Seri Trixbox 3. Koneksi gadget android dengan VoIP trixbox

Daftar isi tulisan berseri trixbox :

  1. Seri 1 Membangun Sentra Telepon Gratis Berbasis VoIP 
  2. Seri 2 Konfigurasi PC Agar Dapat Terkoneksi dengan Server VoIP Trixbox
  3. Seri 3 Koneksi gadget android dengan VoIP trixbox
  4. Seri 4 Konfigurasi IP Phone untuk telepon gratis via Trixbox
  5. Seri 5 Seting Klien Linux Ubuntu pada VoIP Trixbox

Selamat membaca !


Tulisan ini merupakan lanjutan dari serial trixbox sebelumnya, bahasan yang diangkat adalah bagaimana menghubungkan antara perangkat gadget/tablet android anda sehingga bisa terhubung dengan server VoIP trixbox. Harapannya dengan membaca dan mempraktekkan tulisan ini anda dapat menggunakan server trixbox yang telah diinstal sebelumnya untuk komunikasi antar perangkat android dan PC-android/sebaliknya. Oh ya, gadget android yang akan kita koneksikan ini menggunakan wifi sebagai jalur komunikasinya dengan server VoIP, sehingga pastikan tidak ada masalah dalam sambungan, bisa dicoba dengan lakukan ping untuk eksperimen.

Oke langsung saja, bagaimana memulainya ?. Yang pertama tentu saja adalah, kita harus meregistrasikan nomor telepon baru ke sentra telepon yang baru saja dibuat. Langkahnya begini :

Seting PC Server dari browser PC lain

1. Buka server VoIP kita di browser PC lain. Ketikkan alamatnya, sebagai contoh karena kita men-set pada tulisan sebelumnya dengan IP 192.168.6.31 , maka ketikkan IP tersebut. klik pada pojok kanan atas link switch maka akan muncul halaman login, defaultnya masukkan user name : maint ; password : password

Halaman awal trixbox
Halaman awal trixbox
Login Trixbox
Login Trixbox

Continue reading Seri Trixbox 3. Koneksi gadget android dengan VoIP trixbox

Setting Layout Drupal melalui Block

Bahasan ini melengkapi posting saya pada kategori drupal, setelah sebelumnya kita telah sukses melakukan instalasi, tahapan berikutnya adalah konfigurasi site baru kita. Beberapa pertanyaan yang sering muncul ke saya tentang drupal ini adalah bagaimana merubah posisi layoutnya ?. Dalam seting perwajahan drupal, nanti akan kita kenal istilah block. Block inilah yang nantinya berguna untuk melakukan perubahan-perubahan posisi layout, begitupun kita dapat menambahkan block baru jika diperlukan, dan hebatnya lagi ini bisa diseting di user mana kita munculkan, serta pada saat apa-apa saja kita hidden. Hebat bukan ?. Oke, dalam tulisan ini akan coba kita bahas dan langsung praktekkan.

Catatan : tutorial dibawah ini merupakan edisi lanjutan tulisan sebelumnya disini, jika ada perbedaan url, user-password, dsb terhadap instalasi drupal anda mohon bisa disesuaikan sendiri.

1. Tentu saja di PC anda pastikan service apache dan mysql running. Klik 2x pada c:\xampp\xampp-control. Penampakannya seperti ini :

5

 

jika belum pada posisi running silakan klik start di sisi kanan sebelah Apache dan mysql.

2. Buka browser anda, masuk ke url http://localhost/coba , kemudian diikuti oleh login menggunakan user : admin, password : 123456 pada sisi sebelah kiri disini.

17 Continue reading Setting Layout Drupal melalui Block

Instalasi Drupal pada server PC Lokal

Seingat saya, di blog ini tulisan tentang drupal baru pertama kali saya angkat. Ini dilatarbelakangi oleh keluhan beberapa siswa dan teman2, tentang bagaimana mengoptimalkan penggunaan drupal sebagai aplikasi berbasis web yang handal dan mudah digunakan. Kesannya kok susah sekali ya menggunakan drupal ?.Kenapa drupal bukan yang lain ?. Dari pengamatan yang saya lakukan di internet, memang drupal sebagai platform yang belum seterkenal CMS lain terutama di indonesia. Cuman untuk luar negeri sudah banyak organisasi/lembaga atau publik figur yang menggunakan drupal. Ijinkan saya menyebutnya beberapa, whitehouse.gov (Website resmi Kepresidenan AS), ubuntu.com (website resmi distro linux Ubuntu), bagi penggemar dunia balap ada www.motogp.com, lembaga hiburan tersohor di dunia www.waltdisney.com, dan masih banyak lagi, sisanya silahkan bisa dicek langsung ke http://drupal.org/case-studies.

Apa kelebihan drupal ?

Apa alasan yang mendasari lembaga-lembaga besar dunia ini menggunakan drupal ?. dari sekian banyak alasannya, diantaranya adalah faktor keamanan dan update reguler penggemar/aktivis drupal juga sangat berperan. Update versi drupal, sangat terbilang cepat, antara versi satu dan versi berikutnya hanya terjeda beberapa bulan saja sehingga untuk urusan keamanan update patch ini relatif handal. Alasan lainnya, pada tahun 2011 Packt Publishing lembaga penerbitan buku2 spesialisasi open source ternama mengadakan Open Source Awards dan hasilnya drupal mendapatkan predikat 1st runner up dibandingkan semua CMS yang ada di dunia, tidak itu saja, pada perhelatan tersebut drupal juga mendapatkan penghargaan sebagai Best Open Source CMS for Performance, Best CMS for Best Community dan Best CMS for Ease of Use. Kelebihan drupal lainnya adalah fleksibilitasnya untuk dapat dipakai sebagai aplikasi apa saja semisal blog, forum, website, e-commerce, video sharing, jejaring sosial, bahkan aplikasi canggih semacam Sistem Informasi dapat dibuat menggunakan drupal.

Tulisan ini saya dedikasikan bagi siswa-siswa saya atau teman-teman yang berniat mempelajari drupal namun masih mentok pada instalasi, saya sajikan langkah-langkahnya dilengkapi dengan gambar, harapannya agar mudah dipahami dan dipraktekkan.

Saya bagi menjadi 2 macam instalasi, yakni : instalasi pada PC lokal dan pada hosting.

Langkah-langkah Instalasi pada PC lokal (windows XP/7 tahapannya relatif sama):

1. Install paket web server, database dan php anda. Cukup banyak program yang bisa dipakai, yang lumayan terkenal diantaranya xampp, wamp, atau appserv. Pada workshop ini kita akan memakai xampp, silakan download disini.

setelah terdownload dengan baik, kemudian lanjutkan dengan install, pada jendela dibawah ini pastikan anda tahu dimana letak folder instalasi

1

instalasi xampp terletak pada c:\xampp\

silakan dilanjutkan instalasi sampai selesai karena tidak sukar untuk instalasi ini.

2. Download aplikasi drupal disini. Walaupun sekarang sudah terdapat drupal versi 7, bahkan 8. Saya masih lebih recomended ke versi 6 dikarenakan dukungan module dan themanya lebih banyak dibandingkan 2 versi diatasnya yang masih sedikit.
Continue reading Instalasi Drupal pada server PC Lokal

Seri Trixbox 2. Konfigurasi PC Agar Dapat Terkoneksi dengan Server VoIP Trixbox

Daftar isi tulisan berseri trixbox :

  1. Seri 1 Membangun Sentra Telepon Gratis Berbasis VoIP 
  2. Seri 2 Konfigurasi PC Agar Dapat Terkoneksi dengan Server VoIP Trixbox
  3. Seri 3 Koneksi gadget android dengan VoIP trixbox
  4. Seri 4 Konfigurasi IP Phone untuk telepon gratis via Trixbox
  5. Seri 5 Seting Klien Linux Ubuntu pada VoIP Trixbox

Selamat membaca !


Ini merupakan lanjutan dari tulisan Membangun Sentra Telepon Gratis Berbasis VoIP yang jika tidak ada masalah dalam setiap langkah-langkahnya, maka berikutnya adalah bagaimana seting klien untuk dapat terhubung dengan server dan menggunakan server tersebut untuk komunikasi. Dalam penulisannya saya coba sebutkan beberapa perangkat yang dapat tersambung  dengan server VoIP kita, ini semua yang pernah saya pakai dan ujicobakan sendiri, yakni:

  1. PC OS Windows dan Linux. Saya pernah nyoba di win XP dan 7 cukup stabil dan sangat jernih untuk suaranya. Untuk Linux karena saya pake ubuntu jadi pernah saya tes dan hasilnya cukup baik, untuk distro yang lain seperti OpenSuse teman saya pernah mencoba dengan hasil yang cukup bagus juga, selain 2 distro tsb silakan dites sendiri. he he.
  2. Gadget/tablet Android. Untuk OS lain semacam Blackberry OS atau iOS (punya iPhone) belum pernah di  ujicoba karena gak ada yang beliin..he he
  3. IP Phone. Beberapa yang dijual dipasaran semisal IP Phone SIP-T20 merk Yealink dengan harga 600 rb an sudah cukup mantap untuk fix phone.

Oke, sekarang kita akan melakukan konfigurasi untuk PC windows terlebih dulu, siapkan paling tidak 2 PC Windows (plus masing-masing headset microphone) untuk klien agar bisa dicoba untuk call to call. Enaknya trixbox adalah konfigurasinya bisa dilakukan di manapun asalkan masih terkoneksi jaringan, dan semuanya berbasis web.

Seting PC Server dari browser PC lain

1. Buka server VoIP kita di browser PC lain. Ketikkan alamatnya, sebagai contoh karena kita men-set pada tulisan sebelumnya dengan IP 192.168.6.31 , maka ketikkan IP tersebut. klik pada pojok kanan atas link switch maka akan muncul halaman login, defaultnya masukkan user name : maint ; password : password

Halaman awal trixbox
Halaman awal trixbox
Login Trixbox
Login Trixbox

Continue reading Seri Trixbox 2. Konfigurasi PC Agar Dapat Terkoneksi dengan Server VoIP Trixbox

Seri Trixbox 1. Membangun Sentra Telepon Gratis Berbasis VoIP

Daftar isi tulisan berseri trixbox :

  1. Seri 1 Membangun Sentra Telepon Gratis Berbasis VoIP 
  2. Seri 2 Konfigurasi PC Agar Dapat Terkoneksi dengan Server VoIP Trixbox
  3. Seri 3 Koneksi gadget android dengan VoIP trixbox
  4. Seri 4 Konfigurasi IP Phone untuk telepon gratis via Trixbox
  5. Seri 5 Seting Klien Linux Ubuntu pada VoIP Trixbox

Selamat membaca !


Memiliki area tempat tinggal/sekolah lebih kurang 33 hektar adalah sebuah keuntungan tersendiri, disamping luasnya lahan untuk sumber daya belajar, sisa lahan dapat dipergunakan untuk aktivitas produktif semacam olahraga dsb. Namun disisi lain area seluas ini dengan kontur lahan yang berbukit-bukit, menyebabkan komunikasi dan transportasi menjadi lumayan mahal. Sebagai informasi, sekolah kami Nurul Fikri Boarding School -Serang, Banten dibangun di tanah dengan kontur berbukit dan berlembah dan dipisahnya area/tempat tinggal untuk santri putra dan putri. Kadang saya sendiri untuk mengajar di tempat-tempat ini lumayan juga walaupun sudah mengendarai motor.

Bagaimana dengan urusan komunikasi ?, ini yang agak menggelitik bagi saya untuk tertantang membuat sistem komunikasi yang gratis, dapat diandalkan dan tentu saja suaranya jernih. Setelah baca buku sana-sini, diskusi dengan teman2 di komunitas IT, akhirnya tercetuslah membuat sistem komunikasi ini. Saya tuliskan disini untuk dokumentasi pribadi, namun semoga bermanfaat juga untuk rekan-rekan yang mencari solusi serupa, “komunikasi gratis tanpa batas”.

Saya coba analisis, dengan potensi yang sudah kami punyai, yakni jaringan komputer yang hampir2 100% menjamah seluruh titik-titik penting di tempat kami, kenapa tidak kami manfaatkan saja ?. Kondisinya kurang lebih seperti ini ;

peta jaringan NFBS
Pemetaan dan Potensi Jaringan NFBS

Seperti anda lihat pada gambar diatas, semua titik-titik penting yakni perkantoran, perpustakaan, laboratorium nyaris semuanya telah terkoneksi dengan jaringan intranet. Sehingga modal ini cukup bisa untuk menjadi saluran komunikasi kami. Misalnya, masih ada titik lain yang belum maksimal terkoneksi, bisa disambungkan di kemudian hari. Oh ya, sekilas info, kira-kira sudah 5 bulanan ke belakang, sambungan antara labkom wilayah putra dan putri yang tadinya menggunakan jaringan wireless, telah kami sambungkan dengan Fiber Optic, anggap saja ini investasi untuk banyak pengembangan ke depan.

Continue reading Seri Trixbox 1. Membangun Sentra Telepon Gratis Berbasis VoIP

Strategi Penerapan Contextual Teaching and Learning di Kelas (tulisan ke 2 dari 2 tulisan–habis)

Uraian dibawah ini merupakan lanjutan tulisan dengan judul yang sama disini. Melanjutkan paparan tentang bagaimana menerapkan pendekatan Contextual Teaching and Learning dalam kelas-kelas kita yang ternyata tidak terlalu sulit untuk pengaplikasiannya.

3. Menggabungkan Sekolah dengan Pekerjaan

 Sekolah dan Kerja

Otak selalu ingin melihat makna di dalamnya. Dalam memahami sesuatu otak selalu mengingat penggunaannya dalam situasi kehidupan nyata. Apa yang telah dipelajari siswa akan ditanyakan apa manfaatnya dalam praktis kehidupannya. Oleh karena itu, menggabungkan sekolah dengan pekerjaan sangat masuk akal. Sudarmiatin (2009: 112) menyebutnya sebagai pengajaran berbasis kerja (Worked Based Learning). Pengajaran berbasis kerja (Worked Based Learning) yaitu pengajaran dengan pendekatan yang memungkinkan siswa menggunakan konteks tempat kerja untuk mempelajari materi pelajaran dan menggunakan materi tersebut di tempat kerja. Jadi tempat kerja atau sejenisnya dipadukan dengan materi pelajaran untuk kepentingan siswa (lihat pasal 36 ayat (3) huruf f UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003).

Mengutip laporan Laboratorium Pendidikan Wilayah Northwest tahun 1996, Elaine B. Johnson (2009 : 123) menyatakan, sekolah ke pekerjaan (school-to-work) telah ditetapkan sebagai suatu cara sistematis membangunan pendidikan yang memadukan sasaran akademik, karier, dan tujuan pribadi, untuk melejitkan prestasi semua siswa. Beberapa jenis pembelajaran berbasis pekerjaan misalnya dengan melakukan kunjungan (darmawisata) di tempat kerja tertentu,  membayangi pekerja, kerja praktik, program magang dan sebagainya. Untuk itu, sekolah perlu membangun jaringan (kemitraan) tidak hanya dengan unit usaha berskala besar, menegah, dan kecil yang berorientasi mendapatkan penghasilan (profit oriented) tetapi juga dengan pekerjaaan-pekerjaan social (non profit) seperti Lembaga Swadaya Masyarakat, yayasan, dan lain-lain.

4. Kuliah Kerja Nyata (KKN)

kkn

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan metode pengajaran yang luar biasa karena hanya metode ini yang dengan sengaja mengajar manusia untuk bertanggung jawab atas kesejahteraan orang lain (B. Johnson, 2009: 137). Namun, KKN jangan disamakan dengan kerja bakti, sebab tujuan utama KKN adalah untuk memperoleh pembelajaran akademik tertentu pada saat membantu orang lain. KKN akan memberikan pengalaman (memperoleh pembelajaran) kepada siswa. KKN adalah metode CTL yang sesuai untuk semua guru mata pelajaran.

Kecerdasan tidak semata-mata sudah terbentuk sejak dalam kandungan. Kecerdasan akan senantiasa tumbuh seiring dengan bertambahnya pengalaman. KKN mampu menghubungkan pelajaran akademik dengan proyek dunia nyata. KKN diarahkan untuk menjamin keterkaitan antara dunia  akademik-teoritik dan dunia empirik-praktis. Dengan demikian akan terjadi interaksi sinergis, saling menerima dan memberi, saling asah, asih, dan asuh antara siswa dan masyarakat.

Referensi :

  • B. Johnson, Elaine, 2009, Contextual Teaching & Learning; Menjadikan Kegiatan Belajar-Mengajar Mengasyikkan dan Bermakna, Penerbit MLC, Bandung.
  • Budimansyah, Dasim, 2002, Model Pembelajaran dan Penilaian Berbasis Portofolio, PT. Genesindo, Bandung.
  • Depdiknas, 2003, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Pendidikan Nasional, Depdiknas, Jakarta.
  • Deporter, Bobbi & Mike Hernacki, 2001, Quantum Learning; Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan, Penerbit Kaifa, Bandung.
  • Dryden, Gordon, Jeannette Vos, 2002, Revolusi Cara Belajar; Belajar akan Efektif kalau Anda dalam Keadaan ‘Fun”, Bagian II Sekolah Masa Depan, Penerbit Kaifa, Bandung.
  • Hamalik, Oemar, 2004, Proses Belajar Mengajar, PT. Bumi Aksara, Jakarta.
  • Hayyie al Kattani, Abdul, Rekayasa Masa Depan Islam
  • Dengan Revitalisasi Warisan Klasik Islam (Turats) Sebagai Ilustrasi, 2002, pcinu-mesir.tripod.com
  • Indrati, Yuke, 2009, Pembelajaran Tematik Kelas Awal SD, puskur.net
  • Indrawati, 2009, Model Pembelajaran Terpadu di Sekolah Dasar untuk Guru SD, Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam (PPPPTK IPA)
  • Isjoni, 2009, Efektifitas Model Pembelajaran Cooperative Learning, xpresiriau.com
  • Isjoni, 2010, Mengapa Pembelajaran Kontekstual, xpresiriau.com
  • Isjoni, 2010, Pembelajaran Konstektual dan Motivasi Siswa, xpresiriau.com
  • Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
  • Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi –lampiran
  • Sanjaya, Wina, 2009, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Kencana, Jakarta.
  • Sudarmiatin, 2009, Entrepreneurship dan Metode Pembelajarannya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Jurnal Ekonomi Bisnis, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang
  • Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
  • Warpala, I Wayan Sukra, 2009,  Pendekatan Pembelajaran Konvensional, edukasi.kompasiana.com
  • Warsita, Bambang, 2008, Teknologi Pembelajaran; Landasan & Aplikasinya, PT. Rinela Cipta, Jakarta.

Strategi Penerapan Contextual Teaching and Learning di Kelas (tulisan ke 1 dari 2 tulisan)

Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan ini tentang pengertian Contextual Teaching and Learning (CTL), dilatarbelakangi oleh keprihatinan bahwa pembelajaran konvensional yang masih dominan dalam budaya dan model pembelajaran kita ternyata seringkali tidak dapat menggali utuh kemampuan siswa,  membatasi siswa untuk mengexplore pengetahuan dan tidak kontekstual dalam lingkungan pribadi siswa sehingga kemampuan yang mereka dapatkan dalam bangku sekolah tidak dapat secara penuh dioptimalkan dalam mengatasi masalah yang dihadapi oleh siswa sehari-hari dimasyarakatnya.

Merupakan kumpulan dari “mozaik” yang terserak beberapa waktu yang lalu kami melakukan pengujian terhadap proses pembelajaran Contextual Teaching and Learning yang ternyata memiliki banyak kelebihan untuk diterapkan dalam pembelajaran kita. Ada beberapa strategi dalam menerapkan CTL di kelas-kelas kita, 4 macam strategi ini akan kami paparkan dalam 2 tulisan agar lebih fokusnya dalam penjabaran.

Berdasarkan komponennya, CTL mengkolaborasikan antara cara belajar dengan strategi belajar lainnya, seperti konstruktivisme, Inquiry, problem based learning, cooperative learning, dan worked based learning. Lalu bagaimana CTL dapat dipraktikkan di dalam maupun di luar kelas?Menurut Elaine B. Johnson (2009 : 66), CTL memberikan dua pertanyaan penting bagi para siswa; “konteks-konteks apakah yang tepat untuk dicari oleh manusia?” dan “Langkah-langkah kreatif apakah yang harus saya ambil untuk membentuk dan memberi makna pada konteks?” CTL dapat diimplementasikan antara lain dengan cara:

1. Mata Pelajaran yang Saling Berhubungan (Linked Courses)

ctl

Setiap mata pelajaran mempunyai tujuan, penilaian, dan nilai akhir yang terpisah. Namun demikian, setiap mata pelajaran dapat disatukan oleh materi yang saling melengkapi dan topik yang sama. Strategi ini memerlukan kerjasama yang solid di antara para guru sebagai teamwork yang baik. Pembelajaran harus direncanakan dan dirumuskan secara bersama-sama. Menurut Elaine B. Johnson (2009 : 116), para guru dari mata pelajaran yang saling berhubungan berunding untuk memastikan bahwa materi di satu kelas melengkapi dan memperkukuh proses belajar yang terjadi di kelas lain. Strategi demikian kita mengenalnya sebagai model pembelajaran tematik. Model pembelajaran tematik adalah model pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran (Indrati, 2009). Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang dirancang berdasarkan tema-tema tertentu. Dalam pembahasannya tema itu ditinjau dari berbagai mata pelajaran. Pembelajaran tematik menyediakan keluasan dan kedalaman implementasi kurikulum, menawarkan kesempatan yang sangat banyak pada siswa untuk memunculkan dinamika dalam pendidikan. Continue reading Strategi Penerapan Contextual Teaching and Learning di Kelas (tulisan ke 1 dari 2 tulisan)

Penilaian Berbasis Komputer dalam E-Learning: Sebuah Kerangka untuk Membangun Pertanyaan dan Tugas untuk Platform Teknologi

Tulisan ini merupakan seri berikutnya dari kuliah sub kajian Analisis Jurnal Internasional terpublikasi tentang Teknologi Pendidikan, Teknologi Pembelajaran dan Evaluasi. Pada judul ini membahas tentang evaluasi berbasis komputer dalam e-learning ternyata memiliki varian yang beragam untuk mengukur kemampuan siswa. Dari total 25 model evaluasi, saya baru membahas 11 diantaranya, dilengkapi dengan gambar peraga tiap modelnya diharapkan akan mempermudah dalam pengkajian. Ditulis sebagai pendahuluan dan “pemantik” bagi Anda yang minat dalam bahasan ini. Seperti rule dalam analisis sebelumnya, bagi Anda yang berminat pada file lengkap jurnal ini, silakan share URL halaman ini di wall fb anda, kemudian segera laporkan ke saya . Dalam waktu 2 x 24 jam setelah saya baca maka akan saya kirimkan langsung gratis tis tis.. tanpa biaya sepeser pun. Selamat membaca !


 

Penelitian dari :

Kathleen Scalise & Bernard Giford

Judul Penelitian :

Computer-Based Assessment in E-Learning: A Framework for Constructing “Intermediate Constraint” Questionsnd Tasks for Technology Platforms

(Penilaian Berbasis Komputer dalam E-Learning: Sebuah Kerangka untuk Membangun Pertanyaan Dan Tugas untuk Platform Teknologi)

Nomor Jurnal :

Volume 4, Number 6 · June 2006

Penerbit :

Technology and Assessment Study Collaborative Caroline A. & Peter S. Lynch School of Education, Boston College

Preferred citation :

Scalise, K. & Giford, B. (2006). Computer-Based Assessment in E-Learning: A Framework for Constructing “Intermediate Constraint” Questions and Tasks for Technology Platforms. Journal of Technology, Learning, and Assessment, 4(6). Retrieved [date] from http://www.jtla.org

Pendahuluan

Hadirnya teknologi Internet berupa Web atau WWW (World Wide Web) dengan berbagai macam teknologi pendukungnya, telah memungkinkan dilakukannya komunikasi dan layanan informasi secara mudah dan efisien. Dengan menggunakan protokol http (hypertext tranfer protocol) sebagai basis komunikasi baku di Internet, semua bentuk komunikasi tradisional dapat dilakukan melalui Internet, bahkan lebih efektif, karena dimungkinkan penggabungan semua komponen multimedia ke dalam Web. Dalam bidang pendidikan, teknologi informasi telah dimanfaatkan untuk menunjang layanan administrasi, proses pembelajaran, pendaftaran ulang, perpustakaan, akses nilai, pencarian referensi secara cepat dan mudah, proses penelitian, pembayaran SPP, bahkan untuk pelaksanaan assessment di sekolah. Pemanfaatan teknologi informasi dalam proses pembelajaran ataupun dalam assessment siswa (bisa berupa ulangan atau tugas), memungkinkan peserta melakukan tes dari tempat yang berbeda, baik itu dalam jaringan internet maupun dalam jaringan intranet. Komputer- komputer yang dihubungkan ke Internet dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yakni komputer penyedia layanan (server) dan komputer pengguna layanan (client).

Penggunaan teknologi untuk melakukan assessment kepada siswa  disekolah berhasil mendorong ukuran validitas yang tinggi dalam hasilnya, memotivasi siswa dalam pengerjaannya, selain itu bentuk penyajian soal juga lebih interaktif dan harapannya sesuai dengan tujuan pengukuran yang ingin dicapai, dengan kata lain pengukurannya lebih kontekstual.

Bennet pada tahun 1993 dalam bukunya memunculkan pernyataan “poor attitudes toward learning and incorrect inferences about its purposes…for example that there is only one right answer, that the right answer resides in the head of the teacher or test maker, and that the job of the student is to get the answer by guessing” menyatakan bahwa menggunakan format pengukuran pilihan ganda dengan satu jawaban pada pilihan opsional memungkinkan siswa dapat mengerjakan dengan cara menebak, hal ini tentu saja membuat pengukuran akan tingkatan kemampuan siswa menjadi tidak valid.
Continue reading Penilaian Berbasis Komputer dalam E-Learning: Sebuah Kerangka untuk Membangun Pertanyaan dan Tugas untuk Platform Teknologi

Mengkombinasikan Game Software dengan Pendidikan; Evaluasi Keefektifan Pembelajaran

Tulisan dibawah ini merupakan analisis jurnal pendidikan Internasional yang difokuskan pada Teknologi Pembelajaran, Game pendidikan, dan Media. Merupakan bagian dari serial lanjutan kuliah yang bisa diakses dari sini. Didedikasikan untuk teman-teman yang fokus pada minat study ini dan yang sedang penelitian membutuhkan jurnal yang terkait. Bagi yang menginginkan file jurnal aslinya silakan share URL tulisan ini di wall FB anda dan kabari sy via akun FB dedy setyo. Saya targetkan kurang dari 2 x 24 jam akan terkirim ke e-mail Anda. Gratis tis tanpa dipungut biaya sepeser pun.he.he.. Selamat membaca !.


Identitas Jurnal

Penelitian dari :

Maria Virvou, George Katsionis and Konstantinos Manos. Department of Informatics.

University of Piraeus, Piraeus 18534, Yunani. 2005

Judul Penelitian :

Combining Software Games with Education: Evaluation of its Educational Effectiveness.

(Kombinasi antara software permainan dengan pendidikan : Evaluasi dalam keefektifan pendidikan)

Nomor Jurnal :

Educational Technology & Society, 8 (2), 54-65. University of Piraeus, Piraeus 18534, Yunani

ISSN 1436-4522 (online) and 1176-3647 (print). © International Forum of Educational Technology & Society (IFETS). 2005.

Keywords  :

Educational software games, Virtual reality, Evaluation, Intelligent tutoring systems, Student model

 

Resume dan Laporan :

I. PENDAHULUAN

Proses dalam pembelajaran adalah system yang multi kompleks karena akan berhubungan dengan banyak hal. Konsekuensinya adalah perlunya banyak cara dan ide untuk membuat teratasinya masalah-masalah dalam pembelajaran dan meningkatkan motivasi serta partisipasi peserta didik dalam belajar. Saat ini, kemajuan teknologi telah membawa perubahan pada setiap hal, hal-hal yang sebelumnya dilakukan secara konvensional sekarang dapat dilakukan dengan pendekatan teknologi. Siapapun yang melihat pada rentang usia anak-anak sampai remaja diketahui bahwa pada usia mereka ketertarikan terhadap software permainan. Continue reading Mengkombinasikan Game Software dengan Pendidikan; Evaluasi Keefektifan Pembelajaran

Public Speaking; Bagaimana mengungkapkan ide didepan audience dengan efektif?

Saya agak lupa, sudah berapa kali diminta membawakan materi tentang public speaking ini. Siang ini Ust Hali, teman karib saya meminta saya untuk menyampaikan bab tentang bagaimana menjadi presentator yang baik. Acara siang ini adalah pembekalan bagi santri yang akan presentasi tentang karya tulisnya kepada sidang pengujian yang memang sudah menjadi agenda rutin di sekolah kami SMA Islam Nurul Fikri Boarding School, Serang – Banten. Sekedar sekilas info, karya tulis baik penelitian ataupun non penelitian menjadi karya wajib untuk siswa kelas 10 dan kelas 11 jika ingin naik kelas dan meraih cita-cita di masa depannya dengan baik, ceileh..bahasanya..ha ha. Oke, pikir saya untuk review ingatan dan materi, mendingan saya tuliskan di blog DedySetyo.Net sekalian mudah-mudahan bisa berbagi dengan teman-teman lain yang membutuhkan. Tidak bermaksud narsis, beberapa kali menjadi pembicara di forum/seminar/pelatihan tingkat sekolah, regional, provinsi dan nasional cukup menambah jam terbang saya, bisa dicek di About Us.

Kemampuan komunikasi sebenarnya sudah kita kuasai sejak balita, bahkan anak saya sudah bisa berbicara “ummi..”(panggilan untuk ibu saya a.k.a istri saya) ketika umur 1 tahun 3 bulan, cuman masalahnya kosakatanya yang sedemikian terbatas membuat kami kadang-kadang harus menebak apa yang menjadi maksud dan keinginannya. Begitulah komunikasi, syarat penting pertama untuk terjadinya komunikasi adalah adanya yang berbicara dan yang mendengarkan, kedua, agar nyambung “channel” kedua pihak (pembicara dan pendengar) haruslah sama. Terjadinya lost komunikasi antara anak balita dengan orang tuanya karena kebanyakan orang tua tidak menyesuaikan “channel” si anak.

Menurut D.B. Curtis:1992,  Komunikasi efektif adalah Kemampuan mengirimkan pesan dengan jelas, manusiawi, efisien dan menerima pesan secara akurat. Ya, begitulah, indikator efektif terletak pada “pesannya yang jelas”, tidak ambigu (bermakna ganda); “manusiawi”, memangnya kita bukan manusia?.ha ha.. maksudnya bicaralah sesuai dengan maqom/tingkatan pendengarnya. Syarat ketiga adalah “efisien dan akurat”, sederhananya adalah gunakan kata yang singkat, bermakna dan audiens ngerti apa yang kita maksud. Contoh penyampaian kalimat yang ambigu, tidak manusiawi sekaligus tidak akurat semisal “Si Tomi makan anjing mati mendadak”. Walaupun hanya urusan koma, kalimat ini cukup telak kesalahannya. Satu, ambigu (bermakna ganda), apakah maksudnya “Si Tomi makan, anjing mati mendadak”, apakah “Si Tomi makan anjing, mati mendadak” ataukah “Si Tomi makan anjing mati, mendadak”. Kedua, tidak manusiawi, masak iya ada orang makan anjing mati ?..ha ha..*kidding. Jelasnya begini, gunakan penggalan atau penjeda huruf yang tepat. Sehingga orang tidak memiliki tafsir lainnya. Continue reading Public Speaking; Bagaimana mengungkapkan ide didepan audience dengan efektif?