menulis dedy

Motivasi Menulis Habiburrahman El Shirazy

Menurut saya, menulis merupakan aktivitas yang gampang-gampang susah. Gampang jika memang sudah menjadi habit (kebiasaan) kita, susah jika jarang dilakukan dan malas untuk menambah input bahan tulisan, apalagi mendokumentasikannya dengan kurang baik. Semoga kita tidak tergolong yang kedua, he he. Ya, begitulah, “gampang-gampang susah” setidaknya lebih banyak gampangnya daripada susahnya. Hal yang paling mendasar untuk seorang penulis, biasanya kesulitannya terletak di bagaimana mencari inspirasi tentang bahan menulis yang sesuai dan yang pas dengan tematik yang menjadi tembakan kita.

kang abik dedy

Menurut kang abik (nama pena Habiburrahman El Shirazy) penulis Novel-novel Best Seller (Ayat-Ayat Cinta, Pudarnya Pesona Cleopatra, Ketika Cinta Bertasbih dan berbagai macam-macam judul lainnya) berdasarkan tingkat keuletan penulisnya, terbagi atas dua macam.

1. Penulis yang sibuk dan berusaha mencari ide.
Jenis ini merupakan profil dimana seorang penulis dengan aktif mencari ide, bisa dengan membaca majalah, koran, ngobrol dengan tetangga, teman, menyimak curhatan dll. Sehingga kondisi itu dia “potret” dan dirangkai menjadi cerita/tulisan, layaknya puzzle yang siap untuk disusun dengan rapi sehingga menjadi gambar yang menarik. Model ini menurut kang abik, hampir sama dengan nelayan yang mencari ikan, menjaring jala kemana-mana, menyiapkan pancing dan kailnya untuk siap-siap menyongsong ikan yang didapatkan.

2. Penulis yang menunggu ide jatuh dari langit.
Model kedua ini adalah jenis penulis yang saban hari menunggu ide, namun tidak berusaha mencarinya. Setiap hari merenung, melamun dan menyesali diri kenapa ide tidak juga muncul-muncul dihadapannya. Analoginya menurut kang abik, sama seperti nelayan inginnya ikan yang besar namun kerjaannya hanya menunggu di pinggir lautan menanti ikan paus yang terdampar. Apakah tidak mungkin ikan paus terdampar ?. Mungkin saja, tapi jumlahnya sangat kecil sekali, karena kejadian ikan paus kesasar ke pesisir pantai (entah karena keracunan atau salah makan ?) jumlahnya sangat sedikit di dunia ini. he he.

Dua profil diatas ini menjadi pilihan kita, apakah yang pertama atau yang kedua. Yang jelas, kita ingin yang profil yang pertama iya kan ?.

So, iqro’, bacalah kejadian disekitar kita bisa ditambah dengan baca tipi, nonton koran..eh terbalik,. baca koran, nonton tipi mungkin bisa menginspirasi. Banyak sekali hikmah yang tersirat, tinggal kemudian bagaimana kita meraciknya menjadi sajian yang menarik.

Sebagai bonusnya, berikut penulis unggahkan rekaman ceramah dari kang abik di NF FAIR 15 Desember 2012 silam di Cimanggis, Depok.

Selamat menyimak..

Salam hangat,

Dedy.

http://www.youtube.com/watch?v=vXD1RDbP-YQ

About dedy setyo

Tetap bangga dan mencintai pekerjaannya sebagai Pengajar, Pendidik, Peneliti, Pegiat teknologi dan narasumber dalam ranah pendidikan khususnya media pendidikan spesialisasi media digital, e-learning dan Open Source untuk pendidikan. Selengkapnya disini. Bisa dihubungi melalui e-mail : dedy@dedysetyo.net atau Call/SMS : 087770030903 WA : 085718904956 atau FB, atau

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silahkan jawab soal ini : * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.