang tuanya karena kebanyakan orang tua tidak menyesuaikan “channel” si anak.

Menurut D.B. Curtis:1992,  Komunikasi efektif adalah Kemampuan mengirimkan pesan dengan jelas, manusiawi, efisien dan menerima pesan secara akurat. Ya, begitulah, indikator efektif terletak pada “pesannya yang jelas”, tidak ambigu (bermakna ganda); “manusiawi”, memangnya kita bukan manusia?.ha ha.. maksudnya bicaralah sesuai dengan maqom/tingkatan pendengarnya. Syarat ketiga adalah “efisien dan akurat”, sederhananya adalah gunakan kata yang singkat, bermakna dan audiens ngerti apa yang kita maksud. Contoh penyampaian kalimat yang ambigu, tidak manusiawi sekaligus tidak akurat semisal “Si Tomi makan anjing mati mendadak”. Walaupun hanya urusan koma, kalimat ini cukup telak kesalahannya. Satu, ambigu (bermakna ganda), apakah maksudnya “Si Tomi makan, anjing mati mendadak”, apakah “Si Tomi makan anjing, mati mendadak” ataukah “Si Tomi makan anjing mati, mendadak”. Kedua, tidak manusiawi, masak iya ada orang makan anjing mati ?..ha ha..*kidding. Jelasnya begini, gunakan penggalan atau penjeda huruf yang tepat. Sehingga orang tidak memiliki tafsir lainnya.

So, point satu di tulisan ini

Keefektifan komunikasi ditunjukan dengan adanya samanya persepsi yang terjadi baik oleh pembicara/pendengar

komunikasi efektif dedysetyo.net

 

Bermacam-macam komunikasi di dunia ini secara formal terbagi atas 4 macam

  1. Pidato
  2. Presentasi
  3. Ceramah
  4. Orasi

dari satu sampai dengan empat, makin ke bawah gaya fomal (resmi) semakin tidak terikat. Jika presiden atau pejabat sedang berbicara, maka gaya bicara yang formil, penggunaan kata-kata baku dan kaidah ketat adalah ciri-ciri pidato.

Presiden-SBY dedysetyo.net
Contoh Pidato

Presentasi biasanya menggunakan alat bantu, baik berupa peralatan digital sejenis laptop, Komputer tablet dan LCD projector. Bisa juga menggunakan peralatan konvensional seperti papan tulis, poster dan spidol.

Presentasi dengan Media Digital
Presentasi dengan Media Digital
presentasi konvensional
presentasi konvensional

 

Menggunakan media digital tentu saja memiliki banyak kelebihan, karena file presentasi bisa di reduplikasi untuk audiens dan dipelajari lebih lanjut jika dibutuhkan selain itu penyampaian hal-hal abstrak bisa menjadi lebih tervisualisasi dibanding konvensional.

Sedangkan poin ceramah dan orasi hampir-hampir tidak memiliki kaidah dan penggunaan bahasa yang ketat serta baku, karena disesuaikan dengan pembawaan si pemateri/pembicara.

Unsur komunikasi yang penting dan wajib dijadikan panduan adalah 3 hal, bisa disingkat dengan YAM.

1. know Yourself

Tahu potensi dan kelemahan kita menjadi sangat penting, jika kita berada di hadapan orang banyak biasanya kegugupan akan menghampiri, dan ini terkait dengan masalah waktu, berapa lama kita gugup apakah di 15 menit pertama, 30 menit pertama, ataukah seluruh sesi presentasi kita akan mengalamai kegugupan ?. *hadeeh. Masalah jam terbang kita memiliki andil yang signifikan dalam hal ini, semakin jam terbang kita tinggi, tubuh dan otak kita biasanya akan cepat beradaptasi dengan lingkungan serta audiens presentasi. Makanya rajin-rajinlah berlatih untuk hal ini, kuncinya di jam terbang. Untuk tahap latihan, sering-seringlah menghadiri seminar/pelatihan dengan peserta di atas 50 orang kemudian pada sesi tanya-jawab cobalah bertanya untuk hal yang walaupun anda sudah tahu kepada nara sumber, tapi tak mengapa, karena hal ini untuk menambah jam terbang mengatasi kegugupan atau rasa malu.

2. know your Audience

Mengenal hadirin yang akan mengikuti presentasi kita adalah sangat penting, karena seperti disampaikan diatas bahwa “bahasa” kita hendaknya disesuaikan dengan siapa yang menjadi lawan bicara kita. Mengetahui background umur, akademik atau pekerjaan mereka menjadi aset yang lumayan penting untuk hal ini. Jika didepan kita adalah praktisi bisnis, maka lebih banyak gunakan kata-kata “menjual”, “untung”, “prospek”. lain lagi untuk peserta dengan  umur siswa, maka gunakan bahasa sehari-hari mereka, jangan menggunakan istilah spesifik atau terlalu teknis. Maka untuk hal ini, membaca adalah kata kunci menguasai bahasa. Rajin-rajinlah membaca apa saja, hal ini baik untuk mengasah keterampilan berbahasa.

3. know your Materials

Hal terakhir ini tentu saja tak kalah penting, anda harus tahu materi yang anda sampaikan. Detail anda menjelaskan adalah kuncinya. Pembicara yang baik dan berkompeten di bidangnya terlihat dari “bobot” materi yang disampaikan, semakin detail, fokus, terurai dan runtut serta keluasan materi maka pembicara paham apa yang sedang dibahas. Namun dalam penelitian tentang komunikasi yang pernah saya baca, bahwa komunikasi non verbal merupakan hal yang sering diperhatikan daripada materinya. Non verbal maksudnya adalah intonasi bicara, tinggi rendah vokal, tatapan mata, ketegasan penyampaian dan percaya diri. Umumnya pendengar atau audiens sering memperhatikan hal ini, jika hal ini sudah menarik di mata mereka baru kemudian mereka akan lanjut mendengarkan materi presentasi anda dengan serius.

Nah, dengan membaca tulisan ini dengan seksama, semoga menjadi modal awal dapat menjadi presentator yang baik. Yuk, sama-sama belajar kawan.

Sebagai bonusnya, silakan disimak gaya-gaya bicara dari tokoh/presentator/orator dunia ini.

a. Steve Jobs (mantan Bos Apple Inc.)

b. Barrack Obama (presiden AS)

c. Soekarno (presiden RI pertama)

#Dilain waktu, semoga kita bisa membahas gaya mereka berbicara. mohon doanya.he he

Selamat Presentasi !.

Salam hangat,

Dedy.

 

 

 

 

 

 

 

About dedy setyo

Tetap bangga dan mencintai pekerjaannya sebagai Pengajar, Pendidik, Peneliti, Pegiat teknologi dan narasumber dalam ranah pendidikan khususnya media pendidikan spesialisasi media digital, e-learning dan Open Source untuk pendidikan. Selengkapnya disini. Bisa dihubungi melalui e-mail : dedy@dedysetyo.net atau Call/SMS : 087770030903 WA : 085718904956 atau FB, atau

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silahkan jawab soal ini : * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.